Di sebuah kamar kecil yang cukup berantakan, adalah Noufal yang tengah melamun di kamarnya, tampaknya ia sedang memikirkan kejadian kemarin di sekolah...
Noufal amat mencintai seseorang teman satu sekolahnya, tetapi berbeda kelas yang bernama Tesa. Bagi Noufal, Tesa adalah seseorang yang memiliki wajah cantik, dan hatinya juga secantik wajahnya yang terang itu, berbeda dengan cewek-cewek lain di sekolahnya. Noufal tiba-tiba merasa kalau ia mencintai Tesa, dan itu benar-benar terjadi. Hanya untuk kemudian, Noufal memiliki rasa kecewa, Tesa rupanya sudah dimiliki oleh laki-laki yang lain. Tesa berkata kepada Noufal yang 'menembaknya', "Kita cukup berteman aja ya, Noufal, saling menyayangi. Bagiku itu sudah lebih dari cukup."
Begitulah kejadian kemarin. Noufal pun keluar dari kamar, tetapi masih memikirkan kejadian tersebut. Entah kapan Noufal akan bisa berhenti untuk memikirkannya.
***
Besoknya di sekolah...
Bel telah berbunyi, kelas telah usai, dan itu adalah waktunya untuk pulang.
Noufal sedang membereskan mejanya yang penuh dengan buku dan alat tulis, tinggal ia sendiri yang berada di kelas 3 SMA itu. Saat Noufal tengah berjalan, ia tak sengaja menemukan kertas yang terlipat dua di atas lantai. Noufal pun mengambilnya, hendak membuangnya. Tetapi ia penasaran akan isi kertas itu, maka dari itu ia urung membuangnya, kemudian membukanya. Di kertas itu tertulis kalimat seperti ini:
"Ketika saling mencintai, maka kita akan sakit hati atas hal yang buruk. Tapi ketika saling menyayangi, maka akan terjadi hal yang sebaliknya, kita akan berani 'tuk memaafkan atas hal yang buruk."
Oleh: Neisa
Neisa adalah teman sekelas Noufal, yang duduk di depan Noufal. 'Apakah kalimat ini benar?' Tanya Noufal dalam hati. Entahlah ia akan percaya atau tidak.
***
2 bulan kemudian...
Noufal dan teman-teman band nya sedang mengadakan konser di sebuah cafe kecil. Tesa bilang ia akan datang ke sana, Noufal pun jadi lebih bersemangat akan hal itu.
Beberapa menit kemudian, Noufal dan teman-teman band nya pun memulai konsernya. Noufal mendapat bagian gitaris. Teman teman lainnya menyanyi, bermain piano, bas, dan drum. Tetapi ada kabar buruk menghampiri Noufal, Tesa belum kunjung datang, padahal sudah 1 jam Noufal menunggu. Entah pergi kemana Tesa, toh ia bukan siapa-siapanya Noufal, dan Noufal pun tak merasa marah pada Tesa.
Malamnya Noufal sedang membeli minuman soda di market terkenal. Lalu seseorang membuka pintu depan market itu. Noufal menoleh, dan tak menyangka, seseorang yang dari tadi ia tunggu di cafe, hingga 1 jam lebih, datang ke market ini. Ya, dia adalah Tesa.
"Eh Noufal." Kata Tesa gugup, kepalanya menunduk. Tesa merasa bersalah karena ia tak datang ke acara konser itu. "Maaf ya Fal, tadi aku mendadak ada janji dengan pacarku, jadi aku terpaksa, aku tak bisa datang ke konser mu." Ucap Tesa patah-patah.
Noufal awalnya merasa kecewa, tetapi ia kembali teringat, Tesa hanyalah sebatas teman, jadi Noufal pun tak merasa berhubungan spesial dengannya. Noufal pun dengan mudah memaafkan Tesa, tanpa merasa sedih dan sakit hati setitik pun.
"Ya gapapa, Tes, aku maafin." Kata Noufal pada Tesa di tengah market itu. Mereka berdua pun tersenyum, merasa menyayangi dan memaafkan satu sama lain.
Isi kertas yang Noufal temukan 2 bulan lalu rupanya merupakan sebuah fakta, Noufal pun merasakannya, tepat pada hari ini.
Noufal kembali mengingat-ingat kalimat dalam kertas itu...
Ketika saling mencintai, maka kita akan sakit hati atas hal yang buruk. Tapi ketika saling menyayangi, maka akan terjadi hal yang sebaliknya, kita akan berani 'tuk memaafkan atas hal yang buruk.
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire.
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain dibawah ini ya 🙏👇
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏