Segalanya berlalu, gemuruh awan mengikuti semilir angin. Siang dan malam berganti begitu cepat, seolah tidak menunggu siapapun. Kaki ini terus melangkah, mengikuti haluan takdir yang tidak tau akan dibawa kemana. Entah kemana nasib membawa arus kehidupan yang dibumbui duka lara ini. Setiap detik terasa begitu menyiksa, rindu terhalang janji, pencapaian terhalang materi. Serta cinta yang terhalang oleh dusta yang pekat.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tidak ada yang menyangkal hal itu karna memang benar adanya. Tidak ada yang abadi, segalanya titipan termasuk nafas yang tengah kau hirup sekarang.
Janji manis yang kau rangkai dengan begitu indah, apakah nyata atau sekedar untaian kata dikala kau merasa sendiri.
Entahlah, semua terasa nyata namun ternyata hanya sekedar fatamorgana. Kau berlalu begitu cepat, meninggalkan jejak rindu yang terus kau ucapkan.
Kenangan - kenangan indah yang merantai hati, akankah masih sama dikemudian hari?