Di sebuah pedesaan terpencil hidup sepasang suami istri sebut saja Marino dan Warambe. Kedua pasangan pasutri itu adalah keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Tiga bulan bersama Warambe pun di nyatakan hamil dan akan segera memiliki momongan, kabar baik itu pun sampai ke telinga Marino.
"Ehehe... Pele sa pung bini so cetak skor" ujar Marino dengan tawa khas nya. Semua rekan kerjanya pun ikut berbahagia dengan kabar baik itu
"Ah Pace karena hari ini ko senang, bagaimana kalau kita pergi berburu saja" ajak Arie
"Ah ide bagus itu, mari sudah kita pergi" seru Dodi
Beberapa orang pun sigap dan segera mempersiapkan bekal dan peralatan untuk berburu. Tiba pukul 17.45 sore mereka sudah berada di sebuah hutan pedalaman.
"Ah Pace ini hutan kah alam gaib nih? macam gelap sekali mungkin ini so malam sekali" ujar Arie
"Mas ko ini penakut sekali begitu saja takut" balas Dodi
Tiba-tiba di hadapan ketiganya ada sebuah bayangan putih yang melintas, " Ehehe...itu tadi bayangan kah suanggi tuh" ujar Marino
"Ah Pace ko jangan kasih takut-takut kah" balas Arie yang sudah menyelipkan tangannya di lengan Dodi
"Ah Mas, saya masih normal" ujar Dodi
"Epen kah?" ko kira saya apa?" jawab Arie
Setelah berjalan cukup lama akhirnya ketiganya memilih tempat yang cukup untuk membuat tenda, hari semakin gelap di tambah lagi dengan suara burung hantu yang membuat Roma bulu bergidik, Arie seumur hidup baru pertama kalinya ikut berburu di tengah hutan seperti ini
"Kalian dua tidur sudah, besok pagi-pagi sekali baru kita pasang perangkap" ujar Marino
"Kenapa jadi? ko belum tidur?" tanya Dodi
"Epen kah? orang masih mikir ini besok ini sa bawa hasil buruan nih berapa banyak?" balas Marino
"Ya yang kita bertiga dapat to" jawab Arie
"Masalahnya sa pung bini tra mau kalau cuma 1, dia bilang tidak cukup" ujar Marino
"Memangnya ko pung bini minta berapa jadi?" tanya Dodi
"2, 1 untuk dia dan 1 lagi untuk Ade bayi" balas Marino
"Ah ko repot sekali, tinggal bagi dua saja mo" ujar Dodi
"Epen kah. Sa jadi bingung ini, Mas ada ko pung saran ka tidak?" tanya Marino pada Arie
"Besok sudah Pace, malam-malam begini sa punya otak so tidur" balas Arie
keesokan paginya jam 06.00 ketiga sudah siap untuk memasang beberapa perangkap di beberapa titik yang biasanya rusa akan datang. kurang lebih hampir 10 jam menunggu akhirnya ketiga orang itu mendapatkan hasil buruan. Beberapa perangkap itu terjerat oleh induk rusa yang cukup besar
"Ehehe...Ini rusa kah sapi nih, dia pung badan berat jua" ujar Marino
"Ini bukan sapi tapi ini badak" timpal Arie
"Epen kah, sudah kalian dua mikir dulu, bagaimana ini rusa bisa kita bawa pulang" balas Marino
Setelah mendapatkan cara untuk membawa pulang rusa hasil berburu, ketiga orang itu langsung kembali pulang, di perjalanan keluar hutan ketiganya di kejutkan dengan beberapa jalan yang bercabang, padahal sebelumnya jalan itu hanya ada 1 jalur, kenapa bisa sampai ada 3 jalur
"Ah ini jalan kenapa so banyak, jangan-jangan ada proyek yang masuk lagi!" ujar Dodi
"Ah tidak mungkin, ini pasti kita tersesat" balas Arie
"Sudah kalian berdua diam saja, sekarang sapa yang mau ikut sa?" tanya Marino
keduanya langsung mengangkat tangan, "Ah Pace kok tidak bawa rexona?" tanya Arie
"Kenapa jadi?" jawab Dodi
"Ko punya ketek itu bau sampe rusa-rusa me so mual" ujar Arie
"Epen kah, ini jimat biar suanggi tidak suka mendekat" timpal Dodi lalu berjalan lurus memimpin jalan
"Haha..Eh Mas, Dodi tuh tidak perlu rexona, dia hanya perlu Molto" ujar Marino
Desa B di pedalaman!
"Istri ko di mana sa baru pulang ini" panggil-panggil Marino
"Eh Nono baribut sampe, ko pikir sa tuli kah?" jawab Warambe
"Ah tidak, ko ini sensitif sekali, jangan-jangan ade-ade ini perempuan lagi?" tebak Marino
"Betulkah? Ah tidak saya mau laki deng perempuan biar dia pung papa tra sendirian to" jawab Warambe
"Epen kah istri, saya cetak baru 1 ko so tambah 1 lagi" balas Marino
THE END!
#salamfiksihoror
#Bagiantimur
#hororkomedi
Thanks dofu-dofu 😊, bagi like and comment