Aku matahari seorang gadis yang terlahir dari keluarga biasa, aku masuk sekolah swasta di desa ku. aku masih duduk di kelas 8. Setiap kali aku selalu merasa banyak orang yang menjauh karna sikap dingin ku. di saat aku sedang duduk menunggu teman ku aku tak sengaja menabrak seorang pria
matahari"Aku baru pertama kali melihatnya apa dia murid baru?"dari lubuk hati
cwo:maaf mau saya bantu?
matahari:tidak usah(Menjauh)
setelah tabrakan itu aku baru tau bahwa dia kakel(kaka kelas) murid pindahan. disaat jam istirahat ku lihat dia mendekati ku
cwo:Hay salam kenal aku Raka(menjulurkan tangan dengan senyum manis)
matahari:matahari(wajah datar)
Raka:tidak usah menunduk seperti itu, kamu jangan takut aku gak gigit
dia tertawa, disaat itu aku baru pertama kali tersenyum tanpa perlu terpaksa. aku terus mendengarkan dia. suaranya yang lembut dan Senyup terasa begitu tenang.
wajahnya yang tak begitu putih ataupun hitam, rambut ya acak-acakan dan tubuhnya yang wangi membuatku terasa begitu nyaman. aku tersadar dari lamunan ku saat dia menggenggam tanganku
Raka:Hay kamu lihat apa?
matahari:emm tidak aku hanya sedang menyimak mu
Raka:jadi bagaimana?
matahari:ha? bagaimana apanya?
disaat itu aku benar-benar merasa seperti orang bodoh.
Raka:kamu bilang kamu dari tadi menyimak(dia mulai menaikkan halusnya lalu tertawa)
matahari:eh baik okeh(aku mulai memerah)
Raka:ya sudah nanti ku tunggu kamu di perpustakaan
matahari"apa dia mengajak ku ke perpustakaan untuk membaca buku? tapi sudahlah" iya nanti aku kasana setelah pulang kan?.
Raka:ku tunggu(keluar dengan senyuman)
matahari:dia manis(tersenyum)
setelah pulang aku pergi ke perpustakaan bertemu dengan dia, dia duduk di sisi pojok. aku mulai takut bercampur malu menemuinya tapi aku sudah terlanjur.
Raka:sudah datang, ayo ambil buku kita belajar bersama, apa ada yang kurang kamu pahami? katakan saja biar ku bantu meski aku tau kamu pintar
matahari:gak usah ka takut ngerepotin
Raka:gak ko coba kamu buka tugasmu biar aku bantu.
selama di perpustakaan dia membantu ku untuk mengerjakan tugas.
matahari: terimakasih ka bantuan Kaka di perpustakaan tadi
Raka:gak usah sungkan sama kaka kalo ada yang susah atau nakalin kamu bilang aja ke Kaka(tersenyum) kamu pulang sama siapa?
matahari:naik angkot
Raka:sama kaka aja biar Kaka antar
matahari:gak usah repot
Raka:gak repotin ko
matahari:ya sudah(tersenyum)
Raka:pegang yang erat Kaka gak mau kamu jatuh(menarik tangan ku)
selama perjalanan pulang semua terasa menyenangkan, Ka Raka benar-benar hangat kepadaku.
matahari:makasih(wajah datar)
Raka:sama-sama, ya udah kalo gitu Kaka pulang dulu(tersenyum)
matahari:hati-hati
aku terus memandang dia sampai tak terlihat lagi.
dari saat perkenalan itu kami mulai dekat, setiap kali aku dan dia selalu bertemu, bercerita dan bercanda bersama. aku bahagia bisa mengenalnya sampai akhirnya aku memiliki rasa pada dia.
matahari:Apa aku ungkapkan saja perasaan ku pada ka Raka? tapi tidak mungkin dia mau denganku jelas-jelas derajat kami berbeda-beda.
ka Raka adalah anak seorang pembisnis, dia di kirim oleh orang tuanya atas kemauan ka Raka sendiri untuk tinggal bersama paman dan bibinya disini.
saat sampai sekolah aku bertemu dengan dia yang sedang duduk di tangga bersama teman-temannya, aku ingin mendekati dia tapi aku melihat ada wanita di sampingnya. sepertinya itu Kak ana. dia adalah bunga sekolah.
"apa mungkin mereka berpacaran?"
aku mulai berlari menuju belakang sekolah, aku takut dugaan ku benar.
selama beberapa hari aku terus menjauhi ka Raka dan bersifat tak sepantasnya dengan dia. kali ini aku harus benar-benar sadar bahwa aku tak pantas untuk dia.
baru kali ini aku mencintai seseorang sedalam ini sampai akhirnya harus patah berkeping-keping, hati ku benar-benar hancur