Di kampus mereka ada sembilan legenda horor kampus yang terkenal. Salah satunya adalah cowok tampan dari fakultas ekonomi. Cowok yang katanya akan selalu membantumu jika kamu memanggil namanya tiga kali. Ya, sebut Kim Minwoo tiga kali maka dia siap membantumu.
Katanya dulu Kim Minwoo berasal dari fakultas ekonomi. Dia mahasiswa yang pintar, baik, sekaligus tampan. Namun sebaik-baiknya manusia pasti memiliki kekurangan. Kim Minwoo itu tipe cowok yang perfeksionis. Jika tugasnya belum terlihat sempurna di matanya, maka dia akan terus mencoba merapikannya. Katanya begitu.
Minwoo yang tipe perfeksionis itu mudah stres. Di tahun ketiganya berkuliah dia bunuh diri di jembatan penghubung antara gedung B9 dan perpustakaan. Minwoo merupakan tipe orang tertutup. Dia ditemukan terlambat dan sudah tewas overdosis obat penenang di tahun 1998.
Saat itu belum banyak cctv di pasang di Korea Selatan. Seharusnya jika Minwoo ditemukan 30 menit lebih cepat nyawanya kemungkinan dapat diselamatkan.
Minwoo yang mati tidak bahagia membuat arwahnya masih berkeliaran di kampus. Terutama gedung B9, milik fakultas ekonomi. Katanya setiap dia muncul akan ada aroma mint yang wangi.
Hari itu Nara kebagian tugas kelompok ekonomi mikro. Malangnya kelompoknya adalah kelompok sampah.
Nara terpaksa menanggung semua beban kelompok itu. Padahal dia bukan cewek pintar. Selama ini dia bergantung pada Sungchan, teman masa kecilnya, ketika mengerjakan tugas. Namun kali ini beda cerita, anggota kelompok tugas itu dipilih oleh Dosennya, Profesor Lee.
Sial.
Nara ingin menangis saja.
Nara memutuskan mengerjakan tugas itu sendirian di perpustakaan. Dia memilih lantai 4 yang sepi.
Sudah tiga jam dia berkutat dengan tugasnya. Hanya saja tak kunjung usai. Tahun kedua berkuliah membuatnya stres total.
Ketika Nara sedang meniup-niup poninya karena pusing, seorang cowok tampan menghampirinya.
"Hei, boleh aku duduk di sebelahmu?"
Nara tidak tahu siapa cowok itu yang jelas cowok itu tampan dan tinggi.
"Terserah."
"Terima kasih."
"Ya..."
Nara masih meniup-niup poninya. Cowok di sebelahnya itu terlihat sedikit terganggu.
"Hei, kamu mau aku bantu? Mungkin? Di mataku kamu terlihat kesusahan."
Nara menyipitkan matanya tidak percaya.
"Hmm ini tugas ekonomi mikro. Memangnya kamu bisa?"
"Eh? Itu mudah. Aku di tahun ketiga fakultas ekonomi. Namaku Minwoo."
"Sungguh?! Terima kasih. Omong-omong maaf, namaku Nara, Sunbae."
Minwoo hanya tersenyum manis.
Nara lalu menggeser buku catatannya yang berisi tugas itu. Cowok yang Nara yakini sebagai kakak tingkatnya itu membantunya sampai selesai. Hanya dalam satu jam cowok itu selesai mengerjakan tugas kelompok itu. Nara amat bahagia. Besok dia tinggal mengetikkan jawaban tugas itu ke laptop. Perfect.
"Ya ampun! Terima kasih banyak, Sunbae. Aku sungguh berhutang banyak kepadamu. Apa kamu mau kutraktir besok mungkin? Atau kapan?"
"Ah, tidak usah. Maaf tapi aku akan pulang duluan. Berhati-hati jangan terlalu malam ketika pulang. Banyak pria mabuk akhir-akhir ini."
"Ya, Sunbae. Sekali lagi terima kasih banyak."
Minwoo meninggalkan Nara sendirian.
***
Dua hari setelahnya, Nara masuk kelas ekonomi mikro dengan berseri-seri. Anggota kelompok sampahnya janji akan mentraktirnya daging sapi.
Nara menyetujuinya. Yah, paling tidak dia juga turut andil mengerjakan tugas itu. Walau sebenarnya dia hanya menyalin dalam versi word ke laptop.
"Eh, Nara? Aku boleh minta filenya?"
Itu Lee Arin. Cewek famous di fakultasnya. Iya salah satu anggota kelompok sampahnya.
"Boleh, nanti ku kirim lewat kakao saja..."
"Okey... omong-omong kamu pintar sekali. Kapan-kapan aku mau dong diajari..."
"Eh?", sepertinya Nara harus mengaku.
"Maaf... sebenarnya aku tidak mengerjakannya sendiri. Aku dibantu Minwoo Sunbae dari tahun ketiga."
"Hah? Tidak ada yang namanya Minwoo Sunbae di tahun ketiga. Satu-satunya mahasiswa bernama Minwoo di fakultas kita cuma Park Minwoo di tahun pertama!"
"Serius?"
'Eh, lalu siapa Sunbae yang membantunya waktu itu?'
Nara merinding seketika.