Kalian semua pernah nonton Doraemon kan ?
Kalau ditanya alat Doraemon apa yang paling aku inginkan ? Jawabanku adalah mesin waktu.
Kenapa ?
Karena aku rindu masa laluku tepatnya saat aku masih SD.
Aku kangen saat dimana aku belum mengenal HP canggih seperti sekarang tapi aku tetap bahagia karena bisa bermain dengan sahabat terbaikku.
Aku kangen dengan masa-masa itu.
Dulu yang aku tau hanya HP Nokia yang ada game Snake atau Bounce doang.
Tapi, meskipun cuma HP Nokia aku tetap suka memainkannya. Aku mau menamatkan gamenya tapi aku tidak pernah berhasil.
Tapi, kalo aku hidup dimasa lalu lagi mungkin aku akan bosan karena aku mungkin tidak akan terbiasa hanya memainkan HP jadul seperti Nokia.
Aku mungkin juga akan bosan menjalani kehidupan masa laluku karena aku sudah tahu jalan ceritaku.
Entahlah, tapi aku pikir jauh lebih seru berandai-andai daripada hal itu benar-benar terjadi.
Seandainya saja ada mesin waktu, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku dulu.
Dulu aku pernah memberi tau rahasiaku pada seseorang yang aku anggap sahabat terbaikku. Tapi, dia justru membocorkan rahasiaku pada seluruh teman sekelasku. Sejak saat itu aku membenci dia dan bersahabat dengan Tasya.
Dulu aku juga pernah berteman dengan kakak kelas, Kak Ina ( nama samaran ) karena kami sama-sama ekstrakurikuler bahasa Inggris. Kegiatan ini di lakukan di kelasku.
Saat itu dia mencuri salah satu kado teman sekelasku yang tertinggal di kelasku.
Aku sudah bilang padanya jangan tapi dia tetap melakukannya dan menyuruhku diam.
Keesokan harinya, aku memberi tahu kejadian kemarin pada teman sekelasku tapi ada seseorang temanku yang tidak mau mempercayai perkataanku.
Saat pulang sekolah, aku dan Kak Ina pun dipanggil untuk menjelaskan kasus pencurian ini.
Aku sudah bilang pada guru itu bukan aku yang mencuri tapi Kak Ina membalikkan semua fakta kepadaku sehingga terlihat aku yang salah.
Aku pun menangis. Guru itu akhirnya menyuruh kami berdua mengganti kado temanku dan kami sudah bisa pulang.
Keesokan harinya, guru itu datang ke rumahku dan menceritakan masalah ini pada ibuku.
Ibuku lalu bilang bahwa anakku malas membuka kado ulangtahun ku sendiri. Mana mungkin dia membuka kado ulangtahun milik orang lain lalu membawanya.
Akhirnya,aku tidak diminta mengganti kado milik temanku lagi.
Dulu aku berpikir seandainya ada mesin waktu aku ingin memperbaiki 2 hal itu.
Tapi, setelah aku pikir-pikir kalau aku tidak pernah melakukan 2 kesalahanku itu mungkin aku yang sekarang justru membuat kesalahan yang jauh lebih besar lagi daripada 2 kesalahan waktu aku SD itu.
Bagaimana pun dari kesalahan lah manusia belajar. Kalau seseorang tidak pernah melakukan kesalahan maka dari mana ia bisa belajar ?
Lagipula, kalau tidak ada masalah itu. Tentu tulisan ini tidak akan ada sekarang.
Aku bersyukur aku pernah melakukan kesalahan dulu.
Kalau aku tidak pernah memberi tahu rahasiaku pada orang yang membocorkan rahasiaku, mungkin aku tidak akan belajar bahwa tidak semua orang bisa dipercaya dan mungkin aku juga tidak akan pernah menemukan sahabat sejatiku.
Ya, intinya dari 2 masalahku itu aku jadi lebih berhati-hati dalam memilih teman dan sahabat.
Untuk 2 orang yang aku pikir sahabat. Aku tidak dendam atau benci pada kalian.
Aku justru berterimakasih pada kalian karena telah memberiku pelajaran yang sangat berharga.