ini kisah yang saya alami waktu dulu masih di pondok
waktu itu aku masih kelas tiga SMP, aku sekolah dan juga mondok, waktu itu jam 21:30 malam aku dan teman temanku baru aja keluar dari kelas setelah mengaji aku yang keluar kelas sedikit sempoyongan karena mengantuk akhirnya digandeng oleh temanku supaya aku tidak jatuh dijalan.
kebetulan kamarku ada di lantai satu dan kamarnya dilantai tiga karena jalan menuju tangga melewati kamarku jadi dia mengantarku dulu sebelum dia naik, "eh koe Ki kok ngantukan banget sih" (eh kamu tu kok ngantukan banget sih) omelnya menggunakan bahasa jawa, "aku Ki mau awan Ra turu" (aku tu tadi siang ga tidur) jawabku menggunakan bahasa Jawa juga
"Ki wes tekan kamarmu Kono melbu aku tak Munggah sek" (ni udah sampe kamarmu sana masuk aku tak keatas dulu)
"suwun yo jan" (makasih ya jan) dia hanya mengangguk dan mengacungkan jempol aku masuk ke dalam kamar menaruh kitab dan mengganti bajuku dengan baju tidur, karena sebelum tidur kamarnya harus ditata oleh temanku yang piket dulu aku akhirnya menunggu didepan kamar sambil menahan kantuk. selesai dibereskan aku langsung berbaring dan memejamkan mataku, aku masih mendengar teman temanku menanyakan apa saja tadi yang dibahas dikelas karena mereka bolos jadi tidak tau aku hanya bergumam saja karena sudah mengantuk.
aku terbangun pukul 01:00 karena ingin buang air kecil, aku mencoba membangunkan temanku yang tidur satu kasur denganku tapi dia tidak membuka matanya mau tidak mau aku harus ke kamar mandi sendiri, sampai di lorong kamar mandi rasanya bulu kudungku merinding semua, aku masuk ke kamar mandi nomor satu baru saja aku masuk aku mendengar suara orang mencuci dengan menyikat baju kuat kuat cepat-cepat aku pipis cebok lalu memakai celana ku kembali, aku keluar kamar mandi aku memberanikan diriku untuk mengintip siapa yang mencuci sepagi ini, saat aku tengok ternyata tidak ada siapa siapa dan kamar mandi kosong lantainya pun kering.
aku langsung lari terbirit-birit ke kamarku sampai dikamar aku langsung berbaring dan memeluk temanku yang sekasur denganku, aku benar-benar ketakutan setelah agak tenang aku melepaskan pelukanku aku menatap keluar pintu lalu tiba-tiba saja aku melihat temanku yang tadi mengantarkan ku jalan lewat depan kamarku aku langsung bangkit dan memanggilnya, "jan Jannah jan Seko Endi koe?" (Jan Jannah jan dari mana kami?) dia hanya diam saja dan terus berjalan tanpa menengok ke arahku lagi padahal tadi aku melihat kalau saat melewati kamarku dia menoleh dan memandangi sebentar tapi dia tidak tersenyum seperti biasanya.
aku hanya masa bodoh saja dan kembali berbaring, keesokan paginya aku terbangun aku langsung mengambil wudhu dan sholat subuh berjamaah di masjid, setelah sholat subuh aku mengaji pagi aku kebetulan duduk sebangku dengan temanku yang bernama Jannah itu, "eh jann koe mambengi ngopo e kok ngubengi lantai siji?" (ehh jann kamu kenapa e kok semalem muteri lantai satu?")
"hah kapan? jam piro? aku we turu lo mambengi" (hah kapan? jam berapa? aku aja tidur lk semalem) aku hanya bengong terus yang semalem siapa?
"ah mosok, Nek hudu koe sek mambengi njok sopo?" (ah masa, kalo bukan kamu yang semalem itu siapa) dia hanya mengangkat bahunya obrolan kita terputus karena ustadzah sudah masuk, sampai sekarang pun aku masih bertanya-tanya siapa itu, entahlah.
~tamat
ini cerpen pertama aku kakak kakak, maaf ya kalo masih belepotan jangan lupa like sama vote yaa