Aku adalah Livia, Livia Nadesya. Umur 17 tahun, kelas XII AKUNTANSI. Aku suka sekali dengan yang namanya novel juga komik, tapi juga K-POPers. Tinggalku di Ngawi 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘵𝘰𝘯𝘺𝘰𝘯𝘰. Aku paling ceria di antara teman-temanku, teman-teman dekatku bisa dibilang populer dan aku ini bisa dibilang di bawah kata biasa. Tapi teman-temanku menyukaiku,. Tapi aku tidak tahu itu asli atau palsu.
𝑫𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒔
“Hoyyy guys” kataku
“Hehh ngagetin aja!!” kata Asya.
“Ahaha sorry...”
Asya adalah teman sebangku ku, pindahan dari Bekasi. Dia itu sudah seperti maniak anime, Puffft. Dia juga punya hobi yang sepertiku (suka baca novel dan komik) dan dia tukang ngantuk. Jadi setiap jam istirahat topiknya selalu tentang novel atau nggak ya.. komik, sampai ada teman sekelas bilang “ra bosen to, mbahas koyok ngono?”(Nggak bosan ya, bahas kayak gitu?) hahaha.
“Gimana kabar Sasuke??” tanyaku
“Alhamdulillah sehat walafiat, sehat jasmani dan rohani, tanpa ada goresan sedikitpun.” Asya menjawab dengan mantap
“Ahahahaha!!!”
“Weehhh besok maen yokk..” kataku
“Kemana emang??”
“Muter-muter doang sih. Itung-itung ngabisin bensin. Ahahaaha” jawabku
“Eehh ehh ehh, tak mau. Tapi kalo pake motor kau aku sih ikut bae...”
Kita itu emang aneh. Kadang dia yang minta ngabisin bensin, kadang juga aku yang minta, wkwkwk. Btw, kita kalo berangkat ke school pake motor.
𝑱𝒂𝒎 𝑰𝒔𝒕𝒊𝒓𝒂𝒉𝒂𝒕
“Wehh wehh wehh, pacarnya CY mana nih??” tanyaku.
“Pacarnya Chanyeol hadir bund.” teriak Kinanthi.
“Lahhh malah nyelip nang pojok. Hayooo ngapo wi... (Lahhh malah di pojok. Hayooo ngapain tu)” kataku kepo
“Ahahahaha, lagi ghibah tonggo siseh. (Lagi ghibah tetangga sebelah)”
“Meluuuuu!!!! (ikuutt!!)” teriakku dari depan pintu sambil berlari kecil menuju pojok kelas
“Emang aku ameh nang ndi,, kok melu, ahahaaha. (emang aku mau kemana, kok ikut)”
“Maksudku melu ngghibah😒(Maksudku ikut ghibah)” kataku malas
“Weehhh pacar D.O . Bagaimana, apakah D.O ada pacar baru.” tanya Kinanthi.
“Mana saya tempe, sayakan tahu.!! Ahaahahahah” jawabku tertawa.
“Emn... iku bakul cilok e sopo?(itu penjual cilok nya siapa?)” tanyaku
“Lek Yoyok, ahahaah.”
“Wokehh bye,, gajadi ikut ghibah. I want tuku cilok sek(aku pengin beli cilok dulu😂.)” kataku
“Bahasa mu mulai aktif, liv👍😂” mengacungkan jempol
“Wkwkwkwk” kataku.
“Asya beli cilok yukkk...” ajakku
“Ogahh ahh, magerrr. Ngantukk aku”
“Ayolahh,,,,,seng bakul lek yoyok (yang jualan pak yoyok)” rengek ku menggoyang-goyangkan tangan Asya.
“Aelahhhhhhhhhhh!!!!!!”
“yaudah yukk beli” Asya semangat🙁
“Nah gitu dong...”
𝑫𝒊 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑳𝒊𝒗𝒊𝒂
“Sya,,,, lagi gabut ni...” kataku
“Yaudah sana, cabutin rumput gihh!!” Asya datar bangat ngomongnya.
“Mending kamu aja deh yang cabutin rumput...”
“Wani piro hehh...(berani berapa heh)” This is kata-kata legend nya Asya.
“Udah yukk muter-muter....” kataku.
“Yho i lahhh”
𝑫𝒊 𝑴𝒐𝒕𝒐𝒓
“Weyy weyy ada orang pacaran, Sya...”
“Mana, liv....?”
“Itu tu... nunduk di balik tembok warung!!”
“Manaaa ahh... ga ada” Asya menajamkan penglihatannya
“Aelahhhh,, itu tuuu perhatiin bener-bener. Fokuss...” kataku sambil mengarahkan kepala Asya, Pufft🙃
“Wahhh iya iya.... gua liatt...”
“Pinterrr,,👍,,” kataku
“Ganggu yukkk,!!?” kataku dan Asya bersamaan.
“Sepemikiran” kita bertos ria
𝑫𝒆𝒌𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒓𝒖𝒏𝒈
Pas aku sama Asya gangguin orang lagi pacaran, itu beda. Kita cuma gangguin orang pacaran yang akhlak nya gak patut di contoh....
“Asya.... mana, katanya ada miss ‘K’ (kuntilanak)”
“Itu disebelah mbaknya,” menunjuk dekat mbak-mbak yang lagi pacaran.
“Beneran kamu liat ada miss ‘K’ , ”
“Iyaaaa,, kamu ihh ga percaya...” Asya berpura pura bisa melihat yang tak terlihat
“Dek,, ngaleh ndang (dek,, pargilahh)” kata masnya merasa terganggu, pufftt.
“Ehh mas, maap ya... ngerti gak kata-kata ‘berduaan berlawan jenis, orang ketiganya setan’??.” tanyaku
“Ngerti, ngopo emang? (kenapa emang)” tanya masnya malas.
“Bak e to,, kae ki tenan yo...(ternyata ya.. itu tu beneran)”
“Alahh ngapusi eg (alahh boongan kok)”
“Tenan len,,, kancaku iso weruh seng ngunu ngunui (Beneran kok,, temenku bisa liat yang gitu gituan)” kataku memprovokasi
“Emang bener to dek?” ganti mbaknya yang nanya, kali ini ke Asya
“Iya mbak. Ada miss ‘K’ disini, tepat nya di sebelah mbak.” tambah Asya menakut-nakuti
“Miss ‘K’??” beo mereka berdua
“Iya,,, kuntilanak!!” setelah Asya menjawab, kita saling pandang seolah tanda isyarat dan....
“KUNTILANAK!! HUWAAA” Teriakkan ku dan Asya kompak. Dengan menampakkan ekspresi terkejoet dan ketakutan
Seketika dua sejoli itu lari terbirit-birit,,, padahal kita berdua cuma modal suara teriakan. Ahhahaha
“HAAHAHAHAHAHHAHAHHAAHHA anjir ngakak 4G” tawaku
“HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAA seru juga ya gangguin orang pacaran,” tawanya
Tawa kita sampai diperhatikan para pembeli di warung.
“Salah kau sendiri,, biasanya aku sendiri yang gangguin, kau nggak ikutan. Jadi kau nggak tahu serunya kek gimana” jawabku
“Yadeh-yadehh lain kali aku ikut...ahahha”
Setelah melewati beberapa minggu, akhirnya diadakan PTS 2 (Penilaian Tengah Semester 2),,
𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘗𝘛𝘚 (pake bahasa indo biar gampang)
“Ehh nyontek ndang (nyontek dong)” ucap Selin
“Nggak paham aku yang itu,,” jawabku
“O” jawab Selin
“Liv, nyontek yang no. 16 pliss” pinta Velli
“Aku baru no. 10, Vell”
“Beneran... nggak boong!!”
“Beneran,, ya ampun Vell,, nggak boong aku” kataku meyakinkan
“Alahhh coba liat...”
“kalo kamu liat, sama aja liat yang lain dong.” ucapku
“Alahhh pelit!!!” tiba-tiba Velli berubah sikap
Dan itu semua berlangsung hingga waktu PTS selesai,,, Dari hari ketiga sampai PTS berakhirpun mereka tiba-tiba berubah. Mereka tak menggubris ku sama sekali, Aku bertanya apa salahku pun tak kunjung di jawab, terus saja aku berpikir sampai-sampai tak terasa bulir bening menetes sempurna di pipiku. Aku benar-benar lelah, aku tak tahu apa salahku. Sampai-sampai mereka seperti itu, dan pada suatu hari....
“Vell, mau nanya...”
“Apa..” jawab Velli malas
“Cara no. 3 gimana ya??”
“Katanya kau pintar,, kok malah nanya ke aku sih, heh.” jawab Velli lagi
“Kapan aku ngomong kalau aku ini pintar??” tanyaku
“Waktu PTS ... itu aja kau nggak mau kasih contekan, dan sekarang kau meminta bantuan padaku, huh...”
“Itu beda,, kau minta jawaban, sedangkan aku bertanya cara, Vell!! Apalagi itu PTS” kataku
“Alahhh Alesann!!” jawab Velli langsung melengos.
𝘞𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘐𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵
Kini aku dan Asya sedang di kantin menikmati suasana kantin yang ramai itu, Asya mulai bertanya kepadaku apa yang terjadi padaku. Dia teman baikku, jadilah aku menceritakan semua. Dia memberiku semangat dan memberi sedikit solusi untuk tetap tegar. Lalu aku meninggalkan Asya sendiri di kantin dan pergi ke kelas
Aku di kelas yang sunyi, tapi masih ada 2 laki-laki di kelas.
“Kau kenapa, Liv??” tanya salah satunya
“Nggak papa kok.”
“Emn.. oke, yaudah duluan ya” katanya lagi
“ehhh, iyaa duluan aja.”
𝘏𝘢𝘪𝘴𝘴𝘩𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘦𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢?? 𝘛𝘢𝘱𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶. Pikir Livia
Tiba-tiba...
“Eehh, ternyata ya. Sekelas kita ada yang pelit lo,,!!” tutur Selin yang memang notabene nya tukang nyindir
“Lazooo tt (lah iya to!!)” sahut Velli
“Wong pelit i kuburane sempit lho....(Orang pelit makamnya sempit lho)” tambah Selin
“Ahahahha bener banget, Sell.” jawab Velli
Mereka berbicara sambil memandangku sesekali, dan aku tahu maksud mereka.
𝘋𝘈𝘚𝘈𝘙𝘙!! 𝘛𝘌𝘔𝘈𝘕 𝘔𝘈𝘊𝘈𝘔 𝘈𝘗𝘈 𝘒𝘈𝘓𝘐𝘈𝘕 𝘐𝘕𝘐, 𝘏𝘈𝘏!!!. Teriakku dalam hati
Aku tidak tahan lagi!!!!!!!
“SHUT UP!!!!!” Teriakkan ku menggema di kelas itu kala jam istirahat, aku langsung pergi ke kamar mandi...
aku menangiss hingga lelah,, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku ingin sekali membalas perkataan itu, tetapi apalah dayaku yang tak bisa berbuat apa-apa. Malah sebaliknya, jika aku sampai berhadapan dengan mereka, sama saja aku ingin dijauhi sekaligus dibenci satu kelas... Nasibku yang malang
Aku berjalan ke kelas dengan langkah gontai, aku persiapkan semua dengan matang. Aku tadi sempat mencuci mata, agar tak terlihat habis menangis. Aku memasang senyumku dengan leluasa seperti tak terjadi apa-apa.
Aku kembali bersemangat dan ceria seperti sebelumnya, aku tak mengindahkan perkataan mereka, tatapan mereka, ataupun sebagainya. Aku membiarkan semua itu terjadi hingga mereka lelah dan pada akhirnya, kita baikannn...
TAMAT!!!
𝙺𝚊𝚕𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚛𝚊𝚐𝚊𝚔𝚞 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚌𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚛𝚊𝚗𝚒 𝚔𝚞 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚓𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗, 𝚖𝚊𝚔𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚔𝚞. #OliviaCh
𝚃𝚎𝚖𝚊𝚗... 𝚃𝚎𝚖𝚊𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚍𝚒𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚏𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊, 𝚢𝚊𝚊𝚑𝚑𝚑 𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗?? 𝚈𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚃𝚎𝚖𝚊𝚗, 𝚂𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚜𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚊. 𝙱𝚞𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚍𝚒𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚓𝚊. #OliviaCh
DILARANG KERAS MENG-COPY KATA-KATA dan CERPEN AUTHOR(mau tempe nggak?🤭)!!!!
cuma satu buat Reader “MAKASIHH🙏😅🙏”