Halo aku Fanny Angelita, aku mempunyai ayah kaisar bernama Randy. Ayah selalu mengurungku di dalam rumah dan tidak memperbolehkan ku keluar dari rumah. Dulu ayahku melakukannya dengan ibuku sebelum menjadi kaisar. Setelah itu ibu mengandung aku, setelah menjadi kaisar ayah meninggalkan ibu dalam kondisi hamil 3 bulan. 4 bulan kemudian ibu melahirkan diriku lebih awal karena ketuban pecah yang diakibatkan strees terlalu berlebihan. Saat aku berusia 3 tahun, ibu selalu melakukan kekerasan pada diriku. Dan luka yang ada pada mukaku itu disebabkan oleh ibuku. Dulu ibuku ingin membunuhku saat masih berusia 4 tahun dengan cara membakar rumah yang aku tinggali. Untung saja aku masih dapat diselamatkan, tetapi hanya saja aku menjadi cacat. Mungkin bisa dibilang bahwa ibuku terkena gangguan mental. Setelah mengetahui itu, warga sekitar segera mengirim ibuku ke rumah sakit jiwa. Lalu aku diantarkan ke istana menggunakan cadar. Aku menggunakan cadar agar tidak terbongkar identitasku sebagai putri yang cacat.
1 tahun kemudian ibu tiriku mengandung anak dari kaisar atau Randy. Mereka sangat berbahagia karena memiliki anak. Aku merasa tak dianggap oleh mereka.
5 tahun kemudian saat aku berumur 10 tahun, ibu tiriku memaksaku untuk membuka cadar yang aku pakai itu. Dan terbongkarlah bahwa aku memiliki bekas luka bakar di bagian muka. Mulai dari hari itu aku dimasukkan ruangan gelap dan sunyi tidak ada kebebasan untukku. Selama aku di ruangan gelap itu, aku mendapatkan pendidikan maupun keterampilan dalam bermain pedang.
Aku selalu berharap agar tahun cepat berlalu. Aku tak sanggup menjalani hidup yang begitu kejam seperti ini. Dimulai dari dikurung oleh ayah kandung sendiri, di hina oleh ibu tiriku, dsb. Aku sangat ingin memiliki kebebasan untuk bermain bukannya dikurung seperti ini. Aku terkadang merasa iri dengan adik tiriku yang mendapatkan kebebasan untuk bermain di luar sana seperti anak-anak pada umumnya.
Aku sangat ingin mempunyai teman. Setiap berdoa pasti aku akan memohon kepada Yang Maha Esa agar memberikanku teman entah teman yang berbeda dunia atau yang satu dunia denganku. Tetapi permintaan itu tidak pernah dikabulkannya. Aku selalu bersabar menunggu agar bisa cepat dewasa dan bisa pergi dari tempat ini.
5 tahun kemudian, saat adik tiriku berumur 10 tahun dan aku berumur 15 tahun. Aku melihat dari jendela sana, mengenai adik tiriku yang mendapatkan segalanya. Mendapatkan kasih sayang, mendapatkan kebebasan, mendapatkan perlindungan, dan masih banyak lagi. Ayah tidak pernah mengunjungiku, aku tidak pernah mendapatkan semua apa yang adik tiriku dapatkan. Semua terasa berbalik dengan kehidupan adikku.
3 tahun kemudian, aku berusia 18 tahun dan sudah memasuki usia kedewasaan. Aku meminta kepada ayahku agar aku dapat pergi dari tempat ini. Sebagai gantinya aku berjanji agar tidak membicarakannya kepada orang luar mengenai aku adalah putri kaisar. Randy menyetujuinya, dan mulai dari saat itu kami sudah memutuskan ikatan ayah dan anak.
Aku sangat memimpikan momen ini dari dulu, dan akhirnya sekarang sudah tercapai. Fanny setelah terbebas dari ruangan yang gelap itu, segera menuju London menggunakan transportasi udara dibiayai oleh Randy. Di London aku menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan luka yang ada di mukaku ini. Berbulan-bulan Fanny memakai krim muka itu, bekas luka bakar yang ada di mukanya sudah hampir pulih. Fanny berangkat menuju area perkotaan untuk bekerja. Di tengah-tengah perjalanan ia menemui seorang pria tampan yang sedang menunggangi kuda berwarna hitam. Fanny tetap acuh kepada pria itu, sampai pria itu menghampiri Fanny dengan kudanya itu. "Hay! Apakah kamu perlu bantuan cantik?" Goda pria itu. "Tidak terima kasih!" Tolak Fanny. Pria itu terkejut melihat ekspresi muka Fanny, karena tidak terkena godaannya. Lalu pria itu memberitahukan namanya. "Namaku Verose! Bye cantik!!" Ucap Verose. "Ugh, menyebalkan!" Ucap Fanny.
3 bulan kemudian, luka bakar yang dimiliki Fanny sudah menghilang. Fanny mulai membuka toko bunga. Bunga itu banyak terjual, tetapi mayoritas pembelinya adalah pria. Banyak pria yang mampir ke toko bunga Fanny hanya karena ingin melihat kecantikan Fanny. Karena bunga yang dijual Fanny sangat terkenal di kota itu, sampai-sampai ada anggota kerajaan yang ingin membeli bunga di toko fanny itu. Anggota kerajaan yang datang itu Verose, ia disuruh oleh ibunya untuk melihat Fanny. Verose terkejut, "Loh, bukankah kamu yang ada di pinggir desa itu? Kenapa sekarang lebih cantik ya!" Ucap Verose. Fanny hanya tediam mendengar itu, Fanny tidak terlalu mahir dalam bergaul karena dulunya ia dikurung di ruangan gelap. Verose menunggu toko bunga Fanny tutup terlebih dahulu. Setelah toko itu tutup Verose menarik tangan Fanny ke tempat yang lebih sunyi. "Hey, namamu siapa?" Tanya Verose. "Um, namaku Fanny Angelita." Jawab Fanny. "Nama yang cantik, pasti orang tuamu sangat menyayangimu!!" Ucap Verose. "Ah! Orang tuaku tidak menyayangiku." Elak Fanny. "Maafkan aku.." Ucap Verose. "Ya tidak apa-apa!" Jawab Fanny. "Bisakah kita berteman?" Tanya Verose dengan ragu-ragu. "Ya, tentu saja aku sangat mengharapkan kalau aku mempunyai teman haha!" Jawab Fanny. "Terima kasih sudah mau menjadi temanku!" Ucap Verose. "Ya, terima kasih kembali karena mau menjadi teman pertamaku!" Balas Fanny.
Semenjak percakapan itu, Fanny dan Verose menjadi teman yang sangat dekat. Sebenarnya mereka berdua saling menyukai tetapi enggan untuk memberitahu. "Ah Verose, aku sangat berterima kasih padamu karena mau menjadi temanku!" Ucap Fanny. "Ya!!" Jawab Verose. "Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku beritahu padamu agar kamu tidak menyesal berteman denganku.." Suara gelisah Fanny. "Mengapa aku harus merasa menyesal karena berteman denganmu?!" Bela Verose. "Aku akan menceritakan masa laluku padamu, tetapi jangan merasa menyesal ya.." Nada berat Fanny. "Ya, ceritakan saja aku tidak akan pernah menyesal berteman dengamu!" Ucap Verose kembali membela Fanny. "*menceritakan mulai dari ibunya sampai ia putus hubungan dengan ayahnya*." dengan suara lemas Fanny. "Ahhh, aku tidak tahu kamu mempunyai masa lalu yang seperti ini tapi-" Ucapan Verose yang terpotong. "Kumohon jangan menyesal karena berteman denganku!!!" Fanny memotong kalimat Verose dan memohon. "Aku tidak menyesal berteman denganmu, setelah aku mendengar masa lalumu aku semakin yakin untuk melanjutkan hubungan yang lebih dalam kepadamu...." Ucap Verose sembari memegang rambut Fanny. "Ahhhh, jangan begitu aku jadi maluuu!!!!" Muka Fanny yang memerah mendengar kalimat-kalimat yang tulus dari Verose. Verose menarik tangan Fanny ke tempat yang sudah ia siapkan dari dulu. Verose menyatakan perasaannya pada Fanny dengan cara yang sangat romantis. "Fanny, maukah kamu menjadi pacarku? dan aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia dari seluruh umat manusia!" Verose melamar Fanny. "Ah, ini bukan mimpikan?! Aku mau Verose!!" Peluk Fanny kepada Verose.
Sejak hari itu Fanny menjadi wanita paling bahagia. Aku sudah sangat lama menunggu perasaan dikasihi, dilindungi dan dicintai. Setelah aku bertemu dengan Verose kehidupanku menjadi sangat indah. Terima kasih untuk yang di atas karena mengabulkan doa-doaku. Aku sangat bersyukur.
Tiba hari di mana Fanny mendatangi Istana London bersama Verose untuk meminta izin. Orang tua Verose menyetujui kalau Fanny dan Verose menjadi pasangan hidup. Setelah itu berita pengumuman pernikahan Fanny dan Verose akan dirilis ke semua penjuru dunia. Ketika Randy melihat berita itu ia merasa menyesal kepada Fanny. Dan ingin menebusnya dengan cara menyumbangkan sedikit kekayaannya untuk ucapan selamat pernikahan Fanny. Di hari pernikahan mereka, banyak yang menyoraki selamat kepada mereka. Fanny menatap Verose dan memeluknya. Lalu Fanny menjadi ratu di London sedangkan Verose menjadi raja.
-TAMAT-