Star light
(You pov)
Hari hari sama seperti biasanya ,Aku tak mendapatkan hal apapun yang berbeda . Langit yang hitam kelam di hiasi oleh ribuan bintang yang bertaburan di angkasa dan di temani oleh cahaya bulan.
Aku adalah kim hana, aku kini menjalani kuliah di seul Nation university. Aku terlahir dengan fisik yang berbeda dengan orang lain . Warna iris mataku berbeda .
Hingga itu lah yang membuatku menjadi bahan olok olokan di sekolah. Aku sudah terbiasa dengan bullyan yang di luncurkan teman temanku kepadaku.
Sejak sekolah menengah, aku tak pernah memiliki satu teman pun. Hingga saat aku lulus dan bersekolah di SMA aku mempunyai 1 orang teman yaitu kim seungmin.
Pemuda kim itu slalu membantuku ketika aku di bully oleh teman teman yang lain. Dia adalah orang yang paling baik yang pernah aku temui. Bahkan dia berteman tanpa memandang fisik seseorang.
Hari hariku sangat bahagia terlebih lagi ketika aku bersama dengan pemuda kim itu. Hal yang hilang dalam hatiku kini mulai terisi kembali.
Namun semua itu sirna ketika dia pergi meninggalkanku tanpa ada alasan apapun. Sejak saat itu, aku tak pernah lagi bertemu dengannya .
MARET 01 202X
SEUL NATION UNIVERSITY
" Hiya hana.. Buku kami ketinggalan di perpustakaan.. Cepat carikan itu "
Terdengar suara seseorang menyuruhku sembari memukul kepalaku. Sekali lagi, aku terbiasa di perlakukan seperti itu.
" Hiya.. Apa kau tidak mendengar " Ucapnya sekali lagi sembari memegang dagu ku .
" Nee aku akan mengambilnya " Jawabku.
Tanpa pikir panjang, akupun langsung pergi ke perpustakaan kampus yang jaraknya lumayan jauh dari ruangan ku. Aku berlari agar bisa sampai dengan cepat.
Sesampainya di sana, aku langsung mencari buku itu, di atas meja, di lantai, di kursi, namun tidak ada. Sebelumnya sudah aku pikirkan kalau mereka hanya akan membodohi ku tapi dengan lucunya aku percaya begitu saja.
BRAKKKKKK....
Pinti perpustakaan tertutup dengan sangat kerasnya. Tidak.. Bukan tertutup tapi sengaja di tutup untuk mengurung ku di dalam perpustakaan itu.
Aku tak memikirkannya saat itu aku pikir mereka hanya akan mempekerjakan ku sampai aku lelah.
" Heyyy.... Hyuna-ya.. Buka pintunya " Teriaku sembari terus menggedor gedor pintu.
Bukannya mereka membukanya, mereka malah tertawa bahagia saat aku di kuring di dalam sana.
" Mwo?? Kenapa kami harus mengeluarkan mu?? " Ujarnya dari balik jendela.
"A-aku akan terlambat masuk ke kelas " Ujar ku dengan terbata bata karena aku takut .
Sekali lagi, mereka kembali tertawa. Rasanya ingin sekali aku menangis. Tapi aku tidak bisa menangis hanya karena hal sepele.
Setelah beberapa saat, tidak ada lagi suara tawa mereka. Aku pikir mereka telah pergi ke kelas. Dan benar saja, mereka memang sudah pergi.
Air mataku kini tak bisa di kendalikan. Mereka keluar dari mataku tanpa seijin ku. Aku sama sekali tak berniat untuk menangis.
Hingga beberapa saat, aku duduk menunduk sembari menangis. Aku pikir, aku akan benar benar terlambat masuk ke kelas dan tidak akan mendapatkan nilai. Bahkan mungkin mereka juga akan mengurung ku semalaman seperti waktu itu.
Pikiranku begitu kacau kala itu . Hingga CEKLEKKK seseorang membuka kunci perpustakaan itu dan membuka pintunya.
" gwaenchanh-a?"ujarnya.
Suara lembut menusuk ke dalam telingaku. Aku tau persis suara siapa itu. Dia adalah kim seungmin.
Aku sendiri tidak tau bagaimana dia bisa ada di sini.
" Anio.. Mungkin itu hanya khayalan ku " Ujar ku sembari mengusap air mataku.
"Ani.. Ini benar benar aku " Ujarnya.
Saat itu pikiranku kosong, jantungku berdetak sangat kencang . Aku tak percaya orang yang 3 tahun lalu pergi tanpa sebab tiba tiba ada di hadapanku.
Sesak rasanya hati ini melihat dia.rasa benci itu kembali datang di hatiku. Hatiku kini terbakar dengan api kebencian.
Tanpa pikir panjang, akupun langsung berdiri dan hendak pergi dari ruangan itu.
Namun dengan sigap, dia memegang tanganku hingga membuat aku berhenti bergerak.
" Wae?? '' ujarku sembari menahan air mataku supaya tak kembali jatuh.
" Miane.. jeongmal mianhae" Ujarnya yang membuat hatiku semakin sakit.
"Kau meninggalkanku di saat aku sangat terdesak... Di saat aku tak berdaya.. Dan sekarang kamu malah datang seenaknya " Ujarku.
Perlahan air mataku kembali mengalir. Kini pipiku mulai di basahi oleh air mataku sendiri. Rasanya ingin aku teriak sekencang kencangnya di hadapannya.
" jeongmal mianhae" Kata kata itu terus dia ucapkan sampai sampai dia juga ikut menangis dan bersujud di hadapanku.
" Aku memang salah.... Aku pantas mendapatkan semua ini... Tapi aku mohon kepadamu.. Maafkan lah aku " Ujarnya.
" Wae?? Wae?? Wae?? "
" Di saat aku mulai terbiasa tanpamu, dengan seenaknya kamu datang lagi ke hadapan ku "
" Apa kau kurang puas menyakitiku?? " Tanyaku sembari terus tak berhenti menangis.
" Saat itu, aku di tuduh mencuri ponsel milik hyuna ... Sampai sampai aku di pukulin sama temen yang lain... Kamu kemana hah?? "
" Di saat aku di kunci di kamar mandi, dan di siram oleh air sampai sampai aku sakit.. Kamu kemana?? " Ujarku.
Terlihat, air mata pemuda kim itu semakin banyak keluar terlebih lagi setelah ku ceritakan apa yang hyuna lakukan terhadapku saat dia tak ada.
" Aku sangat menyesal telah meragukan mu.. Kini setelah aku tau semua kebenarannya aku sangat menyesal... Aku sangat menyesal karena telah meninggalkanmu " Ujarnya.
" Kejadian itu... Bukan aku yang melakukannya " Ujar ku sembari duduk lemas tak berdaya.
"Aku tau "
"Kau adalah gadis yang baik.. Kau tidak akan melakukan hal seperti itu " Ujarnya.
Aku tak bisa berkata kata lagi. Kejadian itu di situ bukan cuma Lia yang jadi korban. Tetapi aku juga jadi korban nya.
Kejadian 3 tahun lalu, lia tertabrak mobil hingga nyawanya hampir saja melayang. Saat itu hyuna lah yang mendorong aku ke tengah jalan dari arah yang berlawanan, ada mobil yang melaju kencang dan dengan segera, lia datang mendorongmu kembali ke arah jalan yang bersebrangan dengan hyuna.
Namun, lia tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tertabrak mobil dan koma sampai 2 minggu. Di situ semua orang menyalahkanku.
" Udah.. Aku udah tau yang sebenarnya "
" Jangan ingetin lagi masa lalu.. Masa lalu biarlah berlalu " Ujarnya.
Mana bisa aku melupakan hal itu. Lia sudah menyelamatkan ku dari kematian. Dan kini dia tak tau di mana. Bahkan masih hidup atau sudah meninggal pun aku tak tahu.
" Harusnya di situ aku yang tertabrak dan mati "Ujarku.
" Ani... Aku menyelamatkanmu karena kita adalah teman na.. Kita adalah teman " Ujar seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam perpustakaan dan membuatku sangat terkejut.
Tangisan ku tak berhenti sama sekali. Terlebih lagi setelah aku melihat lia yang sudah ada si hadapanku.
Tanpa pikir panjang, diapun langsung memeluk ku sangat kencang seperti dia nggan untuk melepaskanku.
"nan dangsin-i geuliwoyo" Ujarnya.
Setelah melepaskan pelukannya, diapun mengusap air mataku yang terus saja keluar. Aku tak tau bagaimana dia bisa ada di sini bersama dengan seungmin.
" Hana-ya.. Apa kau tidak akan memaafkan seungmin?? Kau tau.. Dia begitu mencintaimu hana.. Dia selama ini mencarimu kemana mana.. Ke seluruh kampus yang ada di Korea "
" Hingga akhirnya kita bertemu di sini " Ujar lia.
Seketika tangisan ku kembali lagi. Terlebih lagi ketika aku mengingat masa masa bersamanya. Tertawa bahagia, tak pernah ada hari tanpa senyuman ketika aku bersamanya.Dengan segera akupun memeluk pemuda kim itu .
" neomubogo sip-eo" Ujarku
" Bagaimana bisa aku tidak memaafkan cahaya bintangku yang slalu ku tunggu tunggu " Ujarku sembari terus memeluknya tanpa henti.
Begitu juga dengan pemuda kim itu. Dia membalas pelukan hangat ku.
Sejak saat itu, aku pun kembali berbaikan dengan seungmin. Dan yang lebih istimewa lagi, aku kini memiliki teman baru yang slalu menjagaku yaitu lia.
Sampai bertahun tahun, kami terus bersama bahkan sampai aku menikah dengan seungmin.
Dan lia menemukan pria idamannya dan menikahinya.
Akhirnya kami kembali hidup bahagia .