Seorang gadis bernama Al Ayza sedang bersantai di taman halaman rumahnya sambil menatap rasi bintang, "Malam yang indah" gumamnya.
Malam itu Ayza berniat mencari udara segar setelah selesai mengerjakan tugas kuliahnya,penatnya mulai hilang setelah diterpa angin malam yang sejuk.
Ia putri tunggal dari keluarga berada,yang sedari kecil sering ditinggal keluar kota oleh orangtuanya.Hanya ada satu pembantu rumah tangga yang menemaninya di rumah basar itu.
Langit yang indah dipenuhi bintang-bintang pun mulai redup ditutup oleh awan gelap yang mengerikan,angin yang mula sepoi-sepoi menjadi sedikit kencang hembusannya.
"Kenapa tiba-tiba mendung?" gadis itu terheran
Bulu kuduk pun mulai berdiri dan badannya menjadi menggigil kedinginan.
"Non,masuk!" perintah seseorang dari dalam rumah
"Iya bik." sahut Ayza
Ayza beranjak dari tempat duduknya meninggalkan suasana riuh angin yang semakin kencang.
"Sepertinya mau turun hujan! Non tidak tidur?" tanya bibi
"Sebentar lagi deh,oh iya tolong buatkan sup panas bik,badan saya menggigil nih!!!" seru Ayza sambil duduk di sofa ruang keluarga dan berusaha meniup jemarinya yang lentik agar hangat
Suasana ruangan di dalam rumah yang hening mendadak terdengar nada dering Handphone milik Ayza, seseorang menelepon "nananana...dring.."
"Halo,Ma.Kenapa malam begini kok nelpon? mama ga sibuk?" tanya Ayza yang sedikit heran
"Za,papa..huhuhu..papa masuk Rumah Sakit.." isak tangis mama dari telpon yang menguatkan Ayza
"Appaaa!!! Kenapa bisa ma?" ia terkejut mendengar kabar itu
"Papa kecelakaan waktu mau jemput mama di kantor,sekarang..papa lagi di operasi. Za,mama takut..mama takut papa kenapa-kenapa.." tangisan mamanya semakin menjadi
Kabar buruk itu disambut oleh suara langit yang menggelar dan derasnya hujan yang dahsyat,seolah langit pun mengiringi suasana sedih yang Ayza terima.
"Papa.." Ayza yang tak sanggup menerima kabar itu pun seketika pingsan
"NON!! Non Ayza kenapa? Non bangun!!!" bibi yang baru selesai membuat sup di dapur langsung terkejut melihat Ayza yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Ia berusaha membangunkan nona besarnya itu,dan memapah Ayza ke dalam kamar.
Beberapa menit berlalu akhirnya Ayza tersadar, ia menangis tanpa henti mangingat papanya yang sedang menjalani operasi.
Iringan derasnya hujan menambah kesedihan yang mendalam,malam yang menyayat hati mengikis relung jiwa dipenuhi suara isak tangis seorang gadis di dalam kamarnya.
Air mata yang menderai dan suara tangis yang mengalahkan gemuruh langit yaang kelam.
Rintihan hujan mengisyaratkan air mata yang terus mengalir di pipi Ayza malam itu.
~「SEKIAN」~
😘💜