MELIHAT BENTUK ENERGI
Kerna tak percaya bahwa setiap benda-benda memiliki suatu energi yang bisa dilihat mata secara nyata maka Laura menentang pendapat James Redfield pengarang buku tetralogi wawasan energi.
Di ranjangnya, Laura memfokuskan mimpi bertemu James. Mimpi adalah firasat masa depan. Demikianlah mimpi adalah satu preposisi yang sanggup Laura benarkan. Maka dia memejamkan mata dan membayangkan bertemu James di Shambala atau di Peru.
Dalam kisah James, manuskrip di Peru, yang ditemukan oleh beberapa orang pastur, dituliskan sejak 6000 SM dan Aramaic. Tentu saja Laura terheran-heran bagaimana bisa terhubung Aramaic di Peru? Bahkan dalam manuskrip yang berisi wawasan energi itu sudah menjadwalkan akan terjadi perubahan persepsi arti manusia hidup, untuk apa hidup dan ke mana arah hidup ini, dan kira-kira masa inilah dinyatakan dalam manuskrip itu terjadi. Artinya, keterhubungan manusia satu dengan lainnya cukup melalui energi yang bisa dilihat.
Laura merasa semua kisah James suatu kebohongan belaka. Kisah yang hanya membuat pembaca puyeng dan terpaksa mencari sendiri kebenaran energi-energi itu.
Kata Laura sebelum memejamkan matanya, "Aku gila untuk mempercayai khayalan pengarang seperti James. Tapi aku penasaran dan ingin membuktikan, minimal, bisa melihat energi saja aku puas. Tak perlulah aku masuk ke dunia Shambala. Itu tak penting."
Maka dimulailah mimpi Laura bertemu James.
Kebetulan Laura vegetarian, dan energi makanan yang dimakan oleh Laura ternyata tepat seperti wawasan-wawasan energi di Shambala, bahwa untuk melihat energi benda-benda, bahkan benda-benda yang bersifat abstrak, seperti keindahan benda-benda, warna benda-benda, bentuk unik benda-benda, dan itu berarti semua kata sifat ternyata memiliki energi. Maksudnya, bila Laura melihat suatu panorama indah di Shambala, Tibet, gunung-gunung putih yang memanjang, maka energi sejati keindahan akan tampak bukan keindahan seperti keindahan omong-omong manusia biasa. Itu adalah keindahan yang benar-benar indah yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya makna keindahan yang dirasakan sendiri manusia-manusia yang memakan energi tanaman-tanaman berenergi tinggi.
"Tapi apa maksud tanaman-tanaman berenergi tinggi? Aku tak paham," gumam Laura dalam mimpinya. Lalu James datang seolah turun begitu saja dari awan dan berkata, "Seperti kisahku di Peru. Apa kau terlewat kisah para peneliti di kebun sayuran itu sedang mengamati pertumbuhan tomat? Ketika satu tomat di pot lain dilalaikan dari kasih sayang sementara tomat di pot satunya diberikan perhatian berlebih? Diberikan cahaya matahari yang wajar, pupuk yang bagus, vitamin, dan dijaga dari serangan ulat? Bahkan para peneliti itu memberikan semangat bertumbuh sehat kepada tomat itu setiap subuh dan senja. Apa kaulihat pertumbuhan kedua tomat itu berbeda secara fisik? Lebih khususnya, apa kaulihat seperti apa energi tomat yang diberikan kasih sayang berlebih?"
"James, semua itu omong kosong! Mana ada manusia bisa melihat energi benda-benda? Sudah kucoba berbagai cara seperti dalam bukumu itu untuk melihat energi benda-benda, tapi, tapi, nonsens, James! Ya, memang aku terlewat kisah di kebun sayur itu, atau bisa dikatakan bahwa kisah itu aku baca tapi kuremehkan kebenarannya."
James tertawa. Laura sebal melihat James tertawa. Lalu James memegang telunjuk kanan dan kiri Laura dan menyentuhkan kedua ujungnya secara mendatar. James melepaskannya dan berkata, "Arahkan sekarang kedua jarimu itu ke kotak-kotak warna yang paling kausuka!"
"Untuk apa, James?!" Laura melotot. "Turuti saja kataku."
Laura mengarahkan jari itu ke arah kotak berwarna hijau terang. Laura suka warna hijau yang terasa menyegarkan.
"Sudah."
"Renggangkan sedikit kedua ujung jarimu itu dan fokuslah matamu di tengah-tengah kekosongan itu. Fokus dan amati tujuh detik saja."
Laura ngedumel. Dia membatin kebodohan dirinya melakukan hal-hal ini. Tapi dia renggangkan juga dua inci kedua ujung jarinya dan memfokuskan mata sesuai arahan James.
"Apa yang kaulihat sekarang? Apakah kau sudah melihat energi kedua telunjukmu itu sekarang? Lihat energi itu seakan menebal di kedua telunjukmu. Tapi bila kau bisa melihat energi itu berwarna merah menyala, bukan hijau sesuai kotak warna pilihanmu itu, itulah warna sejati setiap energi benda-benda. Laura, merahkah warnanya?"
Ajaib! Laura terheran-heran melihat kedua telunjuknya mengalir energi. Jelas sekali energi itu dan berwarna merah menyala!
"James, ini gila! Aku melihatnya merah menyala! Tapi, James, bisakah kusentuh dan kurasakan energi ini?"
"Tidak sebelum kau selesai membaca semua buku-bukuku!"
"Mengapa begitu, James? Bukankah kau ada di sini sekarang? Tak bisakah kau langsung saja katakan padaku seluruh rahasia energi ini sekarang?"
"Niatmu sudah terpenuhi. Kau hanya berniat untuk melihat energi dan sekarang benar-benar lunas. Baca semua bukuku itu sampai selesai dan aku akan kembali."
James melebur menjadi asap dan meninggalkan aroma cendana. Laura terbangun. Langsung saja dia mencoba melihat energi tadi sebelum kehilangan ingatan mimpinya. Energi itu masih merah menyala.
tamat
br, 2121