aku terbangun di depan sebuah rumah, rumah nya sudah kotor dan cukup rusak. entah mengapa walaupun sudah melihat rumah itu ada sesuatu didalam sana yg meminta ku untuk masuk dan mengecek isinya, aku pun mengetuk pintunya
'tok..tok...tok'
tidak ada yg membuka, hari sudah mulai larut karena itu walaupun merasa bersalah aku masuk kedalam, di dalam rumah itu sangat berbeda dari luarnya ruangannya bersih dan rapi tanpa pikir panjang aku terus menelusuri rumah itu walaupun insting ku terus memohon agar aku keluar, tapi karena khawatir akan tersesat di hutan aku pun mengabaikan nya.
tak lama aku menemukan sebuah kotak kecil yg sangat unik dengan rasa ingin tahu aku mengambil kotak itu, memang ini sangatlah salah tapi tidak apa-apa kan? lagipula aku sudah masuk sembarang ini.
ku buka lah kotak itu yg berisi kalung emas yg cantik, aku ingin memiliki nya tetapi aku tetap memasukkan nya kembali "aku sudah masuk sembarang, jangan sampai juga ikut mencuri" aku pikir Sabil menaruh kembali kotak nya di tempat semula aku pun terus berjalan mencari satu saja tanda kehidupan dirumah ini dan akhirnya aku diruang terakhir dapur, sampai saat ini aku tidak melihat satu pun orang disini.
"apakah ini rumah kosong" aku berfikir, dengan itu aku lebih tenang karena itu membuat aku tidak memasuki rumah sembarang. oh, berapa bodoh nya aku
tidak melihat seseorang bersembunyi dibelakang kulkas orang itu pun langsung menyerang dengan pisau karena kaget aku pun lari sempoyongan karena kakiku terkena serangan nya, aku berlari terus berlari walaupun aku sudah keluar rumah dan tersesat di hutan aku tetap berlari dan aku melihat nya sekumpulan orang, aku bisa meminta bantuan.
"pa! tolong aku ada orang yg ingin membunuh ku!" aku teriak meminta tolong saat aku melihat keatas orang itu tersenyum
"tertangkap, kamu kalah."