Aku adalah anak perempuan berumur 18 tahun
Namaku Karin oktavia.
Aku hidup dengan keluarga
yg berkecukupan. Aku mempunyai keluarga yg lengkap.
Ada dady, momy dan bang Jack.
Aku anak bungsu di keluarga ini.
Namun sifatku bukan seperti gadis biasa,
Aku tidak dekat dengan keluargaku, karna suatu hal, dan sifatku sangat dingin.
Tidak ada yg tau kalau aku mempunyai altar ego.
Dan mereka semua tidak ada yg berani menyentuh kuda kesayanganku .
"Nak,ayo sini sarapan sama sama" ajak momy
Setelah melihatku keluar dari kamarku.
Aku yg mendengar ajakan momy pun sekilas melirik semua yg berada di meja makan.
Disana mereka semua duduk mungkin sedang menungguku, di kursi itu ada momy, dady dan bang Jack, mereka semua tersenyum melihat ku menuju meja makan,
Aku duduk di sebelah bang Jack.
Dengan memasang ekspresi dingin.
"Kamu mau makan apa dek? Biar abang ambilkan?"
Bang Jack bertanya padaku dngan lembut.
Namun aku tak menjawab dan tak menoleh padanya seolah-olah tak ada yg bertanya.
Aku mengambil makananku sendiri lalu memakan makanannya tanpa melihat kemanapun hanya fokus ke makananku saja.
"Huffff"
kudengar helaan nafas dari mulut bang Jack, ekspresi nya berubah menjadi murung melihat ku mengabaikan nya.
Dady yg duduk di samping bang Jack pun memegang pundak Jack.
"Sabar nak" ucap dady pada bang Jack dia paham perasaan bang Jack.
"Yes dad" jawab bang Jack lalu melanjutkan sarapannya sambil terus melihatku dengan tatapan sedih.
Setelah makanan ku habis aku segara bangkit dari kursi itu lalu membawa piring ku untuk ku cuci.
Baru berapa langkah aku ingin pergi ke dapur ibu menghentikan langkahku dengan memegang lenganku.
"Tidak usah nak biar momy yg cuci yah"
kata momy ku sambil ingin mengambil piring yg ku pegang.
Dengan cepat aku menjauhkan piringku dari jangkauan momy.
Aku langsung menatap mata momy ku dengan tajam.
"Aku sudah terbiasa dengan ini! Jangan menghalangiku" ucapku dingin
"Tapi nak disini ada pembantu biarlah mereka yg mencucinya"
"Sudah kubilang aku sudah terbiasa hidup tanpa kalian semua sejak kecil seperti ini, dan sampai kapanpun aku akan selalu seperti ini!"
Aku menekan semua kata kata ku dan mencoba menahan air mata ku.
Setelah mengucapkan itu aku pergi kedapur untuk mencuci piring yg baru saja ku pakai.
Sementara momy ku dia terdiam, tak menjawab dia tak bergerak sama sekali bibirnya bergetar ingin menangis hatinya sakit melihat perubahanku.
Dady langsung memeluk momy mencoba menenangkan momy yg sudah mulai menangis.
"Dad hiks.. kita salah dad.. harusnya dulu kita menghabiskan waktu bersamanya hiks... aku ingin anakku yg dulu dad kembalikan dia hiks..." momy menangis menyesal di pelukan dady.
"Sudahlah mom, kita akan berusaha untuk lebih dekat lagi dengan via, dia pasti akan berubah mom"
Setelah berbicara dady membawa momy pergi ke kamar.
Dan bang Jack yg melihat dari awal sampai akhir pun,ikut sedih, hatinya juga hancur, karna dia juga gak pernah berada di samping via di masa kecilnya
Jack pun pergi menyusulku yg sedang mencuci piring.
Dia tiba-tiba saja mengambil piring yg sudah kucuci lalu di susun di tempatnya.
Aku sempat kaget sejenak karna kedatangan bang Jack yg tiba-tiba.
"Aku bisa sendiri, menjauh dariku!"
Ucapku dingin lalu, mengambil piring yg ditangan Jack lalu menyusunnya.
"Sampai kapan vi, sampai kapan sifatmu terus seperti ini, abang tau kami semua salah kami gk pernah ada waktu untukmu, tapi kami skrng sudah berusaha untuk terus bersamamu, tidak bisakah kau memaafkan kami?"
Ucap bang Jack dengan nada lirih.
Aku yg mendengar ucapan bang Jack pun menghentikan aktivitas ku, aku menyimpan semua piring nya lalu setelah selesai.
Aku berbalik menghadap bang Jack dan menatap matanya.
"Kau bertanya padaku sampai kapan?ingat baik baik, pertama aku tidak akan pernah kembali seperti dulu, anak kecil yg selalu menangis meminta kalian bermain bersama ku, kedua aku tidak pernah meminta kalian untuk kembali bukan, lalu kenapa kalian tiba-tiba datang kesini dan dengan mudahnya kalian berusaha mendekati ku.
Aku tidak sebaik yg kalian pikirkan, untuk melupakan masa lalu kalian itu adalah hal mustahil bagiku.! "
Jawabku dengan nada dingin, lalu aku pergi dari dapur menuju kandang kuda ku yg berada di samping rumah.
Bang Jack yg mendengar jawabanku pun sudah tidak bisa berkata kata lagi.
Tiba-tiba hP nya berdering...
Bang Jack segera mengangkat telfon.
"Halo Jack" ucap seseorang di sebrang sana
"Napa nelpon roy" jawab bang Jack kepada roy,
roy adalah sahabat bang Jack sekaligus anak dari sahabat momy nya.
"Keluarga ku mau main ke rumahmu,momy nanya katanya ada kalian ada di rumah gak?"
"Ada momy and dady ada di rumah kalian kesini aja nanti ku kasih tau mom dad." Jawab bang jack
"Okelah thanks".
Setelah itu bang Jack mematikan telfon nya.
Lalu pergi memberi tau momy kalau sahabatnya mau datang berkunjung kemari.
Sementara aku skrng berada di kandang kuda ku yg sangat luas namun hanya satu kuda yg ku pelihara.
Kuda kesayangan ku.
Nama nya white dia adalah kuda putih yg kutemukan di tengah jalan saat masih kecil.
Entah dari mana asalnya. Namun aku sangat menyayangi kudaku itu.
"White apa kau tau, mereka semua skrng sudah berada disisiku, mereka semua sudah menyesali perbuatan mereka, tapi kenapa hatiku masih belum bisa menerima mereka white katakan padaku apa yg harus ku lakukan."
Aku berbicara dengan white seolah mengerti perasaanku white menyatukan keningnya pada keningku.
Aku menutup mata ku saat keningku menyatu dengan kening white.
Tiba-tiba ada suara di dalam pikiranku.
"Ikuti saja kata hatimu via, jangan terlalu memaksa jika memang kau belum bisa menerima mereka namun kau harus tetap berusaha, aku ada disini membantumu" suara itu sangat lembut dan kata katanya sangat menyentuh hatiku.
Suara itu bukan suara wanita melainkan lelaki.
"Hah?" Aku membuka mataku lalu melepaskan kening ku dari white.
Lalu aku melihat sekeliling namun tidak ada seseorang pun di sekitarku.
"SIAPA DISANA? " aku berteriak kukira ada orang yg bersembunyi namun tidak ada seseorang pun yg menjawab teriakkanku.
"Ta.. tadi suara siapa, kenapa tiada siapapun disini, lalu su.. suara tadi terdengar sangat dekat seperti dia berada di depanku... lalu siapa?.." aku bertanya pada diriku sendiri.
Lalu aku kembali menghadap white.
Aku menatapnya heran.
"Yg berada disini hanya aku dan white, jika suara tadi berada di dekatku jadi maksudnya, white!?......ah tidak mungkin, kurasa hanya aku yg berkhayal mana mungkin kuda berbicara" ucapku didalam hati sambil mengelus kepala white.
"White aku akan kembali, kita akan bermain sebentar lagi oke? Aku akan mengganti bajuku dulu bye white" aku mencium white lalu pergi meninggalkan kandang white menuju rumah.
Bersambung....
Siapakah suara yg didengar via?
Apakah dia white atau manusia?
Lalu apa yg akan terjadi pada hubungan via dengan keluarga nya akankah via bisa menerima keluarganya kembali?
Jawabannya ada di season 2
Judulnya "white, my love" baca oke
Jangan lupa like
Komen
Dan baca cerpen yg lainnya juga oke👌
❤️❤️❤️❤️