12 April...
" Nenek Alvin dan Vina bosen dirumah, ayo kita jalan ke luar " kata Vina, Alviana Queeneza Welfin
" iya nek vino bosen, ayo kita keluar aja " ajak vino, Alvino Valerio Welfin, kembaran Vina
di rumah utama Welfin hanya ada mereka berdua dan sang nenek, orang tua serta kakek mereka sedang berada di perusahaan.
" iya...iya ayo kalian siap-siap dulu " kata sang nenek yang bernama Revana Gabriella Welfin. Setelah mereka semua sudah siap untuk pergi, mereka pun menaiki mobil yang hanya di temani supir tanpa adanya pengawal.
" Kalian senang kan di ajak nenek keluar, hari ini kita ke taman saja ya " kata Ana
" iya nek " jawab Vino dan Vina
Perusahaan Welfin...
" Papa pulang dulu ya, kalian hati-hati " kata pria paruh baya berumur 50 tahun tapi masih kelihatan muda dia Raka Galiano Welfin.
" iya pah, Aldo dan Siska pulang dulu untuk persiapan ulang tahun si kembar " jawab Renaldo Galiano Welfin dan istrinya Fransiska Victoria Welfin.
Raka pun meninggalkan sepasang suami istri itu dan kembali ke rumah utama. Sedangkan Aldo dan Siska kembali ke rumah.
sampailah Raka di rumah utama dan memanggil istrinya.
" sayang, kamu dimana ? " Teriak Raka memanggil istrinya yang tak kunjung datang dan salah satu maid menghampiri nya
" tuan, nyonya besar sedang pergi bersama tuan muda dan nona muda " jawab maid
" oh, baiklah " Raka pun berjalan menuju kamar untuk bersiap-siap.
sedangkan di lain sisi merek bertiga yang sudah selesai bermain dan kembali ke rumah utama.
" bagaimana kalian senang ? " Tanya Ana kepada si kembar
" iya nek, Vina senang ada banyak teman tadi yang main sama Vina dan Vino " Jawab Vina kegirangan
Tiba-tiba.... PAK AWAS PAK!!!!
Bruak..... mobil tersebut bertabrakan dengan 2 pengendara mobil.
Pyaar... suara gelas terjatuh dan seorang wanita dengan keadaan raut wajah cemas
" ya tuhan, ada apa ini " gumam wanita tersebut yang tidak lain Siska
" Kak Aldo tolong hubungi papah, perasaanku gak enak " kata Siska
" iya sayang, tadi papa bilang si kembar pergi dengan mama " Jawab Aldo
tak butuh waktu lama tiba-tiba...
" Kak Aldo!!! Mama sama si kembar kecelakaan " teriak sang adik dari Aldo yaitu Reynaldi Filano Welfin.
Mereka berdua pun terkejut dan segera memberitahu ayah mereka untu pergi ke rumah sakit .
RS. Welfin
Raka dengan tergesa-gesa dan panik datang lebih dulu untuk melihat keadaan istri dan cucunya.
" Dokter bagaimana keadaan mereka " tanya Raka
" Puji tuhan nona muda hanya mengalami luka kecil, tapi tuan muda membutuhkan donor jantung, jika tidak nyawanya akan terancam " Jawab dokter tersebut
Dengan perasaan tidak menentu Raka hanya bisa diam mencerna perkataan dokter tersebut tentang cucunya yang harus mendapatkan donor jantung.
" Dokter bisakah saya bertemu istri saya ? " Tanya Raka
" Silahkan tuan, nyonya sedang menunggu Anda " jawab dokter dengan sopan
Raka pun masuk dan melihat istrinya yang terbaring di ranjang pasien dengan nafas tersengal-senggal.
" Sayang maafkan aku " kata Raka dengan suara yang bergetar dan meneteskan air mata
" Tidak......ka..maaf.....kan aku....yang....tidak bisa menemanimu....sampa...i akhir...... dan aku mohon....jangan balaskan apa yang telah ter...jadi aku tidak mau....ta...nganmu kotor dengan.... darah lagi " kata Ana
" sayang kamu tau, masa laluku " kata Raka
" aku.....tahu semuanya Raka....dan permintaanku..ha...nya satu, saat aku.....sudah tidak ada.....donorkan jantungku untuk ...vino....katakan kalau aku ..me...nyayanginya. kata Ana
" MAMA!!! " teriak kedua anaknya yang hancur melihat ibu mereka dalam keadaan yang memprihatinkan.
" sayang aku mencintaimu " kata Raka terakhir kali untuk sang istri
" aku juga.....m....encintaimu...ter....imakasih untuk...semuanya dan jaga m....ereka untuk...ku " kata Ana dengan nafas terakhir dengan senyuman yang terlukis di wajahnya yang tenang dan damai.
Akhirnya operasi Vino pun dilaksanakan untuk donor jantung.
2 jam kemudian Vino dan Vina telah sadar
" Mama, kita dimana ? " kata Vina yang baru saja sadar
" Sayang kalian di Rumah Sakit " jawab Siska dengan lembut
" Mama bagaimana dengan nenek, ma ? " kata Vino
Siska hanya bisa terdiam menanggapi pertanyaan putranya, dia kebingungan harus bagaimana.
" iya ma, apa nenek baik-baik saja " Tanya Vina
" Sayang kalian kan baru bangun istirahat dulu, baru bertemu nenek " jawab Aldo ayah Vina dan Vino
" Tidak vino mau melihat nenek " kata Vino
Dengan helaan nafas sang kakak menggendong Vino dan membawanya ke ruang sang nenek. Saat di depan pintu vino hanya bisa terdiam dan mematung melihat ruang tersebut dan dengan perasaan yang menyayat hatinya.
" Vino, nenekmu sudah tenang disana dan dia menitipkan pesan bahwa dia sangat menyayangimu " kata Aldo yang sedang menangis dan memegang dada Vino, hanya inilah dia bisa melihat ana lewat Vino.
Akhirnya Vina dan Vino menangis histeris melihat nenek yang mereka sayangi telah pergi meninggalkan mereka semua.
" Aku benci aku benci dengan diriku " Ujar Vino sambil memukul dadanya sendiri
orang tua mereka pun terkejut dengan apa yang dilakukan putranya dan berusaha menghentikannya.
" Maaf jika aku mengikuti janji, aku akan membalasnya " Vino
" Aku akan mencari kalian dan mebunuh kalian dengan tanganku sendiri " Vina
Pada saat ulang tahun mereka yang seharusnya bahagia menjadi duka dengan salah satu yang mereka sayangi dan hargai meninggalkan mereka dan membuat mereka benci akan hari itu, tidak ada senyuman yang tulus hanya senyum palsu pada keluarganya, tidak ada tawa yang menghiasi wajah hanya dendam yang membara.