Vampir _ ruang waktu 🕒 _ bus
.
.
.
.
.
.
aku Liliana jayden, aku biasa di panggil lili atau ana..
aku seorang mahasiswa.. aku tinggal sendiri.. orang tuaku sudah meninggal sejak aku kecil..
aku bahkan tidak ingat wajah mereka..
aku di besarkan oleh kaka laki-laki ku Aaron jayden
aku bahagia dengan adanya kakaku namun sayang dia meninggal begitu cepat ..
bahkan aku tidak bisa liat wajahnya yg terakhir kali karena suatu keanehan yg terjadi di tubuh kakak seblum dia meninggal.
aku sempat berpikir untuk ikut bersama kaka pulang, mungkin dengan itu aku bisa berkumpul lagi sama papa mama dan kaka..
ternyata Tuhan berkata lain aku coba untuk berulang kali bunuh diri namun sampai sekarang aku masih bertahan hidup dengan kesepian..
aku memutuskan pergi ke seseorang yg bisa di sebut orang pinter atau peranormal ya..
sesampainya di sana aku langsung aja bertanya..
aku bertanya "kenapa aku tidak bisa mati?"
dan orang itu menjawab "kamu tidak bisa mati di dimensi ini"
"maksud kamu apa?" aku sungguh bingung
"nanti kamu tau dimana alammu berada, nikmati aja dulu sekarang, ohh ada kabar bagus? " jawab peramal dengan santai
"apa itu ? " aku sungguh tidak mengerti apa yg dia ucapkan
"kamu akan segera menikah" peramal
"apa!? gak mungkin! " aku sungguh kaget setelah dia bilang itu
"liat saja nanti, sudah sana pergi jauh-jauh, ngabisin tenaga ngobrol sama orang kek kamu! "
"terimakasih"
aku pergi dari sana sungguh aneh yg dia bicarakan oleh paranormal tadi..
"mana ada aku orang yang beda dimensi. perasaan dari kecil aku udah hidup di dimesi ini"
"apa lagi aku akan nikah? "
"omg mustahil"
itu kata-kata yg aku ucapin pada saat tunggu bus di halte menuju rumah namun tanpa sadar aku hampir menabrak seorang lelaki pada saat mau masuk ke dalam bus aku hanya meminta maaf saja.
"ahh.. maaf maaf" aku pergi cari tempat duduk
"hmm" jawab laki-laki
"kenapa aku ini kepikiran yg di bicarakan peranormal itu, udah gk masuk akal, aneh lagi jawabannya, hampir aja nabrak cowo lagi..
ehh kok ada yang liatin aku ya, siapa? " ucapan di dalam hati
aku langsung aja cari orang yang natap aku..
"ehh ternyata orang yang hampir gua tabrak" dalam hati
"hmm tapi aneh deh kenapa..dia selalu melihatku namun aneh tatapan ya itu begitu tajam..apa dia marah gara-gara aku hampir menabrak dia" dalam hati
tanpa sadar aku sampai halte dekat rumah dia pun ikut turun bersamaku..
aku jalan aja ke arah rumah, tapi dari belakang ada jejak kaki yg ngikutin aku. aku liat..
nengok pelan-pelan...
"laki-laki yg di bus tadi? ngapain terus jalan ikutin aku.. ya.. takut.. lari aja kali ya" pikiran ku
"satu.. "
"dua.. "
"tiga... lariiiiii" tanpa aku berpikir ya aku coba lari sekuat tenaga sampai di depan rumah
"huhhh.. huh... huhhh.. tuh.. orang.. gk ngikutin... aku.. kan.. huhhh... gila cape banget.. " ngos-ngosan
"makanya olahraga dong, biar sehat tuh jantung! " suara laki-laki
"ahhh.. " teriak
"sakit nih kuping.. gk usah teriak bisa kali.. " ucap laki-laki
"ngapain sih kamu ngikutin aku.. " muka was was
"gr siapa yg ngikutin aku ngekost disini tau.. "
"ohh" aku masuk aja ke dalam tanpa tau siapa dia
.
.
.
.
"laper banget deh.. " keluar kamar menuju dapur
"ehh kok wangi mie ya.. " jalan ke depur
"kamu?! " kaget liat laki-laki yg bus tadi
"makan?!.. " tanya dia
"iyahlah masa nyuci.. " duduk depan dia
aku liat jus merah yang di gelas dia kek ya seger banget gitu.. terus aku..
"jus apa nih? kek ya enak seger gitu" liatin jus
"minum aja kalo suka, tapi ntar kamu harus siap?! "
"siap apaan?! " aku coba minum aja
"ehh kok anyir gini sih? ini darah ya? "
"Iyah. oh iya aku Hans Isaac, tunangan kamu"
"ahhh?!!!!!! " kaget
"bentar bentar maksud kamu apa? "
"Iyah kamu Lilian jayden seorang manusia tengah vampir, dan kmu adalah tunangan ku di negeri vampir.. ohh ya aku ke sini mau jemput kamu pulang ketemu keluarga kita" dengan santai
"gk.. gk mungkin.. orang tua aku udh tiada , aku bukan vampir?! "
"liat tuh gigi kamu , taringnya udah tumbuh lebih panjang dan runcing" minum jus merah
aku langsung ambil kaca dan nyata ya bner
"gk.. ini mimpi kan..?! gk mungkin aku vampir?! "
"yaelah ribet banget deh, yukk pulang ntar biar ortu kamu aja yg jelasin" Hans kasih gelas
"nih minum dulu pasti haus"
"gk?! "
"yaudah seger loh" di minum Hans dikit-dikit
kok aku merasakan hal aneh kok aku ingin banget minum darah itu?!
"gulk gulk gulk gulk wahh enak segar juga, darah apa ini? "
"hahahaha kamu tuh lucu tau gk?! " usap kepala
"humm? "
"itu darah manusia"
"apa?!!! " teriak
"gk usah lebay gitu, aku gk ambil darah orang sembarangan tau"
"terus dari mana orang mati?"
"gk ada rasanya kalo darah orang mati, beli lah ke rumah sakit"
"ohh.. emng kamu orang kaya? bukannya mahal ya satu kantong darah? "
"yg penting bisa beli udah ayo pergi" pegang tangan
"kemana?"
"ke dimensi lainlah kelamaan di sini gk baik buat insting perburu malah bikin keributan"
"tapi aku masih gk ngerti kenapa?! aku.. "
"nanti aja.. penjelasan ya yang penting kita pulang dulu" tari tangan buat jalan
"ehh bentar aku belom bawa baju.. "
"gk perlu.. aku udah siapain semuanya di rumah"
"ehh tapi kan dalam aku .. "
"aku udah tau, ya ampun 36 B kan? pinggang ukuran 28 ? udh ayolah.. semua udh siap"
"ehhhh hentai (mesum)... "
"bebas mau sebut apa,, yang pasti aku ini calon suami kamu" mendekat ke wajahku
"kata siapa?! emng aku setuju apa huh..
cupss
.
.
.
aku sungguh kaget tiba-tiba aku di cium orang gk di kenal , terus aku manusia setengah vampir apa maksudnya itu..
sekarang aku tiba di kastil yg sangat megah dan di sambut oleh pelan yang berjajar rapi di lorong pintu
" selamat datang pangeran Hans , putri Liliana " kompak pelayan
"ehh... putri... "
"udahh ayo jalan ada yang kangen kamu"
.
.
.
.
.
"lili.. " sambut mama papa
"mama papa.. " lari ke arah mama papa
ehh tapi kok..
"awas jangan injek baju ya.. "
"ahh... awww"
"aku terjatuh karena menginjak baju ku sendiri tanpa sadar baju ku udah berubah kek prinses, tapi aku jatuh kok gk sakit ya" dalam hati
buka mata
.
.
saat buka mata aku di atas badan Hans, badan ya bagus kekar pahu yg lebar enak untuk di tiduri tiap malam..
"ehh pikirin apa sih aku.. " dalam hati
"masih belum bangun, kalo gitu langsung kamar aja kali ya? "
"ahh Hans maaf maaf.. " aku berdiri bersin baju yang berantakan
"dasar.. "
.
.
pelukk mama dan papa bergantian
"papa mama aku kangen banget kalian semua :("
"sama sayang, maafin mama ya sayang, mama gk cerita sama kamu, kalo mama ini seorang vampir sayang, karene itu kamu harus menanggung akibat semua ini"
"gk ma, mama gk salah kok.. "
"sekarang kamu mnerima kan kamu seorang manusia setengah vampir? "
"iya ma, tapi papa itu jg vampir? "
"untuk sekarang iya, dulu sebelum papa sama mama kecelakaan , papa itu manusia dan sejak saat itu mama bawa papa ke sini buat obatin papa dan akhirnya papa masih hidup sayang namun papa skrang seorang vampir"
"heumm.. gitu ya mama, syukurlah kalo mama papa masih hidup aku sangat bahagia" peluk mama
"udah gk usah cengeng gitu, kamu nanti tinggal di sini sama papa mama"
"jadi aku gk kembali ke dunia manusia? aku gk bisa ke sana lagi? "
"bisalah sayang.. namun untuk skrang sampai nanti kamu tinggal di sini"
"heumm gitu.. baiklah asal ada mama papa aku seneng" peluk mama
"ohh ya ma, kaka dimana?"
"ohh dia tuh lagi ngobrol sama tunangan ya"
"apa?! tunangan? kapan di tunangan kok bilang sih? gimana cewenya cantik gk?"
"heum 3 minggu lalu, ya gimana mau hubungi kamu, kamu masih di dunia manusia"
"yahh gk bisa liat dia gagah pake jas dong ya"
"makanya kamu tunangan sama Hans ntar kaka kamu pake jas gagah"
"ma aku gk mau di jodohin apa lagi Hans, aku baru kenal dia ma, lagian aku gk tertarik sama dia! "
"masa sih gk tertarik"
"gk"
"liat deh tuh ke Hans"
aku liat kearah Hans
"wajah yang mulus, mata yg indah, hidung yang manjung bibir yg tipis, rahang yg tajam, dada yg bidang, otot yang kekar, yg jelas dia masih.. per... "
"udh cukup ahh, gk usah di lanjut"
"mau gk? "
"ya ntar aku pikir pikir dulu"
"liliiiiii..... " teriak kaka
"kaka " peluk kaka
"akhirnya kamu dateng juga ke sini cape tau lumutan nungguin kamu"
"kenapa gk kaka yang jemput aku"
"gk bisalah harus belahan jiwa kamu yg jemput kamu, ehh btw calon kamu tuh keren tau gk? "
"gk peduli" jalan keluar ruang tamu tanpa liat depan
Tiba-tiba tangan ku di tarik ntah siapa itu.. lalu aku ada di pelukan yang begitu hangat
"kalo jalan liat liat dong untung gk nabrak tembok" ucap Hans
"ahh ya.. maaf" tatap mata Hans
"aku baru sadar aku dia begitu tampan dan mempesona" dalam hati
"ada apa? liatin ya gitu amat"
"ahh gk papa" malu dan menjauh dari Hans
"liliana jayden aku Hans Isaac hari ini aku bersumpah di atas nama darahku, aku berjanji akan mencintaimu dengan sepenuh hati, menjagamu dengan ragaku, aku berjanji akan membahagiakan mu.. maukah kamu menjadi ratuku?"
Hans mengucapkan janji depan keluarga ku dan dia bahkan bersumpah.
"apa ini mimpi,seorang Hans mencintai aku? " dalam hati
Hans mengeluarkan cincin dan bunga yang dia bawa...
"iyah aku bersedia.. " Hans mendekat dan memakaikan cincin
.
.
cups
.
.
tamat