Angin dari badai salju bertiup kencang di sekitar seorang pria dewasa yg sedang duduk termenung di tengah-tengah cuaca ekstrim itu.Pandangannya kosong selayaknya orang yg tidak memiliki arah tujuan lagi.
"Kakak.."
Gumamnya sambil menatap ke arah tangannya yg di atasnya muncul simbol es.
7 JAM YG LALU...
"Mard..Kepala desa menyuruh kita berdua untuk menginvestigasi Haravayin Koghme* sekarang"
(*Bagian selatan dari desa yg ditinggali oleh mereka dan penduduk desa yg lainnya)
"Atas urusan apa kita diminta untuk menginvestigasi tempat tersebut?"
"Katanya sih ada monster berkeliaran disana.Yah,Aku juga tidak terlalu peduli akan perkataan cecunguk itu.Tapi mau bagaimana lagi,Kita berdua tetap adalah salah satu rakyatnya sekaligus anak kandungnya.."
Jelas wanita yg memberitahu Mard soal perintah kepala desa sambil memutar bola matanya.
Wanita tersebut adalah Dzyowne Kin yg merupakan salah satu wanita terkuat sekaligus berkuasa di desanya selain sang kepala desa sendiri.Ia dijuluki sebagai "Sarts'e Kakhard" yg berarti "Penyihir es".
Dan pria yg dipanggil sebagai Mard oleh Dzyowne Kin adalah adiknya yg memiliki nama lengkap Dzyowne Mard.Sama seperti kakaknya,Mard memiliki kekuatan yg masuk dalam urutan terkuat di desa sekaligus memiliki kuasanya sendiri dibawah sang kepala desa.Julukan yg diberikan kepadanya sama seperti kakaknya juga "Sarts'e Kakhard".Namun tingkat kekuatan Mard masih berada dibawah Kin.Kira-kira 3 tingkat dibawah kakaknya tersebut.
"Aku tahu kalau kakak pasti lelah dimanfaatkan oleh orangtua sialan itu,Benar kan kataku?"
Tanya Mard sambil menatap Kin yg sedang berdiri di depannya.
"Sepertinya di desa ini,Hanya kau yg paling mengerti diriku ya?"
Kin memperlihatkan senyuman yg memiliki arti tersirat kepada adiknya itu.
"Kakak!-Kau tidak perlu melakukan semua ini!!"
"Maafkan aku,Mard.Tapi semua perintah yg diberikan kepala desa adalah tugasku.Dan jika aku tidak menurutinya,Kemungkinan terburuknya kita berdua akan dilemparkan ke dalam Sare Senyak*"
(*Sare Senyak=Ruangan dengan suhu sedingin neraka es yg dapat membekukan manusia biasa yg menginjaknya.Berkebalikan dengan para pengguna elemen es yg hanya akan merasakan sakit tercabik-cabik saja)
"Biar aku yg menanggung hukuman itu!!"
"Adikku tersayang..Kau benar-benar masih begitu polos akan dunia yg luas ini.Apakah kau berpikir dengan menanggung hukumanku,Aku akan dilepaskan begitu saja?Pikirkanlah itu"
Mard langsung terdiam setelah mendengar perkataan Kin.Dia akhirnya tersadar kalau kepala desa yg merupakan ayah kandungnya dan Kin tidak memiliki belas kasihan dan hanya memiliki hati sedingin es yg tak akan pernah bisa dicairkan sampai kapan pun.
"Karena kau sudah paham,Ayo kita bergegas pergi ke Haravayin Koghne"
Ajak Kin sambil mengulurkan tangannya yg begitu halus kepada Mard.
SESAMPAINYA DI HARAVAYIN KOGHNE..
"Apa yg diinginkan pria tua sialan itu sampai-sampai menyuruh kita untuk menginvestigasi Haravayin Koghne yg hanya ditumbuhi pohon cemara ini?!"
Keluh Mard sambil menginjak tanah bersalju dibawahnya dengan keras sampai menyebabkan tanah menjadi sedikit bergeser.
"Kenapa tempat ini rasanya seperti ada yg mengganjal?"
Gumam Kin sembari terus melihat-lihat sekitar dengan pandangan mata yg tajam.
*SRING SRING SRING*
3 burung es melesat dengan sangat cepat ke arah Mard dan Kin,Tapi untungnya refleks Kin cukup cepat sehingga mereka berhasil lepas dari sasaran ketiga burung es tersebut.
Burung es yg tadinya terbang dengan sangat cepat ke arah mereka,Langsung menghilang tanpa jejak diantara pohon cemara yg tumbuh disekitar sana.
Bersamaan dengan itu,Terdengar suara langkah kaki yg begitu besar sampai rasanya tanah bersalju di sekeliling mereka bergetar hebat.Mard dan Kin langsung pasang badan untuk memusnahkan 'Sesuatu' yg akan datang itu.
"I-itu.."
"Dzmerayin Hskaner-!"
Ucap Kin sambil bersiap untuk menyerang dengan sihirnya.
Dzmerayin Hskaner adalah raksasa yg dibangkitkan dari neraka dingin setelah 2000 tahun lamanya.Raksasa tersebut memiliki besar yg hampir setara dengan rumah kepala desa yg menjulang tinggi hingga hampir menembus awan.
"Kakak,Ayo cepat kita laporkan hal ini kepada kepala desa!"
"Tidak boleh!-Desa bisa hancur jika kita ingin melaporkannya sekarang.Satu-satunya jalan adalah.."
"Jangan bertindak bodoh seperti itu,Kakak!-Walaupun kau memiliki kekuatan besar,Kau tidak akan bisa membunuh raksasa itu!"
"Jangan meremehkanku,Mard"
Kin langsung menyerang Dzmerayin Hskaner secara bertubi-tubi dengan sihirnya sampai setengah tubuh raksasa itu tertutupi oleh es.
*KREKK*
Es yg menutupi setengah badan raksasa tersebut langsung hancur tak bersisa hanya dalam 1 gerakannya saja.
"Tidak mungkin.."
Ucap Kin sambil menatap ke arah Dzmerayin Hskaner yg menatap ke arahnya.
"AKHHHHH!!"
Dzmerayin Hskaner langsung menyerang ke tempat Kin berpijak sehingga membuat terlempar sangat jauh hingga tergeletak di depan Mard.
"Kakak,Tolong bukalah terus matamu!"
"Maafkan aku..Mard.Sepertinya waktuku tidak lama lagi.Oleh karena itu..Kumohon jadilah pewaris atas sumber energi sihirku dan gunakan..Sumber sihir milikku..Sebaik mungkin,Kumohon.."
"Tidak!-Kakak tidak boleh berbicara seperti itu.Kakak tidak boleh mati disini hanya karena raksasa sialan itu!!!"
Kata Mard dengan nada tinggi sambil memegang pipi kakaknya yg kian memucat dan juga mendingin selayaknya es.
"Walaupun kau tak suka..Aku akan mewariskanmu sumber sihirku.Maaf..Maafkan aku,Ya?"
Kin langsung memegang tangan Mard dan mewariskan seluruh sumber sihirnya yg begitu melimpah ruah.Cahaya kebiruan menyinari tempat itu sampai sangat silau.Hingga akhirnya..
"Selamat tinggal,Adikku..Mard"
Ucap Kin untuk yg terakhir kalinya kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
Karena di dalam tubuh Kin sudah tidak ada sumber sihir yg tersisa,Tubuhnya langsung hancur menjadi serpihan es yg terbang ke segala penjuru Haravayin Koghne.Sesaat waktu seperti berhenti sebentar karena peristiwa hancurnya tubuh Kin menjadi serpihan es.
"KARENA KAU KAKAKKU HARUS MATI SEKARANG!-AKU.TAK.AKAN.MELEPASKANMU!!!"
Mard yg sangat marah langsung melancarkan serangannya yg bisa dibilang cukup besar.Badai salju terjadi di Haravayin Koghne hingga membuat jarak pandang menjadi menurun karena besarnya badai salju yg terjadi.
Dalam waktu 1 jam,Raksasa yg tadi telah membunuh Kin binasa akibat badai salju yg dibuat oleh Mard menggunakan 5% dari sumber sihirnya yg digabung dengan sumber sihir kakaknya,Dzyowne Kin.
Setelah binasanya Dzmerayin Hskaner,Mard hanya duduk termenung di tengah-tengah badai salju yg dibuatnya.Tatapan matanya benar-benar kosong dan hanya tampak melihat ke arah Kin tergeletak tadinya.
Mard kemudian menatap ke arah telapak tangannya yg diatasnya muncul simbol yg mirip dengan es.
"Kakak..."
Ia menitikkan air matanya di atas tanah bersalju di sekitarnya tapi air matanya itu langsung berubah menjadi es karena saking dinginnya suhu disana.
"Tidak apa-apa,Mard.Walau wujudku sudah sepenuhnya menghilang dari dunia,Tapi rohku tetap akan berada di sampingmu kemanapun kau pergi.Jadi,Jangan bersedih.."
Roh dari Kin memeluk Mard dari belakang dengan harapan bisa menghiburnya kembali.
Wujud Kin yg saat ini berbentuk roh hanya samar-samar terlihat dan memiliki warna emas yg sedikit pudar.Mard yg melihat roh Kin yg samar-samar itu langsung tersenyum dan berkata..
"Terima kasih..Kakak"
~THE END~