Dena, dia adalah sahabat pertamaku di TK.
Dia berkulit hitam manis dan berambut pendek.
Aku tidak ingat bagaimana awal ceritanya kita bisa menjadi sahabat. Aku hanya ingat saat TK dialah satu-satunya sahabatku.
Dia berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga dia dan kakaknya harus berkerja menjadi pembantu di rumah seseorang yang dekat dengan rumahku.
Terkadang Dena main ke rumahku. Kami bermain menjadi seorang putri.
Saat itu aku tidak diperbolehkan keluar rumah terlalu jauh. Aku cuma diperbolehkan main di rumah sama Dena.
Tapi, aku bosan di rumah. Lalu, aku mengajak Dena keluar. Namun, tidak lama aku berada di luar rumah aku sudah ketahuan kakakku.
Aku lalu dimarahi dan dijewer. Tapi, aku gak nangis.
Mungkin kakakku khawatir kalo aku diculik orang kalau main keluar rumah.
Padahal aku gak main jauh-jauh banget cuma sampai rumah tetangga tapi telingaku dijewer.
Hehe... dulu aku memang suka banget keluar rumah. Gak seperti sekarang ya di rumah terus karena main HP terus.
Sayangnya, tidak lama mereka berkerja. Kakaknya secara tidak sengaja merusak salah satu benda tuannya sehingga mereka dipecat.
Saat lulus TK, aku sudah tidak tau lagi bagaimana kabarnya.
Aku tidak tau dimana rumahnya. Seandainya saja dulu aku bertanya dimana rumahnya. Mungkin aku bisa menjumpai dia lagi.
Aku bersekolah di SD Swasta.Jadi, aku pikir dia bersekolah di SD Negeri karena masalah ekonomi. Sehingga akhirnya kami berpisah.
Entah bagaimana keadaannya sekarang. Aku merindukannya.
Dia adalah sahabat pertamaku. Jadi, mungkin itu penyebabnya aku tidak bisa melupakannya meskipun aku sudah punya Tasya.
Tanpa Dena mungkin masa TK ku akan sangat sepi.
Terimakasih Dena telah menemaniku saat TK.
Kuharap dimana pun kamu berada sekarang kamu bahagia dan aku harap kita bisa kembali bertemu dan bersahabat seperti dulu suatu saat nanti.