Pada suatu malam yang sunyi sekitar pukul 00:10 Aku harus lembur untuk menyelesaikan tugasnya, namun rasa kantuk yang menyerang ku memaksa untuk ku menyudahi lemburku hari ini namun kerjaan ku masih menumpuk.
Lalu mata ku yang mulai sayub sayub memaksa ku turun untuk membuat kopi di kantin yang berada di lantai 1. Namun sayangnya aku terpaksa melewati Lorong gelap yang terkenal di kantor ku sebagai lorong angker, cerita tentang lorong sudah di menyebar ke seluruh kantor, sehingga setiap pukul 18:00 lampu lorong ini selalu di nyalakan agar para pegawai bisa pulang tanpa rasa takut, meski begitu ke angekran lorong ini membuat para pegawai memilih berlari sekencang kencangnya saat melewatinya, sehingga tidak ada satu pegawai yang berani berjalan di lorong itu.
Sialnya saat itu aku lembur dan lampu lorong itu di matikan
Lorong yang gelap, sepi di tambah suasana malam membuat semua tampak mencekam. Aku pun memberanikan diri dan sendirian mencoba melewati lorong gelap itu agar dia bisa pergi ke kantin.
Dengan ragu ragu Aku pun mulai melangkahkan kaki ku satu persatu dengan hati hati aku mulai berjalan menyusuri lorong dengan di temani cahaya dari ponselnya.
Dan hal mengerikan terjadi saat aku tiba di tengah tengah lorong, sepasang kaki berlumuran darah tiba tiba muncul dan tergantung di depan ku, akupun berteriak sejadi jadinya sambil menutup mata. Namun saat aku membuka mata sepasang kaki itu menghilang.
Akupun mencoba memberanikan diri untuk melanjutkan langkah ku, namun lagi lagi saat aku baru melangkahkan kaki ku tiba tiba aku di kejutkan dengan rambut panjang terurai yang menjuntai sampai kebawah hingga menyentuk lantai. Aku pun penasaran, rambut siapa itu.
Aku yang penasaran mencoba mengarahkan hp ku ke sumber rambut itu, alangkah kagetnya saat cahaya menyorot ke atas, ada seorang wanita dengan wajah mengerikan menatap ku dengan tatapan tajam. Aku pun terperangan dan berusaha kabur namun kaki ku tiba tiba tidak bisa di gerakan dan mulut ku tiba tiba tidak bisa dibuka,
Aku pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa kabur sementara itu wanita itu terus menatap ku dia terus menatap ku seperti dia akan memakan ku. Dan benar saja tiba tiba mata si wanita itu berubah menjadi merah terang dan tiba tiba ia turun dan berusaha menyerangku,
Aku yang ketakutan langsung lari seketiak saat kaki bisa di gerakan. aku langsung berlari ke lift dan segera meninggalkan kantor, Dan sejak saat itu aku tidak pernah kembali lagi ke Kantor itu, aku memutuskan untuk pindah kantor. (....)