Assalamu'alaikum semua pembaca....
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
SELAMAT DATANG
Di Cerpen Perdana mak ya❤❤❤
Menjadi istri ke 2 itu bukan aib, bukan dosa, dan tidak selamanya wanita yang menjadi istri ke 2 itu perebut suami orang.Dan tidak semua laki laki yang beristi 2 itu laki laki yang mata keranjang.
⚘⚘⚘⚘⚘
Hadist Rosulullah :
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” [An-Nisaa’/4: 3].
#####################################
Rissa yang baru saja pulang dari pemakaman kedua Orang Tuanya merasa sangat sedih dan merasa kehilangan yang amat teramat dalam , betapa tidak...selama ini ia hanya tinggal bertiga saja dengan kedua Orang Tuanya yang ia sayangi tersebut. Dan sekarang, mulai hari ini Rissa harus tinggal sendirian dirumah yang tampak sederhana itu.
" Ya Allah...aku yakin ini adalah takdirmu, kecelakaan bis itu hanya penyebab kematian kedua Orang Tuaku, namun sebenarnya ajal merekalah yang sudah sampai." Gumam Rissa.
" Aku sudah mengiklaskan semua yang sudah terjadi ini Ya Allah.. hanya karena Engkau Ya Allah...walaupun rasa sedih ini sulit untuk mengusirnya dari dalam hati ini, untuk itu aku bertobat padaMu dan mohon ampun padaMu Ya Robb..," Rissa terduduk sendiri ditepi ranjang mendiang kedua Orang Tuannya.
Tidak mau berlama lama larut dalam kesedihan, yang tidak akan memberikan manfaat apa apa terhadap Orang Tuanya, lalu Rissa berdiri dari duduknya dan melangkah ke belakang menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu kemudian membaca Surat Yasin dan memberikan do'a kepada mendiang kedua Orang Tuannya.
" Ya Allah aku hadiahkan pahala membaca Surat Yasin ini untuk kedua Orang Tuaku...,
" Ya Allah lapangkan dan terangkanlah selalu kuburan kedua Orang Tuaku dan jadikanlah kuburan mereka taman taman Surga bagi mereka berdua Aamiin...," Rissa berdo'a sambil meneteskan air mata dengan menegadahkan kedua tangannya ke atas.
Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atasnya enam tahun yang lalu, Rissa tidak kunjung mendapatkan pekerjaan tetap, walaupun ia sudah berusaha kesana kesini untuk mencari perkerjaan di kota tempat kelahirannya itu. Dengan tujuan agar bisa membantu keuangan keluarganya yang pas pasan saja.
Disaat sekarang kedua orang tua Rissa sudah tiada, dia masih belum bekerja, sementara semasa hidupnya, kedua Orang Tua Rissa hanya bekerja sebagai buruh tani memetik cengkeh, lalu siapa lagi yang akan membiayai hidup Rissa kedepannya, pertanyaan itulah sedang bersemayam didalam pikiran Rissa.
" Aku harus bisa menghidupi diriku sendiri!!!..."
" Harus!!! "
" Dan harus bisa!!! " Gumam Rissa menyemangati dirinya sendiri, tanpa ia sadari air matanyapun mengalir lagi dan tak bisa dihentikan lagi..., mengalir bagai anak sungai.
Satu bulan kemudian...
Dengan berbekal alamat yang diberikan Surti teman sekampungnya dan sedikit uang peninggalan kedua Orang Tuannya, Rissa bertekad untuk mengadu nasib di Ibu Kota.
Dan untuk mewujudkan keinginan Rissa tersebut, maka pagi ini terlihat Rissa sudah bersiap siap untuk berangkat ke Ibu Kota.
Setelah merapikan penampilannya dan memasang hijab untuk menutupi auratnya, sebagaimana kebiasaan Rissa selama ini yang selalu memakai hijab dimanapun ia berada,
Walaupun didalam rumah sekalipun jika ia berada ditengah tengah orang yang bukan mahromnya.maka Rissa tidak pernah melepas hijabnya.
" Bismillaahirrohmaanirrohiim...,Ya Allah ridhoi keinginanku untuk mengadu nasib di Ibu Kota, dan lindungilah aku selalu dimanapun aku berada
Aamiin.
Lalu tidak lupa Rissa membaca do'a keluar rumah,
بِسْمِ اللهِ
BISMILLAHI
Dengan nama Allah
تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ
TAWAKKALTU ’ALALLAHI
Aku bertawakkal kepada Allah
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”
(HR. Abu Daud 5095)
Setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan, Rissapun sampai di rumah kos Surti dengan selamat tiada kendala.
Tok ..tok...tok...
" Assalamu'alaikum.." Ucap Rissa.
" Surtiiii.. ini aku, Rissa..." Teriak Rissa sambil mengetok daun pintu masuk tempat kos Surti.
" Wa'alaikumussalam...." Suara Surti terdengar dalam balik pintu.
Wajah Surti menyembul dari balik pintu, dengan wajah yang berseri Surti menyambut kedatangan Rissa, yang ia suruh mendatanginya di Ibu Kota, setelah mendengar berita kematian kedua Orang Tua Rissa satu bulan yang lalu.
" Alhamdulillaah...kamu selamat sampai disi Rissa," Ujar Surti dengan suka cita. Mereka berduapun berpelukkan.
" Ayo...masuk." Ajak Surti sambil membantu tas bawaan Rissa.
Keesokan harinya...Rissa menagih janji Surti bahwa ia akan memberikan pekerjaan buat Rissa.
" Surti... , kapan kamu ajak aku bekerja ditempat kamu bekerja saat ini? " Tanya Rissa tak sabar ingin segera bekerja.
" Aku tidak ingin berlama lama mengganggur disini Surti, aku takut menyusahkanmu." Tutur Rissa.
" Tenang saja!!! " Jawab Surti.
" Apakah kamu sudah siap? " Tanya Surti.
" In Syaa Allah...aku sudah siap." Jawab Rissa mantap.
" Baiklah, nanti malam kamu bersiaplah." Titah Surti.
" Apa tidak ada pekerjaan yang jam kerjanya pada siang hari Surti ? " Tanya Rissa lagi.
" Di Ibu Kota ini susah mendapatkan pekerjaan Rissa, kamu lihat saja nanti malam." Ujar Surti.
" Ba baiklah..," Ujar Rissa agar ragu, karena pekerjaan yang ditawarkan Surti jam kerjanya pada malam hari.
Setelah sholat magrib Surtipun mengajak Rissa untuk bekerja di tempat ia bekerja saat ini.
" Nah...disinilah aku bekerja Rissa, gajinya lumayan juga," Tutur Surti.
Rissa yang tidak terbiasa dengan dunia malam, merasa tidak nyaman berada di cafe tempat Surti bekerja tersebut.
" Sepertinya aku tidak cocok bekerja disini Surti! " Ujar Rissa." Bisik Rissa.
" Jika begitu maumu, apa boleh buat." Ujar Surti sambil mengangkat bahu dan membuka kedua telapak tanfannya.
" Tapi, kamu akan bekerja dimana?" Tanya Surti.
" Disini jika tidak ada koneksi, tidak akan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan." Tekan Surti.
" Aku akan mencoba mencari pekerjaan lain besok," Ujar Rissa.
" Baiklah, jika itu maumu." Ujar Surti.
" Tunggulah disana, sampai jam kerjaku selesai kita pulang bersama sama." Titah Surti.
Setelah beberapa hari mencari pekerjaan, namun Rissa belum juga mendapat pekerjaan.
Pada pagi ini, tujuan Rissa pada salah satu Rumah makan yang berada agak jauh dari tempat kos Surti.
" Assalamu'alaikum...Pak, apakah ada lowongan pejerjaan buat aku disini pak? " Tanya Rissa pada seseorang yang duduk di kasir Rumah makan tersebut.
" Tidak ada Mbak! "
" Disini sudah kebanyakkan karyawan Mbak! " Ujar kasir itu agak sombong dan melengos begitu saja.
Sementara itu sepasang mata sedang memperhatikan Rissa dan mendengarkan pembicaraannya dengan kasir tersebut.
" Pak tolonglah... berikan pekerjaan untukku, sebagai pencuci piringpun aku bersedia Pak." Tutur Rissa dengan.memelas.
" Sekarang aku hidup sebatang kara pak, semenjak kedua Orang Tua ku meninggal pada kecelakaan satu bulan yang lalu dikampung halamanku," Tanpa sadar Rissa bercerita pada kasir tersebut.
" Disini aku hanya menumpang di tempat kos temanku, nggak mungkin aku menganggur saja Pak..." Lanjut Rissa.
" Tolonglah pak." Rissa masih saja memelas untuk mendapatkan pekerjaan pada kasir sombong itu.
" Itu semua bukan urusanku Mbak !" Ujar kasir tersebut seakan tidak mau peduli dengan derita orang lain.
Dari arah tangga yang berada di Rumah makan tersebut tampak seorang wanita melangkah mendatangi Rissa,
Dan sepasang mata tadi masih menatap ke arah Rissa dan masih setia mendengar pembicaraan mereka.
"Ada apa Mbak? " Tanya wanita tersebut dengan lembut.
" Kenalkan, saya Mariam, kepala bagian karyawan disini." Ujar Mariam sambil menhabat tangan Rissa.
" Aku Rissa, Buk..," Ucap Rissa memperkenalkan dirinya sambil menyambut jabatan tangan dari Mariam.
" Aku ingin bekerja di rumah makan ini Buk, tolonglah...," Pinta Rissa.
" Aku butuh sekali pekerjaan Buk, sudah beberapa hari, aku mencarinya tidak ada lowongan semua." Terang Rissa.
" Aku bersedia mencuci piring Buk.' Tambah Rissa.
" Baiklah...Rissa, anda boleh bekerja sebagai pencuci piring disini, karena hanya itu yang bisa saya bantu.
" Dan mulailah hari ini," Titah Mariam.
" Terima kasih banyak Buk." Sambut Rissa dengan girangnya.
Jam lima sore teng, Rissa keluar dari Rumah makan tempat ia bekerja hari ini, hari pertama sebagai pencuci piring, tapi Rissa menjalani dengan senang hati.
Tin...tin..tin...
Suara klakson mobil menghentikan langkah Rissa yang sedang menelusuri trotoar untuk menunggu angkot yang menuju tempat kos Surti.
Terlihat seorang pria turun dari mobil yang menyalakan klakson pada Rissa barusan. Pria yang sama dengan pria yang mengawasi Rissa di Rumah makan tempat Rissa bekerja.
" Assalamu'alaikum...," Ucap pria tersebut dengan menjaga jarak dengan Rissa.
" Wa'alaikumussalam...," Jawab Rissa.
" Maaf, Bapak siapa ya? " Tanya Rissa.
" Oh ya...kenalkan, saya Hadi," Pria itu memperkenalkan diri.
" Mbak Rissa kan? " Tanya Hadi.
" Kok Bapak bisa tahu ? " Tanya Rissa.
" Sementara, aku sendiri tidak mengenal Bapak sebelumnya." Ucap Rissa.
" Sebelumnya aku minta maaf, bahwa aku sudah mendengarkan.pembicaraan Mbak dengan kasir Rumah makan tadi," Terang Rissa.
" Mari kita duduk di bangku taman itu, " Tunjuk Hadi ke arah salah satu bangku taman yang ada didekat situ sambil melangkah mendekati bangku tersebut.
Rissapun mengikuti langkah Hadi dari belakang.
" Ada apa ya Pak? " Tanya Rissa kebingungan.
Setelah mereka berdua duduk di bangku taman itu,
" Aku ingin menjadikan kamu istri ke2 ku." Tegas Hadi.
" Apaaaa? " Rissa terperanjat oleh pernyataan Hadi,orang yang baru saja dikenalnya hari ini, ingin langsung menikahinya, jadi istri ke 2 pula.
" Serius Pak? " Tanya Rissa.
" Aku tidak mau, nanti bisa bisa aku di gorok istri pertamamu Pak!!! " Jawab Rissa sekenanya.
" Aku serius dan aku tidak pernah bermain main dalam hal apapun apalagi menyangkut pernikahan." Terang Hadi.
" Aku hanyalah perempuan miskin, sebatang kara dan wajahkupun biasa biasa saja, kenapa Bapak menikahiku? " Tak hentinya bertanya dan bertanya lagi.
" Justru itu aku ingin menikahimu karena Allah, aku ingin menanggung semua bebanmu karena aku sudah tau semua tentangmu, dan itu semua aku lakukan hanya menharap Ridho Allah." Terang Hadi.
" Sekarang aku akan mengantarmu ke tempat kos temanmu dan aku akan segera bicara pada Istriku, jika aku akan menikahimu." Ujar Hadi.
Kemudian mereka berdua meninggalkan bangku taman dan menghilang dijalan raya untuk kembali ke tempat tinggal masing masing.
Setelah mengalami penolakkan dan ditentang keras oleh Sarah Istri pertama Hadi atas keinginan Hadi untuk menikah lagi, namun Hadi berhasil memberi pengertian pada Sarah.
Akhirnya pernikahan Hadi dan Rissa berjalan dengan lancar atas restu dari Sarah.
" Alhamdulillaah..., Rissa...,setelah pernikahan kita ini, maka otomatis mulai hari ini kamu tanggung jawabku dan berhentilah bekerja." Ujar Hadi.
" Karena aku belum mampu membeli satu buah rumah lagi untukmu, maka aku berharap kamu bersedia untuk tinggal bersama kami, bersama sama dengan Sarah, Istri pertamaku." Pinta Hadi.
" Tidak apa apa Mas, aku iklas tinggal dimana saja, asal bersama suamiku." Sahut Rissa.
Pernikahan Rissa dengan Hadi sudah berjalan beberapa bulan, namun perlakuan Sarah pada Rissa tidak baik dikarenakan masih ada rasa benci dihatinya kepada Rissa.
Namun Rissa tidak pernah memperdulikannya, Rissa tetap menghormatinya sebagai Istri Tua dari Suaminya dengan tetap memperlakukan Sarah dengan baik.
Sementara itu perlakuan Hadi terhadap Rissa sama terhadap Sarah, dia tidak pernah membeda bedakannya dan Hadi berusaha bersikap adil dalam hal apapun terhadap mereka berdua.
Suatu hari...
" Mas, kita tidak usah punya pembantu lagi ya...,biar aku saja yang mengerjakannya, karena aku tidak terbiasa hanya bermalas malasan di rumah." Pinta Rissa.
" Baiklah.., jika itu maumu, tapi tidak ingin kamu kecapean ya." Ujar Hadi.
Maka semenjak pembantu diberhentikan, Rissalah yang membersihkan rumah, menyuci, memasak bahkan Rissalah yang mengurus semua keoerluan dua orang anak Hadi yang masih kecil.Sedangkan Sarah hanya memerintah saja kerjaannya.
Senin ini, Rissa berpuasa sunnah...,wajahnya terlihat pucat setelah menuntaskan banyak pekerjaan rumah dan ditambah lagi harus mengantar jemput Haikal anak dari pernikahan Hadi dengan Sarah yang masih duduk dibangku kelas satu SD. Namun Rissa tidak pernah mengeluh.
" Rissa!!! " Teriak Sarah.
" Dimana kamu taroh bajuku? " Teriak Sarah lagi.
Karena mendengar suara Sarah memanggil namanya, maka Rissa melangkah kearah suara tersebut.
" Baju yang sudah selesai ku gosok hari ini, semua ada di atas ranjangmu Mbak Sarah." Tutur Rissa dengan lembut.
Sarah terkejut melihat wajah Rissa yang sangat pucat.
" Wajahmu pucat sekali Rissa, ada apa denganmu? "
" Kamu sakit? "
" Nggak apa apa kok Mbak..., aku mau menjemput Haikal dulu, permisi." Ujar Rissa.
Malam harinya, dikamar Rissa...
" Mas perhatikan wajahmu itu pucat sekali, bukankah kamu sudah berbuka puasai? "
" Tidak usah mengerjakan apa apa dululah, jika kamu berpuasa siangnya, nanti kamu sakit.
" Besok Mas akan mengantarmu ke Rumah sakit, dan bersiaplah besok pagi," Titah Hadi.
" Tapiiiii...," Belum sempat Rissa beralasan, Hadi langsung mencegahnya.
" Tidak ada tapi tapian! " Tegas Hadi.
Di Rumah sakit...
" Selamat Pak..., Istri Bapak mengandung yang sudah berjalan empat minggu." Tutur Dokter.
" Alhamdulillaah..," Ucap syukur terlontar dari mulut Hadi dan Rissa.
" Jangan terlalu kecapean ya Buk," Tegas Dokter tersebut.
" Baiklah Dok..,gterimakasih," Ujar Rissa.
" Sama sama." Sahut Dokter.
Sesampainya dirumah, Hadi langsung mengabarkan Sarah bahwa Rissa sedang mengandung anaknya saat ini.Namun Sarah menerimanya dengan sinis.
Dikamar Sarah...
" Sarah..., Alhamdulillah..., ternyata Rissa hamil, setelah diperiksa oleh Dokter tadi." Tutur Hadi.
" Ya udah! " Ujar Sarah.
" Emang gue pikirin? " Ujar Sarah lagi dengan sinis lalu Sarah langsung neninggalkan Hadi sendirian dikamar.
Tidak terasa kandungan Rissa sudah memasuki tujuh bulan, namun ia masih saja suka mengerjakan apapun di rumah itu, bersih bersih, menyuci, menggosok pakaian dan sebagainnya tetap saja ia lakukan dengan senang hati.
" Nih orang nggak capek capeknya ya? " Gumam Sarah dalam hati sambil memandang ke arah Rissa yang sibuk beres beres rumah.
" Anakku yang dua orang itu aja, dia yang ngurusi keperluannya, sehingga Akbar yang baru berumur lima tahun aja bisa bilang jika Rissa itu ibu keduanya yang baik hati. Apalagi Haikal lengket sama dia..Huuuhhh...Sarah menghempaskan nafasnya dengan kasar.
" Dia ini perempuan baik sebenarnya, jika aku pkir pikir...tapi aku malas untuk memikirkannya !! " Gumam Sarah lagi dengan sinis.
Akhir pekan kali ini semua berkumpul di ruang keluarga, termasuk Rissa. Semua bersenda gurau didepan tv.
Sikecil Akbar terlihat bermanja manja dengan Rissa.
" Mama Rissa, nanti jika dedek bayinya sudah lahir, jangan lupa sama Akbar ya...," Pinta Akbar
" Tentu tidak sayang...," Jawab Rissa denfan penuh kasih sayang.
" Aku juga Mama Rissa, ingin di jemput sekolah oleh Mama Rissa aja, walaupun ada dedek bayi nanti," Ujar Haikal tidak mau kalah.
" Nggak boleh !!! " Tegas Hadi.
" Jika dedek bayi lahir, kalian berdua tidak boleh menyusahkan Mama Rissa! " Tambah Hadi.
" Bunda Sarah kan ada tuh," Hadi menujuk ke arah Sarah yang duduk di ujung sofa sebelah kanan dengan dagunya.
" Huuuuu...., Akbar dan Haikal kompak kecewa.
Kemudian Akbar berlari menuju arah anak tangga untuk kemudian menambah kecepatan berlarinya tanpa berfikir jika jatuh akan berbahaya bagi dirinya.
" Akbar... menaiki anak tangga jangan berlarian!!! " Teriak Rissa dengan langkah lebarnya ingin mengejar Akbar.
Untung tak dapat diraih, malangbtak dapat ditolak, pada saat Rissa hendak melangkahkan kakinya, justru kakinya tersebut kesandung ujung karpet yang terbentang di depan tv, seketika Rissa terjatuh menghimpit perutnya sendiri yang didalamnya sedang tumbuh seorang bayi mungil.
Semua yang ada di ruangan tersebut terkejut dan berteriak melihat Rissa sudah terjatuh ke lantai dengan posisi terkurep.
" Rissaaaa....," Teriak Hadi diikuti oleh Sarah yang tiba tiba ikut panik melihat kejadian tersebut.
" Mama Rissa...," Haikal juga ikut berteriak melihat Rissa sudah terjatuh.
" Sarah cepat kamu keluarkan mobil dari garasi, " Titah Hadi.
" Aku akan menggendong Rissa ke dalam mobil, cepat...cepat...Titah Hadi kembali.
" iya Mas." Ujar Sarah sambil berlari kedalam garasi dengan menyambar kunci mobil sebelumnya, yang tergeletak di atas meja tempat tv berada.
Akbar yang mendengar teriakan semua orang, langsung berlari lagi kebawah.
" Mama Rissa...," Rengek Akbar melihat Rissa berdarah.
" Mama Rissa jangan matiiii..." Haikal ikut merengek.
" Akbar...Haikal..., ayo ikuti Bunda! kita aka ke Rumah sakit! " Teriak Sarah.
" Iya Bunda." Sahut Akbar dan Haikal dengan suara yang kedengar seperti menahan tangisnya.
Sesampainya di Rumah sakit, Rissa langsung di tangani oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, anak, anastesi serta bidan.
Setelah berjyang beberapa jam, Rissa tidak tertolongkan, setelah melahirkan anak perempuannya yang cantik dengan keadaan prematur.
Menghadapi kenyataan itu, Sarah menangis dengan penyesalannya sudah berlaku buruk pada Rissa.
Sedangkan Hadi menangis dalam diam, mengingat Istrinya yang sholeha tersebut, Istri yang tidak pernah membantah perkataan Hadi sebagai Suaminya.
Akbar dan Haikal menangis histeris, saat mereka tau bahwa Rissa sudah tiada.
T A M A T
###############################
Hadist Rosulullaah:
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: “*Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai*”. (Dishahihkan oleh Albani dalam Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 660)
Maka kesabaran istri atas poligami suaminya dengan wanita lain akan mendapatkan pahala khusus di atas yang telah disebutkan didalam hadist tersebut.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
TERIMA KASIH
KEPADA SEMUA PEMBACA DAN SEMUA AUTHOR
YANG TELAH MEMBACA CERPEN PERDANA MAK INI YA...
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA
THANKS ALL
LOVE YOU ALL❤