Perkenalkan nama ku Kania Putri, Sering dipanggil Kania Aku berumur 23 tahun. Aku ingin menceritakan kisahku dengan seorang wanita yang pernah aku jumpai di taman malam itu...
3 tahun yang lalu saat aku sedang berjalan jalan sendirian ditaman pada malam hari. Ya niatnya sih untuk mencari udara segar dan berjalan jalan.
Namun saat aku sedang berjalan melewati sebuah ayunan, aku melihat seorang wanita yang sedang bermain ayunan besi.
Ayunan itu terlihat sudah tua dan berkarat. Ayunan tua itu sudah ada sejak aku berusia 10 tahun.
Wanita yang sedang bermain ayunan itu kira-kira sebaya dengan ku, matanya berwarna biru seperti cahaya bulan, rambutnya sebahu dan bewarna hitam. Ia manis sekali..
Tapi ia seperti sedang menangis dan dari sorot matanya terlihat seperti orang tanpa tujuan...
Disana hanya ada aku dan dia.
Karena penasaran, aku pun menghampiri nya. Aku bertanya padanya "mengapa kau menangis?" Dia terdiam beberapa menit, lalu tak lama kemudian ia menjawab dengan suara yang agak serak "Dulu aku pernah bermain ayunan ini bersama seorang pria. Tapi 2 tahun yang lalu ia pergi untuk melanjutkan kuliahnya diluar negeri dan berjanji akan kembali untuk melamar ku".
Aku pun bertanya kembali padanya...
"Lantas mengapa kau bersedih?". Wanita itu menjawab lagi "tahun demi tahun berlalu saat hari kelulusannya telah tiba ia ingin kembali dan ingin melamar ku, namun Tuhan berkata lain. Ia mengalami kecelakaan pesawat dan nyawanya tidak bisa diselamatkan"
Ya, Aku tau bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat kau sayang dan kau cintai. Tapi jika itu sudah menjadi takdir apapun alasannya ia tetap akan pergi darimu...
Setelah jawaban itu keluar dari mulut si wanita tadi, tiba² ponsel yang berada di dalam tas ku berbuny. Ibuku menelpon dan menyuruh ku pulang karena sudah larut malam. Aku pun terpaksa meninggalkan wanita itu sendirian di ayunan itu tanpa ada seorangpun yg berada disana.
Sesampainya dirumah aku menceritakan kejadian itu pada ibuku, ibuku hanya terdiam dan tidak berkata sepatah katapun. Akhirnya aku pergi ke kamar dan tidur.
Hari demi hari berlalu, Sejak kejadian malam itu aku tak pernah melihat wanita itu lagi disana. Yang terlintas dipikiran ku saat ini adalah.. "kemana wanita itu pergi? Apakah mungkin ia sudah pindah keluar kota untuk menenangkan dirinya?"...
Lamunanku pecah saat hp didalam tas ku berbunyi. "Ahk Ibu menelepon"
Aku pun mengangkat teleponnya, ibu berkata padaku "Kania pulang lah, Ibu ingin mengatakan sesuatu padamu". Tanpa berpikir panjang aku langsung keluar dari kantor tempat dimana aku berkerja sekarang
Sesampainya dirumah aku menghampiri ibu yang sedang duduk disofa bewarna biru yang berada diruang tamu. "Ibu ingin mengatakan apa padaku?" Tanya ku, Ibu menjawab "Wanita yang pernah kau ceritakan itu dia sudah tiada. Kabarnya tertabrak truk saat ia ingin menyebrang jalan"
Aku yang kaget mendengar cerita Ibuku...
"Pantas saja ia tak pernah terlihat lagi di taman", Jawab ku.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, aku yang masih terjaga akibat penasaran akhirnya memberanikan diri untuk datang ke taman itu lagi. Entah aku yang sedang berhalusinasi atau apa, aku melihat wanita itu, tapi mukanya terlihat bahagia dan kurasa ia tidak sendiri.
Ia bersama seorang pria. Pria itu cukup tampan. Badannya tinggi, kulitnya putih bersih, badannya juga tegap, rambutnya berwarna hitam lebat, dan ia mempunyai poni sampai hampir menutupi matanya.
Mereka terlihat serasi sekali. Tak lama kemudian, wanita dan pria itu melihatku dan menghampiri ku. Wanita itu berkata padaku "Kau tak perlu mencari ku lagi, Aku sudah pergi dengan tenang"...
Ia memandangi pria itu dengan wajah tersenyumnya
"Aku sudah bersama dia, dia yang selama ini aku tunggu dan ku cintai, yang sudah pergi meninggalkan ku 2 tahun yang lalu". Aku hanya terdiam dan hanya tersenyum melihat mereka sudah bersatu lagi.
Tak lama sehabis kalimat itu diucapkan, mereka pergi meninggalkan ku sendirian ditaman. Aku lega mendengar ucapan wanita itu. "Semoga kalian bahagia dan selalu bersama disana"...