Sore itu nampak langit mendung gelap sekali, pertanda akan turun hujan ! dari lorong gang sepi nampak seorang perempuan muda berjalan lesu dan sedih. Dia adalah Dewi seorang perempuan muda, dari seorang anak yang bernama Evan ! Dewi mempunyai seorang suami yang kerjanya hanya serabutan. Dia bernama Marchel, Dewi dan Marchel di pertemukan dalam suatu perjodohan kedua orang tua ! karena dulu Dewi lama belum menikah juga. Kini pernikahn keduanya telah menginjak 5 tahun, susah senang telah mereka lalui bersama ! suatu hari Marchel mendapatkan job kerja di lugar kota. Dan Marchel pergi pagi pulang malam, karena Evan lebih dekat bersama Marchel sang ayah ! daripada bersama Dewi sang ibu.
Seperti biasa pagi hari Marchel berangkat kerja, "Ayah berangkat kerja dulu ya buuuu....!!! jagain Evan dengan baik." tutur Marchel sambil keluar rumah, Dewi mengangguk dan menjawab "Ya ayah." Marchel berangkat naik motor tua yang biasa di pakainya ! saat di tengah jalan nasip sial menimpa Marchel. Saat motor Marchel melaju kencang , tiba tiba ada seorang perempuan naik motor ! dan tiba tiba perempuan tersebut berhenti mendadak tanpa memberi aba aba dulu. Karena motor Marchel terlanjur kencang, tabrakanpun tak bisa di hindari ! Marchel mengalami luka di kaki. Kaki Marchel mengalami patah tulang ! karena motornya menghantam trotoar serelah tabrakan terjadi.
Marchel di larikan ke rumah sakit, dan Dewi yang berada di rumah ! di kabari lewat telepon oleh seseorang yang berada di tkp. "Baik pak, terima kasih atas pemberitahuannya." jawab Dewi sambil menutup telepon tersebut, Dewi bergegas menuju ke rumah sakit untuk menemui Marchel ! tak berselang lama Dewi dan Evan sampai di rumah sakit tempat Marchel di rawat.
Kaki Marchel di ikat dan di perban, melihat suaminya terkapar lemah Dewi menangis sedih ! "Ayah... mengapa sampai seoerti ini kejadiannya?" bisik Dewi dalam pelukan Marchel, Mata Marchel berkaca kaca sesungguhnya dia juga sedih ! mengapa nasipnya seperti ini. "Sabar buuu....ini adalah cobaan untuk kita." Betapa hancurnya hati Dewi, di balik rasa bahagia mengapa ada saja cobaan yang datang ! sesungguhnya Dewi ingin memberikan kabar bahagia. Bahwa dia tengah hamil anak keduanya, namun belum sempat di sampaikan kepada Marchel ! malah mereka mendapatkan musibah.
Kaki Marchel telah selesei di operasi, kini dia telah boleh pulang ke rumah ! Dewi senang akhirnya Marchel sudah boleh pulang ke rumah. "Alhamdhulillah ya yaaashhhh.... !!! Tak ayah sudah boleh pulang ke rumah." tutur Dewi dengan bahagia, jawab Marchel "Iya buuu... !!!! tapi maaf ya bu, ayah belum bisa bekerja ! ayah nggak bisa memberi uang kepada ibu dan Evan."
Dewi tersenyum dan menguatkan Marchel, ia berkata "Ya yah gak papa, ayah kan lagi sakit ! besok kalo ayah sudah sembuh pasti bisa bekerja lagi cari uang." Sejak Marchel tak bisa bekerja lagi, Dewi menggantikan peran Marchel yang bekerja ! Dewi berjualan gorengan keliling. Dan Evan bocah berusia 3 tahun. Sang anak semata wayangnya ikut berjualan, Dewi berjualan keliling dengan jalan kaki ! kalo Evan ikut berjualan keliling Evanpun berjalan sendiri. Jika lelah Dewi menggendong Evan sambil menjinjing jualannya. Dewi tak pernah meyerah dan mengeluh, dengan semangat dan tak mengenal lelah ! dia berjualan gorengan keliling. Berangkat pagi hari dan pulang sore hari.Hasil jualan gorengan tak seberapa, terkadang hanya cukup untuk membeli modal jualan ! dan untuk makan sehari hari saja. Dewi masak seadanya tak pernah berbelanja di warung, bahkan Evanpun tak pernah di belikan jajan olehnya ! sungguh memprihatinkan hidup Dewi dan keluarganya. Suatu hari karena kelaparan, di tinggal berjualan Dewi setiap hari ! Marchel meyerah lebih duluan terhadap hidupnya. Karena kelaparan Marchel meninggal dunia, ketika Dewi bersama Evan sedang pergi berjualan ! Dewi dj beritahu sang tetangga bahwa Marchel telah menghembuskan nafas terakhirnya. "Dewiii.... ayo lekas pulang." ujar sang tetangga dengan berjalan tergopoh gopoh, sahut Dewi penuh cemas "Pulang, ada apa dengan mas Marchel?" Sang tetangga tidak memberitahukan apa yang terjadi terhadap Marchel, Dewi bersama Evan pulang ke rumah dengan penuh cemas ! Dewi berjalan dengan perasaan tak karuan. Ia berjalan tertatih tatih sampai ke rumah, ketika tiba di rumahnya tetangga telah ramai di rumahnya. "Yang sabar ya wiiii....!!!!" ujar para tetangga menghibur Dewi, Dewi syok berat mekihat Marchel telah terkujur kaku ! seketika Dewi berteriak histeris tak percaya semua ini "Tidaaaakkkk....!!!! Mas Marchel tidak mungkin meninggal."
Seketika Dewi jatuh pingsan tak sadarkan diri, Evan yang di gendong sang tetangga, diapun juga ikut menangis histeris ! Dewi di bawa masuk ke kamar. Sedangkan jenazah Marchel segera di urus oleh para tetangga, mereka berbondong bondong untuk bergotong royong membantu Dewi ! karena hari telsh sore jenazah Marchel segera di makamkan. Dan Dewi telah sadarkan diri, dia sudah lebih baik lagi, Dewi telah bisa mengikhlaskan kepergian Marchel, masih ada Evan dan sang calon adik yang membutuhkannya ! Kematian Marchel telah berlalu dan perut Dewi semakin membuncit. Kehamilan Dewi telah memasuki trimester 3 atau yang di sebut hamil tua, semakin hari hari persalinan Desi telah tiba ! suatu hari Dewi merasakan petutnya sangat sakit sekali. Lalu dia di lariksn ke rumah sakit oleh para tetangga, pars tetanggat bersama sama menolong Dewi ! Dewi melahirkan dengan selamat.
Dewi melahirkan seorang bayi perempuan, dan di berinama Intan ! setelah pulih Dewi dan sang bayi Intan di perbolehkan pulang. Intan telah selesei di aqiqahi, setelah Dewi benar benar telah pulih dan sehat usai melahirkan ! Dewi pergi merantau ke luar negeri menjadi tkw. Dewi nekat menjadi tkw di negeri orang, demi anak anaknya si Evan dan Intan yang masih kecil kecil ! Evan dan Intan tinggal bersama sang nenek ibu dari Dewi. Telah 20 tahun Dewi bekerja di negeri orang ! kini Evan dan Intan gelah tumbuh dewasa. Evan dan Intan telah kuliah. Mereka telah membuat rumah yang mewah dan bagus seperti para tetangga, dan mempunyai usaha sendiri yang di dirikan oleh Evan dan Intan ! dan memiliki persawahan dan perkebunan yang luas. Setahun kemudian Dewi pulang ke indonesia, kontrak kerjanya menjadi tkw telah selesei ! dia ingin menikmati masa tuanya bersama sang anak anaknya. Kini hidup Dewi telah mapan dan sukses, Dewi yang kini di sebut Ibu Dewi telah bahagia ! apa yang di cita citakan dan di harapkan untuk anak anaknya telah tercapai. Kerja kerasnya demi anak anaknya tak sia sia, akhirnya masa tuanya di beri kehidupan yang jauh lebih baik lagi dari hidupnya dulu ! sedangkan Evan dan Intan telah berhasil meraih cita citanya. Evan telah menjadi Tin Au yang sukses, dan Intan menjadi direktur perusahaan miliknya sendiri ! betapa bahagianya bu Dewi sebagai orang tua. Dia yang menjadi single parents saja, bisa mewujudkan cita citae cita anak anaknya ! sungguh perjuangan dan penglrbanan yang hebat untuk anak anaknya.
*SELESEI*