Sebelum dia terjatuh ada yang menarik tangannya, lalu menggenggamnya erat.
"Gila! Lu ngapain?!"
Lalu gadis itu hanya menjawabnya dengan senyuman. Tangan kanannya berusaha melepaskan diri dari genggaman si pria. Namun si pria tidak ingin membiarkan gadis itu lepas.
"Masih ada gue di sini, lu jangan pergi"
Kalimat terakhir yang didengar gadis itu membuatnya menangis.
***
Gadis itu membuka matanya, hidungnya mengendus - endus penasaran.
'rumah sakit', batinnya.
"Hahah, lu udah sadar. Gue jadi bahagia, dong", suara yang khas menyapa telinga si gadis.
"Lu nyusahin banget ya, tapi nggak apa sih. Gue pengen kita tetep bareng", si pria mengakhiri kalimatnya dengan senyum.
Gadis itu juga ikut tersenyum.
***
Gadis itu sedang berusaha kembali berjalan, dibantu oleh si pria tentu saja.
"Duh, hati - hati"
"Eh eh, pelan pelan. Kalo jatuh entar kenapa napa"
"Istirahat dulu sayang"
Gadis itu malah tertawa keras setelah mendengar kata terakhir dari si pria.
'Kevin Pratama', gadis itu hanya membatin.
***
"Hari ini gue ada jadwal kuliah. Maaf enggak bisa nungguin lu dulu. Gue pergi dulu. Lu istirahat biar cepet sembuh"
Gadis itu masih tidak berkata - kata. Matanya hanya meandang kepergian si pria. Ada sedikit penyesalan di hatinya karena tidak membalas kalimat si pria.
'Kevin Pratama, sadar', gadis itu lagi lagi hanya membatin kalimatnya.
***
"Gue benci sama lu! Kevin!", gadis itu berlari entah kemana.
Kevin hanya termenung. Dia belum bisa mencegah gadis itu.
Entah sudah berapa menit Kevin hanya menatap kolam ikan di sampingnya. Ya, hanya berdiri dan menatap. Hingga bayangan air di atas kolam menampakkan bayangan gadisnya di atas gedung. Dengan sekuat tenaga Kevin berlari ke arah gedung tua di belakangnya.
***
Kevin mengganti isi sebuah vas bunga. Namun matanya melirik sesosok gadis yang sedang tertidur pulas di ranjangnya. Tatapan Kevin sedih.
Kevin tidak sadar, gadis itu tidak benar - benar tidur.
'Maafkan aku yang beberapa hari ini berbohong, Kevin. Aku hanya ingin mengulang waktu kita bersama'
***
"Masih ada gue di sini, lu jangan pergi"
Kalimat terakhir yang di dengar gadis itu dari prianya membuatnya menangis.
Gadis itu terjatuh dari atas gedung. Badannya dengan sukses menghantam permukaan kolam ikan. Rambutnya menari - nari di dalam air. Ikan - ikan ikut menari bersama kepergiannya. Teratai-teratai mengata-ngatai si gadis bodoh. Air kolam itu sekarang bercampur darah.
***
"Nyonya, saya mohon Anda untuk bersabar. Saya yakin anak lelaki Anda akan segera sadar"
Deg...
Kevin membuka matanya lebar - lebar. Ada kakak perempuannya, ibunya, adik perempuannya dan seorang suster. Ya, dia baru sadar kalau dirinya terbaring di rumah sakit. Dengan infus yang menancap pun alat bantu pernapasan.
'Terima kasih, sayang atas waktu yang kau replay kembali'