Bagaimana rasanya saat cinta kita ditolak?
Rasanya sangat menyesakkan dan menyakitkan bukan...?
Dan ingin menangis........Itulah yang dirasakan temanku didepanku ini.Dia menceritakan kisah cintanya kepadaku, bisa dibilang dia curhat.
Dia bernama Kiyana Laudrey.Statusnya di sekolah sangat-sangat buruk, dia itu salah satu pembuly di sekolahnya.Dan bagaimana bisa menjadi temanku?..
Kiyana sahabatku dari kecil, bahkan kita tetangaan, umur kita hanya beda satu tahun tapi karena dia sangat pintar dia sempat melompat satu kelas.
Disekolah dia suka memperoleh nilai yang memuaskan, alias nilai tinggi.Lalu dia mencintai seseorang, bisa dibilang Kiyana mencintainya dengan tulus.
Dia menangis deras.Kasian sekali melihatnya seperti ini, dia kelihatan rapuh hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan.Kami bisa dibilang seperti saudara saat Kiyana diluar sekolah maupun diriku.
Aku memeluknya dan menepuk punggungnya pelan, aku menenangkannya dengan cara seperti ini lalu mengatakan.
"Ky... sabar di sayang tuhan loh~ , yang sabar ya... Jodoh sudah diatur, kedepannya mungkin dia jodohmu atau dia bukan jodohmu!"
"Huaaaaaa.... Mel!! gimana sii!! huaaaa aku susah ngelupain diaa hiks huhuhuhu.... gimana caranya ?!"
"Jangan pikirin dia lagi"
"Susah Mell.... huaaaaa lu ng..i..nep.. ya!... hiks hiks temenin gua"
Tangisanya mulai mereda.Perkenalkan diriku! namaku Melinda Cahya.
"Ky... lu tenangnin diri lu ya... lanjutin ceritanya lagi dong, gue penasaran... di kasur lu aja ya sembari tiduran."
"Yaudah, sini"
Kamipun berjalan kearah kasur Kiyana.Lalu tiduran di kasur tersebut dan Kiyana menceritakan semuanya.Bahkan saat pertama kali bertemu dan jatuh cinta kepada sosok laki-laki itu.
Laki-Laki itu bernama Denis.Laki-laki primadona sekolah, dia sangat tampan dan memiliki tubuh yang ideal, bisa dibilang dia idaman para perempuan di sekolah.
Dia mengikuti club basket, dan dia memiliki sifat yang ceria, ramah, baik, dan mudah bergaul, serta orang yang terbuka.Denis berteman dengan siapa aja.
Dan gimana bisa si Kiyana jatuh cinta?... awalnya hanya kagum... Kiyana sempat melihat pertandingan basket Denis, dan Denis memenangkan pertandingan basket itu.Itupun pertandingan dengan sekolah lain.
Dan ada kejadian dimana membuat Kiyana mulai menjadi suka pada Denis.Kejadian tersebut saat Kiyana sehabis keluar dari rumahnya karena kejadian masalah keluarga.
Kiyana dengan murung berjalan kearah rumahku, dan sempat mampir dirumahku, tapi karena aku tidak ada di rumah.Diapun ke taman.
Sesampainya Kiyana di taman, dia mencari tempat duduk yang sepi dan nyaman.Dan taman itu adalah taman yang bisa dibilang sangat luas, bahkan ada danau kecilnya loh!, Kiyana menemukan sebuah tempat yang menurutnya membuatnya nyaman dan bisa bersendiri.
Dimana itu? heh itu di atas pohon.Dasar, Kiyana tidak pernah berubah.Selalu saja masih suka memanjat pohon.Walau gitu dia itu orangnya batu, alias keras kepala dan suka gak dengerin yang kita omongkan untuk kebaikannya.
Oke, balik ke cerita dia.
-FLASHBACK :
POV KIYANA:
Setelah berada di taman, aku memanjat sebuah pohon yang disekitarnya sepi.Dan dekat danau.Aku menenangkan pikiranku disana.
Aku kesal sekali dengan teman-temanku disekolah, berani sekali dia memaksaku untuk ikut bersamanya dan berhenti membacanya selagi aku sedang membaca buku.
Itu tidaklah sopan! kita dipaksa berhenti melakukan kegiatan yang kita sukai pasti sangat kesel bukan??!...
Aku ini suka membaca buku tau! apalagi momy dan papi sering beliin buku-buku banyak dan bagus untukku dibaca, saat-saat itu, aku akan sangat jarang untuk bersama mereka dan memilih membaca buku-buku itu.
Tapi mereka mengajakku ikut dan bergabung dengan mereka untuk membuly si culun kelas sebelah.
Ughhh... aku sebenarnya sangat bosan... selalu membuly, sudah sangat sering, padahal pertamanya aku merasakan perasaan seru membuly orang-orang lemah.
Tapi merasakan perasaan iba pada mereka, tapi lama kelamaan itu menyerukan dan..... menjadi kebiasaanku.
Menurutku, hal paling seru yang kusukai sekali adalah membaca novel-novel fantasi romantis♥.
Setelah memanjat dan mendudukkan diri di pohon, aku menyandarkan diriku dan membuka sebuah novel romantis.Aku membacanya sampai membuatku senyum-senyum sendiri.Aku baperr...
Aku ingin mempunyai seseorang yang mencintaiku sangat-sangat tulus dengan pandangan rasa cinta pada perempuan.Aku menginginkannya....
`♪♪♪♪~~`
Hm??... suara gitar?... sangat enak didengar sepertinya... dari mana asal suara itu?....
Aku turun dari pohon itu dan mulai mendekati asal suara.Aku melangkahkan kakiku dengan perlahan dan menginjakkan setiap rerumputan.
Suaranya sangat merdu... aku sangat menyukainya...
Aku bersembunyi dibalik pohon dan mengintip orang itu... dia lelaki yang populer disekolahku! si pemain basket itu... Daniel kalau gak salah....
Dia memakai kaos putih dengan kemeja berwarna biru tua, rambut di tata rapih... mata yang tertutup menikmati setiap alunan dan suara yang dibuatnya.Memetik sebuah gitar, duduk di rerumputan, didepannya danau yang jernih, angin yang meniup rambutnya membuat rambutnya berantakan.
Sangat tampan...
Deg
Deg
Deg
Perasaan apa ini?... apakah aku menyukainya?.... aku....
Akupun lari dari sana, untung laki itu tidak melihatku.Entah kenapa aku akan sangat malu apabila dia melihatku, aku ingin menjauh darinya dan melihatnya dari jauh...
Aku berlari sembari menggengam erat buku di pelukanku.Aku menuju gerbang masuk dan keluar taman.Aku meninggalkan taman itu dan kembali pulang.
POV KIYANA OFF
-FLASHBACK OFF
Ternyata dia menyukainya karena memainkan gitar ya?... entahlah.... dasar Kiyana.
"Terus?... kamu ngapain pas dirumah?" tanyaku.
"Aku masuk ke kamar terus langsung tiduran di kasur sama nutup mukaku, deg degan banget sumpah!" jawab Kiyana.
"Aku juga sempet buat dia suka padaku... jadi aku melakukan apa saja untuknya"
"Tapi itu semua percuma!"lanjutnya lagi dengan sedih.
Aku memegang pundaknya dan bertanya lagi.
"Hey?... bagaimana cara kerja kerasmu yang berusaha agar dia menyukaimu?" tanyaku.
"Aku... mencari perhatiannya dengan cara, aku pernah sempat menjatuhkan diriku didepannya, dan kau tau!? dia menolongku... bukankah dia sangat baik?? dan banyak lagi cara yang kugunakan"ucapnya dengan semangat.
(Hah.... sepertinya dia sudah buta dengan cinta)
"Ky... jangan marah loh!, kau tau... jangan menilai setiap orang dari luarnya ya... bisa saja.. MunGKIN misalnya, dia itu sebenarnya ingin agar menjadi populer?, atau hatinya gak sebaik yang kamu kira...?"
"Ih!! paan si-"
"Kan dibilang MUNGKIN MISALNYA."
"Dah lah Ky.. mendingan kamu jangan mikirin tentang cinta dulu deh, fokus dulu dengan belajarmu sampai lulus, bahkan sampai kerja, baru kau mencari cinta sejatimu itu yang kau hayalkan...."
"Kau tau Ky?... menurutku ya.. cinta pada saat remaja maupun anak-anak hanyalah cinta monyet.Jadi pahami dulu apa itu cinta dan suka yang sebenarnya"
"Mel...."
"Turuti saja saranku, dari pada nanti nyesel kedepannya"
"Hufftt baiklah... sepertinya ucapanmu benar."
"Heh kukira kau akan menolak seperti biasanya.. kau kan orangnya ngeyel!"
"Ih jahat, sama adik sendiri begitu"
"Heh? adik, yang bener tuh adik angkat! Hahaha"
"Dasar kau ini."
"Eh Ky, kita kalo berdua ga pernah pake bahasa loe dan gue ya hihi"
"Eh bener... lagi pula aku ingin sopan denganmu"
"Eaaa sejak kapan si Kiyana bisa sebijak ini"
"Dari pertama kita bertemu sayangkuh~"
"Dih... Iueeeeww~ hahahahaha"
"Hahahahaha"
Pov Cerita:
Dua sahabat itupun tertawa dan berbahagia bersama... pada hari itu yang menyenangkan bagi mereka.Walau awalnya Kiyana sempat sedih dengan kisah cinta monyetnya itu.Tapi dia bisa tersenyum lebar dan berbahagia karena sahabatnya itu, yaitu si Melinda.
"Aku akan selalu ada untukmu saat kamu membutuhkanku"/Melinda/
"Kamu adalah orang yang terbaik dan membuatku sangat nyaman saat berada bersamamu"/Kiyana/
'Kita adalah sahabat yang tidak akan terpisahkan!'
/Melinda&Kiyana\