Suara alarm berdering begitu nyaring mengusik tidur nyenyak seorang Nadhea. Dia enggan membuka mata namun akhirnya terpaksa ia buka.
“Oh Tuhan!” Nadhea kaget melihat jam ternyata sekarang sudah pukul 7 pagi. Nadhea langsung bergegas mandi dan tanpa sarapan ia berangkat kekantor. Sesampainya Nadhea di kantor, Nadhea telat mengikuti pertemuan pagi ini karena telah dimajukan lebih awal dari biasanya dengan alasan Bapak Direktur ada keperluan diluar kota.
“Permisi, Pak. Saya Boleh masuk?” Tanya Nadhea izin kepada bapak direktur yang memimpin pertemuan.
”Silakan masuk, tapi maaf proyekmu digantikan oleh saudara Andi.”
“Kenapa pak? Saya hanya telat 15 menit.”
“Maaf saudara Nadhea ini bukan masalah lama atau tidaknya anda terlambat, namun ini tentang ke konsistenan anda dalam bekerja.” Jelas Bapak direktur dengan tegas.
Langsung seketika Nadhea hanya bisa terdiam dengan wajah pucatnya. Setelah pertemuan ini selesai Nadhea berjalan gontai pergi menuju meja kerja miliknya.
“Ada apa Nadh? Kok telat.”
“Memang salah saya, saya semalam bergadang menonton Anime, sampai melupakan project penting yang sangat menguntungkan bagi saya.”
“Oalah harusnya kamu harus lebih mengurangi hobimu.” Sambung Meri sedikit memberi nasihat.