3000 tahun yang lalu ada seorang makhluk yang turun ke bumi, makhluk itu dikenal sebagai Sang Penguasa, dia adalah makhluk yang mempunyai kekuatan yang sangat besar, bahkan didunianya dia menjadi kandidat Raja.
Dia adalah Billar Kyro, dia mempunyai kekuatan yang sangat besar, karena dia juga tidak ingin menjadi Raja, dia pun memecah kekuatannya menjadi 7, dan ketujuh kekuatan ini sekarang lebih dikenal sebagai 7 Siluman Nusantara.
Wawan Saputra adalah pemuda berumur 17 tahun siswa jambon PSHT, bersama 5 temannya Sarah Anggrita, Rendy Inazaki, Vera Arizka dan Dyna Aprilia pergi ke pulau itu untuk mendapatkan Siluman Singa sebelum Sayap Hitam bergerak.
Wawan adalah seorang remaja dengan berwajah standard, tidak jelek tidak tampan. Namun, kepercayaan diri dari Wawan sangat besar, tekad yang dihasilkan selalu mendapat sesuatu yang diinginkan.
Rendy adalah teman Wawan disaat masih SD, dia adalah remaja yang humoris dan ceria, tapi kehebatan dalam pertarungan jarak dekat tidak bisa diremehkan, walaupun hebat Rendy masih belum berpengalaman, karena dia masih siswa jambon bersamaan dengan Wawan.
Sarah adalah Remaja yang selaku serius, namun keseriusannya tersebut terhalang oleh kesombongan dan kepercayaan diri yang terlalu berlebihan, Sarah adalah tipe gadis marah-marah tapi mau.
Vera adalah remaja yang pendiam, namun pendiam bukan berarti tidak berbakat. Pernah ada kejadian, Wawan pernah menyelamatkan nyawa Vera. Oleh karena itu Vera sekarang lebih percaya diri dan menjadi lebih kuat.
Dyna adalah tipe gadis pemalu, tapi kehebatan pukulan tangan dan kaki tidak bisa dianggap lemah, pasalnya Dyna sudah diajari seluk beluk mengenai bela diri masa kecil, namun Dyna nya saja yang tidak mau belajar bela diri. Dan, Dyna adalah teman masa kecil Wawan saat berada di Jember.
Wawan adalah salah satu pengguna siluman tersebut, Wawan memiliki siluman macan putih di dalam tubuhnya, dari semua 7 siluman nusantara, hanya Wawan lah yang bisa hampir mengendalikan siluman tersebut.
Wawan adalah anak dari seorang legenda PSHT bernama Angga Saputra, Angga pernah menyelamatkan PSHT, bahkan menyelamatkan 1 kota Surabaya dari ancaman perang. Kali ini, kisah Wawan adalah mengembara untuk menyelamatkan 7 Siluman Nusantara agar tidak jatuh ke tangan Sayap Hitam.
Sebab, jika 7 Siluman Nusantara sampai jatuh ke tangan mereka, Raja Siluman akan bangkit dan perang akan terjadi lagi untuk yang kedua kalinya.
Suatu hari dirumah Wawan, Wawan dan Adiknya Cindy Saputri sedang membahas tempat liburan.
Wawan melihat brosur liburan, banyak brosur yang menyebutkan tempat liburan terbaik, tapi tiba-tiba saja ada kabar dari Rendy bahwa ada misi khusus untuk Wawan dan lainnya, Wawan lebih memilih menjalankan misi dan berjanji pada Cindy.
"Cindy, maafin kakak ya, kakak janji setelah pulang dari misi ini kita pasti akan pergi berlibur, kamu pilih saja dulu tempat yang akan kita tuju." Janji Wawan pada Cindy seraya mengelus rambut Cindy.
Setelah mendapat panggilan, Wawan, Rendy, Sarah, Vera, dan Dyna dikumpulkan dirumah Ridwan Azizulami, dia adalah guru dari perguruan mereka, diskusi mulai dilakukan oleh mereka.
"Baiklah, misi kalian adalah untuk menyelamatkan Siluman Singa di pulau Nusa Barong." Mas Ridwan berbicara sembari duduk di sofa bersama mereka.
Dengan wajah yang terkejut, Wawan menolak untuk pergi ke pulau itu, karena masa lalu Wawan terdapat pada kota Jember. Rendy mendekat ke Wawan dan menyemangatinya agar menerima misi tersebut.
Mas Ridwan heran dan bertanya ke Wawan sambil meminum kopinya " Wawan, kenapa kamu malah tidak mau? Apa karena Cindy lagi?"
Dengan wajah gelisah kepalanya menunduk ke lantai dia membalas " Bukan hanya karena Cindy mas, masa lalu saya yang begitu kelam ada di kota Jember, bukan cuma di kotanya, bahkan saya pernah mengingat kalau ada kejadian yang membuat warga gempar di pulau itu."
Rendy terus mendekati dan menyemangati Wawan dengan senyumannya dan berkata " Wan, ini adalah misi kita! Kita harus bisa melakukan ini, ini juga demi masa depan yang cerah tanpa siluman di muka bumi ini.
Wawan terus berpikir sehingga akhirnya dia memutuskan untuk ikut dan segera menyelesaikan misi tersebut, mas Ridwan merasa senang begitu juga Rendy dan lainnya.
Setelah diskusi itu, Wawan merasa cemas dengan Cindy karena tidak bisa menepati janjinya. Saat berada dirumah, Cindy ternyata mengerti dengan misi Wawan, senyuman terukir diwajah Cindy dengan terpaksa. Wawan langsung mendekati Cindy dan memeluknya seraya berkata.
"Cindy, kakak benar-benar menyesal dan minta maaf, kakak berjanji dengan hati kakak akan akan bisa menemanimu setelah misi selesai." Kata Wawan dengan Air mata yang mengalir deras di matanya.
Cindy yang senang sekaligus sedih tidak bisa menahannya juga, air matanya pun juga dilepas semua oleh Cindy.
Keesokan harinya pada jam 07.00, Wawan berangkat bersama dengan Rendy berada di terminal bis, mereka juga masih menunggu Sarah, Vera dan Dyna untuk keberangkatannya. Selagi menunggu di bangku terminal, Rendy bertanya sesuatu pada Wawan mengenai masa lalunya.
"Oh ya Wan, apa sebenarnya masa lalu yang ada di pulau itu? Aku sama sekali gak tahu cerita itu?"
Wajah Wawan menunduk dan jujur pada Rendy "Kalau lengkapnya aku gak tahu, tapi katanya dulu aku pernah mengamuk menjadi siluman di pulau itu. Memang pernah di desa sih, tapi aku gak tahu kenapa tiba-tiba ada di pulau itu."
Dengan terukirnya wajah seriys pada Rendy dia berkata sambil menatap langit " Jadi memang siluman itu menyebalkan dan merepotkan ya, tapi kamu harus sabar Wan, ini adalah cobaan yang berat, namun kamu harus tahu semua cobaan pasti akan ada batasnya."
Setelah lama menunggu, Sarah dan lainnya datang dengan penampilan yang begitu mencolok, bis tiba dan mereka berangkat dengan senyuman pada setiap orang.
5 Jam Kemudian....
Setelah lama perjalanan, mereka berlima sudah sampai di kota Jember kecamatan Puger, karena Wawan bisa berbicara jawa halus, dia menanyakan banyak informasi pada warga.
Mereka berlima memutuskan langsung pergi ke pantai agar segera pergi ke pulau, jarak dari tempat mereka ke pantai sekitar 1 km, jam 12.00 mereka akhirnya sampai di pantai dan melihat-lihat sebentar.
Setelah selesai, mereka mencari perahu untuk dibawa ke pulau tersebut. Wawan melihat ada seorang nelayan yang sedang membersihkan perahunya, mereka berlima bertanya banyak pada nelayan itu.
Sambil mendekat, Wawan bertanya pada nelayan tersebut
"Maaf pak, apa ada perahu yang tidak dipakai pak?"
Pak nelayan itu berbalik dan menjawab "Ada dek, tapi cuma ada 1 perahu dan muat untuk 5 orang dek."
Masih dengan senyumannya Wawan membalas lagi "Oh gak papa pak, kita juga 5 orang kok."
Sementara Wawan dan Rendy menyiapkan perahu, Sarah bertanya pada nelayan itu tentang pulau nusa barong.
"Pak maaf ini ya, saya mau tanya! Sebenarnya pulau nusa baromg itu pulau seperti apa ya?"
"Kalian mau kesana ya?"
"Iya pak, sebenarnya gak ada yang spesial, tapi kami dengar ada legenda-legenda gitu di pulau itu, apa benar pak?" Jawab Sarah lagi sambil melirik pulau itu dari jauh.
"Kalau legendanya saya sama sekali gak tahu, tapi lebih baik kalian kembali kesini sebelum Maghrib, karema disana itu bahaya sekali, banyak sesuatu yang masih belum saya ketahui. Tapi, lebih baik kalian pulang sebelum maghrib." Balas nelayan tadi yang masih memperbaiki perahunya.
Wawan dan Rendy selesai melihat perahunya, mereka berlima akhirnya berangkat, setelah berbalik dari jalannya, nelayan itu sudah tidak terlihat lagi.
Sarah yang mengingat kata-kata nelayan tadi dibicarakan lagi dengan Wawan dan Rendy.
"Wan, katanya kita harus pulang maghrib dari sana, jadi apa kita teruskan saja?" Tanya Sarah.
Wawan berbalik dan membalas
"Sebelum maghrib? Emang ada yang melarang kita ya?"
"Ya, tadi nelayan itu memberi peringatan, kalau di pulau itu ada sesuatu yang misterius."
Dengan senyum percaya dirinya, Rendy menjawab " Semuanya, tenang saja ya! Kita disini untuk misi kedamaian kan, kita gak bisa kembali dan mengecewakan mas Ridwan, tapi kalau memang maghrib harus pulang ya terpaksa."
Setelah 20 menit mendayung dari utara, mereka akhirnya tiba di pulau yang mempunyai legenda tersebut. Dari pemandangan luar memang menakjubkan dan juga luar biasa, tapi setelah mereka masuk pohon-pohon yang menakutkan mengiringi mereka berlima.
Dyna yang agak ketakutan dan menempel pada Vera berkata.
"Teman-teman, apa ini benar-benar aman? Aku sama sekali gak pernah kesini loh, apa misi terus kita lanjutkan?"
Rendy mendekat ke Rendy untuk menyemangatinya " Tenang aja Dyn, kita akan selalu jaga menjaga satu sama lain, lagian kita sudah menerima misi ini, masa kita kembali dan menolaknya? Dan kamu tenang aja, ada Wawan kok."
Dengan wajah yang tersipu malu, Dyna hanya bisa mengatakan iya pada semua orang. Pencarian terus di lakukan, sebenarnya mas Ridwan sama sekali tidak memberitahu lokasi siluman itu berada.
Sampai jam 16.00 sore, mereka menyerah terlebih dahulu dan memutuskan untuk kembali ke pemukiman, namun setelah masuk ke dalam pulau, mereka tidak bisa menemukan jalan keluar, pada jam 17.00 maghrib segera tiba, Sarah memutuskan untuk menginap di pulau itu.
Vera berhenti dan bertanya pada Sarah "Maaf Sar, apa gak sebaiknya kita mencari jalan keluar aja? Katanya disini ada sesuatu yang misterius?"
"Yang mau bagaimana lagi, kita gak menemukan jalan keluar, terpaksa kita bermalam disini. Aku sebenarnya membawa 2 tenda, jadi gak masalah kan." Jawab Sarah yang percaya diri.
Setelah maghrib tiba, mereka memasang tenda dan berkumpul di api unggun agar tidak ada yang merasa takut. Vera bertanya pada Wawan.
"Maaf Wan, bukannya aku meremehkan ya, tapi kenapa kamu ini begitu takut dengan pulau ini, apa pulau ini seberbahaya itu?"
Wawan menjawab sambil menghangatkan tangannya "Kalau masalah berbahayanya aku gak banyak tahu, tapi memang tempat macam ini gak boleh di tinggali seperti yang kita lakukan sekarang."
"Apa gak papa kita berada disini? Aku merasa khawatir dengan kita yang memutuskan bermalam disini." Lanjut Dyna yang masih ketakutan.
Dengan senyum wajah yang percaya diri, Wawan membalas perkataan Dyna.
"Tenang aja Dyn, kamu jangan khawatir, kalau kita ada masalah kita serahkan semuanya pada Sarah dan Rendy."
...........................
😱😱😱😱😱" Maksudmu apa Wan? Kok aku diungkit-ungkit juga." Protes Sarah terhadap Wawan.
"Iya nih, bukannya kita kesini bersama dan sepakat untuk bermalam disini, kenapa cuma aku dan Sarah yang tanggung jawab?" Lanjut Rendy.
Wawan menjawab dengan nada yang serius "Siapa coba yang maksa aku sampai kesini, dan siapa yang setuju dengan ide menginap di pulau ini, hah?"
"Y-ya tapi,--"
"Dan siapa yang menyetujui kita pergi dan gak menunggu besok pagi, Hah?" Lanjut Wawan yang menghadapkan wajahnya ke Rendy.
😧😧😧😧" Yah maaf lah, tapi semua juga harus berusaha." Balas Rendy yang gelisah.
Wawan memutuskan untuk pergi bersama Rendy, sedangkan Sarah dan lainnya beristirahat didalam tenda.
Karena sangat gelap, Wawan membawa Senter untuk persiapan. Rendy penasaran dan curiga pada pulau itu.
"Wan, kamu merasa gak sih kalau kita sia-sia disini? Lagian ngapain juga siluman di pulau yang sepi kayak gini, dan juga apa benar disini ada siluman Singa?"
Dengan wajah yang yakin Wawan menjawab "Benar lah, ini kan misi yang diberikan mas Ridwan, apapun yang telah di sesuaikan oleh mas Ridwan pasti benar adanya. Dan kamu tahu sendiri kan, siluman seperti siluman Singa itu sulit untuk diajak berinteraksi, dia lebih suka marah-marah."
Setelah selesai berdebat, jam 20.00 mereka berdua beristirahat di tenda masing-masing, mereka setuju untuk melanjutkan mencari siluman Singa pada esok hari.
Saat jam 23.00, Wawan merasa ingin buang air kecil, dia pun pergi keluar sendirian dan membawa senter meninggalkan tenda. Wawan terus berjalan mencari tempat yang sesuai untuk melepaskan semua air yang menggantung didalam.
Disaat Wawan buang hajat kecil, dia melihat ada cahaya mengkilap dari arah kanan, sekejap dia menoleh karena dia pikir itu adalah Rendy, tapi setelah Wawan menoleh lagi, cahaya tersebut semakin terang. Karena penasaran, setelah selesai buang air dia menuju ke cahaya tersebut.
Beralih ke tenda, Rendy tertidur sangat nyenyak di dalam tendanya, suasana diluar sangat sepi dan dingin. Tiba-tiba saja ada suara yang terdengar oleh Rendy, Rendy yang penasaran dan terbangun, dia keluar sejenak sambil membawa bantal gulingnya.
Karena tidak ada suara lagi, Rendy masuk kembali ke tenda dan kembali tidur. Belum lama dia masuk ke tenda, dia mendengar lagi suara yang sama didengar oleh Rendy, dia terkejut dan mulai gemetar khawatir.
Setelah agak lama Rendy membiarkan suara itu, ternyata sudah tidak ada suara yang keluar lagi. Tapi, tiba-tiba saja dengan mendadak tenda yang di diami oleh Rendy melayang tanpa sebab, refleks karena tenda melayang, Rendy berteriak karena terkejut tiba-tiba dia bisa terbang.
Tak lama setelah kejadian itu, Sarah mendengar teriakan Rendy, dia terkejut karena dengan anehnya tenda itu melayang tanpa ada yang mengendalikannya. Sarah membangunkan Vera dan Dyna untuk melihat kejadian tersebut, tak berselang lama Rendy dan tendanya terjatuh sangat keras bahkan tendanya sampai hancur.
Sarah kemudian berlaru ke tenda tersebut untuk melihat keadaan Rendy, ternyata Rendy hanya pingsan dan tak sadarkan diri. Sarah yang masih penasaran, dia menengok ke kanan dan ke kiri di atas pohon untuk mencari seseorang yang telah membuat tenda dan Rendy bermasalah.
Saat dicari, Sarah melihat ada dua orang misterius diatas pohon yang sedang berdiri dengan angkuhnya memakai jubah hitam menutupi tubuhnya, Sarah terus melirik kedua orang itu dengan teliti, dan Sarah langsung sadar bahwa mereka adalah 2 dari 10 anggota Sayap Hitam.
Mereka berdua turun dari atas pohon dan mulai berdiri dengan sangat menakutkan dihadapan mereka berempat.
Dengan wajah terkejut, Sarah berkata " Kalian adalah Sayap hitam kan? Untuk apa kalian kesini?"
Dua orang itu salah satunya memakai penutup mata seperti bajak laut, dan yang satunya lagi memakai topi seperti nelayan dan petani.
Topi petani berkata " hebat juga dirimu bisa tahu aku kita siapa, tapi kamu pasti tahu kan kenapa kami kesini, siluman Singa adalah target kita."
Dyan yang melihat keadaan Rendy berkata " Teman-teman, kok cuma Rendy ya? Wawan kok gak ada?"
Beralih ke Wawan, dia maih menuju ke cahaya yang membuatnya penasaran. Semakin mendekat, cahaya tersebut semakin terang, Wawan tidak bisa melihat apa-apa dan tiba-tiba dia berada di tempat yang aneh, tidak ada tanah, tidak ada pohon dan bahkan tidak ada langit. Dia hanya melihat ada satu kursi seperti singgasana seorang raja.
Wawan kaget dan menoleh ke kanan dan ke kiri, keatas dan ke belakang tapi tidak ada yang muncul menemui Wawan. Tak lama setelah itu, ada 1 orang yang sangat tiba-tiba muncul duduk di singgasana tersebut, Wawan sejenak terkejut dan masih penasaran dengan tempat tersebut.
Mereka berdua melakukan tanya jawab dan saling menjelaskan satu sama lain.
"Tempat apa ini? Siapa kamu? Kenapa aku ada disini?" Tanya Wawan.
"Wawan Saputra, kamu adalah pemuda yang sangat beruntung, karena bisa masuk ke dimensiku ini." Jawab orang itu sembari duduk di kursinya.
"Apa? Aku dimana? Kamu ini sebenarnya siapa?" Kata Wawan yang masih sangat penasaran.
Orang itu menjawab dengan nada santai tak terburu-buru "Ini adalah dimensiku, aku adalah Sitto Maron, aku adalah orang yang mempunyai dimensi tanpa ada sesuatu ini."
"Apa alasanmu memanggilku ke tempat yang aneh ini? Apa aku ada urusan denganmu?" Tanya Wawan yang sangat penasaran dan tergesa-gesa.
"Wawan, tenang dulu! Aku gak kan menyakitimu, anggap aja aku ini orang baik, kamu santai saja dan jangan terlalu tegang." Jawab Sitto yang berusaha menenangkan Wawan.
"Bagaimana bisa aku menganggapmu orang baik kalau aku gak tahu maksudmu yang sebenarnya?" Teriak Wawan.
"Baik, baik, baik, baik! Aku akan segera menjelaskan apa mauku denganmu. Sebelum itu, apa kamu mengerti kenapa kamu pergi ke pulau ini? Dan apa kamu tahu kalau ada sesuatu yang tersembunyi di pulau ini?" Tanya balik Sitto pada Wawan.
"Aku diberi misi untuk menyelamatkan siluman Singa dari bahaya, dan aku juga sebenarnya kurang tahu dengan sesuatu yang istimewa di pulau ini." Balas Wawan denga ragu.
"Tuh kan, sudahlah! Sekarang aku akan menjelaskan semua dengan detail. Ini adalah dimensi milikku, namanya adalah Kali Mego. Aku sebenrnya sedang bersembunyi di sini, dan aku tahu kalau kamu akan kesini."
Wawan sempat terkejut dan bertanya lagi "Tunggu, apa maksudmu dengan kali mego? Disini kan gak ada sungai? Dan apa maksudnya dengan bersembunyi, apa kamu dikejar?"
Dengan nada dan wajah yang serius dia bertanya balik padanya "Wawan, apa kamu pernah mendengar tentang penyelamat siluman?"
"Gak, aku gak pernah tahu penyelamat siluman, apa ada ya?"
"Ya, aku adalah salah satu orang yang tersisa dalam organisasi tersebut, sebenrnya masih ad 1 orang lagi yang masih hidup, namanya adalah Sandi Nugroho."
Wawan sangat terkejut dengan seseorang yang di sebutkan oleh Sitto dan membalas "Sandi Nugroho? Itu adalah guru pribadiku, aku memintanya untuk menjadi pembimbingku dalam ilmu bela diri, jadi mas Sandi adalah penyelamat siluman?"
Masih dengan nada yang serius, kali Sitto berdiri sambil menjelaskan masa lalunya
"Beberapa tahun dahulu, kami pernah membuat sebuah organisasi seperti pahlawan, karena kami mengetahui ada siluman, kami berusaha mencari keberadaan siluman, tapi kabar yang beredar siluman itu jahat, tapi kami mencari 1 siluman, dia adalah siluman Rajawali. Dia gak jahat, bahkan dia sudah bisa menguasai siluman sepenuhnya."
"Lalu, kenapa anggotanya sekarang cuma kamu dan mas Sandi? Apa dulu terjadi sesuatu?" Tanya Wawan kembali.
"Dulu ada tragedi yang begitu mengerikan, karena organisasi kami tidak diakui oleh masyarakat, jadi kami hanya mengabdikan diri dengan bersembunyi. Sehinggalah tragedi besar terjadi, perang yang berlangsung membunuh 20 anggota penyelamat siluman, dan hanya tersisa aku dan Sandi."
"Kenapa mas Sandi gak pernah jujur denganku, apa memang masih disembunyikan?"
"Mungkin memang masih belum waktunya kamu mengetahuinya, dan karena sekarang kamu sudah mengerti apa yang aku bicarakan, apa kamu mau masuk pada organisasi kami ini?" Ajak Sitto pada Wawan.
Wawan menundukkan kepalanya dan terus berpikir, pikiran Wawan hanya ada Cindy dan juga PSHT, karena sulit memutuskan, Wawan menjawabb pertanyaan tadi.
"Maaf, aku gak bisa ikut organisasimu itu, walaupun aku adalah murid dari mas Sandi, tapi gak harus aku ikut denganmu, aku juga masih ada adik yang harus aku jaga, dan aku masih banyak urusan yang belum aku selesaikan."
Dengan jawaban yang sangat santai dan menghormati Sitto berkata "Baiklah, sebenarnya tidak ada paksaan. Tapi, yang harus aku beritahu adalah, kamu benar-benar harus berhati-hati. Kekuatan dari macan putih yang kamu miliki sangat besar, karena masih ada banyak kekuatan yang tersembunyi, bahkan aku saja belim tahu banyak soal siluman yang satu ini, yasudah kamu boleh keluar."
Sambil berdiri, Wawan berkata lagi "Apa benar gak masalah aku gak masuk organisasi itu, apa masalah yang lebih besar akan datang padaku?"
"Yang perlu kamu tahu adalah, jika kamu bisa bertemu denganku, berarti yang lainnya bisa bertemu denganmu juga, dan perlu kamu tahu aku ini sebenarnya bukan manusia, aku adalah manusia setengah serigala, beda dengan siluman aku ini tipe yang kurang pemaaf, tapi aku tetap mengabdi pada organisasi ini."
"Jadi masih banyak jenis-jenis aneh ya!"
"Ya, oh ya dan ngomong-ngomong temanmu sedang bertarung diluar."
"Begitu ya, Eh apa?"
Wawan langsung keluar dari dimensi tersebut dan berada lagi di hutan yang gelap, Wawan mengingat bahwa temannya sedang bertarung, dia bergegas kembali ke tenda dan melihat kejadian itu.
Sementara di sana, Sarah mennghadapi dua orang yang baru saja turun dari atas pohon, dan mereka adalah anggota dari Sayap Hitam, dan mereka juga tersangka yang sudah merusak tenda yang ditempati Rendy.
Percakapan mereka mulai dengan nada yang tergesa-gesa.
"Kenapa kalian melakukan ini, apa hanya siluman Singa target kalian?" Tanya Sarah dari dekat.
"Pastilah, kami akan mendapatkan siluman itu, sekaligus menghancurkan kalian disini." Jawab orang yang penutup mata tersebut.
"Kami disini atas perintah bos kami, jadi siluman Singa ini gak ada hubungannya dengan kalian." Lanjut sang topi petani.
"Hah? Gak ada hubungannya? Asal kalian tahu, ini adalah misi yanng penting bagi kami, dan kami gak akan membiarkan orang aneh kayak kalian mengambil siluman itu." Jawab dan teriak Sarah yang begitu kencang pada mereka berdua.
Dengan secara tiba-tiba, Sarah dan sang topi petani dipindahkan ke suatu tempat secara bersamaan, hasilnya Sarah berpisah dengan Dyna dan laiinnya.
Sarah kebingungan karena dia tiba-tiba saja berpindah ke suatu tempat bersama sang topi petani, dengan wajah khawatir Sarah bertanya
"Kenapa kamu bawa aku kesini? Apa segitu aja mental bajamu? Aku pikir anggota dari Sayap Hitam sangat hebat, apa kita akan one by one disini?"
"Pastinya, dan aku akan segera mengalahkanmu sebelum terbitnya fajar." Jawab sang topi petani sambil melepaskan jubahnya.
Beralih ke Sang penutup mata bersama Dyna, Rendy dan Vera. Dyna mencoba melindungi Vera dan Rendy namun perkataan kasar dilontarkan oleh sang penutup mata itu.
"Lebih baik kalian menyerah, aku juga gak tega menyakiti remaja manis kayak kalian. Dan lebih baik cepat beritahu aku dimana siluman Singa berada."
"K-kan kami sudah bilang, kami kesini dengan informasi yang kurang, s-selain itu apa maksudmu dengan gak menyakiti? Apa kamu pikir kami akam diam saja melihat ancamanmu." Jawab Dyna dengan lantang.
Dan dengan sombongnya saja sanng penutup mata menjawab "Heh, lebih baik jujur saja daripada seperti ini, siapa yang akan melawan aku sampai menang?"
Dari tidurnya di tenda, Rendy berdiri dan berbicara seolah-olah dia adalah karakter utamanya.
"Maaf, tapi akulah yang akan mengalahkanmu, aku akan membuatmu menyesali semua ucapanmu."
Kembali pada Sarah, pertarungan mereka masih belum di mulai, sebelum itu terjadi tiba-tiba saja Wawan datang dari atas dan bertemu dengan sang topi nelayan tersebut.
"Maaf ya Sarah, aku baru saja datang!" Ucap Wawan dengan kerennya.
Sarah menjawab dengan memarahi nya "Kamu kemana aja? Kok sekarang baur datang."
"Maaf, aku tadi sedang buang air disana."
"😬hah? Buang air? Buang air kok 2 jam? Buang air atau makan malam?"
"😦😦Iya-iya maaf deh, yang penting aku sudah ssampai tepat waktu kan."
Sang topi petani bertepuk tangan bersama dengan senyuman yang sangat sombong tersebut berkata
"Bagus-bagus dan bagus, ada dua dari murid mas Ridwan, seharusnya kalian sudah bisa menghiburku, dan terutama Wawan Saputra, aku akan mengalahkan mu sekarang dengan telak."
"Kita lihat saja nanti, kebenaran atau kemaksiatan yang menang." Jawab Wawan juga.
Beralih ke Rendy yang berjalan dengan mata berwarna emas, dia berbicara sejenak dengan sang penutup mata dari jarak jauh.
"Lebih baik kamu dan temanmu sekarng menyerah, atau kamu akan mendapat masalah yang lebih besar."
"Masalah, aku gak takit dengan apapun! Lebih baik kaliaj yang menyerah, kalian gak akan bisa mengalahkanku jika cuma segini." Jawab sang penutup mata itu dengan angkuhnya.
"Benarkah? Akan kami tunjukkan siapa lawanmu yang sebenarnya."
Tiba-tiba, ada seseorang dengan cahaya kilat jatuh ke hadapan Rendy dan sang penutup mata, dia adalah Kevin Marsell sang siluman Singa yang dicari oleh semua orang disana.
Dengan terkejut, sang penutup mata itu berkata "Siluman Singa ya, aku akan mengalahkanmu disini, walaupun kalian ada 10 aku akan membantai kalian disini."
Sarah dan Wawan melawan sanng topi petani, sedangkan Rendy dan siluman Singa Kevin melawan sang penutup mata, pertarungan epic akan terjadi sebentar lagi.
......................
Rendy dan Kevin bersiap dengan kuda-kuda mereka, Rendy yang terdiam seperti tidakk sadarkan diri melirik sang penutup mata dengan tajam. Sedang Kevin melalukan kuda-kuda seperti singa yang sedang mengamuk, Vera dan Dyna sedikit gemetaran dan heran, karena Rendy bisa berduet dengan Kevin sanng siluman Singa.
Sang penutup mata mengeluarkan senjatanya, senjata dari sang penutup mata hampir persis seperti Kujang, senjata tradisional dari jawa barat, namun bedanya Kujang tersebut memiliki api yang berkobar. Dengan wajah yang begitu percya diri, tanpa basa-basi sang penutup mata menyerang dengan kecerdasan bukan dengan kecepatan.
Karena kebiasaan yang selalu melekat pada dirinya, Kevin sang siluman Singa langsung menyerang dengan secara bersamaan dengan sang penutup mata, namun karena kecerobohannya, Kevin terpental hanya dengan tendangan biasa dari sang penutup mata, dia tertawa dengan sombong nya terukir di wajahnya.
Dalam hati Rendy dia berkata "😒😒 apa ini kebiasaan dari sang siluman Singa, aku lebih memilih Wawan yang melawan dia."
"Lebih baik gak usah bermain-main jika kalian benar ingin menghiburku, aku akan menangani kalian dengan tanganku sendiri." Jawab sanh penutup mata dengan membawa 2 kujang di tangannya.
Beralih ke Wawan dan Sarah, karena mereka berdua tidak membawa senjata masing-masing, mereka hanya bisa mengandalkan pertarungan tangan kosong. Sedangkan sang topi petani membawa cakar besi yang biasa di gunakan untuk mencakar jerami, biasanya cakar tersebut digunakan oleh petani diladangnya.
Dalam batin Wawan dan Sarah berkata "Gimana ini Sar, kita gak bawa senjata lagi, apa kita akan menyerangnya dengan tangan kosong?"
"Kita hanya perlu menang, dan menyelamatkan siluman Singa itu, maka dari itu kita harus melawannya."
"Yang benar saja, kalian gak bawa senjata? Sayang sekali, tapi jika kalian melawanku, tekad saja itu belum cukup disini."
"Apa kau bodoh, dengan seperti ini kami akan menang telak, dan akan kami buktikan kalau gak semua yang bawa senjata itu menang." Teriak Sarah yang bersiap dengan kuda-kudanya.
Wawan menanggapi kata-kata Sarah dengan berbisik "Sssht, kamu ngomong apa sih? Kemungkinan ini cuma 55% kita menang melawan yang bersenjata, kamu sombong banget sih."
"Tenang saja Wan, kita akan berusaha dengan tangan kita sendiri."
Dengan kuda-kuda kaki kanan didepan dan kaki kiri dibelakang, sang topi petani melompat ke depan dengan kecepatan kilat, Wawan dan Sarah sempat terkejut karena tidak melihat pergerakan sang topi petani. Tanpa disadari, sang topi petani berada di belakang mereka, karena lengah Sarah terkena cajar sang topi petani itu di punggungnya.
"Sarah, kamu gak papa? Punggungmu berdarah, apa gak masalah ini?" Tanya Wawan yang khawatir pada Sarah.
Dengan menahan rasa sakitnya Sarah menjawab pertannyaan Wawan "Aku gak papa, tapi rasanya benar-benar sakit."
Dengan tawa jahatnya sang topi petani kembali meremehkan mereka berdua "Hahahaha😈, kalian gak akan bisa mengalahkanku jika tidak menggunakan senjata, untung saja aku tidak meletakkan racun pada cakarku sekarang, tapi aku akan serius kali ini dan agar kalian cepat tamat disini."
Beralih ke Rendy melawan sang penutup mata, Kevin tidak bisa menyerangnya karena memang belum berada pada wujud silumannya, sang penutup mata terus meremehkan, namun Rendy tetap mengelak oleh ejekan dari sang penutup mata.
Tawa jahat keluar dari mulut sang penutup mata dan berkata "Hahahaha, apa cuma segini kemampuan kalian? Apa siluman singa yang dirumorkan kuat dan angkuh hanya sebatas ini? Ternyata aku salah memilih lawan, seharusnya aku memilih gadis itu saja untuk melawanku."
Dyna dan Vera bersembunyi dibalik tenda mereka sambil mengamati pergerakan dan kekuatan yang dimiliki oleh Kevin sang siluman Singa, sementara itu dengan kerennya Rendy menjawab kata-kata sang penutup mata yan dilontarkan padanya.
"Jangan bercanda, hanya drngan kami saja sudah cukup, kamu tahu kenapa kamu sekarang unggul? Karena, siluman Singa masih belum menjadi wujudnya."
Dengan secara tiba-tiba, cahaya terpancar pada tubuh Kevin, dia dengan sekejap berubah menjadi dengan aura yang lebih kuat dari sebelumnya.
Rendy berkata lagi "Okelah, kalau bagitu aku pun juga akan serius."
Rendy yang tadinya humoris dan ceria seketika berubah menjadi orang yang Dark dan lebih keren dari biasanya, gemetar rasa takut mulai dirasakan oleh sang penutup mata, tapi dia tetap percaya diri dan sombong pada apa yang dilakukannya.
Pertarungan Wawan dan Sarah semakin sengit, Sarah yang kesakitan ternyata hanya sandiwara untuk menipu sang topi petani agar lebih sombong lagi, dan kali ini Wawan mengeluarkan senjatanya.
Ternyata, senjata Wawan dikeluarkan daru sakunya, dari benda kayu kecil ditarik menjadi kayu/ tongkat kendo yang panjang, dan diujungnya ada pisau kecil agar bisa menyayat lawan.
Sedangkan Sarah, dia mempunyai 2 kipas tangan berwarna merah muda, memang sedikit diremehkan olehh sang topi petani, namun saat dipertunjukkan ada banyak pisau yang tersembunyi didalam kipas tersebut. Bukan hanya itu saja, ternyata kipas tersebut mampu menebas pohon pepaya dengan sekali tebas.
"Baiklah, ini akan seru! Aku akan menggunakan racun pada cakarku, aku akan pastikan kalian akan menyesal dengan yang kalian lakukan. Walaupun senjata itu bagus, tapi aku gak akan kalah." Kata sang topi petani sambil mengolesi racun pada cakarnya.
😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐😐
Beralih ke Rendy melawan sang penutup mata, ternyata sang penutup mata sudah kewalahan hanya dengan serangan fisik oleh Rendy, Kevin dengan wujud silumannya tetap menyerang dengan penuh ketelitian, Rendy akhirnya mengambil kesempatan untuk menyerang. Dan saat Rendy menyerang, sang penutup mata terpental ke atas, dan langsung saja Kevin denngan cakar singanya menusuk perutnya hingga menembus bagian depan perutnya.
Rendy yabg melihat itu langsung terkapar, ternyata tadi Rendy dalam keadaan tidak sadar, Dyna dan Vera yang bersembunyi keluar dan membantu Rendy agar diletakkan di tempat aman. Dari atas, sang penutup mata melayang jatuh, Kevin sang siluman akhirnya berhasil menusuk dan membunuh sang penutup mata.
"K-k-kenapa bisa s-s-semudah itu? Apa mereka cuma menggeretak saja?" Heran Dyna yang berada didekat Rendy yang terkapar.
Kevin sang siluman Singa akhirnya berkata "Gak, aku yakin kalau dia hanya bawahan dari orang lain, pasti orang lain itu lebih kuat dari dia."
"Maaf boleh aku tanya, kamu siluman singa itu kan?" Tanya Vera.
"Ya, kalian siapa? Kenapa kalian juga mengincarku?" Tanya balik Kevin dengan waspada.
"T-tenang aja kok, k-kami gak akan menyakitimu, k-kami cuma mendapat misi dari guru kami agar bisa menyelamatkan siluman Singa." Lanjut Dyna.
Kevin sempat terkejut karena tidak ada orang selain menyelamatkannya, karena memang banyak orang mengincarnya hanya untuk dimanfaatkan.
"Guru, apa ini benar dan kaliamm disini untuk menyelamatkanku?"
"Ya, kami gak ada maksud lain, jadi percaya saja dengan kami."
"Ehmmm, anu Vera! Sarah dan Wawan kemana ya?" Tanya Dyna.
.....
Setelah lumayan lama bertarung, Wawan dan Sarah semakin kewalahan, tapi sang topi petani hanya biasa saja dan tidak menyadari kalau rekannya terbunuh.
Sang topi petani punya banyak goresan lebih banyak diwajah dibandingkan Wawan dan Sarah, Wawan hanya mendapat goresan dari baju dan sedangkan Sarah hanya ada goresan di roknya, dan semua goresan itu tidak menyentuh kulit, karena mereka berpikir kalau cakar dari sang topi petani beracun, jadi mereka sebisa mungkin menghindarinya.
Wawan dengan nafas tersendat sendat berkata "Aku akan mengajarimu satu hal, orang yang selalu meremehkan orang lain, pasti aka menyesal. Dan perlu kamu ketahui, gak semudah itu membuat kami menyerah dengan kata-kata pedasmu."
Sang topi petani yang juga lelah, mulai menyadari bahwa tidak ada lagi keberadaan energi rekannya.
"Apa? Kemana dia? Apa dia kabur?.....gak, gak mungkin kabur. Kalaupun kabur, energinya pasti masih ada. Apa dia sudah......." hati sang topi petani berkata.
Sang topi petani berdiri dn berkata sesuatu pada mereka
"Hei, kali ini kalian menang! Tapi, aku akan siap jika kita sudah bertemu lagi."
Sang topi petani langsung menghilang dan pergi, Sarah mencoba mengejar namun tenaga nya benar-benar sudah habis. Wawan menangkap Sarah yang sudah pingsan di punggung Wawan. Sedangkan di tempat Kevin, sang topi petani langsung membawa rekannya pergi tanpa ada banyak bicara.
Kevin mencoba mengejar, namun mereka berdua langsung pergi tanpa ada jejak, Kevin ingin mengejarnya namun dihentikan oleh Vera.
Dari arah barat, Wawan menggendong Sarah yang sedang pingsan, Wawan melihat Rendy yang terkapar di tenda dan melihat ada orang asing bersama mereka.
Wawan membaringkan Sarah disebelah Rendy, dan Wawan mulai berbincang dengan Kevin mengenai siluman bersama Vera dan Dyna.
"Jadi kamu juga seorang pengguna siluman? Dan sebenarnya kenapa kalian menyelamatkan aku?" Tanya Kevin dengan lugunya.
"Ya, aku adalah pengguna siluman macan putih, sebenarnya tujuan kami menyelamatkanmu adalah misi yang diberikan oleh guru kami." Jawab Wawan yang sembari duduk di depan Kevin.
"Guru? Dari tadi aku itu mendengar nama guru dari mereka ini, sebenarnya siapa sih guru kalian?" Kata Kevin yang masih bertanya-tanya.
"Oke jadi begini, sebenarnya kami berlima adalah siswa PSHT yang berada di Surabaya, misi yang selalu kami lakukan adalah perintah dari guru kami, karena tujuan kami adalah agar bisa melindungi 7 siluman nusantara, jadi apa bisa kamu mengikuti kami?"
Dengan wajah yang murung Kevin menjawab " bukan tidak mau, tapi aku mempunyai masa lalu yang menyakitkan disana."
Belum selesai Kevin menjelaskan, Rendy dan Sarah ternyata sudah bangun dari pingsannya, dan kemudian Kevin menjelaskan masa lalunya."
"Jadi, sebagai orang yang beruntung dan orang yang spesial aku selalu diincar oleh banyak orang, bukan untuk diadopsi namun hanya untuk diperjual belikan, aku hanylah seseorang yang disebut alat dan barang. Kalau aku bisa hitung, mungkin aku sudah diperjual belikan sebanyak 700 kali saat aku berumur 5-10 tahun."
"HAH? 700 KALI?😱😱" kaget seorang Wawan dan Vera.
"Ya, mungkin sudah biasa untukku, jadi aku mungkin gak bisa kesana."
Sarah bangkit dari baringnya dan melanjutkan perkataan Kevin.
"Maaf, apa dulu gak ada 1 orang yang menyelamatkanmu? Pasti ada kan seseorang yang menurutmu dia adalah pahlawanmu."
"Oh ya ada, kalau gak salah 5 tahun lalu aku pernah melihat seeorang yang menyelamatkanku dari rantai yang jahat, kalau tidak salah dia bernama Sandi Nugroho."
"Apa? Mas Sandi? Kenapa ada mas Sandi diceritamu?" Kaget Wawan.
"Kalian kenal ya?"
"Ya, dia adalah guru kami, sekaligus guru pribadi Wawan." Lanjut Vera.
"Saat aku dulu pernah di sekap oleh seseorang, hanya dialah seorang yang berani menyelamatkanku, dia hanya tersenyum dan berkata temukan masa depanmu itulah yang aku ingat."
"Kevin kan, kami tahu mengenai mas Sandi, jadi kamu mau kan ikut kita?" Tanya Wawan.
"Tapi aku--
Rendy yang sudah kehabisan tenaga juga sempat berkata "Kevin ya, aku yakin kamu akan bisa beradaptasi disana, ini bukan untuk keegoisan guru kita, melainkan ada alasan khusus."
"Ya, kalau siluman seperti kita di dapat oleh seeorang yang gak benar, perang akan terjadi lagi."
Kevin pun menyetujui usulan mereka, dan tak disangka tiba-tiba matahari sudah segera terbit, mereka pun bergegas untuk pulang, karena pagi hari pasti bisa menemukan jalan pulang.
Dengan tenaga yang habis, dan berhasilnya Wawan menyelamatkan siluman Singa, misi ini berhasil.
........................TAMAT.........................