FRIENDZONE
Di sebuah ruang kelas yang tengah ribut mencari teman kelompok.
"Anak anak silahkan kalian mencari teman sekelompok,beranggotakan tiga orang atau lebih" suruh seorang guru
Semua siswa perempuan berkumpul dengan geng mereka masing masing. Berbeda dengan seorang gadis yang sangat pendiam,juga tidak terlalu pintar. Maka dari pada itu,ia hanya memiliki beberapa orang teman.
Saat semuanya tengah sibuk mencari kelompok,gadis itu celingukan memerhatikan orang sekitar. Ia sudah menduga,seperti biasa....tidak akan ada yang mau mengajaknya untuk berkelompok bersama.
Sudah 15 menit berlalu,yang lain sudah mendapat kelompok masing masing. Ia menghampiri seseorang yang cukup dekat dengannya.
"Mi,aku boleh gabung gak?" tanyanya dengan menunduk. Sedangkan mia yang sudah mendapat kelompok dengan senyum terpaksa menolaknya secara halus.
"Maaf ya Sya,tapi gue udah punya kelompok" tolaknya secara halus. Mia yang hanya sebatas kenal dengan Tasya,ia sebenarnya tidak terlalu suka bergaul dengan Tasya,tapi kadang Tasya sering menghampirinya.
Setelah keliling kelas untuk bertanya,tidak ada satu pun kelompok yang mau menerima nya. Kecuali ada satu kelompok yang tidak ia tanyakan,ialah kelompok beranggotakan most wanted yang terkenal pintar dan ketampanannya.
Tasya pun kembali duduk ke tempat duduknya,sembari menopang kan dagu diatas meja,ia mulai berkutik dengan buku. Karena semua kelompok tengah berdiskusi dengan anggotanya.
Tanpa ia sadari datang dua orang menghampirinya dan duduk disampingnya,tapi salah satu dari mereka mengambil kursi meja sebelah.
"Kenapa sendiri?tadi koklo gak nanya ke kelompok kita berdua?" tanya salah satu dari mereka.
"Maaf" tunduk Tasya
"Lo kok nunduk gitu?lo kira kita bakal makan lo?gini ya,kita tau kalo kita itu ganteng tapi kegantengan kita gak bakal ngerusak mata lo kok" ujar salah satu dari mereka dengan senyum mengejek
"Oh iya,lo tau nama kita berdua gak sih?kayaknya nggak kan?" ejek mereka
"Kamu Kevin,dan kamu Rendy" ujar Tasya
"Tuh lo tau,bisa gak?lo pakek lo-gue aja,kalo pakek aku-kamu berasa pacaran ya kan Vin" suruh Rendy
"Jadi....lo udah tau apa tugasnya?" tanya Kevin yang diangguki oleh Tasya.
Kemudian mereka mengerjakan tugas tersebut secara bersama sama,meskipun kemampuan Tasya tidak sebanding dengan Kevin dan Rendy,namun ia masih berusaha agar bisa membantu dalam pembuatan tugas.
Saat membuat tugas,pasang mata dikelas tersebut juga melirik tajam ke arah Tasya,terutama Mia yang menatap tajam karena seharusnya ia yang ada di posisi Tasya.
Setengah jam berlalu,kelompok mereka sudah menyelesaikan tugas dengan sangat cepat. Wajar saja...karna dikelompok tersebut ada dua orang pintar yang mendukung kecepatan pembuatannya.
Setelah semua menyelesaikan tugas,seluruh siswa diperbolehkan untuk beristirahat,sekedar ke kantin ataupun kegiatan lainnya.
Kini Tasya tengah berjalan ke arah kantin sendirian,ia tidak berani untuk menghampiri Mia karna sedari tadi ia memiliki filling tidak enak terhadap sikap Mia.
Dikantin ia duduk sendirian membawa snack dan minumannya. Dari belakang,Kevin dan Rendy kembali menghampiri Tasya.
"Sendiri aja lo?gak punya temen?" tanya Kevin sembari duduk berbarengan dengan Rendy.Dan menyeruput minuman milik Tasya dengan santainya.
"Itu minuman gue" Hentak Tasya sembari menahan malu
"Eh ternyata lo bisa ngomong juga,gue kira lo......" ejek Rendy
"Kenapa kalian mau deket sama gue?liat tuh-- orang orang pada merhatiin gerak gerik gue" keluh Tasya merasa frustasi
"Emang kenapa?wajar aja...kita kan most wanted" bangga Kevin
Setelah beberapa lama bercanda,tampak Tasya mulai akrab dengan Kevin dan Rendy.
"Kenapa gak dari dulu aja ya?ternyata lo lumayan asik juga" ujar Kevin.
1 minggu kemudian
Malam ini mereka janjian untuk weekend bersama,Rendy dan Kevin menjemput Tasya dikediamannya.
Mereka kini tengah didalam mobil yang dikendarai oleh Rendy,dan disampingnya terdapat Kevin yang tengah duduk.
"Kita mau kemana?" tanya Tasya yang sudah berada didalam mobil yang kini perlahan berjalan
"Mall aja gimana?" usul Kevin melihat kedua manusia yang kini telah menjabat sebagai sahabatnya
"Mall?gue sih setuju-setuju aja,kalo lo gimana,Sya?" tanya Rendy ke Tasya
"Gue ngikut aja deh" jawabnya yang kini tak merasa malu dihadapan Kevin dan Rendy
"Lets go!" ujar Kevin
Sesampainya di Mall yang tampak megah dan mewah,serta banyak pengunjung yang sedang berbelanja,meski jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Mereka menghampiri toko pakaian,untuk sekedar memilih dan membeli beberapa barang yang mungkin mereka sukai.
Ditengah memilih baju,tiba tiba Tasya teringat sesuatu.
"Ren,Vin.....kok kita cuman bertiga?" tanyanya sembari memandang ke segala arah
"Kan emang bertiga,lo mau bareng ama siapa lagi?satu sekolahan?" ejek Rendy
"Ya engga juga,tapi kok gue kagak pernah liat pacar kalian ya?" bingung Tasya sembari memandang dua pria yang tengah tertawa
"Phfuttt---- pacar?" ujar Kevin sembari memandang Rendy dengan tawa nya
"Jangan bilang kalo kalian gay!" tanya Tasya serius
"Gak gitu juga lah" jawab Rendy dengan wajah datar
"Terus gimana?" tanya Tasya sembari menatap kedua sahabat barunya itu
"Kita cuman lagi gak pingin pacaran aja,ya kan Vin?" tanya Rendy membela diri dan diangguki oleh Kevin
"Bilang aja kalo kalian gak laku hahhaha" ejek Tasya
"Aisshhh" dercak keduanya
"Bagus gak?" tanya Tasya kepada kedua sahabatnya sembari memperlihatkan sebuah topi hitam
"Hmmm lumayan" ujar Rendy sembari memilah milih kaos oblong yang menurutnya bagus
"Aha! gue punya ide" ujar Kevin yang memiliki seribu macam ide cemerlang dikepalanya.
"Ide apa!" tanya Rendy menatapa Kevin yang diikuti oleh Tasya
"Gimana kalo kita beli barang couple?setuju kan?" tanya Kevin yang kini sedang memilih hoodie
"Couple?kalian gak malu couple an sama gue?" tanya Tasya sedikit ragu,jika harus memiliki pakaian yang sama dengan kedua pria dihadapannya
"Kenapa harus malu?kita kan sahabatan" jawab Rendy yang menyetujui Kevin
"Grey bagus gak?" tanya Kevin sembari memperlihatkan tiga buah hoodie berwarna abu abu
"Lumayan" jawab Rendy
Akhirnya mereka menghampiri kasir toko tersebut,untuk membayar tagihan. Sata Tasya hendak mengeluarkan sesuatu dari tas nya,tiba tiba dihentikan oleh Rendy.
"Weekend pertama,gue yang bayar" ujar Rendy sembari menyerahkan sebuah kartu kepada kasir
"Sering sering lah Bro---" senang Kevin,meskipun sebenarnya Kevin mampu untuk mebeli sendiri,namun jika dibelikan orang lain,memang terasa beda
"Makasi Ren" ujar Tasya
"Lo tuh kayak sama siapa aja" jawab Rendy sembari merangkul Tasya dari sebelah kiri,dan Kevin merangkul Tasya dari sebelah kanan.
Selanjutnya mereka pergi makan dan menonton sebuah film yang tayang perdana hari ini.
Keesokan harinya di sekolah.
Hari ini mereka bertiga sepakat untuk memakai hoodie couple kemarin,meskipun dalam kelas tidak dipakai,namun untuk kegiatan lainnya masih bisa.
Kini Tasya tengah berjalan ke toilet meninggalkan kedua sahabatnya yang masih berada dikelas. Saat perjalanan tiba tiba ia dihadang oleh sekelompok geng yang diketuai oleh Mia.
"Eh,ada kang caper" cibir Mia
"Kamu kenapa sih,Mi??" tanya Tasya yang baru mengetahui sifat asli Mia
"Gue kenapa?lo mau bilang gue berubah?hah dasar cewek munafik,tukang caper juga. Bisa bisanya lo caper ke most wanted kita" kesal Mia sembari mendorong keras bahu Tasya,yang membuatnya jatuh tersungkur.
"Dasar cewek munafik lo,udah syukur bisa masuk ke kelas kita,eh malah gangguin Kevin sama Rendy" cibir teman Mia yang masih sekelas dengan Tasya
Ketika salah satu dari mereka hendak menyiram Tasya dengan se ember air bekas pel,tiba tiba dua orang laki laki datang menghampiri mereka.
Seketika mereka menatap satu sama lain. Berbeda dengan Mia,ia langsung menghampiri Kevin dan langsung memeluknya.
Terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari Mia,kevin langsung menghempaskan Mia,menjauh dari pelukannya.
"Kalian mau buli Tasya?hah?" marah Kevin menanyakan mereka semua
Tasya beranjak bangun dibantu oleh Rendy yang kini mengulurkan tangannya.
Setelah puas mengomeli orang orang itu,Kevin kemudian menghampiri Tasya dan Rendy.
"Lo gak papa kan Sya?" tanyanya
"Gue gak papa kok,makasih bantuan kalian berdua" senyum Tasya
"Lo kayak sama siapa aja" ujar Rendy
Kemudian mereka melanjutkan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Sampai dikantin mereka ternyata hanya membeli snack dan minuman untuk dibawa ke taman.
Ditaman mereka duduk bertiga,disela sela memakan es krim.
"Ada yang mau?" tanya Tasya menjulurkan se sendok es krim,tampak Rendy yang terlebih dahulu membuka mulutnya dan kemudian disuapi oleh Tasya.
"Gue juga mau" rengek Kevin,kemudian disuapi juga oleh Tasya
Setelah puas bercengkrama dan makan,mereka kembali ke dalam kelas karena waktu istirahat juga hampir habis
1 Bulan Kemudian
Hari ini tidak seperti biasanya,karena Rendy dan Kevin menghilang sejak jam istirahat pertama dan belum kembali hingga sekarang.
Tasya tampak sedikit cemas. Tiba tiba ada seorang laki laki yang berbisik kepada Tasya
"Hah?beneran?sekarang mereka ada dimana?" tanya Tasya mulai panik
"Di lapangan basket selatan" bisiknya
"Gue kesana sekarang" ucap Tasya bergegas ke tempat yang dibisikkan oleh lelaki tadi
Sesampainya di lapangan basket,betapa terkejutnya dia melihat kedua sahabatnya itu. Ia pun menghampiri Kevin dan Rendy. Refleks mereka berdua menghentikan aktifitasnya
"Plakkk!!! plakkk!!" dua tamparan diberikan kepada mereka berdua
"Karna gue?kalian punya otak gak sih hiks hiks" teriak Tasya dengan isak tangisnya.
Dan memang hanya ada mereka bertiga di lapangan tersebut,apa lagi lapangan tersebut jauh dari jangkauan guru dan para siswa.
"Lo kenapa nangis Sya?" tanya Rendy yang merasa bersalah
"Kalian tau gak,ketika kita awal sahabatan,gue gak ngarep ada kejadian kayak gini,ini diluar kendali gue hiks hiks,SEMUA KARNA GUE" tangis Tasya pecah,
dan ia langsung berjongkok tidak percaya apa yang telah terjadi.
"Bangun Sya" rengek Kevin,tapi tetap tak dihiraukan oleh Tasya.
"Jujur! kita berdua suka sama lo,tapi kita terjebak di FRIENDZONE kita bertiga,gue gak tau lagi mau ngomong apa ke elo tapi kenyataan nya gini" ujar Rendy yang ikut duduk disamping Tasya
"Maafin gue juga Sya,gue gak nyangka akhirnya bakal kayak gini,ini diluar kendali kita Sya ,gue bener bener minta maaf" lenguh Kevin yang berada disisi sahabatnya,sekaligus wanita pujaannya
"Gue gak tau mau ngomong apa lagi ke kalian,tapi asal kalian tau--- gue gak bisa milih salah satu dari kalian,gue nganggep kalian itu dua pria yang gue sayangi sebagai sahabat,gak lebih dari itu,maafin gue" ucap Tasya sembari megelap elap air matanya yang membuat matanya berubah menjadi lebam
"Kalo itu keputusan lo,gue hargai kalo kita bakal jadi SAHABAT, gue juga bakal ngilangin rasa ini pelan pelan" ujar Rendy sembari merangkul Tasya dan Kevin,yang sudah berdiri
"Gue juga bakal ngehargain keputusan lo,Sya" ucap Kevin membalas rangkulan dari Rendy
"Kalian jangan berantem lagi ya! gue gak suka liat kalian berantem,apa lagi karena gue" ujar Tasya menunjukkan kedua jari kelingkingnya.
Sejak hari itu,mereka hanya sekedar bersahabat saja. Walau harus mengorbankan perasaan,setidaknya mereka bertiga bisa tetap bersama untuk selamanya
TAMAT
Jangan lupa like ya❤️