Cinta tak harus memiliki..
Indahnya cinta pada waktunya..
Jika berjodoh kita akan bersatu..
Itulah kata-kata yang selalu ada di fikiran seorang lisea.Gadis manis dan tomboy yang diam-diam menyukai seorang lawan jenisnya.Tapi yang lisea sukai tak tau jika gadis tomboy itu menyukainya.
Lisea menyukai seorang dendra pemuda tampan dan baik hati.Tapi sayang dendra terlalu memberi jarak kepada seorang gadis.Bahkan ada satu hari dimana dendra marah besar karena ada seorang gadis yang mendekatinya dan dengan lancang memegang tangannya.
Saat melihat kejadian itu membuat lisea semakin mengagumi seorang dendra.Ya,lisea hanya bisa mengangumi dendra sebatas diam karena dia tak memiliki kebranian untuk menyapa atau tersenyum kepada dendra.Kecuali dendra sendiri yang mengajaknya berbicara atau memulai pembicaraan.
Tapi beruntunglah lisea karena setiap kerja kelompok dia selalu bersama dengan dendra.Tapi,mereka hanya bisa diam dan berbicara secukupnya.Itupun kalau lisea tak mengacuhkan dendran.
Yah walau lisea menyukai dendran dia masih bisa mengendalikan rasa sukanya itu.Bahkan teman-teman terdekatnya saja tak tau jika dia menyukai seorang dendra,pemuda idola semua orang.
Hingga suatu hari yang membuat lisea tak menyangka bahwa itu kenyataan atau terfikirkan olehnya semua itu akan terjadi.Dimana waktu lisea masuk ke uks karena pingsan saat jam pelajaran.
"Ukhh"gumang lisea saat bangun dari pingsannya.
"Nih"kata seseorang sambil menyerahkan air minum untuk lisea.
Saat lisea melihat ke arah orang tadi,betapa terkejutnya dia bahwa orang tadi adalah dendra.
"Makasih"kata lisea dan menerima minum yang dikasih dendran tadi.
"Udah mendingan? Atau masih ada yang sakit?"tanya dendra dengan raut wajah datar.
"Udah mendingan"kata lisea dengan senyum manisnya.Dendra yang melihat senyum lisea pun ikut tersenyum walau hanya sekilas dan tak di sadari oleh lisea.
"Bagus kalau gitu"kata dendra datar.
"Temen gue pada kemana?"tanya lisea heran dan melihat ke sekeliling uks mencari keberadaan seseorang tapi nihil dia tak menemukan seseorang,hanya ada guru penjaga.
"Jam berapa?"kata dendra dengan datar.
"Pukul 10"kata lisea dengan nada bingung.
"Terus?"kata dendra dengan nada malas.
"Oh,masih pelajaran.Hehe sorry otak gue lagi lemot"kata lisea dengan tawa canggungnya.
"Hm"jawab dendra datar.
"Lah elu gak masuk ke kelas?"tanya lisea sambil menatap heran ke arah dendra.
"Gak"jawab dendra santai.
"Loh?"kata lisea bingung.
"Kalau gue masuk yang jagain lu siapa?"kata dendra sambil menatap lisea malas.
"..."tak ada kata-kata yang keluar dari lisea karena dia sedang mencerna perkataan dari dendra tadi.
"Lu kira gue anak kecil?"kata lisea dengan nada kesal saat dia selsai memikirkan perkataan dari dendra tadi.
"Hm"balas dendra dengan santai.
Plak
lisea mengeplak lengan dendra dengan kesal dan menatapnya kesal.
"Sakit li"kata dendra sambil menatap lisea tajam.
"Makanya gak usah ngeselin jadi cowok"kata lisea dengan wajah songongnya.
"Tapi emang itu nyatakan"kata dendra dengan senyum sinisnya.
"Maksud lu apa?"kata lisea dengan raut wajah judes.
"Gue pernah liat lu main sama anak kecil"kata dendra dengan santai.
"Heh itu keponakan gue"kata lisea tak terima.
"Terus liat lu makan ice crim sampek blepotan"kata dendra lagi dengan senyum miringnya.
"Heh,itu aip gue"kata lisea tak terima dendra mengetahui salah satu aibnya.
"Hehe"tawa renyah yang keluar dari dendra.
"Bentar-bentar lu kok bisa tau aib gue? Padahal kejadian itu dirumah"kata lisea sambil menatap curiga dendra.
"Rumah gue gak jauh dari rumah elu,cuma beda satu gang"kata dendra setelah meredakan tawanya.
"Kok gue baru tau"kata lisea dengan nada terkejut.
"Makanya gak usah nyepi di dalem kamar"kata dendra mengejek.
"Ngeselin juga lu lama-lama"kata lisea sambil menatap dendra kesal.
"Hm,mau makan?"tanya dendra sambil menatap lisea.
"Nanti ajalah belum laper"kata lisea dengan malas.
"Udah gue beliin,makan sendiri apa gue suapin?"kata dendra sambil membuka penutup makanan.
"Gue bilang nanti"kata lisea dengan nada kesal.
"Udah terlanjur kebeli"kata dendra dengan santai.
"Buka mulut"kata dendra sambil memberikan suapan kepada lisea.
"Gak"kata lisea sambil mengalihkan pandaangannya dari dendra.
"Lu makan atau..."kata dendra tergantung dan menatap lisea penuh arti.
"Apa"kata lisea menantang.
"Gue bilangin sama nyokap lu"kata dendra dengan tenang.
"Ngamcem lu?"kata lisea tak suka.
"Menurut lu"kata dendrasantai.
"Ck,mana"kata lisea meminta makanan yang ada di tangan dendra.
"Nih,makan sampek habis"kata dendra sambil menyerahkan makanan yang tadi dia bawa.
"Bawel lu"kata lisea dan mulai memakan makanan tadi dengan malas.
Dendra hanya memperhatikan lisea dengan diam dan terkadang tersenyum saat mendengar ocehan lisea kepadanya.
"Kalau makan jangan ngoceh kayak burung,nanti keselek"kata dendra dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Nih,gue udah kenyang"kata lisea sambil menyerahkan makanan tadi ke dendra.
"Baru makan sediki udah kenyang?"kata dendra tak percaya.
"Gue udah bilang kalau gue itu gak laper"kata lisea dengan malas.
"Ck,nih minum dulu"kata dendra dan menyerahkan air putih ke arah lisea.
Setelah minum lisea ingin bangkit dari duduknya dan berjalan keluar uks tapi semua pegerakannya terhenti karena perkataan dari dendra.
"Mau kemana lu?"tanya dendra sambil menatap lisea dengan lekat.
"Balik ke kelas"kata lisea dengan malas.
"Udah baikkan?"tanya dendra dengan nada datar.
"Udah"kata lisea dengan malas.
"Yaudah"kata dendra dengan santai dan berjalan ke arah tempat lisea.Setelah itu memegang tangan lisea dan berjalan keluar kelas.
'Nih anak kenapa?'batin lisea bingung.
Sesampainya di depan pintu kelas ternyata guru baru saja keluar kelas karena pergantian jam.
"Lepasin tangan lu"kata lisea lirih saat ada di pintu kelas.
Dengan enteng dendra melepaskan tangan lisea dan berjalan meninggalkan lisea sendirian.
Lisea masuk dengan tenang bahkan tak memperdulikan beberapa tatapan dari teman sekelasnya.
Lisea duduk dengan tenang dan mulai menyibukan diri dengan ponselnya.Lisea tak menghiraukan pertanyaan dari teman-temannya yang menayakan hubungannya dengan dendra.
Sudah dua hari setelah kejadian dimana lisea pingsan dan semenjak kembali di kelas lisea dan dendra kembali ke sikap yang sama seperti yang dulu.Sebenarnya lisea juga merasa aneh dengan sikap dendra waktu itu.
'Ya sudahlah anggap saja kenangan manis walau cuma sekali,jodoh gak akan kemana'batin lisea dengan senyuman manisnya.
Cintan tak harus di paksa
Apalagi kalau kita sampai merebut seseorang mengatas namakan cinta.
Cukup nikmati karena bila jodoh dia tak akan kemana.
Jodoh sudah di atur
Bila kita memaksakan kehendak dan jodoh kita bukan dia juga percuma.
Tamatt~~