Safira membuka halaman pertama buku resep makanan.cumi-cumi goreng,ayam kecap bakar,lasagna keju jagung,makaroni panggang,dan masih banyak lagi jenis makanan dalam buku itu.tapi,yang paling menarik perhatian Safira adalah Zuppa soup.bentuknya sangat lucu.rasanya juga pasti enak.seketika,Safira tersenyum lebar
"bunda...bunda,lihat,"Safira memanggil bunda yang sedang menggoreng tempe di dapur.
"kenapa,Safira?"tanya bunda.mata bunda masih melihat ke arah penggorengan,khawatir tempenya gosong.
"ada makannya yang berbentuk lucu,namanya zou-pa so-up,"Safira masih sulit mengucapkan kata Zuppa soup.
bunda mematikan kompor,lalu bertanya lagi.
"Zuppa soup?susah enggak buatnya?"
Safira angkat bahu
"ya sudah,nanti sore kita beli bahan-bahannya,"bunda tersenyum."terima kasih,ya sudah membatu bunda menemukan resep makanannya."
membantu menemukan resep makanan? bunda,kan,bisa mencari resep makanan sendiri.lagi pula kalau memasak untuk sehari-hari,tidak perlu mewah dan ribet,kan?Oo,ternyata bundanya Safira seorang juru masak di sebuah restoran.
terus...mengapa mencari resep makanan?ternyata,kepala koki di restoran meminta seluruh juru masak membuat atau menemukan makanan yang di tawarkan beragam.
bunda memasukan kulit pastry ke dalam keranjang lalu membayar seluruh belanjaan di kasir.
"membuat Zuppa soup-nya besok saja,ya,sudah sore,"ujar bunda.
Safira mengangguk
KEESOKAN HARINYA
Safira baru saja selesai mandi. dia berlari ke dapur dan membantu bunda membuat Zuppa soup.
"ayo,bunda,kita buat Zuppa soup,"ajak Safira bersemangat.
mulailah mereka membuat Zuppa soup.susu cair,ayam,jamur,dan bahan lainnya di campur di buat sup krim.Hm,pasti rasanya akan sangat lezat.setelah sup krim matang,di masukkan ke dalam mangkuk dan di tutupi dengan kulit pastry.setelah itu di masukkan ke dalam oven.kurang lebih lima belas menit di bakar, Zuppa soup pun siap di hidangkan.tapi,ada yang aneh pada kulit pastry-nya.apa,ya?
"yah,gosong,"keluh Safira kecewa.
kulit pastry yang mengembang ternyata sedikit gosong.rasanya pun sedikit pahit.
"yang itu memang gosong,tapi yang ini...,"bunda menaruh semangkuk Zuppa soup ke atas meja.
"wah ...mengembang bagus dan enggak ada yang gosong.bunda hebat,"puji Safira.
bunda tersenyum."ayo,di cobain dulu,"ujar bunda.
Safira menggambil sendok lalu menghancurkan pastry yang mengembang sempurna.di sendoknya sup krim yang masih panas.
"rasanya enak banget,bun,"teriak Safira senang.
"Alhamdulillah....besok,bunda akan membuat Zuppa soup di restoran tempat bunda bekerja.ingatkan bunda membawa bahan-bahannya,ya."
Safira menganggung sambil tersenyum.
keesokan harinya,bunda berangkat dengan terburu-buru.
"sudah bawa bahan-bahannya,Bun?"tanya Safira ketika bunda berada di motor.
"sudah,"jawab bunda lalu menjalankan motornya.
Safira memasuki rumah.
sore hari,bunda pulang dengan wajah murung.
"kenapa,Bun?"tanya Safira sambil mengikuti bunda memasuki rumah.
"kata chef Wildan,Zuppa soup buatan bunda terlalu biasa. tidak perlu ke restoran juga bisa makan Zuppa soup,"jawab bunda kecewa."kalau mau Zuppa soup,harus membuat yang luar biasa,"bunda melanjutkan.
chef Wildan adalah atasan di restoran tempat bunda bekerja.
"terus gimana?apa bunda sudah punya resep yang luar biasa?"Safira bertanya lagi.
"bunda masih binggung.inginnya,sih,tetap Zuppa soup.tapi di buat apa,ya,supaya rasanya beda?"bunda duduk di sofa dengan wajah binggung.
"o,iya bunda mau rujak?aku beli rujak sebelum bunda pulang,"Safira menawarkan.
"ya bunda mau,"ujar bunda.
Safira lalu mengambil rujak yang ada di dalam kulkas."ini Bun,"Safira memberi sepiring rujak.
"wah pedas banget.safira,tolong ambilkan minum,ya,"komentar bunda sambil menahan pedasnya bumbu rujak.
"pedas juga bumbu rujaknya.biasanya enggak sepedas ini.Hm,kok tumben buahnya hanya nanas,melon,dan semangka.biasanya buahnya banyak?"tanya bunda
"iya Bun,buah yang lain jelek-jelek.jadi aku cuma beli melon,semangka,dan nanas,"jelas Safira sambil duduk di sebelah bunda.
"pedas...nanas....oh,Safira,bunda tahu Zuppa soup yang luar biasa."
bunda menggambil Zuppa soup dari dalam oven.dia tersenyum melihat kulit pastry mengembang dengan sempurna.dihidangkannya Zuppa soup di atas meja.
"ini Safira, Zuppa soup luar biasanya,"kata bunda senang.
Safira mengambil sendok lalu memakan krim supnya."ada rasa nanasnya,"ujar Safira.
"Hihihi,bunda memang menambahkan nanas dalam Zuppa soup itu.luar biasa,kan?Nah bunda juga sedang membuat Zuppa soup yang lebih luar biasa.Namanya... Zuppa soup super pedas...,"bunda tertawa.
"wah,bunda hebat.bunda,kok,bisa mendapatkan ide kayak gitu?idenya dari mana?"
"dari rujak,hehehe..."
bunda menghidangkan dua piring Zuppa soup di atas meja.bukan meja rumah,melainkan meja kepala koki.
"Zuppa soup lagi?"tanya chef Wildan.bunda mengangguk.
"apakah rasanya enak?"chef Wildan tampak ragu
bunda hanya tersenyum.
chef Wildan mengambil sendok lalu menyuap Zuppa soup pertama."Hm...nanas.ada nanas di dalam Zuppa soup ini?"chef Wildan menajamkan lidahnya.mencoba merasakan buah nanas.
"memang,saya tambahkan nanas ke dalam Zuppa soup itu.kalau Zuppa soup yang ini rasanya berbeda,"
bunda menggeser mangkuk Zuppa soup yang lain mendekati chef Wildan.
chef Wildan menyendok Zuppa soup di mangkuk yang kedua.dia langsung mengerutkan kening.
"sangat pedas! tapi...enak juga,"kata chef Wildan sambil mengelap mulutnya dengan tisu."Zuppa soup yang luar biasa.cocok di jadikan menu di restoran ini,"ujar chef Wildan.
bunda tersenyum gembira