" Sayang... aku juga rindu sekali, tapi aku tidak bisa bertemu denganmu hari ini. tau kan kalau aku sedang bersama pacarku saat ini."
Kakiku terhenti ketika aku mendengar pacarku yang berkata seperti itu.
" sayang, siapa yang dipanggil dia sayang," hatiku terasa hancur saat kata-kata itu terucap dari mulut pacarku yang telah ku pacari selama 2 tahun terakhir.
Aku menghela nafas panjang, perlahan ku langkahkan kakiku mendekatinya walau sebenarnya aku tidak kuat, kakiku bergetar seakan tak kuat melangkah. Ku tepuk bahunya dan berusaha tersenyum semanis mungkin kepadanya.
Dia terkaget karna aku tiba-tiba berada dibelakangnya dan buru-buru dia menyembunyikan ponselnya. Perlahan aku duduk di sampingnya, ku pegang tangannya dan kutatap matanya. Ku sadari memang tak lagi kulihat cinta dimatanya. Aku pikir aku sudah tidak lagi ada dihatinya.
" Aku ingin kita berpisah." kata ku pelan sambil tersenyum
" Loh... kenapa sayang, apa kamu sudah tidak cinta padaku lagi? kata Nando sambil menggenggam tanganku
" Jangan tanyakan itu kepadaku, coba tanya kepada hatimu. masihkah kamu mencintaiku?" kataku sambil berdiri meninggalkan dia
" Yasmin... tunggu... aku bisa jelaskan semuanya." teriak Nando
Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari Nando, mungkin saat itu hatiku sangat hancur. Cinta yang telah lama ku jaga kini hancur karena adanya cinta yang lain. Aku tidak tahu bagaimana dengan dia, tapi jelas aku masih mencintainyam Tapi lebih baik kita berpisah dari pada kita terus saling menyakiti.
Aku terus berjalan meninggalkan dia yang masih berdiri sambil memanggil namaku. Aku tidak ingin melihat kebelakang, aku takut hatiku akan goyah dan tidak mampu meninggalkan dia.
Air mataku berderai dan dadaku terasa sakit serasa aku tidak mampu lagi berjalan meninggalkannya, mengingat kembali masa yang telah kita lewati bersama. Masa itu begitu indah, begitu manis dan tak pernah berfikir sedikitpun kalau perpisahan akan datang menghampiri kisah kita yang aku rasa mulai sempurna.
Tapi siapa sangka, sempurna hanya milih Allah. Kita hanya bisa berharap dan bermimpi yang berhak mewujudkannya adalah dia sang pencipta dan maha kuasa.
Hari-hari berlalu, aku yang awalnya terpuruk dan terus terdiam kini mulai bangkit dan melihat kenyataan. kenyataan bahwa dirinya tidak lagi bersamaku. dirinya yang mungkin kini telah bersama orang lain disana. Membuka lembaran baru bersama orang baru, atau mungkin lembaran itu pernah dibuka saat dirinya masih bersama diriku dulu.
Jujur aku kecewa, aku terluka. tapi apa yang bisa aku perbuat. aku hanya bisa mengikhlaskan dirinya bahagia bersama pilihannya.
Aku menatap sudut demi sudut kamarku yang terisi oleh kenangan-kenangan bersama dirinya. terlihat senyum diwajah kita saat itu. saat dimana cinta masih berpihak kepada kita, cinta masih menghiasi hari-hari kita.
Aku tanya kepada gambar dirimu yang berada didepanku, kemana cinta itu sekarang pergi?. kemana sayang yang kau bilang akan terus tersimpan untukku?. kemana janji setia yang pernah kau ucap untukku?. kemana semua itu?
Aku seperti orang bodoh yang meminta penjelasan tanpa ada jawaban. ya mana ada kalau aku bertanya hanya kepada gambar dirinya. Aku tidak mampu bertemu dirinya, aku takut aku akan dia telah bahagia bersama orang lain, sedangkan aku disini masih terpuruk memikirkan dia.
Ya benar aku memang bodoh, mengharapkan cinta kepada orang yang telah membagi cintaku. Harus nya aku bersyukur aku tahu yang sebanarnya saat ini. walau aku harus kembali memulai awal yang baru tanpa ada dirinya lagi disisiku.
Aku yakin, nanti akan ada seseorang yang akan kembali memberikan senyuman diwajahku dan menemani hari-hari ku.
Jika aku tidak bersama dia saat ini, dan kisah kita harus berakhir disini. Mungkin ini yang terbaik untuk diriku dan dirinya. mungkin dia bukan orang yang terbaik untuk diriku, aku yakin Allah masih menyimpan seseorang yang terbaik untukku.
Dan untuk semua yang pernah aku lewati bersama dia selama ini, cukup menjadi kenangan yang indah. karna dia pernah hadir dan mewarnai hidupku. walau semua harus berakhir tapi semuanya adalah kenangan indah yang pantas diingat.
love you 😘😘