Siapapun kita dimasa lalu, masih ada harapan untuk kita dimasa depan. seburuk apapun kita dimasa lalu kita masih punya harapan untuk menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.
"Namaku Risa, Usiaku saat ini 27 tahun, aku terlahir dari keluarga berada, secara fisik pun tak kalah mempesona, hanya satu yang disayangkan cara berfikirku berbeda dari orang normal pada umumnya, ini memang sudah takdir karena sifat keturunan dari keluarga ibuku,ada yang mengalami gangguan jiwa.
"Saat aku lulus SMA, Aku dipinang oleh pacarku, yang aku pikir benar-benar tulus mencintaiku, tapi nyatanya setelah dua tahun pernikahan dia malah menceraikan ku. Dari sinilah kisah ku berawal.
"Empat bulan setelah resmi bercerai, aku berniat berlibur ke pulau Dewata, setelah beberapa hari disana aku bertemu dengan salah satu teman SMA ku,saat itu dia sedang bekerja di sebuah hotel tempatku menginap,setelah panjang lebar kita bercerita, teman ku menawarkan pekerjaan kepadaku, bekerja di sebuah cafe ternama di pulau Dewata, siapa yang tidak tergiur dengan gaji yang cukup wauu. Setelah mendapatkan izin dari orang tua aku pun menerima tawaran itu.
"Setelah beberapa bulan bekerja akupun mulai berani untuk mencoba hal hal baru yang selama ini dianggap tabu di masyarakat, Alkohol, Obat obat terlarang itu sudah menjadi hal biasa di tempat ku bekerja. Hingga suatu ketika aku bertemu dengan Adri, ya dia yang selalu menolong ku disaat aku sedang mabuk.
"Beberapa bulan telah berlalu,sore itu ibu menelpon ku memberi kabar bahwa ayah sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Dan akupun bingung karena hari sudah menjelang malam.
" Ris, sapa Adri. Risa pun menoleh dengan sedikit tersenyum kepada Adri.
"iya dri, jawab Risa. Apa ada masalah, tanya Adri
" iya sedikit, ibu menelpon ku mengabarkan bahwa ayah sedang dirawat di RS, tp ini sudah malam tidak ada bus menuju kotaku, jawab Risa.
"ya sudah ayo aku antar,Adri. Tanpa berpikir panjang Risa pun menyetujui nya, dipikirannya hanya ingin segera bertemu dengan sang ayah.
Setelah melewati perjalan hampir 15 jam akhirnya kami sampai dirumah, hampir satu minggu aku Adri berada di rumah ku, dan saat itu pula keadaan ayah berangsur angsur membaik, aku dan Adri memutuskan untuk kembali k pulau Dewata esok hari, tapi aku sama sekali tak menyangka klo Adri malam ini meminang ku, aku dan keluarga ku benar benar kaget. Setelah berunding beberapa saat aku dan keluarga ku memutuskan untuk menerima pinangan Adri. Dan malam itupun aku menikah siri dengan Adri dan ayah sebagai wali.
Satu bulan sudah kita berada di pulau Dewata setelah pernikahan malam itu, awalnya semua berjalan biasa saja, Adri benar-benar memanjakan ku sebagai seorang istri yang sesungguhnya, malam itu Adri mengajakku kesebuah tempat hiburan malam, aku duduk di sebuah kursi untuk menunggu Adri yang sedang berbincang dengan beberapa orang asing dan salah satu diantara mereka melihat ku dengan sedikit tersenyum, setelah itu Adri membawa pria asing itu ketempat ku duduk, Adri menyodorkan segelas orange jus yang telah diberi obat perangsang kepadaku, tanpa ada rasa curiga sedikitpun aku langsung meminumnya, beberapa saat kemudian Adri memintaku menemani pria asing itu untuk melihat villa milik Adri yang jaraknya tidak terlalu jauh dari cafe itu berada, dan akupun hanya mengiyakan saja.
"Setelah limabelas menit perjalan aku dan pria asing itu sampai di villa milik Adri, dan saat itu pula aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diriku ya rasa yang sangat tidak nyaman, dan pria asing itupun tersenyum menyeringai melihat ku, tanpa berkata-kata aku berjalan menuju kamar mandi, karena terlalu bingung hingga aku lupa untuk mengunci pintu kamar mandi itu. Aku membuka semua yang menempel di tubuh ku hingga tanpa sehelai benang. Tanpa aku sadari pria asing itu ikut masuk kedalam kamar mandi, dengan paksa dia membawah ku keluar kamar mandi, dan benar saja pria asing itu meminta haknya sebagai seorang pembeli, ya membeli seorang wanita kepada suaminya sendiri.
Entah sudah berapa jam pria asing itu menggauli ku, yang jelas aku hanya bisa menangis, meronta pun percuma karena tubuhku yang kecil ini tidak mampu melawan pria asing itu.
Tepat jam delapan pagi aku membuka mata dan mengingat ingat kejadian yang beberapa jam lalu aku alami, tubuhku terasa remuk tak bertulang, dan akupun hanya bisa menangis menangis dan menangis.
Beberapa waktu kemudian Adri datang menjemput ku, dia datang dengan tersenyum bahagia, "Ris, terimakasih ya sudah mau melayani pria itu, dan mulai saat ini kamu tidak perlu lagi bekerja di cafe itu karena gajinya juga tidak seberapa, kata Adri tanpa ada rasa berdosa sedikit pun. "Nggak dri aku nggak mau, aku berusaha untuk menolak, tapi tanpa berpikir panjang Adri langsung memukul ku, dia sangat marah atas penolakan ku,
Malam ini Adri memberi ku sebuah pakaian yang bisa dikatakan kurang bahan, akupun berusaha menolak lagi tapi Adri malah memukuli ku hingga begitu banyak lebam di seluruh tubuhku, tak hanya itu Adri juga menyeret ku, dibawah dan di kurungnya aku di dalam gudang yang kotor dengan debu dimana mana, kejadian ini selalu terjadi disaat aku tidak mau melayani pria pria hidung belang itu,
Dan suatu malam seperti biasa Adri membawa ku ketempat terkutuk itu, dan aku terkejut saat aku tau yang akan menjadi pelanggan ku ternyata tetanggaku sendiri, tanpa berpikir panjang laki laki itu membawa ku keluar dari tempat itu. Dia menbrondong ku dengan banyak pertanyaannya, dan akupun tanpa berpikir panjang menceritakan semua yang aku alami selama ini. Pria itu memutuskan untuk membawa ku pulang ke kotaku, dan mengantarkan ku pulang kerumah orang tuaku.
Setelah beberapa hari dirumah hidup ku serasa seperti dineraka, ya benar aku ketergantungan narkoba, aku depresi, benar benar hilang akal, aku tak tau lagi kata apa yang bisa menggambarkan keadaanku saat ini. Dan orang tuaku pun mengirim ku ke panti rehabilitasi narkoba, hampir enam bulan aku melakukan pengobatan dan terapi hingga aku dinyatakan sembuh,
Entah setan apalagi yang merasuki ku, aku memaksa untuk pergi lagi ke pulau Dewata. Dengan berat hati orangtua ku mengizinkan ku kembali lagi ke pulau itu.
Beberapa hari setelah aku sampai di Bali, aku bertemu lagi dengan Adri, ya laki laki yang sudah menjual istrinya sendiri, entah rayuan apa lagi yang dipakai Adri hingga aku luluh dengan kata-kata manisnya, dan akupun ikut dengan Adri lagi.
Adri pun kembali menjual ku ke pria pria hidung belang, hampir satu tahun aku melakukan pekerjaan ini, dan malam ini aku benar-benar menolak melayani pria pria itu dan Adri pun sangat marah, akupun kembali dipukulinya,diseret, akupun hanya bisa menangis. Tepat tengah malam Adri menyeret ku kedalam mobilnya, setelah beberapa saat perjalan Adri menyuruh ku untuk turun, ya aku di tinggalkanya di jalanan yang sangat sepi. mengejar pun percuma karena Adri mengendarai mobilnya dengan sangat kencang.
Aku duduk di pinggir jalan dengan memegangi kedua kaki, ya malam ini begitu terasa sangat dingin, karena aku hanya menggunakan celana jeans sepanjang lutut dan kaos ketat nenempel di tubuhku. Keesokan pagi nya tubuhku sangat menggigil, untuk berjalan pun rasanya kaki ini sudah tak mampu, tidak ada tenaga lagi yang tersisa, aku pasrah mati pun saat ini aku tak menolak.
Saat aku mengerjapkan mata aku merasa bahwa aku telah di alam lain. Ternyata aku salah, aku ditolong penduduk setempat, aku bersyukur karena aku ditolong oleh orang baik.
Setelah dua hari aku berada dirumah warga akhirnya keluargaku menjemput ku, mereka menangis mendengar cerita warga di saat mereka menemukan ku pertama kali.
Dan mulai saat itu aku memutuskan untuk tinggal di sebuah pondok pesantren yang tidak jauh dari tempat tinggal ku, dengan harapan bisa merubah ke jalan hidup yang lebih baik.
Perempuan itu sosok yang sangat lemah, mereka tidak meminta apapun, mereka hanya ingin di cintai, disayangi,dilindungi dan dihargai
Untuk itu jangan pernah menyakiti perempuan karena kita semua terlahir dari sosok perempuan.
🌺🌺🌺
Terima kasih untuk yang berkenan membaca karya ini, maaf kalau masih banyak kekurangan, mohon saran dan kritiknya.
Terima kasih juga buat kwarted kwek kwek,(akak mo, akak zee akak nez) chie, marr, Mr. dan akak pimoy yg sudah capek" bikin cover buat si Risa, 😘😘🥰
Terimakasih 😘