Ini tidak bisa ditunda, harus segera dibawa ke rumah sakit !” seru bu Ames pada suaminya.
“ Ya udah Ayah panggil Ambulance dulu bun.” Sahut Royhan suami Ames.
Sementara Alisa pingsan tak mampu menahan sakitnya. Sudah berkali kali Alisa pingsan seperti itu dikantor. Namun selalu menolak untuk dibawa kerumah sakit. Seperti takut ketahuan penyakitnya, sampai Ricky Alamsyah tunanganya bingung. Bahkan Alisa berkali kali meminta Ricky mencari pengganti dirinya, dengan alasan dirinya yang sakit sakitan. Alisa takut mengecewakan Ricky.
Kali ini Alisa pingsan dirumah,sehingga tak bisa menolak dibawa kerumah sakit. Ayah dan bundanya segera membawa Alisa masuk ambulan dibantu petugas. Alisa segera masuk ruang IGD untuk mendapatkan pemeriksaan intensif. Hasil sementara Alisa dinyatakan sakit Ginjal dan harus mendapatkan perwatan yang intensif.
Dan saat itu juga, Alisa dibawa masuk ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan khusus. Orang tua Alisa panik mendengar analisa dokter yang menyatakan Alisa ginjalnya harus mendapatkan donor, Jika ingin sembuh total.
“ Bagaimana mendapatkan donor ginjal pak ?” Tanya bu Ames yang begitu syok mengetahui kondisi Alisa yang demikian parah penyakitnya.
“ Coba ayah hubungi Ricky, untuk membantu mencarikan donor ginjal bun.” Ucap royhan.
Kemudian Royhan menghubungi Ricky, dan beberapa saat kemudian Ricky datang.
“ Bagaimana keadaan Alisa Yah ?” Tanya Ricky Alamsyah.
“ Masih belum sadar juga, harus dicarikan donor ginjal. Alisa mengalami gagal ginjal. Tapi masalahnya Ayah bunda tidak tahu harus mencari donor kemana nak ?” kata Royhan yang saat itu tak mampu menutupi kesedihan melihat kondisi putri semata wayangnya.
“ Baiklah ayah, bunda Ricky coba hubungi teman kuliah Ricky dulu yang sekarang ikut anggota PMI untuk membantu mencarikan donor ginjal.Apakah Ricky boleh lihat keadaan Alisa dulu ayah ?” Tanya Ricky.
“ Boleh nak, silahkan masuk ruang ICU.” Kemudian Ricky ditunjukkan tempat Alisa berbaring.
“ Al…? kenapa kamu sembunyikan penyakitmu ?” Tanya Ricky pada Alisa yang terbaring tak sadar.
“ Ricky janji akan carikan kamu donor ginjal, agar kita tetap dapat bersama selamanya Al !” kata Ricky sebelum meninggalkan ruang ICU sambil menatap sedih kekasihnya yg berbaring lemah tak berdaya.
Ricky segera keluar dari Rumah Sakit, setelah berpamitan dengak kedua orang tua Alisa calon mertuanya.
Ricky menghubungi semua rekan yang mungkin bisa mencarikan donor Ginjal. Sementara orang tua Alisa menunggu Alissa menunggui Alisa yang masih tergolek pingsan. Tampak raut wajah muram kedua orang tua Alisa.
Semalam berlalu, Alisa sadar tapi kondisinya sangat lemah.
“ Ayah, bunda maafin Alisa ya,tidak bisa bahagiakan kedua orang tua.” Ucap Alisa.
“ Udah Alis jangan bilang gitu,yang penting Alis cepat sembuh. Ricky sudah mencari donor ginjal buatmu.” Kata Ayah Alisa.
“ Sekarang Alis istirahat saja dulu, jangan banyak bergerak.” Ucap bu Ames.
Beberapa hari Alisa berbaring di ICU namun kondisinya masih stagnan, tidak ada perkembangan. Kedua orang tua Alisa hamper putus asa. Menunggu kabar dari Ricky yang belum juga mendapatkan Pendonor ginjal.
Suatu hari saat Ricky datang dan menyampaikan, bahwa hasil mencari donor ginjal belum ada hasil. Kedua orang tua Alisa sudah tampak pasrah dengan keadaan.
Tiba tiba HP Ricky berbunyi dan langsung Rcky angkat.
“ Selamat siang, dengan Ricky Alamsyah. Ada yang bisa saya bantu ?” ucap Ricky di telpon.
“ Selamat siang pak Ricky, apa benar bapak mencari pendonor ginjal ? ini saya ada orang yang mau mendonorkan ginjalnya. Karena sesuatu hal, dia seorang gadis yang mengalami kecelakaan dan harapan hidupnya kecil. Maka dia berniat mendodonorkan ginjalnya.” Ucap seseorang itu di telpun.
“ Benarkah dia mau mendonorkan ginjalnya. Mohon maaf, apa permintaanya akan saya penuhi jika saya mampu.” Ucap Ricky.
“ Dia tidak minta apapun pak, hanya saja, dia meninggalkan surat wasiat yang harus saya serahkan ke bapak jika dia wafat !” kata orang tersebut.
Kemudian Ricky dan orang Misterius itu janjian untuk melakukan cangkok ginjal Alisa. Dengan pendonor yang dibilang didepan tadi. Maka disepakati proses cangkok ginjal Alisa di rumah sakit tertentu dan hanya boleh di hadiri oleh ayah bunda Alisa dan Ricky saja. Tidak boleh diketahui oleh orang diluar itu, kecuali petugas medis yang berkompeten.
Akhirnya Alisa mendapatkan pendonor darah, ada secercah harapan bagi Alisa dan kedua orang tua Alisa.
“ Ayah dan Bunda bolehkah saya menyampaikan sesuatu ?” Tanya Ricky pada kedua orang tua Alisa.
“ Apa nak, sampaikan saja kamu sudah kuanggap anak kami sendiri.” Jawab Ayah Alisa. Sedangkan bu Ames hanya berkaca kaca, masih was was menunggu hasil operasi cangkok ginjal anaknya.
“ Tapi sebelumnya mohon maaf,jika saya menyampaikan hal ini di waktu dan tempat yang tidak tepat ?” kata Ricky.
“ Katakan saja nak Ricky, jangan buat kami makin bingung di suasana begini.” Ucap Royhan ayah Alisa.
“ Maaf Ayah dan Bunda, Ricky punya satu permintaan, jika proses cangkok ginjal ini nanti hasilnya cocok dan Alisa bisa selamat. Ricky mohon segera dinikahkan dengan Alisa. Ricky gak mau terpisah dengan Alisa, seandainyapun Alisa harus pergi. Ricky pingin Alisa sudah berstatus istri Ricky !” ucap Ricky.
“ Kenapa nak Ricky bicara seperti itu ?” Tanya Royhan ayah Alisa.
Ricky terdiam sejenak, kemudian menceritakan bahwa berkali kali Alisa meminta Ricky untuk cari gadis pengganti Alisa. Karena Alisa merasa dirinya sakit sakitan, Tapi Ricky tidak mau,dan hanya mau menikah dengan Alisa.
Kedua orang tua Alisa pun merasa terharu, mendengar ketulusan Ricky mencintai anak gadisnya.
“ Apa kamu tidak akan kecewa nak, jika Alisa ternyata tidak berumur panjang dan tidak bisa menjadi istri yang sempurna bagimu ?” Tanya Ayah Alisa.
“ Tidak “ jawab Ricky singkat dan mantab.
Hari pun berganti, proses cangkok ginjal Alisa sudah berhasil dilakukukan. Tinggal menunggu masa pemulihan kesehatan bagi Alisa. Alisa pun sudah ditempatkan di bangsal dan sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.
Cangkok ginjal Alisa sukses, Alisa makin sehat, wajahnya semakin cerah, atk lagi pucat seperti sebelumnya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan Ricky segera mohon dinikahkan dengan Alisa. Alisa pun mau menerima Ricky dengan senang hati, mengingat kesehatan dirinya semakin prima. Semua bahagia, kedua orang tua Alisa dan Ricky menentukan hari pernikahan mereka. Tiga hari sebelum akad nikah mereka dilaksanakan. Alisa mengalami mimpi buruk yang sangat mengganngu pikiranya.
Setiap kali Alisa tidur, entah siang entah malam. Entah lama ataupun sebentar.
Alisa mimpi seakan dia bukanlah dirinya, Alisa merasa dirinya adalah orang lain. Alisa merasa selalu dikejar kejar orang hendak memperkosa dan membunuh dirinya.
Hal itu berlansung terus terusan hingga membuat Alisa tak berani tidur. Hingga saat proses Akad Nikah pun wajah Alisa sangat pucat. Meskipun sudah di make up sedemikian rupa. Namun tak mampu menutupi wajah pucat Alisa.
Untung proses akad nikah berhasil dilaksanakan dengan lancar, meski prosesi resepsi nikah terpaksa ditunda karena Alisa pingsan karena kurang tidur dan kelelahan.
Semua panik, Alisa segera dilarikan kerumah sakit. Ricky menunggui dengan cemas.
“ Saudari Alisa hanya kecapaian, tidak ditemukan penyakit apapun.” Kata dokter yang menangani Alisa.
“ Owh sukurlah dok, berarti sudah boleh pulang dok ?” Tanya Ricky.
“ Sudah, o iya kalian pengantin baru saja menikah ya. Kok masih pakai baju pengantin ?” tanya dokter itu.
“ Owh selamat ya, semoga bahagia selalu. Tapi nanti malam jangan lembur dulu, biar istrinya sehat dulu.” Gurau dokter itu.
” Iya dokter, kesehatan istri saya lebih penting.” Ucap Ricky.
Mereka pulang kerumah Alisa, terlihat tenda resepsi masih terpampang rapi. Meski hanya sedikit tamu yang masih tersisa. Sebagian tamu sudah pulang, mungkin juga bosan acara resepsi diganti makan makan saja karena tidak ada mempelainya.
Sebelum masuk rumah, Alisa dan Ricky dipanggil seseorang yang tidak dia kenal. Orang itu memakai baju gamis lengkap dengan serban dan kopiah putih.
“ Maaf apakah saudari bernama Alisa ?” Tanya orang itu.
“ Betul pak ustadz, ini istri saya namanya Alisa. Ada apa ya pak ?” Tanya Ricky lembut meski hatinya sedikit risau. Menemui tamu yang tidak di kenalnya disaat yang kurang mengenakkan.
“ Apakah saudari Alisa baru saja, menerima donor ginjal ?” Tanya orang itu lagi.
“ Iya pak, bapak tahu dari mana ?” Tanya Ricky yang sekarang menjaddi agak posesiv.
“ Sabar nak, saya tidak bermaksut jahat. Hanya mengingatkan jika kalian melupakan sesuatu perjanjian saat hendak menerima donor ginjal itu. Saya datang kesini ingin memberikan surat ini saja. Semoga kaliyan bahagia.” Kata orang itu yang lantas pergi, setelah memberikan sebuah surat.
Ricky dan Alisa segera masuk rumah untuk membuka isi surat tersebut. Yang ternyata isinya cukup singkat.
Dear Alisa
Aku yang donorkan ginjalku.
Aku korban perkosaan dan percobaan pembunuhan.
Aku ingin ginjalku tetap hidup agar aku bisa menyampaikan pesanku lewat tidurmu.
Alisa jangan lupakan aku, aku meninggal satu jam sebelum ginjalku diambil dan dipasang untukmu.
Alisa namaku Rayhana binti Maulana
Tolong doakan aku ya dalam tiap sujutmu.
Dari pendonormu
Rayhana bnt Maulana
TAMAT