"Mengapa Paman tidak mau menerima cintaku tanya viola kepada Hasan.
"Kita ini berbeda umur sangat jauh viola, aku ini lebih pantas menjadi pamanmu daripada menjadi suamimu," jawab Hasan.
"Tapi aku mencintaimu," jawab Viola.
Hasan menghela nafasnya secara kasar karena pria itu tidak mau bermain-main dalam hal cinta. Hasan berpikir kalau Viola hanyalah gadis yang masih berusia muda sedang dilanda asmara.
Hasan tidak ingin pernikahan hanya dijadikan permainan oleh anak yang masih berusia 19 tahun.
"Mengapa kau selalu menganggapku anak kecil, di mana letak kesalahan ku dan aku selalu bersikap dewasa," Jawab Viola.
"Ayolah Viola, pernikahan itu bukanlah sebuah permainan, dan pernikahan adalah sesuatu yang harus di lalui bukan hanya 1 hari, minggu atau bulan. pernikahan itu harus dilalui oleh sepasang suami istri dalam jangka yang sangat panjang," ucap Hasan sambil menjelaskan kepada Viola.
Hasan selalu menganggap Viola sebagai anak kecil yang belum mengerti arti dari berumah tangga. pria itu selalu menganggap Viola sebagai gadis yang masih belum matang untuk diajak rumah tangga, secara wajah memang Hasan tertarik dengan gadis itu. namun usia Hasan yang sudah matang memasuki usia 38 tahun. pria itu tidak ingin bermain-main dalam urusan rumah tangga.
"Mengapa kau selalu menganggapku sebagai anak kecil, dasar kau pria yang menjengkelkan!!" seru Viola sambil meninggalkan Hasan.
Terlihat Gadis itu pergi dan menutup rumah Hasan dengan sangat keras.
"Heh..." Hasan menghela nafasnya. terlihat tatapan mata Hasan tertuju pada sosok Viola yang sudah meninggalkan rumahnya.
8 hari kemudian
Seorang pria terlihat mondar-mandir di depan rumahnya, karena dia mengkhawatirkan seorang gadis yang tidak menampakan dirinya di rumah Hasan selama 8 hari.
"Kenapa dia tidak menampakan dirinya beberapa hari ini? apakah dia masih marah denganku," ucap Hasan saat berdiri di depan rumahnya.
Tak lama kemudian.. akhirnya Hasan memilih untuk mencari keberadaan Viola. terlihat Gadis itu sedang bekerja di sebuah rumah makan cepat saji.
"Syukurlah kalau dia tidak apa-apa," ucap Hasan saat melihat Viola hendak pulang dari tempat kerjanya.
Ingin hati Hasan mendatangi Viola, pria itu berjalan menuju keberadaan gadis kecil yang selalu mengekor padanya. tiba-tiba seorang pemuda mendatangi Viola sambil menarik tangannya.
"Ayo cepat, nanti kita terlambat," ucap seorang pria yang mengajak Viola naik sepeda motornya.
Hasan sangat terkejut saat melihat Viola bersama seorang pria, karena selama ini Gadis itu terlalu cuek dengan pria selain dirinya. Entah apa yang terjadi.. saat melihat pemandangan itu hati Hasan tiba-tiba seperti ingin berhenti berdetak.
"Vio!!" seru Hasan kepada Viola. pria itu langsung berlari ke tempat Viola saat melihat gadis muda itu akan pergi dengan pria lain.
"Paman Hasan? ngapain paman di sini," ucap Viola sambil memandang Hasan.
"Kau mau kemana?!" seru Hasan.
Nampak Viola menatap Hasan, terlihat gadis itu dapat melihat kalau Hasan sedang menghawatirkan.
"Aku mau jalan-jalan," jawab Viola.
"Siapa dia?" tanya Hasan.
"Aku pacarnya," sahut seorang pria kepada Hasan.
"Deg.." rasanya Hasan sangat tersentak saat mendengar jawaban dari pria yang bersama Viola. dia tidak menyangka 8 hari gadis itu tidak menampakan dirinya malah sekarang bersama seorang pria yang mengaku sebagai pacarnya.
"Jadi 8 hari kau tidak menampakan diri padaku.. kau langsung Mencari pengganti ku!!" seru Hasan kepada Viola.
Nampak Viola sangat terkejut dengan perkataan Hasan Ingin rasanya Gadis itu tersenyum dan menertawakan kelakuan Hasan yang mulai menampakan kecemburuannya.
"Aku ini wanita muda paman, aku berhak mencari pria untuk kujadikan kekasih. kau kan sudah menolakku lalu ngapain aku mengejar-ngejarmu terus. 1 tahun tidak sedikit Paman, Kau kira aku ini wanita tidak berguna," apa Jawab Viola yang kemudian menaiki sepeda motor teman prianya yang bernama Dodi.
Hasan sangat terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Viola, memang benar perkataan Gadis itu sudah hampir 1 tahun Viola mengejar-ngejar dirinya. Namun Hasan selalu menolaknya dengan seribu alasan.
Namun hari ini saat Viola menolak dirinya. Entah mengapa Hasan serasa tidak terima dengan perkataan gadis kecil yang selalu bersamanya,
Aku tidak akan membiarkanmu bersama dengan pria manapun," ucap Hasan.
Sesaat kemudian Hasan pergi meninggalkan tempat kerja Viola.
Beberapa hari kemudian Hasan sudah memutuskan untuk mengejar gadis kecil yang selalu mengikutinya. setiap hari Hasan mengirimkan berbagai macam hadiah kepada Viola, mungkin niat hati Viola ingin membalas dendam kepada Hasan karena pria itu telah menyakiti hati.
"Apakah pria itu memberimu hadiah lagi?" tanya Dodi kepada Viola.
"Iya," jawab Viola.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Dodi.
"Yang jelas mau balas dendam sedikitlah, enak aja 1 tahun pikirannya sedikit apa.. kalau aku membiarkannya seperti itu.. maka aku ini sama saja dengan anak kecil dipermainkan," jawab Viola.
Nampak Dodi tersenyum dengan perkataan Viola.
"Oh ya, aku tidak bisa mengantarmu karena aku harus pergi dengan calon istriku untuk mencari cincin pernikahan," ucap Dodi kepada Viola.
"Ya, hati-hati bang. jangan sampai kau mencarikan cincin yang tidak seukuran dengannya," canda Viola kepada Dodi.
Tak lama kemudian.. akhirnya Viola keluar dari tempat kerjanya Gadis itu hendak mencari kendaraan umum untuk mengantarkannya pulang. di seberang jalan.. terlihat Hasan sedang melambaikan tangan kepada Viola, sebuah tulisan yang sangat besar terpampang di sisi jalan yang bertuliskan"Aku mencintaimu, maukah kau menikah denganku" nampak hati Viola sangat bahagia melihat tulisan itu.
Namun karena Viola masih ingin membuat Hasan kapok, akhirnya Gadis itu berpura-pura tidak ingin menatap Hasan. sesaat kemudian nampak Hasan ingin mengejar Viola yang tidak mengacuhkannya.
Cittt..... brakkk...
Suara rem mobil yang sangat keras sehingga membuat Viola pikirannya langsung tertuju pada Hasan yang mencoba mengejarnya.
"Paman Hasan!!" seru Viola yang kemudian berlari ke tempat keberadaan mobil yang mengerem secara mendadak.
Terlihat di sana kerumunan orang begitu banyak hingga membuat jantung Viola terhenti seketika.
"Ini tidak mungkin!!" seru Viola yang berlari ke tempat tersebut. nampak di sana seorang pria telah tersungkur namun tidak berdarah.
Paman-paman!!" seru Viola kepada Hasan. nampak Hasan ingin membuka matanya.Hasan berpura-pura tidak ingin terbangun, namun pria itu kemudian membuat chat-chat buah drama.
"Paman Hasan, bangun. Mengapa kau lakukan ini!!" tidak ada sahutan dari Hasan. "Kalau kau seperti ini meninggalkanku.. Lalu siapa yang akan menikahiku!!" seru Viola dengan sangat keras. nampak Gadis itu sudah berlinang air mata.
"Apa kau yakin.. mau kunikahi," ucap Hasan yang tiba-tiba membuka matanya.
Viola sangat terkejut, kemudian memukul pria yang yang berbeda usia 19 tahun dengannya.
"Dasar Paman kurang kerjaan!!" seru Viola sambil merangkul pria yang berada di tengah jalan. semua orang yang ada di sana nampak menatap sepasang kekasih yang sedang berpelukan. karena malu akhirnya Hasan menggendong Viola pergi dari tengah jalan.
Dua minggu kemudian.. akhirnya Hasan menikahi Viola, pria itu membuat acara yang lumayan megah. sebenarnya Viola ingin pernikahan itu dilangsungkan secara sederhana, namun Hasan ingin menunjukkan rasa cintanya kepada gadis muda yang telah memberikan sesuatu yang berbeda dengannya.
"Aku mencintaimu!!" seru Hasan.
** END **