Pada zaman dahulu kala disebuah kerajaan kecil ditepi pantai hiduplah seorang raja dan permeisuri yang cantik jelita, karena kecantikannya bak bidadari dari kayangan menjadikan kerajaan tepi pantai atau lebih dikenal dengan kerajaan ombak menjadi buah bibir diseluruh Negeri. Hingga suatu hari terdengar oleh raja Negeri sebrang yaitu Negri awan. Asal kata Negri awan karena tempatnya yang berada diatas pegunungan tinggi dan ketika pagi kerajaan diselimuti olah awan hingga orang-orang menyebutnya Negeri awan.
Rajanya dikenal dengan ketampanannya yang membuat setiap wanita terpanah olehnya, tapi sifat tamak dan serakah membuat cahaya keindahannya pudar dimata rakyatnya. Hingga tak seorangpun yang menghormatinya hanya rasa takut yang ada pada rakyatnya. Walaupun ia memiliki banyak permeisuri dan mengetahui bahwa ratu kerajaan ombak sudah memiliki seorang suami yaitu raja Toha yang dikenal baik hati, bijaksana dan memiliki paras yang gagah serta tak bosan dipandang takkalah menarik dengan raja awan yang tampan rupawan tapi memiliki sifat buruk.
Hari demi haripun berlalu kerajaan ombak dan seluruh rakyat di Negerinya hidup dengan damai serba berkecukupan, hasil panen yang melimpah baik dari laut maupun tumbuh-tumbuhannya.
Suatu malam tanpa cahaya yang menerangi langit baik bulan dan bintang seolah menghilang dari pandangan, angin kencang bertiup rasa dingin menyelimuti tubuh seluruh rakyat kerajaan ombak, seolah ini adalah pesan bahwa akan ada pertanda buruk.
Dan tiba waktunya, kesunyian mulai menghampiri. Sang raja Toha melihat kearah jam dinding rupanya sudah 01:00 tapi matanya belum juga merasa kantuk ia pun berjalan keluar, saat ia melihat kearah jendela yang berhadapan langsung dengan lautan ia terkejut melihat begitu banyak kapal-kapal yang menuju ketepian pantai, tiba-tiba seorang pengawal datang dengan tergesah-gesah menyampaikan bahwa kapal-kapal tersebut dari Negeri awan dan memiliki niat buruk ingin menyerang kerajaan ombak.
Dengan tenang raja Toha pun memerintahkan seluruh mentrinya untuk berkumpul dan menyusun strategi. Dengan waktu sangat singkat dan dengan berat hati sang raja memerintahkan pengawal kepercayaannya dan seorang dayang untuk membawa permeisurinya keluar dari isatana dan menuju kesuatu lembah yang tak seorangpun tau keberadaannya selain raja Toha. Sang raja pun menyerahkan sebuah peta pada pengawal kepercayaannya itu dan memberikan permeisuri sebuah cerek dan berkata berikan pada anak kita kelak, karena saat itu permeisuri sedang mengandung.
Raja yang bijaksana mengumumkan pada rakyatnya agar waspada dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan kerajaan dikuasai oleh musuh demi keselamatan mereka raja meminta pada rakyatnya untuk mematuhi aturan raja yang baru kelak, dan jangan membantahnya jika itu masih dalam lingkaran kebaikan untuk mereka, tapi jika sang raja menindas perempuan, anak-anak dan orang yang tak berdaya maka perjuangkan hak mereka dan ingat tetap mematuhi perintah Tuhan walau apapun yang terjadi jangan mengubah keyakinan.
Kapal-kapal raja Negeri awan kini telah berlabuh dipinggir pantai, dengan prajurit yang banyak ia siap menyerang kerajaan ombak yang tak begitu banyak memiliki parajurit, karena sebuah kerajaan kecil yang jumlah penduduknya juga tak sepadat Negeri awan.
Dari kejauhan tampak parjurit yang bersenjatakan panah dan tombak menghampiri kerajaan ombak dan raja toha beserta mentri dan parjuritnya sudah siap menyambut kedatangan mereka, jika raja awan datang dengan maksud baik maka sang raja menyambutnya dengan baik pula, tapi sayang raja awan yang terkenal dengan sifat buruknya menantang raja Toha untuk menyerahkan permeisurinya dan akan ditukar dengan emas dan berlian yang sangat banyak dan jika sang raja menolak maka ia nyatakan perang.
Karena tak tahan lagi dengan tingkah sombong raja awan, sang raja memerintahka pada prajuritnya untuk bersiap. Peperanganpun berjalan dengan sengit tak bisa diprediksi walaupun prajurit Negri ombak sedikit dibanding Negri awan tetapi mereka semua prajurit yang terlatih dan memiliki kemampuan diatas rata-rata.
Akhirnya peperangan selesai raja awan memutuskan untuk mundur, suasana kembali tentram maka sang raja beserta pengawalnya berangkat menjemput sang ratu, raja berfikir mungkin pengawal tersebut sudah tiba dilembah dan membawa ratu dengan selamat tapi ketika sang raja sampai dilembah tersebut tak seorangpun yang ada disana, kuil yang raja persiapkan untuk ratu kosong dan tak terlihat tanda-tanda bahwa seseorang lebih dulu telah sampi disana. Dengan penuh kesedihan raja memerintah pada pengawalnya untuk berpencar mencari ratu.
Hari dan bulanpun berganti belum juga ada kabar keberadaan sang ratu beserta dayang dan pengawal. Kini sudah 20 tahun berlalu raja hidup dengan kesedihan tetapi tetap bijaksana dalam memutuskan masalah.
Suatu hari seorang pria tampan ingin menjalah ikan di tepi sungai, tapi tak seekor ikan ia dapat. Hal itu ia lakukan berulang-ulang ditempat yang berbeda-beda hingga ia menemukan sebuah bakul yang hanyut dan berisikan makanan, tanpa banyak fikir iapun memakannya karena lapar tak tertahankan lagi.
Tiba-tiba seorang nenek datang menghampirinya dengan mengatakan bahwa ia harus bertanggung jawab atas tindakannya yang mengambil makanan tanpa seizin pemiliknya, pria tampan itupun meminta maaf dan mengeluarkan beberapa uang perak disakunya tetapi nenek tua itu tidak mau menerimanya, ia ingin pria tampan itu menikahi putrinya yang cacat dan buta bahkan memiliki wajah yang buruk rupa.
Mendengar cerita nenek tadi yang mengatakan tak seorangpun menikahi putrinya yang buruk rupa pria tampan dan baik hati itupun mengiakan tanpa bertanya sepatah katapun ia lalu mengikuti nenek itu. Sesampai di gubuk tua, pria tampan itu masuk dan disudut dekat jendela duduk seorang putri cantik jelita sedang menenun kain, iapun terpanah akan kecantikannya.
Nenek itupun berkata bahwa selama ini ia mencari pria yang baik hati yang tak memandang rupa untuk menikahi putrinya yang cantik jelita, dengan senyum yang penuh kegembiraan iapun memeluk wanita itu dan berkata bahwa sudah lama ia mencari adiknya dan sekarang baru ia temukan.
Pria tampan itu menjelaskan kenapa mereka terpisah dan semua yang ia ceritakan sama persis dengan kejdian 20 tahun yang lalu ketika nenek tua itu menemukan putri tersebut di tepi sungai dan disampingnya ada cerek yang terbuat dari emas berhiaskan berlian, iapun mengeluarkan cerek tersebut dari peti hiasan. Pria tampan itu kemudian mengeluarkan tutup cerek dari sakunya. Ia mengetahui adiknya karena ditangan mereka terlukiskan gambar ombak yang ada sejak mereka lahir.
Iapun mengajak adiknya pulang dan menemui paman dan bibi yang membesarkannya, paman dan bibi itu adalah pengawal yang dulu diutus oleh sang raja untuk menemani ratu, tapi ditengah perjalanan mereka ada badai besar hingga jalan gelap dan mereka berjalan tanpa melihat arah hingga tiba disuatu negri yang lain yang dikenal dengan Negri bunga, sesampai disana paman dan bibi itu menceritakan semua yang mereka alami dan ratu meninggal dunia ketika mereka dilahirkan.
Hingga tiba saatnya kembali ke Negri ombak karena paman dan bibi sudah mengirimkan surat untuk raja oleh karena itu beberapa pengawal datang menjemput mereka.
Pertemuan yang mengharukan antara ayah dan anak yang selama ini terpisah tanpa melihat mereka sedari bayi, dan kini berdiri dihadapan sang raja putra yang sangat tampan dan putri yang cantik.
Hari demi hari kehidupan di Negri ombak kembali seperti dahulu makmur dan damai, kini kerajaan ombak menjadi kerajaan besar dan tersohor kemakmurannya disegala penjuru Dunia.