Ini adalah tahun ke tiga aku menjalani hidup di perantauan untuk menimba ilmu, seperti banyak orang bilang carilah ilmu sampai ke negeri cina, ya aku memang tidak kecina tapi setidaknya aku keluar dari daerahku.
Aku Risa, Risa Nur Afifah, sejujurnya aku pergi dari daerahku bukan hanya untuk menimba ilmu tapi aku sudah capek tinggal di rumah karena kedua orang tuaku sering ribut dan aku capek mendengar mereka, jadi lebih baik aku pergi saja dan mereka (kedua orang tuaku) menyetujuinya.
Sekarang tahun ketigaku kuliah, ya sejauh ini kuliah flat aja, gak ada yang istimewa, aku hanyalah mahasiswa kupu-kupu yang hanya kuliah dan pulang saja, tidak ada niatan sekalipun untuk mengikuti organisasi, kebanyakan temanku ikut organisasi untuk mendekati kakak tingkat atau orang yang mereka suka, sedangkan aku ? Ahh aku malas dengan laki-laki, aku malas menjalin percintaan, namun ada yang berbeda ketika aku melihat dia, aku terpesona dengan dia.
Dia.. Dia adalah Aldi Setiawan, teman seangkatanku yang sangat dekat dengan kata sempurna, dia berwibawa, dia ramah, dia cerdas, dan dia banyak disukai wanita. Apalah aku ini hanya wanita yang tak kasat mata bila di depan Aldi. Aldi begitu rupawan sedangkan aku ? Hahaha Aku hanya debu bila di badingkan dengan semua wanita yang menyukai dia.
Namun pada hari itu berbeda Aldi melihatku
"Haii, Risaa !!" Seru Aldi dengan melambaikan tanggan dan menghampiri aku
"engg,a.. ada apa ya ?" jawabku dengan suara bergetar
"Ah aku ingin menanyakan soal tugas tadi, jujur aku bingung apa yang dijelaskan dosen, aku dengar kamu pandai menjelaskan, bolehkah ajarkan aku ?" jelas Aldi
"ooo, boleh" singkat aku dengan salah tingkah, seorang aldi minta di ajarin aku ?, gak salah ?
Setelah kejadian itu, aku dan aldi semakin dekat, aku sangat senang tapi juga bingung, aku senang bisa bertemu dan dekat dengan aldi namun bingung apakah aldi merasakan hal serupa yang disebut Cinta ?
Beberapa hari ini aldi menghilang, hidupku kembali sepi.
Sekarang aku ada di taman kampus, taman yang menjadi tempat aku dan aldi bertemu bila janjian.
"Ahh, sendiri lagi, apalah diriku ini, hanya di temani rumput, pohon dan orang lalu lalang" ujar risa sambil melihat sekeliling tempat dia duduk
"Hai, Risa, Sendiri aja ? Aldi kemana ? Ditinggal ya ? Haha, kasihan deh, kamu hanya dimanfaatin saja" ujar kakak tingkatku dengan tampang mengejek lalu berlalu
Apakah benar aku hanya dimanfaatkan ? Kata-kata orang itu terus melayang di fikiranku
" Risa kamu sedang apa disini ?" ujar seseorang yang menghampiriku
" A..aldi ? Ihh Aldi apa sih kamu !! Sudah menghilang eh datang-datang bikin kaget aja !!" jelas risa sambil memukuli aldi
"Haha, maaf-maaf jangan ngambek dong" ujar aldi sambil tertawa dan terus menggodaku
"Makanya kamu tuh pamit dulu sama aku, kalau mau pergi !!" jawab risa sambil cemberut
"Lah, emang kamu siapa? Harus pamit sama kamu" ujar aldi serius
"engg, udah lah gak usah dibahas" kata risa sambil pergi dari tempat duduk itu, namun belum jauh aldi menarik risa
"Risa, dengerin aku, maaf aku gak pamit ke kamu waktu aku pergi, ada hal penting yang perlu aku selesaikan di rumah" jelas aldi sambil memegang kedua bahuku dan menatapku dengan serius
"I..iya aku maafin, udah lepasin" balas risa sambil berusaha melepaskan genggaman tangan aldi di bahunya
"Ee.. Risa aku mau jujur, kalau aku ada rasa sama kamu, kamu mau jadi kekasihku ?" ujar aldi dengan serius
Mendengar pertanyaan itu risa terkejut, risa senang, bahagia, ternyata bukan hanya risa saja yang merasakam hal yang sama, ternyata aldi juga
"Ih apa sih aldi, kalau becanda jangan kelewatan ya" ukar risa sambil menghentakan kaki ke tanah
"Risa, aku serius, aku mau kamu menjadi kekasihku, aku mencintai kamu" ujar aldi sambil menatapku sehingga membekukanku
"Aldi,jujur aku juga mencintaimu, aku mau jadi pacarmu" ujarku sungguh-sungguh
"phhff, April Mop, hahahaha" sahut Aldi sambil tertawa terbahak-bahak menertawakan kebodohanmu
"Aldi kamu pikir perasaanku Dufan yang bisa kamu permainkan sesuka hatimu ?" teriakku sambil menatap sengit Aldi
"Risa, jangan bilang lu anggap gue beneran nembak lu ? jangan gila deh, gue cuma anggep lu sahabat aja gak lebih" jawab Aldi
"Di, kayanya gue butuh waktu sendiri dulu" balasku dengan menahan air mata sambil melangkah pergi
Sejak saat itu, aku menarik diri dari kehidupan Aldi, aku membutuhkan waktu yang lama untuk menata hatiku yang remuk, Yap sampai sekarang hatiku belum pulih sedangkan Aldi, yeah Aldi sudah memiliki pacar bernama Nova
bagaimana perasaanku ? jelas aku sakit setiap melihat mereka secara langsung atau di sosial media, tapi apa yang harus ku lakukan ? aku tidak tahu sampai kapan harus seperti ini yang jelas sekarang aku fokus kepada diriku, aku ingin memperbaiki diriku sampai aku layak mendapatkan cinta yang tulus. Aku harap kebahagiaan menghampiri hidupku