Genre:Horor(cerpen horor)
hari itu aku sendirian dirumah, hanya membaca buku dan menonton televisi.
Keluargaku pergi keluar kota karena ada kepentingan, sedangkan aku tidak dapat ikut karena tugas kuliah yang menumpuk.
pukul 11.45, aku berusaha untuk tidur namun mataku tetap sulit terlelap walau sudah kupejam kan selama beberapa menit.
Akhirnya aku memutuskan untuk ke ruang tamu dan menonton TV.
Tepat didepan pintu ruang tamu, aku melihat sosok wanita berdiri disana, berambut panjang dan hanya terdiam.
"hei, siapa itu? ada apa malam malam begini?"
namun ia tak menjawab sedikitpun.
Aku hanya mengabaikan nya dan berfikir jika itu hanya orang iseng.
tak lama ketika aku sedang duduk di sofa ruang tamu, aku mendengar ketukan pintu yang keras, rupanya wanita tadi seolah meminta ku untuk membuka pintu. Tetapi aku dibuat sangat takut saat melihat sosok nya berubah sangat menyeramkan. Dia seolah merayap di pintu dan berteriak keras padaku. Aku sama sekali tak mengerti apa yang diinginkannya, sehingga aku berlari menuju kamar dan berpura-pura tidak tahu hal itu.
Akan tetapi aku teringat jika TV di ruang tamu masih menyala. Berniat untuk turun kebawah dan mematikan nya, tetapi aku terkejut ketika mendengar langkah kaki yang keras berjalan menuju kearahku. Sontak aku menarik selimut dan menutupi tubuhku.
Langkah kaki itu terdengar semakin jelas, dan bukan hanya itu, tetapi sayup-sayup aku mendengar wanita yang bersenandung.
tiba-tiba terdengar derit keras pintu kamarku yang dibuka, aku sama sekali tak ingin mengintip.
Tak dapat tidur hingga pukul 03.00, aku akhirnya memberanikan diri untuk mengintip keluar dan tercengang ketika melihat jejak kaki dari luar kamar dan menuju ke bawah ranjang tempat tidur ku.
Aku sedikit mengintip kebawah ranjang. Seolah detak jantung ku berhenti ketika melihat kepala manusia berambut panjang dan sebilah pisau disampingnya. Aku melompat mundur dan berlari keluar rumah. Disekitar ruangan, juga terdapat jejak kaki dan bercak darah yang tercecer disana sini tetapi aku tak mempedulikannya dan tetap berlari keluar serta mengunci pintu rumahku.
Napasku ter engah-engah dan mencoba mencari tempat untuk sementara ku inapi. Aku mencoba menelfon salah seorang temanku dan beruntung aku diijinkan untuk menginap dirumahnya sementara.
esok hari nya, ketika keluargaku sudah pulang, aku pamit pada teman ku untuk kembali kerumahku.
aku memang masih ada keraguan untuk kembali kerumah sebab peristiwa tadi malam.
Aku menceritakan hal itu pada keluarga ku, dan perlahan masuk ke rumah namun tak melihat sedikitpun jejak kaki dan bercak darah seolah sudah dibersihkan. Padahal aku yakin, tadi malam banyak bercak darah serta jejak kaki yang belum ku bersihkan.
dan aku lebih tercengang ketika melihat dibawah ranjang ku ternyata tak ada apapun, padahal semalam aku jelas melihat kepala wanita dan sebilah pisau yang ada di bawah ranjangku. Meski ada banyak pertanyaan di benakku, namun aku tak menceritakan hal itu pada siapa pun.