“Araa, aku ada gosippp ! Teriak Sasa dari kejauhan”
“Ara : hus, gosip masa teriak gitu ? Bukan gosip lagi dong. Btw gosip apaan ?”
“Sasa : Katanya di toilet koridor ujung ada penungunya, 5tahun yang lalu ada yang bunuh diri disitu karena di hamilin pacarnya”.
“Ah sudahlah, gausah percaya, sahut Cia dari belakang”.
“Sasa kan emang tukang gosip, tambah Cia”.
“Sasa : Serius loh, kalau ga percaya nanti pulang sekolah kita main jelangkung yuk di toilet itu”.
“Oke ! Sahut Ara dengan cepat.”
“Kamu gimana Cia ? Tanya Sasa”
“Oke, siapa takut. Jawab Cia”
“Nanti jam 10 malam kita menyelinap ke sekolah yaa, aku nanti minta bantuan Dimas, kata Sasa”.
***
Jam 10.05 malam.
“Dimas : Kalian serius mau main jelangkung ? Bahaya loh.”
“Sasa : Kamu takut kan dim? Udah gaush ikutan. Kamu anterin kita aja, setelah itu langsung cabut juga boleh”.
“Dimas : Gila, aku cowo. Mana mungkin penakut. Aku ikut lah pasti”.
Sasa, Cia, Ara dan Dimas pun berhasil menyelinap ke sekolah tanpa ketauan satpam.
***
Sesampainya di toilet koridor ujung.
“Dimas : Nah udah sampe nih. Mau main didalam atau di luar ?”
“Sasa : Didalam dong, biar seru”.
Sasa pun mengeluarkan boneka, lilin, kertas dan pulpen. Serta mangkuk.
“Ara : Sa, mangkuknya buat apa ?”
“Sasa : Buat darah lah, panggil arwah itu biar seru pakai darah. Hahaha”.
“Cia : Gausah ekstrim gitu loh sa, yang biasa aja”.
“Sasa : Kamu takut Cia ? Pakai darah aku kok, gausah khawatir. Hahaha“
Cia diam saja tidak menyahut.
Permainan pun dimulai dengan menggunakan darah Sasa.
“Jelangkung jelangkung, datang tak di jemput, pulang tak di antar”
“Jelangkung jelangkung, datang tak di jemput, pulang tak di antar”
“Disini ada pesta”
“Jelangkung jelangkung, datang tak di jemput, pulang tak di antar”
“Jelangkung jelangkung, datang tak di jemput, pulang tak di antar”
Kata Sasa, Dimas, Ara, Cia bersamaan sambil pegang boneka.
Selesai membaca.
“Ah tidak ada apapun, kamu bohong sasa, dia tidak datang, kata Ara.”
“Dimas : Ah udah yuk pulang, percuma saja”.
Sasa, Dimas dan Ara pun bangkit bersiap mau pulang.
“Ara : Cia, ayo bangkit. Kamu daritadi diam saja. Mau tidur disini ?”
Cia tidak membalas, hanya diam tertunduk.
“Cia, jangan bercanda. Ayo cabut sahut Dimas”
“Cia : Hihihi, aku baru datang kalian kok pada mau pulang ? Jawab Cia dengan suara getir.”
“Aku kesepian loh, temani aku main yuk, sahut Cia”.
“Dimas : Gila. Cia kesurupan woi. Kaburr.”
Sasa, Ara, dan Dimas pun berlari meninggalkan Cia.
“Ara : Dim, jemput Cia ayo, masa dia kita tinggalin didalam sendirian.”
“Dimas : Gak mau, aku takut. Kamu aja sana jemput. Aku mau bilang satpam aja biar ditemenin”.
Dimas, Sasa, dan Ara pun memanggil satpam sekolah, untuk menemani masuk dengan alasan ada barang tertinggal.
Mereka mencari - cari Cia, tetapi tidak ditemukan.
Keesokan harinya pun mereka kembali mencari Cia, tetapi tetap tidak terlihat.
Cia pun dilaporkan sebagai orang hilang, dan polisi pun mencari, tetapi hasilnya tetap nihil.
Barang - barang yang di tinggalkan di toilet sekolah pun menghilang tidak bersisa.
Masih jadi misteri kemana perginya Cia dan hilangnya barang - barang tersebut
*Tamat*