[Game] sahabat yang meninggal di depan mata
Hari ini aku tidak tau apa kata hatiku. Hati ku selalu gelisah dan tidak tenang. Ada rasa khawatir di hati yang membuatku tidak tenang.
"Hallo, selamat pagi bel " ucap nadya. "Pagi nad " ucap bela. Nadya adalah sahabat ku. Kami bersahabatan dari saat TK. Kami saling tau isi hati.
"Kulit kamu kok (blank①....) " tanya bela.
"Gak apa (blank②.....)" ucap nadya.
"ayo kita (blank③....)" ajak nadya.
Kami pun masuk ke kelas. Aku menatap nadya. Nadya selalu membalas tatapan ku dengan senyuman. Nadya hanya tersenyum tapi hati ku rasa gelisah itu bergejolak.
Pulang sekolah pun tiba .
Kami pulang bersama karena rumah kami bersebrangan jadi mudah mau kerumah.
" dadada. Hati hati ya bel" ucap nadya dan di balas senyuman . Hati ku sudah sangat gelisah. Dari arah sebelah kiri ata truk pengangkut barang yang melaju dengan kecepatan sanggat tinggi .
"AWAS NAD "teriak bela. Namun terlambat tubuh nadya sudah terhantam truk yang mengakibatkan nadya meninggal dunia.
"NADYA JANGAN TINGGAL KAN AKU. " Teriak bela sampai kedua orang tua nadya keluar rumah.
Warga sekitar sudah memandikannya, mengafankan, mensholat kan, dan menguburkan. Saat nadya di kubur aku menjerit sekuat tenaga nya.
"KAMU JAHAT NADYA. KARENA SUDAH MENINGGALKAN AKU " teriak bela. Aku menangis tersengkuk - sengkuk.
Di malam ketiga aku masih tidak terima kalau sahabatku sudah tiada. Aku pun terlelap di saat aku menangis. Di alam mimpi aku berjumpa dengan nadya. Ia sedih
menatap aku. Matanya nya sendu.
"Bela iklas kan aku karena setiap buliran air mata ada hambatan bagiku. Setiap buliran air mata adalah senjata yang menusuk hati ku " ucap nadya.
"Kalau kamu ingin aku tetap di sini aku akan membukakan mata bhatin ku. Aku akan menemai di setiap saat. Aku hanya bisa di lihat sama kamu " ucap nadya dan di balas anggukan.
Aku pun terbangun dari mimpi ku. Aku terkejut karena penglihatan ki berbeda dari yang biasa. Aku dapat melihat merekam.
"Jangan takut bel. Ada aku kok " ucap nadya.
Aku pun senang setiap hari karena di rumah ada yang menemaniku setiap saat.
Sebenarnya yang menemani bela bukan nadya melain kan adalah jin baik. Karena urusan di dunia sudah selesai.
Kadang aku membantu arwah arwah yang tak tenang. Saat aku selesai mengerjakan tugas ku untuk menolong arwah yang tak tenang.