Kepalaku terasa berat, aku memaksakan membuka mataku namun yang kulihat hanyalah sebuah ruangan sepi yang diterangi sebuah cahaya dari lubang jendela yang menyeruak.
suara deburan ombak terdengar ditelingaku, aku berpikir "Tempat apa ini? apa aku dikapal?".
tanpa sadar aku mencoba berdiri untuk menghampiri jendela namun tubuhku terikat disebuah kursi, aku mencoba berteriak namun mulutku tersumpal.
kepalaku yang semakin memberat terasa sangat menyakitkan, hingga akhirnya aku kembali menutup mataku.
"lemparkan dia!". samar samar aku mendengar seseorang mengatakannya. aku mulai membuka mataku, disaat yang sama tubuhku terlempar ke dalam deburan ombak tenang di laut yang diselimuti sepi.
tubuhku tak lagi terikat dengan kursi, namun tangan dan kakiku masih terikat tali dengan kencang membuatku tak bisa berenang. mulutku yang sudah tak tersumpal mencoba untuk berteriak, namun bagaimanapun aku mencoba tak ada satu hurufpun yang keluar dari mulutku justru air masuk ke dalam mulutku.
di dalam keheningan laut aku mulai pasrah, lalu datang sebuah kapal pesiar dan membuat kapal yang menyekapku tadi pergi.
aku bertanya dalam hatiku "Inikah akhirku? begini tragiskah kematianku?". tubuhku makin tenggelam ke dalam lautan. aku yang sudah tak sanggup berusaha dan kini sudah pasrah hanya bisa berharap, agar setidaknya ada yang menemukan mayatku dan memakamkan tubuhku dengan layak.
aku tak ingin berharap ada orang yang menyelamatkanku, karna bila harapanku tak terwujud maka kematianku akan lebih tragis.
aku mulai menutup mataku, namun tak disangka sangka kulihat seseorang menyelam mengejar tubuhku yang tenggelam. ada secercah harapan, namun kupikir itu hanya ilusiku.
mataku tertutup sempurna, namun tubuhku merasakan ada orang yang memeluk tubuhku dan membagi nafasnya untukku. mataku mulai terbuka kembali, bayangan orang yang menyelamatkanku nampak jelas terlihat. namun karena terlalu lelah, aku akhirnya pingsan dipelukan orang itu.
perlahan lahan mataku kembali terbuka, kulihat seseorang sedang menatapku. dia begitu cantik dan terlihat bercahaya, karna terpaan sinar matahari yang mulai tenggelam.
"apakah aku sudah diakhirat? aku pikiir aku akan masuk neraka ternyata aku masuk surga" hal yang pertama kali aku katakan setelah terbangun dari pingsanku.
"nona, kau masih hidup. kau belum meninggal" ucap seorang pria yang begitu cantik bagaikan malaikat. aku merasa familiar dengan wajah itu, aku mengingat ngingat "apakah aku pernah bertemu pria cantik ini?".
terlintas sebuah ingatan dalam pikiranku, lalu aku bertanya "Apakah kau tuan ANSHEL CUSTODIO?"
"benar saya ANSHEL CUSTODIO!" jawab pria itu membenarkan.
ANSHEL CUSTODIO seorang anak semata wayang keluarga terkaya nomor dua didunia yang kini menjadi nomor satu karna usaha ANSHEL. keluar CUSTODIO adalah keluarga yang terkenal akan kelembutan dan rupa mereka yang bagaikan malaikat, hampir semua nama anggota keluarga mereka memiliki arti malaikat. mereka memiliki bisnis pusat perbelanjaan yang tersebar diseluruh dunia yaitu pusat perbelanjaan "ANGEL'S CORPORATION" selain hal itu, pikiranku juga bertanya "apa dia yang menyelamatkanku?"
"lalu siapa namamu?" tanya Anshel padaku balik.
Aku? sesaat sebelum aku lahir nenekku yang masih pecaya pada ramalan mendapatkan ramalan, bahwa aku akan menjadi orang jahat yang tidak berperasaan dengan kata lain orang yang sangat dingin. sehingga nenekku meminta ayahku untuk memberiku nama EVIL, pada akhirnya namaku adalah EVILIA JHONE anak bungsu dari dua bersaudara keluarga JHONE. keluarga JHONE awalnya adalah keluarga terkaya ke tiga didunia setelah keluarga CUSTODIO, namun karena keluarga HANSEL yaitu keluarga terkaya pertana didunia kalah melawan ANSHEL yang akhirnya membuat keluarga HANSEL hancur, mambuat keluargaku naik menjadi keluarga terkaya kedua didunia. keluargaku memiliki bisnis jam tangan yaitu "G.J CORPORATION" dengan merek jam tangan "GLORY". jam tangan dengan teknologi tercanggih didunia, dan bekerja sama dengan ANGEL'S CORPORATION. namun kini G.J CORPORATION dipimpin oleh kakakku yaitu ALLAN JHONE, sedangkan aku memilih hidup mandiri, meninggalkan LONDON dan pindah ke SINGAPORE dan mendirikan perusahan "E.J CORPORATION" yaitu perusahaan perhiasan terbesar di asia. dan membuatku menjadi orang terkaya di asia.
"kau tidak perlu tau namaku" jawabku acuh.
"kau sangat dingin nona, maka aku akan memanggilmu My Love" ucap pria itu padaku yang membuatku sangat terkejut.
"My Love? apa maksudmu? kita baru saja bertemu" tanyaku pada pria cantik didepanku ini.
"kalau begitu beritahu namamu padaku!" saut Anshel.
"EVIL" ucapku singkat.
"haha namamu memang pantas dengan sifatmu. kalau begitu namaku ANSHEL" ucap pria itu padaku yang membuatku kesal.
"aku sudah tau, untuk apa kau mengatakannya lagi?" sautku mulai meninggikan suaraku.
"karna namamu EVIL yang berarti jahat sedangkan aku ANSHEL yang berarti malaikat. maka kita akan cocok" ucapnya lagi.
"cocok apanya? itu justru kebalikannya." jawabku sudah mulai geram.
"karna itu akan saling melengkapi" jelas pria itu.
"sudahlah, terserahmu. aku mau pulang!" ucapku meredakan amarahku
"rumahmu dimana nona? biar aku antar" seru Anshel.
"antar saja aku kedarat, aku akan pulang sendiri" jawabku ketus.
"tidak nona, sebelum aku mengetahui rumah nona aku tidak akan melepaskan nona. setidak nya setelah tau apakah ini penipuan atau bukan. jawabnya serius yang membuatku terbungkam.
aku tidak bisa memberitahukan identitasku yang sebenarnya baik sebagai putri keluarga jhone ataupun pemilik E.J.C. tapi dengan kekuatannya jika aku berbohong maka akan ketahuan pula pada akhirnya. aku hanya bisa tinggal sementara dengannya.
"sebenarnya aku yatim piatu, aku dicelakai oleh orang yang dijodohkan dengan pacarku karna mereka adalah orang kaya" jawabku setelah banyak pertimbangan. walau aku tau yang mencelakaiku adalah satu satunya anggota keluarga HANSEL yang tersisa yaitu MEGHAN HANSEL.
karna dengan meninggalnya aku maka keluarga JHONE akan terguncang dan membuat CUSTODIO goyah yang akhirnya akan sama seperti keluarga HANSEL.
"jadi..... kau, hanya tunawisma?" ucap Anshel
seketika aku menjadi marah, tapi aku harus menahannya karena aku memang berbohong tentang itu. setidaknya jika aku mengatakan kalau aku tunawisma maka dia tidak akan kaget jika dia tidak menemukan informasi apapun tentangku.
"kalau begitu kau harus tinggal denganku". ucap Anshel.
dengan terpaksa aku mengiyakannya, lalu dia membawaku kesabuah mansion di pulau pribadi miliknya. diam2 aku menelfon perusahaan agar mereka menelfon keluargaku kalau akau baik baik saja namun aku tidak bisa mengurus E.J.C supaya bisa diambil alih oleh kakak atau ayahku.
hari demi hari kulewati bersama Anshel, kini sudah tiga bulan sejak pertemuanku dengan Anshel. hingga detik ini seharusnya Anshel sudah menemukan kebenaran bahwa aku menipu atau tidak. tapi dia masih tak mau melepaskanku, dia bilang aku terlihat mencurigakan karna aku tak memberi tahu nama panjangku.
Anshel tak bisa mengenaliku karena aku memang tak pernah menampilkan diri di media baik sebagi putri keluarga jhone ataupun pemilik E.J.C.
berbeda dengan Anshel, sorotan media sudah bagaikan angin baginya.
sekian lama waktu berlalu, setengah tahun sudah berlalu sejak kami bertemu di laut saat itu. benih benih cinta hadir di hati kami masing masing, tepat hari ini Anshel mengajakku keluar pulau dengan kapal pesiar. indahnya matahari tenggelam menerangi langit dan ditambah ketenangan dan sejuknya lautan. angin berhembus kencang namun aku masih terlena oleh keindahan, dari belakang Anshel berjalan tanpa kusadari.
dia berjongkok dan memanggil namaku "EVIL aku tak tau siapa dirimu, bahkan nama panjangmu. tapi sifat dinginmu menambahkan suasana baru yaitu kebahagian dan kenyamanann dalam hatiku, walau keluargaku tak akan menyetujui hubungan kita aku akan berjuang untukmu. Apapun yang terjadi aku tak ingin berpisah darimu, aku akan melawan dunia untukmu."
Anshel membuka kotak ditangannya, dan menampilkan cincin didalamnya yang ternyata adalah perhiasan ekslusif dari E.J.C.
"aku tau ini bukan cincin buatan perusahaan terkenal dunia. tapi cincin ini buatan perusahaan terbesar ASIA yang hanya ada satu didunia. perusahan baru yang suatu saat akan menjadi bintang dunia. SO.....WILL YOU MARRY ME?(jadi...... maukah kamu menikah denganku?)" Ucap anshel.
aku tertawa melihat dia memberikan cincin dari perusahaan ku padaku.
"kenapa kau tertawa?" tanyanya padaku.
"aku terlalu senang" jawabku padanya.
"YES.....I WILL (ya......aku akan menikah denganmu)" lanjutku
dia mengambil tanganku dan memasangkan cincin itu di jariku.
pertemuan singkat kami di laut singapore yang akhirnya membuat kami tinggal bersama di sebuah pulau pribadi di THAILAND, dan liburan kami yang berakhir di HAWAI. dan sekarang saatnya pertemuan seumur hidup kami dimulai.
aku tidak tau apa yang dilakukannya di singapore yang aku tau hanyalah kalau anshel ke singapore untuk mendiskusikan pembatalan perjodohannya dengan wanita yang dijodohkan dengannya, namun dia tidak menemukan wanita itu dan akhirnya bertemu denganku. aku pikir "aku juga dijodohkan dengan seseorang, tapi jika aku membawa pria ke hadapan DADDY, pasti akan direstui."
kini sudah satu bulan, anshel memutuskan membawaku menemui orang tuanya di NEW YORK. Sesampainya dirumah Anshel aku melihat dua mobil yang tidak asing, aku pikir "mungkin hanya sama".
ketika sampai dipintu kulihat ada orang tua Anshel yaitu ayahnya ANXO CUSTODIO dan ibunya AILEEN JAMES CUSTODIO sedang duduk di ruang tamu dengan tamu tamunya.
Anshel berjalan kesana sedangkan aku masih berdiri didekat pintu,
"MOM DAD, Aku mau bicara!" ucap Anshel pada orang tuanya.
lalu melihat tamu didepannya dan menyapa "Halo om EDWARD, tante AURA"
DEG..... jantungku berdetak sangat kencang. aku berlari meninggalkan rumah itu tak tahu kemana. ya mereka orang tuaku, ayahku adalah EDWARD JHONE dan ibuku AURA LOUISE JHONE. selain mereka aku tau jika pasti ada kakakku juga disana, karna salah satu mobil yang aku lihat adalah miliinya dan dia tidak pernah membiarkan orang lain mengendarai mobilnya.
aku terhenti disebuah pinggir jalan, aku melihat pantai didepanku. aku berlari ke pantai namun saat aku sedang menyebrang jalan, tiba2 ada mobil yang menabrakku dari arah samping. seketika aku terjatuh dan pingsan, aku tak tau apa yang akan terjadi padaku. aku hanya berharap agar jika aku pergi tidak ada yang akan menangis untukku.
kepalaku terasa pusing, aku membuka mataku dan melihat seseorang berdiri dihadapanku.
"ini.......rumah sakit?" tanyaku padanya
"anda sudah bangun nona? benar ini rumah sakit. untung saja nona tidak terluka parah, hanya luka luar. nona harus extra hati hati apalagi nona sedang hamil dan usia kandungan nona sudah mencapai 2 bulan" ucap suster itu
"hamil? pantas aku merasa sudah lama tidak datang bulan. siapakah yang membawaku kesini? apa orang itu sudah tau?" tanya lagi pada suster itu.
"yang membawa nona adalah keluarga anda. kami belum memberitahu mereka, baru saja kami ingin memberitahu mereka" jelas suster itu.
"kalau begitu jangan beritahu ya sus!, biar saya yang memberitahu mereka." pintaku padanya yang aku juga tidak tau kemana sifat dinginku saat ini.
"anda tenang saja nona. oh ya nona, seluruh keluarga anda juga sangat khawatir" seru suster itu.
aku berpikir "seluruh keluarga?mungkinkah ada juga Keluarga CUSTODIO?" Pasti mereka tau.
"baiklah terimakasih sus" ucapku
suster itu keluar, tak lama datang Anshel terengah engah, lalu menyusul seluruh keluarga JHONE DAN CUSTODIO, ke-6 orang itu menatapku.
"nak kau baik baik saja?" tanya ibuku padaku.
"kau itu bagaimana? nama saja yang EVIL tapi lawan mobil langsung pingsan" saut kakakku menyentil dahiku.
"awww.... hentikan itu" ucapku dingin pada kakakku.
"yah kau memang tidak berubah" lanjut kakakku.
sedangkan ayahku hanya diam tak bersuara sambil menyilangkan tangannya, yang berarti ayahku sangat marah.
"syukurlah kau baik baik saja" ucap tuan dan nyonya CUSTODIO bersamaan.
sedangkan Anshel.... dia marah, dia menahan amarahnya bahkan dia tak sadar jika keluarga JHONE adalah keluargaku.
"HONEY....... kenapa kau pergi? bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? aku tak akan sanggup" ucap Anshel yang berjongkok dilantai sambil menangis.
seketika keluarga ku terkejut begitupula keluarga CUSTODIO. aku menyadarinya namun bagiku yang lebih penting adalah menenangkan Anshel.
aku turun dari ranjang, tanganku meraih wajah Anshel dan menangkupnya. aku mengusap air matanya lalu aku berkata
"tidak apa. kau lihat! sekarang aku baik baik saja." ucapku lalu aku memeluk Anshel.
"Anshel maksudmu wanita yang kau cintai adalah EVIL?" tanya kelima orang itu bersamaan, bahkan ayahku.
"bagaimana jika kau ceritakan kejadian saat aku pergi tadi?" pintaku pada anshel
"aku mengatakan pada orang tuaku bahwa aku mencintai orang lain, lalu aku meminta maaf pada tuan dan nyonya JHONE kalau aku ingin membatalkan pertunangan kami. ketika aku ingin memanggilmu, kau menghilang. lalu tuan jhone mendapat telpon kalau putrinya kecelakaan, lalu kaluarga JHONE DAN CUSTODIO mendatanginya. sedangkan aku mencarimu, lalu aku dapat kabar kalau kau kecelakaan jadi aku langsung menuju kesini. Aku melihat suster keluar jadi aku langsung berlari masuk kesini." Anshel menjelaskan dengan dia yang masih terisak, bahkan kalinat yang muncul dari bibir indah itu tak sesempurna biasanya dan dia juga tidak sadar akan hal lain dan hanya fokus padaku. bahkan sampai sekarang masih tak menyadari keberadaan keluarga JHONE DAN CUSTODIO.
apa yang dijelaskan Anshel membuatku tertegun
"Jadi orang yang dijodohkan denganku adalah Anshel" pikirku
"Honey...... jangan tinggalkan aku lagi" ucap anshel makin mempererat pelukannya padaku.
"iya...." ucapku menampilkan senyuman dan lagi lagi membuat seluruh orang diruangan itu terkejut tentu saja kecuali aku dan Anshel.
aku yang terkenal memiliki sifat yang mirip dengan ayahku yang dingin, kini menampilkan senyuman yang begitu hangat pada Anshel.
setelah Anshel tenang dan mulai sadar dia menatapku meminta penjelasan, aku mengajak semuanya duduk di sofa lalu menjelaskan semuanya.
keluarga JHONE DAN CUSTODIO memutuskan melanjutkan perjodohan kami, dan mempercepat pernikahan kami menjadi bulan depan.
HARI INI ADALAH HARI PERNIKAHAN KAMI.
Aku gugup, aku menggandeng tangan ayahku berjalan melewati altar menuju calon masa depanku. dia mengulurkan tangannya, ayahku melepaskanku lalu aku meraih tangan Anshel.
kini aku dan Anshel berdiri di depan pendeta.
"ANSHEL CUSTODIO, APAKAH KAU BERSEDIA MENERIMA EVILIA JHONE SEBAGAI ISTRIMU DALAM KEADAAN SEHAT MAUPUN SAKIT, KAYA MAUPUN MISKIN, SENANG MAUPUN SUSAH?"
"EVILIA JHONE, APAKAH KAU BERSEDIA MENERIMA ANSHEL CUSTODIO SEBAGAI SUAMIMU DALAM KEADAAN SEHAT MAUPUN SAKIT, KAYA MAUPUN MISKIN, SENANG MAUPUN SUSAH?"
Aku dan anshel menjawab bersamaan
"AKU BERSEDIA".
lalu kami mengucapkan janji suci, resepsi berkhir bahagia.
malam tiba Anshel merengek padaku meminta jatahnya, katanya sudah satu bulan dia berpuasa sekarang sudah saatnya dia buka puasa. dia bilang ingin cepat cepat punya anak. aku bilang padanya untuk pelan pelan saja, tapi dia justru ngambek. yah apa boleh buat akhirnya aku memberitahunya bahwa aku hamil. dia sangat senang bahkan di waktu yang sudah menunjukan tengah malam ini dia memberitahu keluarga JHONE DAN CUSTODIO lewat telepon, merekapun sangat bahagia.
pada akhirnya Anshel mau melakukannya pelan pelan. aku senang kami sudah bahagia, terkadang aku juga mengontrol E.J.C secara online.
Hari ini aku melahirkan dua pasang anak, yang diberinama
"ALVIN CUSTODIO DAN ALVINA CUSTODIO". kini keluarga kecil kami sudah lengkap.
kehidupan kami terus berjalan, walau kadang ada masalah dalam keluarga kami. Seperti Aku dan Anshel yang terkadang bertengkar, masalah yang tak kunjung habis, dan sebagainya. namun kami menghadapinya bersama sama, keluarga kecil kami mengadapinya dengan keteguhan kepercayaan dan persatuan. Dan soal MEGHAN HANSEL yah aku sudah membuatnya gila dan sekarang dia ada di rumah sakit jiwa.
MENURUTKU CINTA ITU BAGAIKAN SEBUAH GERBANG.
KEPERCAYAAN SEBAGAI PONDASINYA
SEPASANG KEKASIH SEBAGAI TIANGNYA
SALING TERBUKA SEBAGAI PINTUNYA
SALING MELENGKAPI SEBAGAI DINDINGNYA
TENTU SAJA KEMESRAAN DAN ANAK ADALAH PELENGKAPNYA YANG MENAMBAH KEINDAHAN GERBANG ITU.
THE END