Para pekerja sibuk mengerjakan proyek perusahaan Huang & Co
"Pak cun sumur tua itu bagaimana dibuka atau tidak ?" Tanya pak kung
"Buka dulu baru timbun biar tak ada masalah nantinya " jawab sang kontraktor
" cuang dan mung kalian buka sumurnya " perintah pak Kung
Dengan susah payah pekerja Cuang dan Mung membuka sumur yang sudah nyaris terkubur itu. " ayo cepat sudah sore selesailah sumur itu lalu kita pulang "
"Baik pak " saat mereka sudah berhasil membuka tutup sumur tiba-tiba terdengar suara aneh dari dasar sumur ,seperti suara erangan yang memilukan " apa kau dengar suara itu Cuang ?"
"Ya, suara apa itu ? " Cuang melongok kedalam sumur tapi tiba-tiba Cuang terpental cukup jauh kebelakang ." Cuanggg...!!!"teriak Mung histeris .
Semua pekerja berlari kearah
Cuang yang tengkurap tak bergerak saat Mung mengguncang tubuh Cuang dan membalik badannya
"Ya Tuhan. !"
"Oh tidak apa yang terjadi !?'...."
semua terpana ngeri melihat
Cuang tiada dengan keadaan yang mengenaskan ...
"Apakah gas beracun dari dasar sumur ?"
"Bu..kan seperti dicabik - cabik binatang buas "
Para pekerja membicarakan keadaan Cuang.
" Pak Huang !sangat mengerikan"
" Baik. ..Pak Huang..."
" Ayo kita pergi dan bawa Cuang kerumah sakit .." ujur kontraktor Cun panik
Tanpa sepatah katapun para pekerja meninggalkan tempat itu.
Suasana mulai sunyi , desir angin menjadi musik alami nyanyian seorang gadis cantik berwajah pucat dengan gaun pengantin merah tempo dulu .
"Senja datang menunggu janjimu.....
Melampaui jaman menembus waktu....
Menunggu malam berselimut sinar bulan merah......
Tunggu sayang .........
Aku telah datang untuk mu.....
Gadis itu bernyanyi sambil menyisir rambut panjangnya yang tampak kusut...matanya nanar dingin....
Air mata mengalir terus...terus mengalir....dan air mata bening itu berubah menjadi merah...mengucur ........deras......
Terkenang masa lalu ........"kak Siao lung ...."
Pesta pernikahan yang meriah
lampion bertebaran dengan ornamen naga dan burung hong emas disetiap pilar rumah megah pejabat Chang.
" Pengantin wanita telah tiba "
Seru perempuan paruh baya
dengan dandanan menor
"Ayo cepat musik dan penabur bunganya siap.!"
pengantin wanita bersama rombongannys berjalan masuk perlahan dengan iringan musik yang meriah.
"Menyambut mempelai wanita !"
Ritual pernikahan berlangsung khidmat " Sujud pada Tuhan 3 kali..sujud pada orang tua tiga kali ritual selesai...." teriak pengatur pernikahan.
"Tuan muda buka kerudung nona muda "
Chen siao lung perlahan membuka kerudung istrinya terlihat wajah cantik Siao mey lan yang sempurna dengan mata bintang kejora dan senyum dibibir merah itu selalu membuat hatinya berdebar...
Siao mey lan kembang desa yang menjadi incaran para pemuda desa sampai anak pejabat bahkan pangeran Lin siung putra selir Sin jatuh hati padanya tapi Mey lan sudah menambatkan hatinya pada Chen siao lung putra pejabat didesanya.
Tutur katanya yang lembut dan berbudi luhur membuat Mey lan menerima pinangan Chen siao lung.
Kebahagiaan diwajah kedua mempelai disambut tepuk tangan para tamu....
Tiba - tiba suasana kebahagiaan itu berubah histeris saat segerombolan orang berbaju hitam dan bercadar membabi buta mengayunkan pedangnya
"aahhh.!!
"Tolongggg ..!!! hanya sekilas sebelum pedang merobek punggungnya .
Suasana sangat kacau ...
Tak sampai setengah jam suasana pernikahan berubah menjadi tempat pembantaian.
sementara Chen siao lung berusaha melawan dengan sekuat tenaga tapi melihat kematian kedua orang tuanya dia mulai lengah dan terluka cukup parah "lepaskan istriku..!" Teriak Siao lung sambil menahan kaki orang yang menarik Mey lan dengan paksa
"Lepaskan aku ...,kak Siao lung" tangis pilu Mey lan
Si...siapa kau ? " dengan sisa tenaganya Chen siao lung menarik cadar orang tersebut .
" Pangeran Lin !" Ujur Mey lan tak percaya.
"Ya aku ! Kau harus jadi milikku Mey lan !!" Seru pangeran Lin
" Aku mencintai Kak Siao lung !"
"Begitukah ?"
Cresss !!!!"
" ahhh.....,maafkan aku Mey...lan,.." darah mengalir dari dada Siao lung.
"Kak Siao Lung..! " pekik Mey lan
" Kau ..pembunuh....!" Mey lan meronta tapi pangeran Sin terus nenariknya dengan kasar
"Mey..lan...aku..me..nunggumu di...kehidupan .....berikut....nya........" siao lung menghembuskan nafas terakhirnya .
"Kak Siao Lung ...!" Jerit Mey lan pilu
" Sudah selesai ayo pergi " kata pangeran Lin sambil menarik Mey lan
"Tidak ..! Lepaskan aku " Mey lan meronta berusaha melepaskan diri
"Jangan memaksaku kasar pada mu Mey lan "
" lepaskan " Mey lan terus meronta
Saat berhasil melepaskan diri Mey lan terpojok disudut taman
" Bawa dia !"
Para pengikut pangeran Lin mendekat dan berusaha menangkap Mey lan .
Mey lan mulai putus asa melihat keluarganya dan orang yang dicintai tewas karena dirinya
" Dengar ! kau akan menyesal telah melakukan ini !!
"Kau hanya milikku mey lan !"
"Ingat lah Huang lin siung ! Saat ini aku tak berdaya jika kita bertemu lagi setelah hari ini ! Kau akan menyesal telah mengagumi kecantikan ku ! Ingatlah ! Aku akan datang !!!"
Mey lan melompat ke dalam sumur di sudut taman
"Kak Siao lung tunggu akuuuu !!"
" Mey laaaan " Pangeran Lin berusaha mencegah tapi gagal
" Mey lan .....apa kekurangan ku?
Pangeran Lin siung terlihat lesu,dia begitu mencintai gadis itu......
Kejadian itu membuat selir Sin marah besar tapi karena sangat menyayangi putranya, sebagai selir kesayangan raja dia berhasil menutup kasus tersebut.
"Hu....hu....hu.....hi....hi....hi.." tawa dan tangis gadis bergaun merah itu sungguh memilukan sekaligus menyeramkan.....
⋇⋆✦⋆⋇
"Sibuk ?" Tanya Ming sen
" ada apa kak ?" You min berhenti melukis
"Akhir-akhir ini aku sangat sibuk tidak bisa menemani mu, maaf "
"Mama bilang proyek di san thung bermasalah ,andai aku bisa nmembantu "
"Benar, tapi sudah beres " Ming sen sangat nenyayangi adiknya dan tak ingin menbuatnya khawatir.
"Syukurlah " You min lega
"Wah,siapa dia cantik .." Ming sen mengagumi kecantikan gadis dalam lukisan Yao min
"Teman mu ? Tapi...." Ming sen baru sadar lukisan Yao min tampak sangat nyata dan gadis dengan pakaian pengantin jaman dulu itu seperti hidup.
" Bukan, dia sering muncul dalam mimpiku ......"
Mereka dua bersaudara yang sangat berbeda karakter,Ming sen pemuda yang dingin dan cekatan dalam bertindak sedangkan adiknya You min pemuda yang lembut dan terlihat murung karena sejak kecil You min memang lemah fisik sehingga Ming sen harus selalu menjaga adik kesayangannya itu.
"Adikku mulai tertarik dengan perempuan "
" Cuma dalam mimpi kak, entahlah " You min ragu mengatakan isi hatinya
Ming sen memperhatikan lukisan gadis itu ,ada perasaan aneh muncul dalam hatinya
Rasa......dekat....tapi apa ini ..rasa takut yang aneh menyergap jiwanya.
"Ada apa kak ?"
" oh.. Kenapa ? " Ming sen yang dingin tampak kaget dan cemas
"Kakak tampak cemas ?"
"Ti...dak ,lanjutkan lukisanmu You nanti kita ngobrol lagi " Ming sen merasa aneh dengan lukisan yang dibuat adiknya .
Setelah kepergian kakaknya,You min melanjutkan lukisannya dalam hati dia merasa heran mengapa tangannya seakan melukis tanpa perintahnya dan apa ini....
You min tak mengerti tiba-tiba hatinya merasakan penderitaan yang menyakitkan
"Sakit untuk apa ini ?" You min menepuk dadanya kesal dan ingin pergi keluar tapi hatinya tak mengijinkan dia terus melukis dan melukis....
Akhirnya lukisan itu selesai ,memang seperti ini gadis yang sering datang dalam mimpinya dan wajahnya yang pucat tampak sendu.
Dan.......You min terhenyak saat gadis itu seperti muncul dari dalam lukisan
"Aku..sudah datang....begitu lama.....sangat lama....." gumam gadis itu dengan bibir bergetar
You min terpaku seakan tubuhnya menbeku dia ingin berteriak tapi bibirnya kelu
"Bagaimana ini ...." You min mulai ketakutan
" akhirnya bertemu....." gadis itu terus mendekati You min dengan air mata berderai
"Oh..tidak !"
" You min bangun buka matamu " Ming sen tampak cemas begitu pula mamanya.
" Apa yang terjadi ?" You min merasa pusing dan lemah
"Kau pingsan ,apa yang kau rasakan nak ?" Tanya mama You min khawatir
You min teringat gadis yang muncul dari lukisannya tapi...
"Apakah itu mimpi..?" Kata You min dalam hati
"Sebentar " hp ming sen berdering
"Baik Pa ,aku segera kekantor"
"Pergilah Ming, mama jaga You min "
"Baik lah,kalau ada masalah telpon aku oke!"
"Jangan berlebihan ,adikmu ini sudah dewasa " canda You min
"Baiklah ,aku berangkat ma"
Ming sen beranjak pergi
"Aku sudah sehat ,mama istirahat saja "ujur You min
"Anak bandel,mama sudah bilang jangan terlalu lelah " omel mamanya ,you min hanya nyengir
" Bukan capek tapi ... ketakutan ma!!!" Kata you min dalam hati karena dia tak yakin kebenarannya atau hanya halusinasinya saja.
⋇⋆✦⋆⋇
"Ayo bersiap-siap sebentar lagi Pak ming sen datang " kata Pak Cun yang se
"Baru kali ini kekuarga Huang meninjau lokasi ,eh katanya dia orang yang sangat disiplin ?"
"Benar , selain itu dia tak suka basa-basi dan orang yang sangat teliti"
"Sudah ,sudah jangan bergosip "ujur pak Cun
"Dia datang" sebuah mobil mercedes hitam datang
Ming sen turun diikuti pengawal pribadinya yang tinggi kekar
"Selamat siang Pak Huang"sapa Pak Cun
"Siang "
"Bagaimana pak Cun ? semua lancar ?"
"Benar Pak Huang ,sudah hampir 80% sisa finishing "
"Bangunan disana itu ?"
"Oh itu bangunan tambahan yang saya laporkan waktu itu Pak Huang " wajah pak cun berubah cemas
"Hm"Ming sen pemuda realistis dia tak percaya hal2 diluar logika tapi papanya menyetujui saat pak Cun menyarankan memanggil suhu karena gangguan demi gangguan datang dalam pembangunan proyek ini
"Sejak bangunan di atas sumur itu berdiri tak lagi ada gangguan dalam pembangunan proyek ini" ujar Pak Cun Se
Ming sen berjalan kearah bangunan itu sedang Pak Cun mengikuti dengan gelisah
Ming sen hanya melihat-lihat sebentar saja.
"Saya harus pergi,kalau ada masalah hubungi saya Pak Cun"
"Baik Pak Huang " Pak Cun mengantar Ming Sen, tanpa sepengetahuan mereka sesosok gadis memandang penuh amarah dari balik jendela.
"Akhirnya....aku menemukanmu....ha....ha...ha....setelah sekian lama....hu...hu...hu...sudah saatnya......," gadis itu tertawa dan menangis bersamaan.
"Aku menunggu sebuah kepastian akan Cinta....
Tapi yang datang adalah sebuah kepastian tentang murka.
Bahkan saat diriku berupa jiwa,
Melangkahkan menuju ke seluruh penjuru demi satu misi dendam yang belum tersudahi di masa lalu
Kini aku datang di setiap masa untuk menagih potongan potongan duka yang pernah kau beri " gadis itu mulai menyanyikan sebuah lagu
"Tunggu aku....Tunggu aku....Huang Lin Siung !!."tiba - tiba gadis itu menghilang tapi nyanyiannya masih menggema
"Kau dengar itu ?"
"Stt.. ,sudah diam kerja saja"
Para pekerja membicarakan suara itu dengan menyimpan perasaan ngeri.
"Kekantor " perintah Ming Sen pada ajudannya
"Baik bos"
Saat mobil melaju kencang tiba-tiba supir berhenti tiba-tiba membuat Ming sen terkejut
"Apa apa Sung ?"
"Itu..tadi si..siapa ?" Sung Se menengok ke jok belakang
"Maksudmu apa "tanya Ming Sen jengkel
"Ta..tadi saya melihat seorang wanita berbaju merah duduk dibelakang "
"Halusinasi ,kau mengantuk ?"
"Tidak bos, benar dari kaca itu"
"Sudah lebih fokus menyetir !"
"Maaf,baik bos" Sung Se menggaruk-garuk kepalanya meski tak gatal
⋇⋆✦⋆⋇
Ming sen mengemudikan mobilnya dengan santai ,dia sengaja meminta Sung Se istirahat setelah kejadian siang tadi
"Sepertinya mau hujan" Ming Sen mempercepat laju mobilnya
Masa lalu telah datang.....
Saatnya pembalasan....
Aku....da...tang.....
Sayup-sayup terdengar nyanyian seorang gadis tapi....
Ming sen merasa tak menghidupkan tape mobilnya tapi lagu itu ? Siapa yang menyanyi ?
"Ah,mungkin orang lewat "
"Awas!"teriak Ming sen saat mobilnya menabrak serang wanita yang lewat didepannya
Ming sen berhenti dan turun tapi aneh tak ada orang di sana
"Tadi itu apa ? Aku menabrak orang tapi...sudahlah"antara heran dan bersyukur dia masuk ke mobil
"Aneh, mengapa aku merasa tidak tenang" batin Ming Sen
⋇⋆✦⋆⋇
Sampai dirumahnya Ming Sen turun dari mobil kemudian tergesa-gesa masuk .
Sementara seorang Gadis turun dari belakang mobil dengan gemulai mengikuti Ming Sen
" ih angin apa ya" tiba-tiba satpam rumah mewah itu merasa udara dingin melewatinya yang membuat bulu kuduknya berdiri
" hi...apa itu tadi " ujar satpam
Dia teringat orang berkata,jangan keluar sendiri saat senja nanti ada yang numpang
"Apa ada yang numpang tuan Ming ,hi...takut..."
Ming Sen menuju kamarnya ,biasanya dia akan langsung menemui adiknya tapi You Min pergi kevilla keluarga bersama mama dan Yen Li sepupu mereka
Saat Ming Sen sedang mandi dia
mendengar suara aneh ,seperti suara wanita bersenandung dia keluar kamar mandi tak ada siapa-siapa tiba-tiba air kran dikamar mandinya hidup
Ming Sen membuka kamar mandi tapi kosong dan krannya mati
"Aneh !" Sejak pulang dari proyek San Thung Ming Sen merasa pikirannya kacau
"Mungkin terlalu lelah,tidur saja" tapi keinginannya tidur tidak didukung matanya yang sulit terpejam sampai tengah malam Ming Sen baru mulai tertidur itu pun terlihat sangat gelisah.
"Senja datang menunggu janjimu.....
Melampaui jaman menembus waktu....
Menunggu malam berselimut sinar bulan merah......
Tunggu sayang .........
Aku telah datang untuk mu.....
Sosok gadis duduk di kursi goyang terlihat melahap seekor ayam hidup dengan rakus mulutnya belepotan darah segar
matanya yang tajam menatap Ming Sen yang sedang tertidur
Tiba-tiba dia menghentikan aktifitasnya dan melayang menghampiri Ming Sen .
wajahnya tampak mengerikan penuh kebencian matanya melotot merah dan taringnya masih penuh darah segar ,kuku-kukunya mulai memanjang, rambutnya berterbangan sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.
Tiba ditepi ranjang gadis itu menjulurkan tangannya hendak mencekik Ming Sen
"Ti..tidak sekarang ,kematian yang terlalu mudah. .hu...hu..hu..."gadis itu menangis meraung-raung
"Tidak...!!!!! Aku harus menunggu ,aku harus bersabar.....karena hanya dia yang bisa mempertemukan aku dengan Kak Siao Lung ...hanya dendam ini yang bisa membawaku menemukan cintaku...."jerit gadis itu lalu menghilang
"Lepaskan aku !!!"
Sementara Ming Sen terbangun dengan peluh membasahi sekujur badannya.
"Huh ..."Ming Sen menyeka peluh di dahinya
" Mengerikan "gumamnya
Dalam mimpinya orang wanita ingin membunuhnya tapi dia tak melihat wajah wanita itu.
"Ah,cuma mimpi" Ming Sen berusaha untuk tidur .
⋇⋆✦⋆⋇
"Kau terlihat lesu ,apa semua baik-baik saja ?" tanya papanya saat sarapan pagi
"Ya , cuma tidak bisa tidur saja "
"Ming,kalau mau susul adik mu kevilla istirahatlah di sana kau terlihat sangat lelah " kata papa nya.
Ming sen berpikir ide yang baik menyusul You Min kevilla keluarga sudah lama dia tak kesana
"You Min akhir pekan aku menyusul kesana" Ming Sen menelpon adiknya
"Ok sampai ketemu lusa"
⋇⋆✦⋆⋇
"Wuih,capekkkkk !"seru Yen Li setelah berolahraga
"Kapan kak Ming Sen datang"
"Entah, dalam perjalanan" jawab You Min sambil terus memainkan gitarnya.
"Pasti seru ada kak Ming ,mau menemani aku berolah raga "
"Hm "
"Tumben pacarmu belum datang?"
"Siapa? Jangan ngarang "
"Siao Yi ,biasanya kesini bawa kue untuk cowoknya" Yen Li menggoda
"Asal bicara, sopan kah nona?" ujar You Min jengkel
"Halloo semua...."
" wuih ,yang diomongin datang jodoh nih "
"Hallo Siao Yi "
"Sore Yen Li, habis olah raga ?"
"Yoi,tuh sudah ditunggu " goda Yen li membuat wajah Siao Yi memerah.
Yen Li tahu Siao Yibanak vila sebelah itu tertarik dengan You min tapi... Yao min tampak tak bergeming ,padahal Siao Yi cantik dan sangat perhatian.
"Saya bawa kue untuk kalian"
"Setiap hari kau bawa makanan jadi merepotkan" ,ujur Yen Li sedang You Min tetap asik memainkan gitarnya
Melihat you min bermain gitar Siao Yi yang ceria langsung duduk disebelahnya dan bernyanyi .
"Sepertinya akan hujan" You Min berhenti memainkan gitar dan pamit masuk ke dalam membuat Siao Yi sedikit kecewa.
"Kak Ming Sen !" Yen Li menyambut kedatangan Ming Sen
"Bagaimana kabarmu Yen?"
"Good, kok baru datang ?"
"Macet,nih aku bawakan kesukaan mu "
" wow ,durian he...he...tau aja lagi pingin" Yen Li kegirangan
"Oya kak ini Siao Yi teman baru kami, Siao Yi ini kakak kami Ming Sen"
Mereka berjabat tangan,tiba-tiba Siao Yi mundur dengan wajah aneh
"Eh,aku pulang "pamit Siao Yi
"a apa ? Kamu sakit ?"tanya Yen Li melihat wajah Siao Yi tampak pucat
"Ti..tidak maaf " Siao Yi tergesa-gesa meninggalkan tempat itu
"Kak Ming kenal dengannya?"
"Tidak"
"Sepertinya Siao Yi takut sama kak ming "
"Terserah " ujar Ming sen tak peduli
"You Min?"
"Baru saja kabur "
"Kabur ?"
"Ya, Siao Yi datang kak You langsung masuk"
"Oh " Ming Sen paham adiknya selalu jadi idola para gadis
⋇⋆✦⋆⋇
"Hi,Siapa gadis dibelakang kak Ming sen ...mengerikan "Siao Yi tampak gelisah
"Aduh ! Kemana yang lain Sin-Sin, Wan Lin ...mungkin mereka belum balik "
"Harusnya aku ikut mereka"sesal Siao Yi
"Aaaa...tenang-tenang pura-pura tak melihat" Siao Yi panik melihat sosok gadis berbaju pengantin merah jaman dulu berdiri tepat dihadapannya,dia membalikkan badan dan pura-pura berjalan untuk mengambil minum,kakinya terasa berat
Meski berusaha tenang tapi tangannya terlihat gemetar
"Tuhan lindungi aku"kata Siao Yi komat kamit
"Kau melihat ku " suara lembut berbisik di telinganya
Siao Yi terus berjalan kearah pintu keluar tiba-tiba pintu tertutup, dia semakin panik
"Kau..melihat ku ?" Suara itu kembali berbisik
"Ti..tidak..eh." Siao Yi keceplosan
"Kau ....melihatku !"suara gadis itu meninggi ,wajahnya yang pucatnya tampak menegang ,Siao Yi sangat ketakutan.
" katakan ! atau aku akan....!!!"
"Ya..ya aku melihatmu "Siao Yi menjerit ketakutan,baru kali ini dia melihat hantu,jangankan melihat memikirkannya saja dia tak berani .
Hantu wanita itu duduk dikursi goyang sambil menatap Siao Yi tajam
"Siapa kau sampai bisa melihatku ?"
"A...ku" semakin lama kakinya mati rasa karena gemetar serasa tak mampu berdiri menopang badannya dia terduduk lemas dilantai kemudian jatuh pingsan
⋇⋆✦⋆⋇
"You Min "
"Kakak akhirnya kau datang "
"Bagaimana adikku ? Belum satu minggu kau sudah dapat kekasih,hebat adik" Ming Sen menepuk pipi adiknya
"Bukan kekasih tapi penggemar, jangan sirik kakak adikmu ini memang sangat mempesona"
" ck..ck..ck..memang benar " Ming Sen mengacungkan ibu jadinya sebagai tanda setuju.
"Aku mau mandi dulu,dimana kamarku?"
"Ku antar kak"Yen Li datang sambil membawa minuman
"Nih minum dulu"
"Trims"
"Yuk kak"
Yen Li mengantar Ming Sen ke kamarnya
"Sudah mandi sana ,bau " ujar Yen Li sambil berjalan keluar kamar
⋇⋆✦⋆⋇
"You Min!"
"Mungkin dibawah" saat Ming Sen hendak keluar matanya tertuju pada sebuah lukisan
"Lukisan ini..." Ming Sen tertegun menatap gadis dalam lukisan itu.
Gadis yang ingin membunuhnya dalam mimpi ya..sangat mirip bahkan sama persis ...wajah bahkan bajunya sama persis
Waktu itu You Min bilang dia melukis sesuai mimpinya,apakah gadis itu juga ingin membunuh adiknya?.
Terpesona dengan kecantikan sekaigus rasa takut menggelitik hatinya , perasaan apa ini ?
Ming Sen mencermati lukisan itu tiba-tiba
"Waa!!" Ming Sen terkejut ketika tangan You Min menepuk pundaknya
" wow ternyata cowok batu bisa kaget juga ha...ha...." You Min terpingkal-pingkal
"Awas kau !"
"You, apakah gadis dalam lukisanmu ....."
"Dia..... bagaimana menjelaskan aku mengenalnya karena sering datang dalam mimpiku tapi seperti nyata,kami sangat dekat tapi....ah..aku...merasa..." You Min mengusap wajah gadis dalam lukisannya tanpa dia sadari air mata menetes disudut matanya
"Apa ini ?" You Min tersentak tak mengerti untuk apa air mata ini menetes .....untuk siapa ? Dia segera menghapus air matanya sebelum Ming Sen melihat air matanya
Ming Sen mengurungkan niatnya bertanya , melihat You Min begitu mengagumi gadis dalam lukisan itu.
Mereka bercengkrama sampai lupa waktu tak terasa malam semakin larut.
"Istirahatlah You, aku juga mau tidur"
" cepat sekali waktu berlalu kalau ada kakak " mereka pergi ke kamar masing-masing.
Malam semakin larut senandung burung malam mulai mengalun
Di kesunyian malam, sosok berbaju pengantin merah tampak duduk di kursi taman dan menyisir rambut panjangnya dia menyisir..... terus ..menyisir .....
Sambil memandang bulan purnama dengan sinar kemerahan yang tak biasa.
"Bulan merah...telah datang ....aku akan bertemu dengan kak Siao Lung dan......kami akan menyelesaikan dendam lama...hi....hi...hi...."gumam gadis itu lirih ,suara tawanya membuat burung malam semakin keras bersenandung.
"Tawa siapa lewat tengah malam begini? Apa Yen Li ?" Gumam You Min ketika terbangun karena haus
You Min menuruni tangga perlahan menghampiri kamar Yen Li ,sunyi berarti bukan dia...
Jadi siapa ? Atau tawa mama? Tapi....di taman ? Suara tawa itu kembali terdengar.
You Min membuka sedikit tirai jendela dan ....
"Si..siapa itu..."You Min melihat seorang wanita duduk di bangku taman
"Malam-malam begini? apa orang tersesat ?" You Min membuka pintu dan keluar perlahan dia berniat menolong jika wanita tersebut dalam kesulitan.
You Min berjalan pelan menghampiri wanita yang duduk membelakanginya itu.
"Maaf,anda perlu bantuan?"You Min baru menyadari wanita itu sedang menyisir rambutnya
"Apakah?" tiba-tiba jantungnya berdebar dan kakinya terasa berat, dia teringat cerita neneknya waktu kecil
"Dengar You, kalau malam-malam ada wanita menyisir rambutnya berarti dia.....bukan manusia tapi....."
"Tapi apa nek ?"
"Hantu penasaran!!! " pamannya sengaja menekan suaranya
"Paman menakutiku!" teriak You Min yang penakut
"Apa benar ?" You Min semakin tegang saat wanita itu menghentikan aktivitas menyisirnya dan perlahan membalikkan kepalanya
"Ke...pa..lanya ...berputar!" You Min tersentak ngeri
"Di ...dia" You Min terpaku saat melihat wajah gadis itu dengan penerangan sinar bulan.
Gadis itu hanya diam tapi mata sendunya membesar tak percaya
"Kak Siao Lung....."
"Si...siapa kau ?" You Min tak menyangka gadis dalam lukisannya berdiri dihadapannya
Dia mencubit tangannya memastikan apakah sedang bermimpi tapi terasa sakit berarti bukan mimpi .
Gadis itu perlahan menghampiri dan memeluk You Min yang mematung gemetar.
"Kak Siao Lung ,akhirnya kita bertemu setelah begitu lama aku menunggu hu...hu...."
"K..kau salah aku You Min bukan Siao Lung " ujur You Min terbata-bata membuat gadis itu menangis semakin keras
"Jangan menangis nona,apa yang bisa ku bantu ?"
"Kau benar tak ingat, aku Mey Lan mu ? " Gadis itu tersedu-sedu
"Mey Lan?dimana kita kenal ?"
"Tidak kenal...? Hu...hu...hu..."
Tangis Mey Lan semakin menyayat hati
"Mengapa dia begitu sedih dan hatiku.... mengapa ....tidakk..." Yao Min merasa kesedihan gadis itu menghujam hatinya dan membekukan jantungnya.
You Min merasa pusing badannya gemetar, dia tak mengerti rasa takutnya dikalahkan sayatan kepedihan hatinya mendengar tangisan pilu gadis dihadapannya apa yang terjadi You Min sangat bingung
Dia begitu ingin menghibur gadis itu tapi bibirnya kelu dan tubuhnya serasa membeku.
Suasana begitu sendu tapi mencekam saat Ming Sen datang. Tiba-tiba gadis berbaju merah itu berhenti menangis ,wajahnya yang pucat tampak membeku, mata sendunya berubah garang penuh kebencian
"Akhirnya....akhirnya...selesai ...sudah tiba waktunya....hi....hi..."
Gadis itu melayang keatas rambut panjangnya tersibak ,matanya memerah dan kuku-kuku nya mulai memanjang
"Apa itu ,awas You ? "Teriak Ming Sen berlari ingin menyelamatkan adiknya yang tak bereaksi melihat pemandangan yang mengerikan itu.
"pembalasan, Bulan darah.... cintaku......dendam ku.... semua telah bersatu...akan terbalaskan.. ....ha...ha...hu...hu.."tawa dan tangis gadis itu benar-benar menyayat sekaligus menyeramkan
Sinar bulan purnama menyinari taman yang gelap tapi sinar bulan tampak tak seperti biasa,merah..semakin merah ...semerah darah.
"Ha.....ha..."Gadis dengan wajah mengerikan itu melayang mendekati dan mencekik Ming Sen dengan kuku-kuku panjangnya membuat Ming Sen kesulitan bernafas...darah segar mulai mengucur dari lehernya..
nafas Ming Sen tersengal-sengal
Dia berusaha melawan tapi cengkraman gadis itu benar-benar kuat
" Matilah kau penjahat..!!!!"Gadis itu berteriak penuh kemarahan
"Akh..." Ming Sen kesakitan
Mendengar teriakan kakaknya You Min tersadar dengan sekuat tenaga dia berlari mendekati mereka dan menarik tangan gadis itu tapi cengkraman nya terlalu kuat
"Lepaskan kakak ku !"
"Kakak ? penjahat ini kakakmu !"
"Tidakkkk!" Gadis itu memperkuat cengkraman nya
"Aduh..."Ming Sen mengerang kesakitan membuat You Min panik dia menarik rambut Mey Lan dan membuatnya melepas cekikkan nya
Hal itu membuat hantu wanita semakin murka
"Mati kau !!" Teriak hantu Mey Lan
Dengan kemarahan memuncak dia menghujamkan kuku-kukunya kearah Ming Sen yang tak berdaya dan...
"Cressss!"
"Akh....."
"Tidakkk......You Min !!!!!"jerit Ming Sen melihat adiknya menerima serangan yang ditujukan untuknya
"Me..mengapa...."hantu Mey Lan termangu melihat You min tersungkur dan darah muncrat saat dia menarik kukunya yang menancap diperut pemuda itu.
"Su...dah im..pas nona..jangan sakiti ka...kakku....to...tolong"
"You,mengapa kau lakukan ini..."tangis Ming Sen meledak
"Kakak ...."
"Takdir apakah ini....dulu cinta kami terpisah aku menunggu begitu lama di kegelapan yang dingin tapi saat bertemu kami menjadi musuh....takdirkah..begitu buruknya nasibku....hu...hu..." Hantu Mey Lan berteriak menuntut keadilan .
"Mengapa langit begitu tidak adil ...! Aku begitu menderita menantikan kesempatan ini.... Kegelapan.......dingin...dan ....penantian !!! Tidakkkkkk !!!!"Mey Lan menjerit pilu
"No..na..maafkan kami...." Ming Sen memeluk adiknya erat
"Sebesar apa kami melukaimu kami ti..tidak tahu tapi tolong maafkan......"
Kamarahan Mey Lan perlahan memudar melihat orang yang sangat dicintainya tergeletak lemah karena dirinya,dia tak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini .
"Beginilah cinta....deritanya tiada akhir....."perlahan hantu Mey an berjalan menjauh dan menghilang di kegelapan malam.
⋇⋆✦⋆⋇
Ming Sen dan Siao Yi menaiki tangga kuil yang cukup tinggi
"Tunggu kak Ming Sen istirahat dulu" Siao Yi tampak kelelahan
"Sedikit lagi Siao Yi bertahanlah" Ming Sen menggandeng Siao Yi
Mengajak melanjutkan perjalanan menuju kuil Budha
"Wah akhirnya sampai!"
"Ayo cepat"
Ming sen mengajak Siao Yi masuk kuil,didepan altar tampak seorang biksu duduk bersila melantunkan doa dengan khusuk
"Bisakah aku menunggu diluar pemandangan kuil sungguh indah " tanya Siao Yi ,Ming Sen menyetujuinya
Ming Sen melihat biksu itu telah selesai berdoa dia mendekatinya
"Apa kabarmu You "
"Kakak ?" You Min tampak tenang, raut kesedihan dan kegelisahan tak lagi tampak diwajahnya
"Sangat baik,aku merasa damai disini, semoga semua makhluk berbahagia"
Ming Sen memeluk adik kesayangannya tak terasa air matanya menetes,You Min memilih jalan hidupnya walau kedua orang tuanya menentang keras tapi tak membuat adiknya bergeming dengan pilihannya
"Kak aku tak tahu mengapa gadis bernama Mey Lan itu membencimu dan sangat mencintaiku yang pasti aku telah membuatnya sangat menderita jadi disisa hidupku aku akan berdoa semoga dia mendapat kedamaian "kata You Min sebelum memutuskan jalan hidupnya untuk mengabdi di vihara
"Aku bahagia kak,mengapa kau menangis "
"Maaf kan aku You,maaf...."Ming Sen makin sedih
"Lupakan kak semua sudah ditakdirkan "
"Salam biksu You"
"Siao Yi senang melihatmu"
"Hiburlah suamimu,dia sedang sedih"
"Cup..cup...."Siao Yi menepuk-nepuk pundak suaminya membuat Ming Sen tersenyum
"Pulanglah salam untuk mama dan papa,jaga mereka untuk ku"
"Hm"Ming Sen hanya mengangguk, setiap melihat adiknya Ming Sen merasa sangat bersalah tapi janjinya pada You Min untuk menjaga orang-orang yang mereka berdua sayangi menguatkan hatinya untuk bertahan .
"Kami pulang You"
"Jangan sering datang,jaga orang tua kita dan istrimu saja "
"Jaga dirimu You"
You Min kembali melantunkan doa setelah Ming Sen dan Siao Yi pergi.
"Terima kasih "
You Min menghentikan doanya mendengar suara lembut dibelakangnya
"Nona Mey Lan" Yao Min melihat Mey Lan sudah berubah dia terlihat damai dan cantik dengan baju putih yang dikenakannya
"Terima kasih sudah mendoakan ku kak Siao Lung"
"Aku senang kau terlihat damai"
"Ya,aku datang untuk pamit,jodoh kita berakhir disini"
"Bahagia dan pergilah dengan damai Nona Mey Lan, kau layak mendapat semua yang terbaik setelah ini"
"Begitu juga kau kak Siao Lung,terima kasih "Mey Lan tersenyum wajahnya yang selalu pucat tampak bersinar kecantikannya kembali terpancar ,perlahan menjadi samar dan menghilang
"Selamat jalan Mey Lan" You Min tersenyum tapi tak ada yang tahu dia juga meneteskan air mata ........untuk apa air mata itu hanya dia yang tahu.
Sunggguh ironis tulisan takdir walaupun hati menggeggam setumpuk cinta tapi raga sudah berbeda tujuannya sudah pasti , langit tak mungkin mempersatukan asa mereka....