Di bawah langit biru yang indah ini terdapat sebuah rumah yang besar seperti istana, halaman rumah nya juga di penuhi dengan berbagai tanaman yang indah. Bisa dibilang cocok untuk berfoto-foto di sekitar sini karena pemandangan nya yang indah. Apalagi dengan dekorasi tamannya seperti air mancur dan kurcaci taman. Satu hal yang tidak ku ketahui adalah
'Mengapa aku ada di sini? Dan aku tidak pernah melihat rumah semewah ini di sekitar rumahku. Ah ya sudah lah selagi masih di sini lebih baik aku berkeliling di sekitar sini.' Batinku.
Saat sedang berkeliling tiba-tiba saja aku mendengar suara orang yang sedang berbicara. Dan aku pun segera bersembunyi di balik semak-semak. Ketika ku bersembunyi di balik semak-semak ternyata di semak-semak tersebut terdapat banyak sekali semut. Lalu, aku pun segera berdiri karena sudah tidak tahan dengan gigitan semut yang cukup banyak.
“ PENGAWAL!! ” teriak dua orang yang sedang berbicara tadi.
“Ada apa?” tanya pengawal tersebut.
“ Wanita itu adalah penyusup. Dia berniat ingin melukai tuan muda. “ tunjuk dua orang tersebut ke arahku.
“ Hei ini semua salah paham. Aku tiba-tiba saja ada di sini “ Jelasku.
Lalu pengawal pun segera membawaku ke dalam. Tanpa mendengar penjelasan ku. Dan saat masuk ke dalam aku pun terpesona dengan ruangan yang luas dan indah ini. Lalu terdapat banyak pelayan yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Biar ku tebak aku akan di bawa ke tuan muda yang mungkin sudah memiliki istri. Dan ya aku sudah tiba di tempat tuan muda itu sedang berkumpul bersama keluarganya.
“ Hei,,,hei ada apa ini?” tanya pria yang tampan itu kepada pengawalnya.
“ Dia adalah penyusup tuan. Dia ingin melukai tuan” kata pengawal.
“Mana mungkin wanita secantik dia ingin melukai ku”
“ Kan sudah ku katakan kalau itu tidak benar. “ kataku.
“ sudah, tinggalkan saja dia di sini dan biar ku urus dia”
Lalu pengawal itu pun pergi dan meninggalkan ku di sini bersama pria tampan yang tidak ku kenal namun membuat ku terpesona. Dan aku pun segera duduk di sofa yang kelihatannya empuk. Kini suasana hening yang menemani kami bersama dengan rasa penasaran. Sungguh ini menyiksa sekali untuk ku karena aku penasaran dengan nya.
“Lalu, boleh kah aku kembali ke rumahku?” tanyaku padanya.
“ Tunggu sebentar, kita belum berkenalan”.
“Baiklah. Namaku Nay” .
“ Namaku Ken. Hm bolehkah aku bertanya kepada mu?”
“ Ya tentu saja.”
“Kau dari mana?”
“ Kau bertanya kepadaku? Sedangkan aku juga tidak tau sekarang berada ada di mana. “
Lalu suasana kembali hening lagi. Dan tentu saja masih ada keheningan di sini. Sampai-sampai pengawal yang berjaga di depan tadi berlari masuk ke dalam untuk mendatangi tuan muda,Ken.
“Tuan, gawat ada tuan Roland yang sedang mencari tuan. Dan dia membawa pasukannya untuk melukai tuan” kata pengawal itu.
“Baiklah ternyata mereka benar-benar berniat melukai ku. Beritahu dia jika ingin bertemu denganku temui aku di hutan belakang dan tepatnya di ujung hutan. Aku akan menunggu di sana”.
“ Tapi, tuan di sana kan ada tebing ”.
Ken hanya terdiam dan segera menarikku untuk pergi dari rumah ini. Dan pengawal tersebut segera menyampaikan pesan tuan muda. Saat di perjalanan menuju hutan aku pun bertanya kepadanya
“Hei,,aku ingin bertanya kepada mu siapa itu Ronald? Dan mengapa ia ingin melukai mu?”
Dia mendengar hal itu pun segera berhenti di tengah hutan. Dan tentu saja aku merasa tidak enak karena telah bertanya sesuatu yang mungkin menurutnya sangat tidak sopan bertanya seperti itu di saat pertama bertemu.
“ Dia dulunya adalah kakak angkatku dan dia juga telah melukai orang tuaku karena ia ingin sekali mewarisi semua harta kekayaan milik orang tuaku. Dan sebenarnya harta kekayaan milik orang tuaku sudah dibagi rata untuk kami berdua tapi ia merasa tidak puas dengan harta itu dan berniat ingin melukai ku sejak dulu. Dan lebih parahnya dia sering melukaiku dan aku sering ke psikiater karena aku tahu kalau ia memiliki gangguan mental. Mulai saat itu aku berniat pindah ke rumah orang tuaku yang ku tempati sekarang dan ini adalah tempat satu-satunya yang tidak ia ketahui tapi tidak untuk sekarang” jelasnya.
“ sabar ya, aku tau kamu mampu menyelesaikan semua ini. Dan maaf telah bersifat lancang kepadamu”
“ Tidak apa-apa. Lagi pula kini aku merasa lebih baik telah menceritakan nya kepadamu. Dan aku juga merasa lega telah bertemu denganmu”
“ Apa maksud mu? Apa kita pernah bertemu?”
“ Yang itu biar nanti ku jelaskan padamu. Sekarang kita harus ke ujung hutan itu. “
Lalu kami segera pergi ke ujung hutan tersebut. Tak butuh waktu lama kami tiba di sana. Dan Ken menyuruhku untuk bersembunyi di balik semak-semak itu.
'Oh ayolah semak-semak lagi. Kali ini ku mulai benci dengan semak-semak.' Batinku ketika bersembunyi dibalik semak-semak.
Saat ku bersembunyi di balik semak-semak, aku melihat Ronald dan kawan-kawannya telah menghadang Ken dan tentu saja aku melihat mereka membawa senjata.
“Hai dik, apakah ada kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan?” Tanya Ronald pada Ken karena ia tahu adiknya sudah berada di ujung tebing.
“ Nay, aku mencintaimu sejak lama. Terima kasih untuk hari ini dan aku tidak menyangka kau benar-benar datang padaku. Dan terima kasih juga telah hadir ke mimpiku walaupun saat itu kita belum sempat berkenalan dan percayalah aku sudah sejak lama mencarimu dan sampai pada saat ini ku menemukanmu. Terima kasih telah hadir ku harap kau mau menungguku kembali. Dan aku akan menemukan mu lagi. Sampai jumpa lagi Nay.”
“Ternyata adikku sedang jatuh cinta” kata Ronald lalu mereka tertawa.
Dan tiba-tiba saja ia terjatuh dari tebing itu.
“KEN!!” teriakku dari balik semak-semak itu.
Lalu aku segera terbangun dari tidurku. Dan tentu saja orang tuaku panik mendengar ku tiba-tiba saja teriak di tengah malam.
“ Hei ada apa sayang?” tanya mama yang mendatangi ku ke kamarku.
“Ken mah dia jatuh dari tebing “ .
“ Siapa yang jatuh dari tebing? Sudahlah itu hanya mimpi buruk sayang”.
“ Tapi mah”
“ Itu hanya mimpi buruk sayang. Atau mama perlu tidur disini juga sayang biar kamu bisa tidur. “
“ Tidak perlu ma, aku bisa sendiri”
“Oke”
Lalu mama kembali ke kamarnya dan aku pun segera kembali tidur. Keesokan harinya ku terbangun karena mama membangunkan ku karena ada teman pria yang mendatangi ku. Aku pun segera terbangun dan segera keluar dari kamar.
“ Hai “ sapa pria itu padaku.
Lalu aku segera memeluknya dan menangis di dalam pelukannya. Orang tuaku bingung mengapa ku menangis di pelukannya. Dan aku pun segera melepaskan pelukan ku dari nya.
“ Aku menepati janjiku kan?” tanya dia padaku.
“ Iya “
“ Nay, kalian udah lama kenal?” tanya mama.
“ Ya, ma “
“ Begini Tante, aku kesini untuk melamar anakmu” kata Ken.
“ A-apa? I-ini bukan mimpi kan?” tanya Mama pada Papa.
“ Ini bukan mimpi ma. Anak kita sudah besar” jelas besar.
“Apa pun keputusan Nay kami akan menerima nya “ kata Papa.
“ Ya aku mau Ken.” Kataku pada Ken .
Dan kami memutuskan untuk menikah tahun depan. 1 tahun kemudian, aku dan Ken menikah. Dan kami resmi menjadi pasangan suami istri. Dan kami dikaruniai anak kembar yang bernama Leora dan Lea.
*****
Happy reading semuanya.
Jangan lupa like dan komen ya.
Dan makasih sudah mampir.