malam itu Joey sedang bermain ke rumah temannya, malam ini pukul 19:00 dan dirumah temannya saat ini sedang mengadakan pesta
"hai Joey, gimana kabar pacarmu?"
"biasa aja, gak ada yang spesial"
"kalau kalian terus begini mana bisa maju ke jenjang serius"
Joey mendengarkan apa yang dikatakan dolton, teman lamanya sekaligus kakak dari pacarnya. Elina.
"Elina mungkin akan memutuskan hubungan kami, karena aku terlihat seperti orang yang menyebalkan"
"hey jangan katakan itu, bagaimana kalau kita minum?"
"iya kau benar haha"
Joey dan dolton akhirnya minum di tengah-tengah pesta sampai pada akhirnya Joey pulang di tengah malam tepat pukul 12
Joey sedikit merasakan kalau bebannya mulai terangkat, ia menghela nafas panjang dan tersenyum ketika ia berjalan di jalanan yang sepi.. namun ia harus segera terkejut ketika melihat apa yang ada didepannya.
"aaaahhh!"
"tolong!"
"Joey tolong kami!"
mereka adalah orang-orang yang dikenal Joey, entah kenapa ia merasa kalau ia harus menyelamatkan mereka yang terikat di rel kereta
"tunggu, aku akan menyelamatkan kalian"
tap tap tap
namun saat Joey hendak berjalan tiba-tiba sesuatu menyentuh bagian punggungnya
tap
itu adalah sebuah pistol, Joey ingin berbalik namun ia malah mendengar suara yang menakutkan
"jangan bergerak"
Joey tidak bergerak sedikitpun, ia mengeluarkan keringat dingin di lehernya
jujujujujuju
suara kereta terdengar dari jauh dan orang yang ada dibelakangnya berkata
"jangan bergerak dan angkat tanga--"
namun ia harus segera diam karena handphone yang ada di saku Joey berdering.
"...angkat itu!"
Joey segera mengambil handphonenya tak lupa orang itu juga mengancamnya.
Joey mengangkat telepon dan telepon itu tersambung
- Joey!
"Elina?"
Elina pacarnya menelponnya, Joey kemudian berbalik untuk melihat kalau orang dibelakangnya mengerutkan keningnya, orang itu menggerakkan dagunya untuk memberi Joey isyarat untuk melanjutkan
"Elina, kenapa kau meneleponku?"
orang-orang yang terikat direl ingin berteriak ketika nama Elina disebutkan namun mereka harus menerima todongan pistol si orang misterius itu.
mereka diam, hanya Joey saja yang berbicara
"apakah ada masalah?"
- Joey datanglah ke rumahku
Joey terdiam, dia kemudian melihat ke belakangnya, orang itu masih menodongkan pistolnya dan Joey menjawab
"maafkan aku, aku sedang berada di dalam sebuah dilema yang sangat sulit"
mendengar itu Elina menjawab dengan berbinar
- sudah lupakan itu, orang tuaku dan kakakku sedang tidak ada di rumah
Joey terdiam, dia kemudian melihat ke orang misterius itu.. orang itu tersenyum, Joey lalu menatap ke orang-orang yang diikat di kereta, ada seorang pria tua, ada seorang wanita yang sepertinya istri pria itu, dan ada satu lagi laki-laki yang seumuran dengannya
Joey menjawab setelah terdiam begitu lama
"...Aku tahu"