Sebut Saja Namanya Ipang,Ipang Adalah Seorang Anak Laki-Laki Yang Cerdas Dan Rajin Dia Memiliki Banyak Sekali Cita-Cita,Layaknya Seorang Anak Seusianya Dia Memiliki Banyak Sekali Mimpi Untuk Di Wujudkan,Ipang Memiliki Hobi Bermain Bulu Tangkis,Suatu Saat Nanti Dia Bermimpi Banyak Sekali Cita-Cita,Layaknya Seorang Anak-Anak Seusianya Dia Memiliki Banyak Sekali Mimpi Untuk Di Wujudkan,Ipang Memiliki Hobi Bermain Bulu Tangkis Suatu Saat Nanti Dia Memiliki Banyak Sekali Cita-Cita,Bulu Tangkis Suatu Saat Nanti Dia Bermimpi Menjadi Pemain Bulu Tangkis Suatu Saat Nanti Dia Bermimpi Menjadi Pemain Bulu Tangkis Nomor 1 Di Dunia Seperti Taufik Hidayat.Ipang Terlahir Di Keluarga Sederhana,Ayahnya Roni Hanya Guru Olahraga Dan Ibunya Ulfa Memiliki Usaha Warung Bakso Di Depan Rumah,Ipang Merupakan Anak Yang Rajin Setiap Pagi Setelah Sholat Shubuh Ipang Selalu Membantu Membersih kan Rumah Agar Lebih Mengeringankan Pekerjaan Ayah Dan Ibunya Maklum Ipang Adalah Anak Tung gal,Setiap Pulang Sekolah Ipang Selalu Membantu Ibunya Berjualan Bakso Dan Merapihkan Dagangan Jika Sudah Mau Tutup,Setelah Itu Sehabis Sholat Magrib Ipang Mengaji Dan Di Lanjutkan Belajar Begitulah Ke Seharian Ipang Sehari-Harinya Jarang Nonton Televisi Karena Menurutnya Acara Televisi Sekarang Banyak Yang Tidak Mendidiknya Dan Menghancurkan Moral Anak-Anak Penerus Bangsa, Ipang Lebih Suka Membaca Koran Atau Buku-Buku Pengetahuan Lainnya,Suatu Ketika Ipang Melihat Berita Di Koran Tentang Kemiskinan Yang Ada Indonesia.
"Bu,Menurut Ibu Kenapa Ya Di Indonesia Kok Masih Banyak Rakyat Yang Miskin?Apa Ini Salah Pemerintah?"
"Tidak Selalu Pemerintah Yang Salah Pang,Bisa Juga Rakyat-Rakyat Sekarang Malas Untuk Mencari Pekerjaan,Bisa Juga Mereka Terlalu Mengharapkan Gaji Yang Tinggi,Padahal Bukan Gaji Tinggi Harusnya Di Cari Tapi Berkah Dari Suatu Pekerjaan Itu"
"Berarti Kalau Gaji Kita Kecil Gak Papa?"
"Ya Gak Papa Tapi,Di Lihat Dulu Kecilnya Seperti Apa Kalo Sebulan Cuman 10 Ribu Rupiah Ya
Jangan Mau Hahahaha"
"Oh Begitu Ya,Ipang Jadi Ngerti Sekarang,Berarti Yang Salah Itu Rakyatnya Ya Bu?Kan Rakyatnya Malas"
"Ya Tidak Semua Salah Rakyat Pang,Kadang- Kadang Pemerintah Juga Kurang Baik"
"Iya Deh Nanti Ipang Mau Jadi Presiden,Ipang Mau Mengurangi Angka Kemiskinan Yang Ada
Indonesia,Doakan Ipang Ya Bu"
Sambil Tersenyum Ibu Berkata"Iya Ibu Selalu Doain Kamu Kok Pang Pokonya Kamu Harus Belajar Yang Giat Sekolahnya Yang Rajin Nurut Sama Orang Tua Dan Jangan Lupa Berdoa Sama Allah,Tapi Ingat Kalau Kamu Sudah Jadi Orang Besar Nanti Jangan Sombong,Jangan Gila Jabatan,Dan Yang Penting Jangan Korupsi"
"Siap Bu,Ya Udah Ipang Mau Mandi Dulu Mau Berangkat Sekolah Sudah Jam Setengah 6 Ini Soalnya"
"Ya Sudah Cepet Mandi Sana"
Sesampai Di Sekolah Ipang Duduk Di Kelas Sambil Senyum-Senyum Sendiri...Kemudian Datang Teman Ipang Menghampiri Ipang
"Hai Ngapain Senyum-Senyum Sendiri?"
"Eh Kamu Bal...Bikin Kaget Aja,Gak Papa Bal,Aku Kalau Sudah Besar Nanti Mau Jadi Presiden Ah..."Terkejut Iqbal"Haaa?Presiden?Jangan Mimpi Kamu,Mimpi Kok Ketinggian Gak Ke Sampaian Bisa Gila Nanti Kamu Pang"
"Loh Beneran Aku Mau Jadi Presiden,Aku Mau Ngurangi Angka Kemiskinan Masih Besar"
"Oh Gituu"Sambil Menganggukan Kepala"Tapi Katanya Kamu Mau Jadi Bulu Tangkis Sekarang Jadi Presiden,Yang Benar Yang Mana?"
"Emmm...Jadi Presiden Sambil Main Bulu Tangkis Gak Bisa Ya?"
"Hahahaha Lucu Kamu Pang Kalau Kamu Jadi Presiden Terus Main Bulu Tangkis Rakyatmu Gak Kamu Urusin?"
Oiya Ya...Aku Kalau Sehari Gak Seharian Main Bulu Tangkis Itu Gak Bal,Ah Gak Tau Ah Bingung"
Kata Bapakku Pekerjaan Yang Baik Buat Kita Itu Pekerjaan Kita Sukai..."
Sepulang Dari Sekolah,Ipang Melihat Bapaknya Sedang Duduk Di Teras
"Gak Kerja Pak?"
"Bapak Izin Gak Masuk Hari Badan Bapak Capek Semua,Kamu Baru Pulang?Ganti Baju Dulu Sana Terus Makan Siang"
"Bentar Dulu Pak,Ipang Mau Nanya Nih Pak,Boleh?"
"Mau Nanya Apa?"
"Cita-Cita Bapak Dulu Waktu Kecil Apa?"
"Cita-Cita Bapak Waktu Kecil?Ganti-Ganti Pang,Dulu Wktu SD Bapak Mau Jadi Dokter,Terus SMP Bapak Ganti Pemain Sepak Bola,Tapi Orang Tua Bapak Maunya Bapak Jadi Guru Pang.
Di Bapak Dulu Cita-Cita Kayak Gitu Terlalu Rendah Bapak Mau Cita-Cita Yang Tinggi,Bapak Tetap Mau Jadi Pemain Sepak Bola Kalau Gak Bisa Baru Jadi Guru Olahraga,Kamu Cita-Citanya Apa Pang?"
"Cita-Cita Ipang Kalau Gak Pemain Bulu Tangkis Ya Presiden Pak"
"Kamu Masih Kecil,Kamu Masih Labil Nanti-Nanti Cita-Citamu Pasti Ganti Lagi Pokoknya Bapak Kasih Tau Ya Pang,Kalau Mau Cita-Citamu Terwujud Kamu Harus Berkerja Keras Dan Berdoa Sama Allah Terus Kamu Juga Di Siplin Waktu Di Siplin Diri Sendiri,Kalaupun Cita-Citamu Gak Ke Sampaian,Apapun Pekerjaanmu"
Setiap Hari Ipang Selalu Giat Belajar Dan Berdoa Pada Allah Tidak Lupa Ipang Juga Di Siplin Waktu Dan Di Siplin Dengan Dirinya Sendiri Seperti Di Katakan Bapaknya,12 Tahun Telah Lulus Kuliah Dia Mengambil Jurusan Olahraga Dan Menjadi Sarjana Olahraga Di Salah Satu Falkultas Besar Di Surabaya,Setelah Lulus Ipang Mendaftar Lomba Bulu Tangkis Antar Kecamatan,Sebelumnya Semenjak Kelas 2 SMA Ipang Ikut Lomba Ipang Menjadi Juara 1 Kotanya,Dari Lomba Bulu Tangkis Antar Kota Dan Ipang Menjadi Juara Pertama Lagi,
Dari Situ Ipang Terus Percaya Diri Kalau Dia Bisa Menjadi Atlet Nasional Yang Membanggakan Negara Ipang Sempat Sombong Akibat Prestasinya Ini,Untung Saja Ipang Cepat Sadar Ke Dua Orang Tua Ipang Mengingat Ipang.
Setahun Setelah Ipang Menjuarai Lomba Bulu Tangkis Antar Kota Ipang Di Panggil Lagi Untuk Mewakili Provinsinya Untuk Ikut Lomba Bulu Tangkis Antar Provinsi,Hadiah Dari Turnamen Ini Akan Di Berikan Beasiswa Kepada Juara 1 Sebesar 500 Juta Rupiah Untuk Menimba Ilmu Bulu Tangkis Di Cina Dan Juara 2 Sebesar 300 Juta Rupiah Tapi Untuk Juara 2 Hanya Akan Di Bawa Ke Jakarta Untuk Di SekolahKan Di Surya Naga,Kita Tau Surya Naga Sendiri Merupakan Sekolah Bulu Tangkis Terbesar Di Indonesia Banyak Nama Yang Lahir Dari Sini,Salah Satunya Adalah Soni Dwi Kuncoro.
Ipang Sangat Termotivasi Dengan Adanya Lomba Ini,Dia Lolos Babak Grup Lolos Delapan Besar Lolos Perempat Final Di Semi Final Ipang Wakil Dari Jawa Timur Bertemu Jawa Tengah Ipang Lolos Dengan Pertarungan Keras 3 Set,21-17,21-23,21-13, Ipang Pun Lolos Ke Final Bertemu Wakil Jawa Barat,Yang Ada Di Pikiran Ipang Hanyalah Juara 1 Ipang Sangat Ambisius Bahkan Ipang Terlalu Ambisius Dan Akhirnya Ipang"Di Bunuh"Oleh Ke Ambisiusannya Sendiri,Ipang Kalah Lewat Pertarungan 2 Set 21-10,21-18.
Ipang Menangis Ipang Marah Dengan Dirinya Sendiri,Ipang Tidak Percaya Dia Kalah Di Final,
Menurtnya Perjuangannya Selama Ini Sia-Sia... Bapak Datang Menghampiri Ipang Di Ruang Ganti Seusai Pertandingan Bapaknya Menyemati Ipang Agar Jangan Menyerah Kalau Ini Bukan Akhir Dari Segala-Galanya,
"Cita-Citamu Masih Bisa Kamu Kejar",Ujar Ipang Kepada Ipang,Tapi Ipang Terbalut Emosi,
Ipang Memarahi Bapaknya Sendiri Dia Mengusir Bapaknya Sendiri Ipang Ingin Sendiri,Bapaknya Pun Menuruti Kemauan Ipang,Saat Pemberian Hadiah Ipang Tidak Melihat Lagi Bapaknya Di Bangku Penonton Dia Menyesal Mengusir Bapaknya Sendiri,Dia Sadar Kalau Dia Salah Seharusnya Dia Mensyukuri Semua Ini Toh Juara 2 Masih Mendapatkan Hadiah Meskipun Tidak Membesar Juara Pertama
Setelah Semua Selesai Ipang Mendapat Telefon Dari Ibunya,Ibunya Menangis-Nangis Menyuruh Ipang Cepat Pulang,Ipang Ke Bingungan Ipang Lalu Meminta Ijin Pada Pelatihnya Untuk Cepat Pulang,
Sesampainya Di Rumah Ipang Terkejut...Ternyata Bapaknya Meninggal Akibat Tabrak Lari...Kepala Ipang Seperti Mau Pecah,Kakinya Lemas Dia Tidak Tau Apa Yang Harus Di Katakan Ipang Menangis Penuh Rasa Bersalah Ipang Tidak Percaya Semua Ini Terjadi Padanya...Ipang Menceritakan Ke Jadian Tadi Pada Ibunya,Ibunya Tak Percaya Ipang Mengusir Bapaknya.Ibu Ipang Marah Pada Ipang,
Lalu Ibunya Pinsang,Ipang Sangat Merasa Bersalah Satu Bulan Setelah Ke Jadian Itu Ipang Selalu Mengurung Diri Di Kamar Hidupnya Seakan-Akan Sudah Hancur,Beasiswa Yang Di Janjikan Juga Tak Menemui Titik Terang,Akhirnya Ipang Memustukan Untuk Mencari Pekerjaan,Ipang Mendapatkan Pekerjaan Sebagai Guru Olahraga SD Sama Seperti Bapaknya Katakan,Dan Akhirnya Pada Suatu Sore Ketua PBSI Indonesia Nenelfon Ipang
"Ini Benar Dengan Saudara Ipang?"
"Ya Betul Saya Sendiri,Maaf Ini Siapa Ya?"
"Ini Saya Bapak Sono Dari Ketua PBSI Indonesia"
"Oh Iya Ada Apa Ya Pak?"
Ipang Mulai Semangat Berbicara
"Jadi Saya Mau Mengabarkan Kalau,Saudara Ipang Minggu Depan Akan Di Jemput Oleh Anggota Kami Untuk Ke Jakarta Untuk Bersekolah Di Sini Dan Mungkin Suatu Hari Nanti Saudara Ipang Bisa Menjadi Atlet Nasional,Surat Resminya Akan Datang Besok"
"Apa Saya Tidak Salah Dengar Pak?Ini Kenyataan Kan?Ya Allah...Terima Kasih Pak Terima Kasih Banyak Pak Saya Akan Tunggu"
Ipang Loncat-Loncat Kegirangan Dia Memberi Tahu Ke Ibunya Kabar Gembira Ini Ipang Bersyukur Kepada Allah SWT Dan Dia Mengucapkan
Terimaksih Pada Bapaknya Yang Sekarang Di Surga.
Ke Esokkan Harinya Ipang Memberikan Surat Ijin Pengunduran Diri Ke Tempat Kerjanya,Dan Se Minggu Setelah Itu Ipang Ke Jakarta Untuk Mewujudkan Mimpinya,
Semoga Sukses Pang!!!Harumkanlah Nama Indonesia Bawa Nama Indonesia Ke Internasional Kami Di Sini Mendoakanmu Selalu,Ujar Iqbal Lewat Salah Satu Teman Ipang Lewat SMS
TAMAT