Assalamualaikum Wb.wb
Perkenalkan nama saya Aisyah. Cerita singkat yang saya tulis ini, saya kisah kan ditanah kelahiran saya, dimana saya memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di Kota,yg diiringi usaha,cinta kasih,dan perjuangan seorang ibu. Semoga tulisan saya ini mendapatkan ridho dari Allah dan meninggalkan kesan dan pembelajaran bagi para pembaca.
Inilah kisahku selamat membaca.....
"IBU TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA"
Sejenak aku melepaskan segala hiruk pikuk dunia, melupakan semua masalah yang saat ini aku alami, dengan menundukkan wajah dan memejamkan mata. Aku mencoba menjelajahi waktu,dua puluh,tiga puluh, atau empat puluh tahun yg lalu sebelum aku dilahirkan. Aku termenung merenungkan wanita yang sedang hamil tua, yang aku umpamakan adalah ibuku yang lelah, letih mengandung aku selama sembilan bulan,dan sekarang ibu sedang meregang kesakitan, keringat dingin satu persatu mulai berjatuhan. Sekuat tenaga ibu tahan untuk tidak berteriak.Ibu menggigit bibirnya sekuat tenaga, namun apa daya sakit tak tertahankan,sehingga triakanpun terlontar
.
"Aduh...sakit...Ya Allah....Sakiiiiiiittttt,,,,,Aaaaaaahh,,
Semenit, sepuluh menit, satu jam, dua jam, empat jam, tujuh jam lebih ibu meregang kesakitan, hingga akhirnya tetes demi tetes darah mengalir. Mata terbeliak, yah,, seketika ibu bertarung antara hidup dan mati. Hingga akhirnya Terlahirlah Aku. Kesakitan yang teramat sangat itu tidak IBU hiraukan. Hanya senyum menyambut kelahiranKu.
hari berganti hari. bulan berganti bulan,dan tahun berganti tahun. kini aku sudah dewasa berkat kasih sayang nya, merawat, mendidik dan membesarkan ku.
Sekarang aku melihat sosok wanita itu. Sekarang dirinya bertambah tua, tua dengan wajah penuh harapan. Dimana aku terbayang lagi ketika aku meminta upah jika disuruh oleh ibuku, ketika aku sering membantah karena malas, dan ketika aku meminta dan harus dituruti. Pada ibuku, diciptakan bagimu agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Pada ibuku, diberikan kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahim mu. Walau kerap berulangkali dirimu menerima cerca dari orang yang tidak suka padamu. Pada ibuku, diberikan keperkasaan yang akan membuat nya tetap bertahan. Pantang menyerah saat semua orang sedang putus asa. Pada ibuku diberikan kesabaran untuk merawat keluarga mu, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Dan pada ibuku diberikan perasaan peka dan kasih sayang, dan cinta yang memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap.
Sentuhanmu juga yang akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut oleh mu. Aku takut disuatu perbatasan nanti, disuatu saat nisan ibu akan terpacak. Tak akan ada lagi tatapan sayang untukku, dari seorang ibu. Tak akan ada lagi panggilan rindu dari ibu untuk ku, dan tak akan ada lagi kesempatan aku berbakti pada seorang ibu didunia ini. Tapi walau begitu aku akan gunakan waktu yang singkat ini untuk membahagiakan ibuku.(aku tersadar dari lamunanku, dan menangis mengenang sosok Ibu).
Hari berlalu begitu cepat, sesaat aku terbayang lagi pada masa lalu ku...???.
Ibuku adalah sosok wanita yg sederhana, yang tidak banyak bicara, serta tegas dengan semua anak-anak nya, dimana ibu selalu menerapkan aturan-aturan dan sanksi apabila aturan yang dibuat itu dilanggar, misalnya; mencuci kamar mandi, ngambil kayu, mengisi air, dan disuruh tidur diluar apabila pulang malam diatas jam 20.30 wib.
Keluargaku bukanlah seperti keluarga yang utuh pada umumnya, melainkan ayah dan ibuku sudah bercerai disaat aku menduduki bangku sekolah dasar. Kami ada empat bersaudara, karena kami semua diserahkan pada ibuku, jadi ibulah yang mengusahakan semua keperluan kami.
Dalam ketidak mampuan ekonomi keluarga kami, ibu dan aku menjalani hidup didunia ini dengan kesederhanaan, walaupun begitu Alhamdulillah kami sekeluarga masih bisa makan, dan kami pun masih bisa sekolah seperti anak-anak lainnya. karena ibuku orang yang pekerja keras, dia mencukupi kebutuhan kami dengan berjualan Kue keliling. Aku dan ibu sering berjualan bersama-sama, aku dipercaya ibu sebagai kasir. Hem,,, maksudnya mengambil dan mengembalikan uang orang-orang yang membeli pada ibuku. Kami dan ibu berjualan keliling dari jam 06.00 wib s/d jam 09.30 wib.atau sampai jualan habis terjual.
IBU : Kue...kue..kue....lapet....lapet..lapet....nah...
lapet ombus-ombus...nasi lemak....kue....kue...kue..
Pembeli : Buk beli kuenya...!!
IBU : Beli kue apa nak....???
Pembeli : kue lapetnya harga nya berapa buk..???
IBU : Kalau beli 3 bungkus harga nya dua ribu rupiah aja nak..
Pembeli : beli kue lapet sama nasi lemak nya ya buk 10 ribu.
IBU : iya nak, ini pesanan nya. makasih ya nak.
Pembeli : iya sama-sama buk.
Begitulah setiap harinya perjalanan aku dan ibu ketika kami berjualan, sampai jualan habis kami pun pulang dengan hati yang senang.
"Ma'af yang sebesar besarnya jika dalam penulisan dan alur masih banyak kesalahan. maklum ini pertama kalinya saya belajar memberanikan diri untuk menulis sebuah cerita."
jangan lupa buat para pembaca tinggalkan jejak mu yah.
krimkan kritik dan saran. apapun komentar yang bertujuan untuk membangun .salam kenal dari saya . ditunggu kelanjutannya yah...