"Ayo sekarang pemotretan kelompok 2, segera berbaris dengan rapi!"
kelompok 2 pun berbaris dengan rapih kecuali salah satu orang wanita yang menutupi wajahnya sambil memegangi ranting di belakang.
"satu, dua, tiga...!", loh kamu tolong sedikit maju dan perlihatkan wajahmu" .
"ada apa dengannya? buat acara pemotretan kacau saja? biasalah wajah dia jelek seperti monster!" ucapan cacian yang terdengar oleh adhisti.
Perkenalkan, namaku adhisti martania akrab disebut adis. aku berumur 16 tahun dan sudah menginjak bangku SMA kelas 1. sifatku pendiam dan penyendiri. 'cacian dan gosip' adalah sesuatu yang tak kusukai, apalagi mencaci dan menggosip.
pagi itu, semua orang terpana melihat adis lewat karena mereka ingin menjelek-jelekan adis dan mengolok-oloknya karena wajahnya yang tak sempurna tapi adis melewati mereka dengan perasaan muak.
Gerbang sekolah.
"pagi kang monster!!"
"jangan panggil aku monster"
"loh kok marah sih, ngaca dong muka lo itu kayak monster"
adis berlari sekencang mungkin menuju kelasnya karena saat dia memasuki sekolah denada selalu menunggu adis digerbang dan mulai mengolok-olok wajahnya yang tak sempurna itu, sesampainya adis di kelas adis melempar tasnya begitu keras kebelakang.z
"AKKKHHHH!!!" teriak adis dalam kelas frustasi karena dia sudah letih, capek disebut monster oleh teman-temannya maupun kakak kelasnya, tangis adis pecah.
"oh adhisti yang malang" sahut denada di ambang pintu dengan teman-temannya "kenapa gak mati sekian aja sih dari pada lo hidup itu membuat kita-kita jijik tau harus sekelas bareng monster buruk rupa kayak lo" ejek denada.
tiba tiba "HAHAHAHA" adis tertawa terbahak-bahak karena penuturan dari denada, denada dan teman-temannya tersentak kaget karena adis yang tertawa begitu kencang karena pernyataan denada.
"denda lo jaga omongan dong, gue nggak ikutan loh"
"tenang aja mila dia juga nggak bakalan bunuh diri beneran, siapa juga yang mau bunuh diri paling dia juga takut"
"denada permintaan kamu di kabulkan"
adis berlalu keluar dan diikuti oleh denada beserta teman temannya, sesampainya adis di lantai teratas sekolah.
"dis jangan lo mau mati!!!"
"mil panggil bu yayu"
tanpa aba-aba adis melompat denada berteriak hesteris "AHHHHHH!!" mila pun kaget dan menghampiri denada sedangkan di bawah adis sudah berlumur darah dan menjadi sorotan para siswa dan guru pun datang berbondong-bondong keluar melihat keadaan.
siswa berteriak histeris dikarenakan adis sudah tiada saat itu juga sedangkan denada menangis histeris karena perbuataannya berujung merenggut nyawa seseorang.
Tamat