"Kakak..Apa yg harus kita lakukan sekarang?Uang kita berdua sudah mulai menipis!"
"Amber,Kita gunakan saja dulu sisa uangnya untuk membeli makanan.Sekalian langsung mencari pekerjaan sekarang,Bagaimana?"
"Itu bisa saja..Dilakukan.Aku hanya takut kita kehabisan uang dan akhirnya mati kelaparan,Kakak"
"Aku tahu kalau kau pasti memiliki ketakutan seperti itu.Oleh karena itu,Mari pergi keluar mencari pekerjaan sekarang.Ayo"
Ajak sang kakak sambil mengulurkan tangannya kepada adiknya yg bernama Amber itu.
Kedua anak kembar tak identik itu,Sejak umur 9 tahun sudah hidup sendirian tanpa orangtua.Hal ini dikarenakan orangtua mereka yg sebelumnya meninggalkan mereka karena tak bisa menghidupi keduanya.
Sang kakak bernama lengkap Arthur Britney Eugenia.Sedangkan adik kembar yg merupakan seorang perempuan bernama Amber Britney Eugenia.
Sebenarnya mereka berdua bukanlah anak dari orangtua mereka yg sebelumnya telah menelantarkan keduanya.Sejak bayi,Pihak panti asuhan membenerkan sebuah fakta kalau sebenarnya mereka telah diberikan ke panti asuhan sejak bayi tanpa alasan yg jelas.Hanya sebuah tag nama saja yg menjadi identitas mereka.Pada saat umur Arthur dan Amber menginjak 7 tahun,Keduanya kemudian diadopsi oleh sepasang suami istri yg masih muda.
Arthur dan Amber berpikir kalau penderitaan mereka yg hidup tanpa orangtua di panti asuhan akan berakhir,Tapi sebuah hal mengejutkan terjadi.Sepasang suami istri itu mulai berdebat pada suatu hari dan tidak menghiraukan Arthur dan Amber.Hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai dan langsung menelantarkan Arthur dan Amber yg saat itu masih berumur 9 tahun.
Arthur kemudian mengambil inisiatif untuk mengajak adiknya,Amber bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.Amber yg mengerti akan kondisi keuangan mereka yg benar-benar jatuh,Langsung menerima ajakan dari Arthur untuk mencari uang.
Selama 9 tahun lebih,Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa bantuan dari orang lain.Pekerjaan yg mereka lakukan adalah menjadi seorang waiter/pelayan di sebuah restoran yg juga ada di kota London,Inggris.
Di sebuah hari yg cerah nan indah pada musim semi,Seorang pria berpakaian rapi berkata..
"Apakah benar nama kalian Arthur dan Amber Britney Eugenia?"
"Katakan siapa dirimu!"
Tanya Arthur dengan nada tinggi kepada pria berpakaian rapi itu.
"Namaku adalah Bart Francis,Butler dari rumah Keluarga Eugenia"
"Maksudmu Keluarga Eugenia yg terus menjadi pusat perhatian dari tahun ke tahun itu?"
"Benar,Tuan Arthur dan Nona Amber"
Jawab Bart dengan sopan sambil tersenyum ramah.
Hal tersebut menimbulkan kecurigaan Arthur dan Amber karena sikapnya yg begitu sopan kepada mereka.Padahal mereka hanya seorang remaja berusia 18 tahun dan pria di depan mereka itu bahkan lebih tua usianya.
"Anda berdua tidak perlu bersikap curiga kepada saya.Saya sebenarnya kesini untuk membawa kalian berdua pulang ke rumah Keluarga Eugenia karena telah berhasil melewati ujian hidup sendiri tanpa bantuan orang lain selama 18 tahun lamanya"
"Bagaimana kami bisa percaya akan kata-katamu?"
Bart tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah alat komunikasi berbentuk berlian yg kemudian setelah ditekan memunculkan hologram seorang wanita dewasa yg tengah duduk menatap ke arah mereka.
"Kalian pasti bingung karena kunjungan tiba-tiba dari Bart,Sang butler Keluarga Eugenia.Tapi yg dikatakan olehnya tadi benar adanya.Kalian berdua adalah keturunan dari Keluarga Eugenia yg telah berhasil melewati ujian bertahan hidup selama 18 tahun.Oleh karena itu kumohon..Pulanglah ke rumah,Arthur dan Amber"
Wanita dalam hologram yg mereka lihat itu,Sesaat hampir meneteskan air matanya namun berusaha ia tahan di hadapan Arthur dan Amber.Kedua saudara kembar ini akhirnya percaya akan perkataan Bart dan memutuskan untuk ikut bersama dengan mereka.
"Terima kasih.."
Hologram yg merepresentasikan seorang wanita itu kemudian dimatikan oleh Bart.Ia kemudian menaruhnya kembali di dalam saku bajunya.
Arthur dan Amber lalu dibawa pergi oleh Bart menggunakan mobil ke sebuah tempat yg tidak pernah mereka temui sebelumnya.
SESAMPAINYA DI RUMAH KELUARGA EUGENIA...
*TAP TAP TAP*
*GREP*
Wanita yg tadi muncul dari sebuah alat komunikasi berupa hologram langsung berlari ke arah mereka dan memeluk mereka seerat-eratnya sambil menitikkan air matanya di pundak Arthur dan Amber.
"Selamat datang kembali..Amber..Arthur"
Ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Maaf,Nyonya.Tapi ada apa ini sebenarnya?"
"Baiklah,Kalian pasti kebingungan karena semua situasi yg tiba-tiba langsung terjadi kepada kalian jadi aku akan menjelaskan semuanya nanti.Ssbelum itu,Bagaimana kalau kalian mengganti baju kalian saat ini dan beristirahat?"
Walaupun perasaan Arthur dan Amber masih kebingungan akan perkataan wanita itu,Mereka hanya menganggukkan permintaannya.Dan kemudian berjalan mengikuti Bart ke sebuah ruangan setelah melewati koridor rumah Keluarga Eugenia yg sangat panjang.
DISANA..
"Mulai hari ini dan seterusnya,Anda berdua akan tinggal di kamar ini.Tuan Arthur dan Nona Amber tidak perlu khawatir akan kamarnya,Karena kamar yg akan anda berdua gunakan sudah dibuat khusus agar bisa digunakan untuk 2 orang.Jadi ruangan anda berdua berbeda walau di dalam 1 ruangan besar yg sama.Selamat beristirahat,Tuan Arthur dan Nona Amber"
*CKLEK*
Bart menutup pintu tersebut perlahan-lahan dan langsung meninggalkan Arthur dan Amber.
"Kamar ini benar-benar sangat luas.Bahkan melebihi ekspektasiku.Rumah kita yg sebelumnya bahkan hanya sepertiga bagian dari kamar ini.Bagaimana dengan ruangan yg lainnya ya?"
Ucap Amber dengan penuh kekaguman saat melihat interior kamar yg begitu luas dan juga mewah.
"Apakah ini kehidupan yg sejak dulu kau inginkan,Amber?"
"Kalau aku bisa berkata jujur,Sebenarnya iya.Inilah kehidupan yg sangat aku inginkan sejak dulu.Kamar yg luas bagaikan istana,Interior mewah yg hanya bisa didapatkan orang kaya,Dan lain sebagainya benar-benar persis seperti kehidupan impianku,Kakak"
Melihat adiknya yg begitu senang akan kehidupan barunya,Arthur yg sebelumnya belum bisa menerima kehidupan yg tiba berubah ini seketika langsung menerimanya.
"Jika itu yg kau inginkan.Maka aku akan mengikutimu dari belakang,Adikku Amber.."
Gumam Arthur sembari terus menatap Amber.
MALAMNYA...
"Apa-apaan ini semua?!"
Kaget Arthur di dalam hati saat melihat ruang makan megah dengan banyak orang di dalamnya yg seperti sedang menunggu kedatangan mereka berdua.
"Selamat datang di rumah ini,Arthur dan Amber"
Sambut seorang pria tua berjanggut yg duduk di kursi bagian tengah yg biasanya ditempati oleh orang dengan kedudukan paling tinggi di sebuah keluarga atau sebagainya.
Pria tua tersebut tidak lain adalah Kepala Keluarga Eugenia saat ini dengan nama lengkap Leonardus Britney Eugenia.Ia sudah menjadi kepala keluarga selama 20 tahun lamanya dan bersiap untuk mewariskan posisi sekaligus harta warisan Keluarga Eugenia ke salah satu cucunya yg sudah dewasa.Kecuali Arthur dan Amber yg saat ini baru berusia 18 tahun.Minimal Kepala Keluarga Eugenia harus berusia 20 tahun ke atas.Mereka hanya bisa mendapatkan hak untuk mengambil posisi kepala keluarga jika sudah berusia 20 tahun ke atas.
"Terima kasih..?"
Jawab Arthur dan Amber dengan raut wajah kebingungan dan juga canggung.
"Sudahlah,Duduk saja di sebelah ibu kandung kalian itu.."
Leonardus menunjuk ke arah wanita yg tadi menyambut kedatangan Arthur dan Amber untuk pertama kalinya.Hal ini membuat kebimbangan dalam diri Arthur.Ia berpikir kalau wanita yg ditunjuk oleh pria itu sebenarnya sengaja menelantarkannya dan juga adiknya,Amber.Tapi di sisi lain,Arthur senang karena akhirnya bertemu dengan 'ibu kandungnya' ini.Tapi Arthur mempertimbangkan kembali soal 'Ujian bertahan hidup' yg sempat dikatakan oleh wanita tersebut.
"Terima kasih atas kemurahan hati anda semua kepada saya dan adik saya,Amber"
Kata Arthur sambil memberi hormat bersama Amber kepada semua orang yg duduk disana.
Semua orang yg melihat itu langsung bertepuk tangan karena terkesima akan tata krama Arthur dan Amber.Padahal setahu mereka,Arthur dan juga Amber belum pernah diberikan pendidikan etiket.
"Tata krama kalian benar-benar bagus.Apakah kalian belajar dari tempat kalian bekerja atau dari sekolah?"
Tanya Leonardus dengan wajah yg sangat terkesima.
"Saya dan adik saya belajar dari tempat kami..Bekerja.Karena kami bekerja sebagai waiter yg mengharuskan kami bersikap sopan kepada pelanggan,Saya dan Amber diberikan pelatihan etiket.Maaf jika pekerjaan yg anda harapkan bukanlah yg kami lakukan.."
Arthur dengan berani menatap mata Leonardus sehingga membuatnya terkesan seperti laki-laki yg tidak mudah ditindas oleh siapapun.
"Tidak apa-apa.Lagipula sepupumu yg lain juga rata-rata bekerja sepertimu"
"Izinkan saya berbicara kakek.."
Kata seorang wanita yg usianya tidak terlalu jauh dari Arthur dan Amber,Yakni 22 tahun.Hanya berbeda 4 tahun saja sejak kelahiran mereka.
"Silahkan"
Jawab Leonardus mempersilahkannya untuk berbicara.
"Arthur,Amber perkenalkan namaku adalah Evelina Britney Eugenia.Kalian boleh memanggilku dengan sebutan 'kakak' karena aku lebih tua 4 tahun dari kalian berdua.Aku ingin mengucapkan selama kepada kalian karena berhasil bertahan hidup dari kejamnya dunia tanpa bantuan orang lain.Kalian bahkan berhasil hidup dibandingkan sepupu kalian yg sudah mati di jalanan karena tak sanggup.Oleh karena itu,Aku sebagai kakak sepupu kalian ingin memberikan kalian hadiah atas ujian yg telah kalian selesaikan.Kakek,Bolehkah saya memberikan mereka berdua hadiah kecil?"
Leonardus kemudian menganggukkan pertanyaan dari Evelina.
"Rose,Bisakah kau membawakan hadiah yg sudah ku siapkan 3 hari yg lalu?"
Tanya Evelina kepada pelayan pribadinya,Rose.
"Tentu saja,Nona Evelina"
Jawab Rose kemudian berjalan pergi darisana untuk membawakan Arthur dan Amber hadiah yg sudah dipersiapkan oleh Evelina 3 hari yg lalu.
"Oh iya,Ngomong-ngomong kalian bekerja sebagai waiter sebuah restoran kan?"
"Benar..Kakak!"
Jawab Amber sambil tersenyum kepada Evelina.
"Pekerjaan kalian tak jauh berbeda denganku.Aku juga dulu bekerja sebagai seorang waiter di restoran Rovinland"
"Kakak juga bekerja disana?Saya dan kak Arthur juga sebenarnya bekerja disana"
"Oh,Benarkah?Aku tak menyangka kita memiliki banyak kesamaan"
Ucap Evelina sembari tersenyum ramah kepada Arthur dan Amber.
Beberapa saat kemudian,Hadiah yg telah dibicarakan oleh Evelina datang.Rose membawa hadiah tersebut dengan sangat hati-hati seperti takut hadiah yg ada di dalamnya hancur.
"Terima kasih,Rose"
Kata Evelina kepada pelayan pribadinya tersebut.
"Maaf karena hanya bisa memberikan kalian 1 hadiah saja padahal kalian 2 bersaudara"
Kata Evelina kemudian memberikan hadiah yg berada di dalam sebuah kotak kayu berukiran bunga rambat.
"Terima kasih atas hadiahnya,Kakak"
"Sama-sama.."
Jawab Evelina secara singkat.
3 sepupu Arthur dan Amber lainnya kemudian memperkenalkan dirinya lalu memberikannya hadiah sama seperti yg dilakukan oleh Evelina.
Sepupu pertama bernama Luke Britney Eugenia,Usianya sekitar 21 tahun dan merupakan saudara kandung dari Evelina yg berbeda 1 tahun saja darinya.Sama seperti Arthur,Amber,dan Evelina,Luke juga dititipkan ke panti asuhan sejak bayi dan dibiarkan hidup tanpa bantuan dari Keluarga Eugenia.Luke memberikan 3 kotak hadiah kepada Arthur dan Amber.
Sepupu kedua bernama lengkap Romia Britney Eugenia,Seorang gadis berusia 18 tahun dan lahir di tahun yg sama dengan Arthur dan Amber hanya saja berbeda 1 bulan lebih awal dari mereka berdua.Ia memberikan 1 kotak hadiah saja kepada mereka.
Dan yg terakhir adalah Liam Britney Eugenia.Berusia sekitar 19 tahun.Liam memberikan Arthur dan Amber 2 hadiah saja.
"Terima kasih atas hadiah yg anda semua berikan kepada kami.Saya dan Amber senang karena bisa mendapatkan hadiah berharga yg begitu banyak seperti ini.."
"Tidak perlu sungkan kepada kami semua.."
Kata Romia mewakili sepupu-sepupunya yg lain.
DI KAMAR ARTHUR DAN AMBER...
"Selamat tidur,Kak Arthur!"
Kata Amber kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri.
KEESOKAN HARINYA..
"Mulai hari ini kalian akan diberikan pendidikan tentang semua hal yg ada di dunia ini.Jadi usahakan untuk melakukan yg terbaik"
Kata ibu Arthur dan Amber kepada mereka sambil mengusap kepala mereka berdua dengan lembut.
"Walaupun aku tidak pernah merasakan kehangatan orangtua sejak kecil,Aku tahu kalau wanita di depanku yg merupakan ibu kandungku ini tulus memberikan kami rasa cinta.."
Kata Arthur di dalam hati sambil tersenyum saat ibunya mengusap-usap kepala mereka.
Sejak hari itu,Arthur dan Amber menerima banyak sekali pelajaran bahkan hanya sedikit saja waktu mereka bisa beristirahat.Pelajaran yg diberikan kepada mereka bukanlah pelajaran biasa karena semua pengetahuan yg ada di dunia diajarkan kepada mereka.Bahkan pengetahuan tentang bela diri diajarkan sepenuhnya kepada mereka berdua.
HINGGA PADA SUATU HARI...
"Hari ini aku akan mengumumkan siapa yg akan menjadi Kepala Keluarga Eugenia yg selanjutnya.."
Leonardua tersenyum kepada mereka semua(Evelina,Luke,Romia,Liam,Arthur,dan Amber)
"Posisi kepala keluarga akan jatuh kepada.."
"Sudah pasti aku!"
Batin Evelina dengan percaya dirinya.
"Arthur Britney Eugenia"
Luke,Romia,Liam,dan Amber yg mendengar itu langsung bertepuk tangan untuknya kecuali Evelina.Dia hanya menundukkan kepalanya dan sedikit berjalan mundur dari tempatnya berdiri.
"Karena sudah begini..Sebaiknya langsung kulakukan saja!"
Gumam Evelina kemudian langsung menarik keluar sebuah pistol berjenis Colt M1911A1 dan menodongkannya ke arah Amber.
"APA YG KAU LAKUKAN,EVELINA?!"
Tanya Luke dengan nada membentak kepada Evelina.
"Luke..Kau tahu sendiri kan kalau sejak dulu aku mendamba-dambakan posisi kepala keluarga,Tapi aku yg seharusnya mendapatkan posisi itu malah direbut oleh adik sepupuku yg bahkan baru menginjak usia 21 tahun sedangkan aku 25 TAHUN!!"
"Aku sudah berjuang sampai di titik ini hanya untuk posisi kepala keluarga!-Semua orang tahu akan hal itu.Bahkan kakek sendiri tahu.Tapi kenapa KAKEK MALAH MEMBERIKAN POSISI ITU KEPADA ARTHUR!!?"
Dengan sangat marahnya,Evelina mengeluarkan semua kata-katanya yg ingin diucapkannya sambil terus mendongkan pistolnya ke arah Amber.
Leonardus hanya diam dan tak berkata sepatah katapun menanggapi perkataan yg dilontarkan Evelina.
"Walaupun aku menyayangi kalian berdua layaknya saudara sendiri,Tapi jika sudah menyangkut posisi kepala keluarga AKU.TAK.AKAN.SUNGKAN.LAGI"
Tanpa aba-aba apapun,Evelina langsung menembak tepat di bagian jantung Amber dan seketika membuatnya tersungkur ke lantai.
"Amber!-TETAP BUKA MATAMU!"
Arthur menepuk-nepuk wajah Amber pelan-pelan agar dia tidak menutup matanya.
"Selanjutnya kau yg akan ku bunuh..Arthur Britney Eugenia.."
Sebelum sempat mengisi ulang pistolnya kembali,Evelina sudah tertembak duluan di bagian kaki oleh Arthur yg langsung menembaknya.
*CREK*
"Aku akan senang jika bisa langsung membunuhnu saat ini juga,Kakak"
Arthur menodongkan pistolnya sambil menatap tajam Evelina.
"Bunuh saja aku!-Lagipula sudah tidak ada gunanya aku DI KELUARGA INI!!"
Bukannya menembaknya,Arthur malah membuang pistolnya dan hanya pergi ke arah Amber yg kondisinya sudah sangat sekarat akibat peluru yg mengenai jantungnya.
"Karena ini adalah hari terakhir kita bisa bersama,Aku akan meminta maaf kepadamu karena tidak bisa melindungimu dengan benar..Amber"
"Kakak..T-tidak perlu meminta maaf..Lagipula semua ini..Huk..Bukan salah kakak.."
Kata Amber dalam kondisinya yg setengah sadar dan sudah berada di ambang kematian.
Luke,Romia,dan Liam yg melihat itu kemudian berjalan kepada Evelina dan mengarahkan senjata mereka ke arah kepalanya sembari menatap dingin dirinya.
"Evelina,Walaupun kau adalah kakakku sekaligus sepupu dari yg lainnya tapi jika kau melukai sedikit saja adik bungsu kami walau hanya sebatas helai rambutnya.Aku tak akan memaafkanmu hingga akhir hayatku"
Kata Luke sambil mengarahkan sebuah senjata tajam berupa pisau kecil yg tajam sampai bisa mengiris helaian rambut.
"Aku tak menyangka kakak akan setega ini"
Romia menodongkan Evelina pistolnya dengan raut wajah yg sangat marah dan juga kecewa akan dirinya.
"Kakak benar-benar sudah mengecewakan rasa sayang kami padamu,Kak Evelina"
Liam langsung menodongkan 2 pistol sekaligus ke arah kepala Evelina dan bersiap untuk menembaknya.
"Karena kau telah membunuh sepupumu hari ini,Maka kau akan dijatuhi hukuman pencabutan nama keluarga dan juga semua gelar yg sudah kau dapatkan.Kau akan disingkan dari Keluarga Eugenia sampai meninggalnya dirimu,Evelina.."
Ucap Reonaldus dan langsung menjatuhi Evelina hukuman yg sangat berat.
Di hari itu seluruh anggota Keluarga Eugenia berduka atas meninggalnya Amber yg merupakan anak bungsu dari keluarga ini.Bersamaan dengan itu,Evelina diasingkan sepenuhnya dari Keluarga Eugenia tanpa diperbolehkan untuk kembali dan juga dicabut nama beserta gelar-gelar yg sudah diraihnya.
Selama 2 hari lamanya,Liana Britney Eugenia yg juga merupakan nama dari ibu kandung Arthur dan Amber menangis sepanjang hari sampai mengunci dirinya di kamar sendirian.Bahkan saat penjatuhan hukuman atas Evelina,Liana mencaci makinya dengan berbagai macam kata-kata kasar dan juga menyakitkan karena telah membunuh putrinya.
Liana sendiri dikenal sebagai wanita anggun dan terhormat yg tak akan mencaci maki seseorang sekalipun orang tersebut sudah sangat bersalah akan dirinya,Tapi di hari itu juga Liana mengeluarkan semua cacian yg sudah ia tahan kepada Evelina.
Ia tak terima karena putri kandungnya itu harus mati hanya karena posisi kepala keluarga yg diberikan kepada Arthur.
Pada akhirnya,Leonardus tetap mewariskan posisi kepala keluarga kepada Arthur beserta warisan Keluarga Eugenia yg begitu banyak.
~THE END~