Malam itu, seperti malam yang biasa aku lewati bersama teman²ku. ketika malam minggu telah tiba
Sebagai AKM ( Anak Komunitas Motor ), Aku bersama teman²ku selalu membuat pertemuan saat malam minggu
Di pemikiran banyak orang, perkumpulan AKM adalah perkumpulan anak muda yang suka bikin onar dan sangat berandalan.
Namun Kami membentuk AKM, cuma untuk membantu orang² yang kurang mampu.
Seperti anak yatim, dan orangtua yang tidak mampu mencari makan.
~~~~~~~~Singkat Cerita~~~~~~~~
Jam menunjukkan pukul 10.00 malam, Setelah selesai mengerjakan tugas kami sebagai AKM. Kami pun segera pulang ke rumah.
Dan seperti biasa, ketika kami pulang? Aku dan teman2ku mulai terpisah arah. hingga tinggal Aku dan ketiga temanku bernama Raka, Faizal, dan juga Vigo. Karena kebetulan jalan pulang kami itu, satu arah. dan kami pun, memutuskan mengambil jalan pintas agar cepat sampai rumah
Kami menelusuri jalan yang biasa kami lewati, ketika pulang Malming. Jalan bergang sempit dan juga berbatu
Di saat gang sempit sudah habis kami lewati, tiba2 jalanannya berubah menjadi hutan belantara.
Kami sama sekali tidak menemukan jalan menuju rumah, dan semakin kami lewati? hutan itu, semakin menyeramkan.
" Luke! " panggil Raka mulai bingung
" hmm... ada apa " tanyaku
" kenapa jalanannya berubah hutan, bukankah seharusnya yang kita lewati itu? jalanan aspal " jawabnya dengan perasaan bingung
" iya nih Luke, apa kamu masih ingat jalan pulang " sahut Faizal juga ikut bingung
" iya, aku masih ingat? malahan aku hafal betul jalanan ini " ucapku
" tapi, kenapa di depan kita ada hutan " ucap Raka heran
" aku juga tidak tahu Bro, sebaiknya kita terus jalan? siapa tahu di depan, ada rumah " ucapku berusaha menenangkan
" ya su... "
DOORR...DOORR.
Belum sempat Raka melenyesaikan ucapannya, tiba2 bank motor Vigo meletus. dan bahkan sekarang mesin motor Faizal, juga ikut²an mati.
" aduh... pake meletus segala lagi " gerutu Vigo sambil menendang bank motornya
" loh... loh, kok tiba2 mesin motorku mati sih " ucap Faizal
Melihat kedua motor temanku mengalami insiden, Aku pun langsung menghantikan motorku. untuk membantu mereka, begitupun dengan Raka, juga ikut membantu
" sudah teman², kalian jangan kesal begitu? sebaiknya kita perbaiki motornya " ucapku memberi solusi
" iya, bentul kata Luke? sebaiknya kita perbaiki, sebelum malam semakin larut " sahut Raka
" masalahnya, aku tidak punya bank ganti? dan alat² untuk mengganti bank, aku juga tidak bawa" ucap Vigo
" iya, motorku juga tiba² ngadat? biasanya tidak seperti ini " gerutu Faizal
" tenang Bro, aku bawa kok alatnya? sebaiknya kita perbaiki sekarang, dan segera pergi dari tempat ini " ucapku
" ya sudah, kita pinggirin motornya dulu di sana " sahut Raka
Luke ~ POV
Namaku Luke Febriansyah, Aku adalah ketua AKM. memiliki paras tampan, Pintar dan juga penyabar.
Ketika anggotaku, ada yang mengalami kesulitan. Aku harus maju untuk membantu dan berusaha mengingatkan.
Yang terpenting dalam hidup kami adalah perduli terhadap sesama, walaupun perbuatan kami kurang di sukai, namun kami tetap menjalani dengan ikhlas dan tulus.
Luke ~ POV ~ off
" Aaauuu! "
Di tengah kami sedang memperbaiki motor, tiba2 kami mendengar suara aungan serigala.
" Luk! suara apa itu " kaget Raka langsung bertanya
" suaranya seperti aungan se... serigala " sahut Faizal
" jangan2 di hutan ini, banyak serigalanya " timpal Vigo
" tenang Bro, tenang? jangan panik, dan jangan berisik? nanti suara kalian terdengar hewan itu " ucapku berusaha meningatkan
" Aaauuu! "
" sudah Luk... motornya di tinggal saja, aku sudah takut " sahut Raka
" Iish Raka! tega banget, kok motorku di tinggal sih? gak mau ah... " kesal Vigo
" iya nih, kita juga takut? tapi, motor kita jangan pake di tinggal " ucap Faizal
" terserah, pokonya aku mau pul... "
" Aaauuu! "
Belum sempat Raka menyelesaikan ucapannya, suara itu kembali terdengar. bahkan suaranya semakin jelas terdengar
" tuh kan, suaranya ada lagi " ucap Raka
" iya nih Luk! malahan suaranya makin jelas " sahut Faizal
" jangan2 sekarang, serigalanya ada di belakang kita " timpal Vigo
" tenang Bro, sebaiknya kita lihat sama2 aja " ucapku
" Aaauuu! "
Tiba2 suara itu, kembali terdengar. seketika Raka, Faizal dan Vigo terkejut dan semakin ketakutan
" Luk...! " ucap Raka dengan suara gemetar
" takut nih Luk... jangan sampai serigalanya, samperin kita " sahut Faizal
" duh... amit amit deh " timpal Vigo
" Bro Bro...j angan takut, sebaiknya kita lihat sama2 " ucapku
" hhaah! melihat " sontak mereka barengan
" gila kamu Luk! " ucap Raka
" iya nih, takut ah... " sahut Faizal
" gak mau " timpal Vigo
" udah gak apa²? kita cuma ngecek kok " ucapku
" ya sudah, kita barengan aja " ucap mereka pasrah
" Aaauuu! "
Keringat dingin membasahi tubuh kami, dari ujung kepala sampai ujung kaki. sampai Lutut kamipun mulai gemetar dan kaku
3
2
1
Dengan hitungan mundur, kamipun langsung berbalik badan, untuk memastikan hewan apa di belakang kami. sehingga membuat kami ketakutan setengah mati
" Luk... hewan apa itu, anjing atau seri... serigala " bisik Raka dengan suara gemetar
" kayaknya itu anjing deh " ucapku
" kalo anjing, tapi kok bentuknya aneh " sahut Faizal dengan keringat dingin membasahi tubuhnya
" iya... matanya juga merah, jangan² bukan anjing? ta... tapi moster " timpal Vigo dan segera berlari meninggalkan kami
" Vig...! jangan kabur, tungguin aku dong " teriak Faizal
" duh... duh, hewannya mulai mendekat lagi " gumam Raka
" hewan apa ini sebenarnya, bentuknya seperti anjing? tapi kok matanya merah, dan kulitnya juga terkupas " batinku mulai mundur untuk menjauhi
Tanpa membuang2 waktu, Faizal dan Raka langsung menunggangi motornya dan mencoba menghidupkan dan mengendarinya pergi. Namun sepertinya motor mereka sulit untuk di hidupkan, apalagi dalam keadaan ketakutan
Pikiran kacau di tambah kecemasan dengan hati gelisah, membuat Raka dan Faizal tidak bisa berkonsentrasi
Sedangkan Vigo tidak bisa menahan perasaan takutnya, sampai pergi meninggalkan kami. Namun dari depan, tiba2 kawan hewan itu muncul dan menghadang Vigo.
" Vig! awas " teriakku
" Aaaa! " teriak Vigo sangat ketakutan
Ketika anjing itu hampir menyerang Vigo, seketika aku mencabut sebatang kayu dan mencambukannya ke arah hewan itu. Sehingga anjing itu terpental jauh, karena terkana serpitan kayu tersebut
Walaupun begitu, kawan anjing itu semakin bertambah banyak. Dan sekarang kawan itupun, kini telah mengelilingi kami dan siap untuk melumat kami sampai habis. Untungnya aku masih menggenggam erat sebatang kayu itu, sehingga kawan anjing itu tidak berani mendekati kami
Dan sepertinya, hewan itu takut dengan sebatang kayu tersebut. tapi aku tidak tahu, apa nama kayu itu
Sorotan mata anjing ini sangat menakutkan, Dimana bola matanya yang mengeluarkan cahaya merah dan pekat. membuat wujudnya semakin menyeramkan, Namun kawan anjing itu seketika mundur dan pergi menjauhi kami
" Vig... kamu tidak apa2 " tanya ku
" ti... tidak apa², dan terima kasih? kalo tidak ada kamu, mungkin aku... "
" husf... cukup Vig, jangan bicara seperti itu " ucapku menghentikan ucapan Vigo yang mulai ngaur
" Luk... sepertinya motor2 kita, tidak mau hidup " ucap Raka
" kok bisa " tanya ku
" mungkin habis bensin " jawab Faizal
" mana mungkin, tadi aku sudah isi full? kok bisa habis " ucapku heran
" ini semua gara² tempat ini, kita sial kerana tempat ini " gerutu Vigo
" sabar Vig, sabar? jangan emosi, dalam keadaan seperti ini? kita jangan sampai terpancing emosi " ucapku berusaha mengingatkan
" tapi Luk... aku tidak ingin terjebak di sini " sahut Raka
" apalagi, tempat ini sangat berbahaya? dan anjing² itu, bisa saja menyerang kita kapan saja " ucap Faizal
" dan aku tidak ingin, mati sia² di tempat ini " timpal Vigo
" iya Bro, aku tengah berpikir sekarang? jadi kalian jangan panik " ucapku berusaha berpikir jernih
***
Beberapa saat kemudian, Jam menujukkan pukul 12.40 larut malam, namun aku belum juga dapat solusinya.
Baru kali ini, aku berpikir keras. Namun aku belum bisa mendapat solusinya, Aku merasa otakku benar2 buntuh.
" bagaimana Luk... apa kamu sudah punya rencana " tanya Raka
" belum nih, otakku benar2 buntuh sekarang " jawabku
" astaga! jadi kita tinggal di tempat ini semalaman " kesal Raka
" Luk... aku tidak ingin mati konyol di sini " sahut Faizal
" Luk... ayo dong, cari solusi yang benar? masa kita bermalam di sini " timpal Vigo
" maaf Bro? sepertinya malam ini, kita terpaksa tinggal di sini " ucapku pasrah
" lah? kenapa Luk... " tanya mereka kaget
" berhubung malam semakin larut, kita juga tidak mungkin berjalan kesana? suasana di depan, aku tidak yakin. apakah aman atau sebaliknya " ucapku
" ya Luke? masa kamu tidak punya ide sih " sungut Vigo
" maaf Bro, tapi kali ini? otakku benar2 buntuh " ucapku
" ya... terpaksa deh " jawab Raka pasrah
" kalian tenang saja, sebaiknya kalian istirahat? biar aku yang menjaga " ucapku menyarangkan
" gak Luk... dalam keadaan seperti ini, aku tidak bisa tidur " ucap Raka
" iya... aku juga " ucap Faizal
" apalagi aku " timpal Vigo
" atau begini saja, kita ganti²an menjaganya " ucapku
" maksudnya, kami kurang mengerti " tanya mereka
" begini? Raka dan kamu Faizal, kalian boleh istirahat? setelah kalian istirahat, baru aku dan Vigo yang istirahat? jadi kita masih bisa saling menjaga, hingga pagi menjelang " ucapku mengusulkan
" apa kamu yakin Luke " tanya Raka
" aku yakin, dan sepertinya hewan itu takut dengan kayu ini " ucapku memberitahu
" kayu kecil itu Luke " sahut Vigo sedikit ragu
" memangnya kamu dapat dari mana kayu itu Luka " tanya Faizal
" aku juga tidak tahu, sewaktu Vigo hampir di serang? aku langsung cabut aja, dan sepertinya kayu ini bisa menjaga kita sampai besok pagi " ucapku memberitahu
" okelah kami setuju " ucap Raka menyetujui
" iya, kami juga setuju " timpal Faizal dan Vigo serentak
" bagus! sebaiknya kalian istirahat, setelah itu? kita gantian " ucapku
" oke " jawab Raka dan Faizal menuruti
~~~~~~~~Singkat Cerita~~~~~~~~
🌞
Keesokan harinya, kami semua pulang dengan selamat. Dan hutan belantara yang tadi malam kami lihat, kini berubah menjadi perkampungan kecil dan terpencil
Walaupun kami berhasil keluar dari tempat itu, Namun bayangan tentang anjing itu dan sekitarnya tidak bisa hilang dari angan kami. Dan mungkin karena itu, aku sulit untuk berpikir jernih.
Di mana Sorotan matanya yang sangat menyeramkan, dengan bola mata mengeluarkan cahaya merah dan pekat. membuat kami trauma, ketika malam minggu menjelang. Namun karena tugas kami sebagai AKM, kami harus melawan rasa takut dan lebih waspada jangan sampai kejadian itu kembali menghantui kami.
Tamat