"Ba-bagaimana ini" Lirih ku
Segerombolan pria terus mengejarku, entahlah apa yang terjadi bahkan aku tidak tahu situasi seperti apa ini, mereka terus mengejarku dengan membawa sebilah pisau digenggaman tangan mereka.
"Kemana semua orang?"
"Kenapa sangat sepi?" Lanjut ku
Aku terus berlari, huh jujur aku merasa lelah rasanya kaki ku sudah tak mati rasa, tetapi jika aku berhenti bagaimana nasib ku? Apakah aku akan dibunuh oleh mereka?
"Ahk" Aku terjatuh, sepertinya kaki ku sudah tidak mampu berlari.
"Mau lari kemana kau gadis kecil?" Ujar salah satu pria yang mengejarku, ia mendekat kearah ku, ia memegang daguku.
"Ku mo-mohon jangan sakiti aku" Lirih ku, air mataku lolos begitu saja.
"Air matamu tak berguna bagiku gadis kecil" Suara pria tersebut terdengar sangat menyeramkan.
"Bawa dia" Ucap pria itu kepada temannya sambil menunjuk ku menggunakan pisau yang ia genggam.
Dua pria lain menghampiriku yang tak lain dan tak bukan adalah teman dari pria tadi, mereka menarik tangan ku dengan kasar.
"Kumohon pelan pelan, kaki ku sakit" Lirih ku, namun mereka tidak mendengarnya.
Aku hanya bisa berontak dan menangis saat mereka membawaku, kumohon beri aku penjelasan, siapa mereka? Kenapa mereka mengejarku? Kemana semua orang? Mengapa desa ini sangat sepi?
♧♧♧
"Ugh ku mo-mohon j-jangan bunuh a-aku" Mulut ku mengeluarkan darah, mereka menyiksaku habis-habisan.
"AHK!!" Ya, ini penyiksaanku yang terakhir ku rasakan, mereka menusuk perutku dengan bruntal, dres yang kukenakan sudah berlumuran darah, rambut panjang gelombangku sudah dipenuhi darah yang keluar dari kepalaku, tubuhku penuh dengan luka lebam dan luka sayatan, betapa mengenaskannya aku, entah apa motif mereka melakukan ini kepadaku.
"A-aku a-akan balas d-dendam" Mataku tertutup, jiwa dan ragaku terpisah.