Di malam hari yang sepi, lebih tepatnya pada jam 23.15 aku terbangun karena ingin buang air kecil. Karena aku tidak dapat menahannya lagi aku segera menuju ke kamar mandi. Setelah buang air kecil, aku segera kembali ke kamar untuk tidur tapi, aku tidak dapat tidur karena tidak mengantuk lagi. Karena tidak dapat tidur aku pergi keluar dari rumah untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Seperti yang kupikirkan, saat malam hari jalanan sepi, hanya ada beberapa orang yang lewat. Aku terus jalan dan terus berjalan sampai-sampai aku tidak sadar kalau aku sudah berjalan jauh dari rumahku, saat aku sadar aku sudah berada di depan kuburan.
"Eh? Tanpa sadar aku sudah berjalan sejauh ini?!"ucapku terkejut
Setelah aku tau kalau aku ada di depan kuburan, entah kenapa aku merinding.
"Eh...kenapa aku tiba-tiba merinding? Apa karena kedinginan? Tapi hari ini tidak hujan, terus kenapa?"pikirku
Karena aku tidak tau penyebab aku merinding, aku segera melanjutkan jalan-jalan malam ku. Aku menyusuri tiap jalan, dan aku kepikiran sepertinya waktu aku di depan kuburan tadi aku sedang di lihat seseorang, tapi siapa? dan kenapa? saat aku sedang asik jalan dan memikirkan hal itu aku merasa lapar dan kebetulan saat aku lapar ada sebuah warung di tepi jalan. Karena merasa lapar, aku segera pergi ke warung untuk membeli makanan.
"Permisi."ucapku
"Ya, selamat datang. Mau pesan apa?"tanya penjual
"Pesan satu piring nasi goreng dan segelas teh hangat."jawabku
"Baiklah, tunggu sebentar ya."
"Ya."
Aku pun menunggu nasi gorengnya jadi, sambil menunggu aku bertanya kepada penjual tentang kuburan sebelumnya, karena seingatku disana tidak ada kuburan.
"Pak, apa bapak tau sesuatu tentang kuburan di sebelah balai desa?"tanyaku pada si penjual
"Ah, kuburan itu ya? Ada apa memangnya?"tanya balik si penjual sambil menaruh teh hangat yang ku pesan
"Ya, karena saya baru saja pulang dari merantau, jadi saya tidak tahu sudah berapa banyak perubahan di desa ini."ucapku
"Oh, jadi kamu baru pulang ya, memangnya apa hubungannya dengan kuburan itu?"tanya si penjual karena heran kenapa aku menanyakan tentang kuburan
"Yah, itu karena seingat saya di sana tidak ada kuburan. Memangnya sejak kapan kuburan itu ada?"tanyaku karena penasaran
"Oh, begitu ya. Kalau tidak salah, seingat saya kuburan itu sudah ada sejak tiga tahun yang lalu. Dan kuburan itu ada kalau tidak salah itu karena kejadian waktu itu"jawab si pejual saat meletakkan nasi gorengnya
"Eh? Memangnya ada kejadian apa?"tanyaku
"Hm, yah, awalnya kuburan itu adalah sebuah tanah kosong yang rencananya akan di bangun sebuah rumah besar, karena tanah itu di beli oleh orang kaya. Orang kaya itu selain membangun rumah dia juga membangun sebuah mushala agar warga desa dapat shalat berjamaah di mushala, setelah rumah dan mushala selesai di bangun, orang kaya dan keluarganya memberitahu kepada seluruh warga kalau pembangunan mushala sudah selesai dan mushala itu bisa di pakai siapa saja. Setelah itu sudah satu tahun terlewati, yaitu saat kejadian itu terjadi. Waktu itu keluarga itu membagikan sembako untuk anak-anak yatim dan orang yang kekurangan, mereka selalu melakukan itu sejak mereka tinggal disini. Saat malam hari tiba, tiba-tiba ada teriakan yang keluar dari rumah itu, sepertinya waktu itu ada pencuri yang masuk ke rumah itu. Selain mencuri, pencuri itu memperkosa putri dan istri dari pemilik rumah itu, karena itu ada sebuah teriakan dari rumah itu. Selain melakukan hal itu, si pencuri juga membakar rumah beserta orang yang didalam."
"Astaghfirullah, ternyata ada kejadian seperti itu. Eh, tunggu. Kalau ada teriakan, kenapa orang kaya itu tidak tau?"tanyaku sambil memakan nasi goreng
"Waktu itu si orang kaya sedang pergi keluar kota. Yah, sebenarnya malam itu si orang kaya itu pulang dari luar kota dan sedang menuju ke rumahnya jadi wajar saja dia tidak tau. Saat dia sedang menuju ke rumahnya, dia heran kenapa ada kerumunan dan mobil pemadam kebakaran di depan rumahnya dan saat dia melihat ke arah rumahnya dia terkejut karena rumahnya kebakaran. Dia panik dan segera menuju ke kerumunan dan menanyakan apa yang terjadi, para warga menjelaskan apa yang terjadi dan saat dia mendengarnya dia merasa syok. Dia bahkan hampir pingsan, setelah beberapa saat apinya sudah padam terlihat ada dua mayat hangus terbakar yang di ketahui sebagai istri dan putri si orang kaya. Setelah mengetahuinya, dia menangis kencang tapi setelah beberapa waktu berlalu dia mulai tenang dan mengikhlaskan kematian mereka, dan mulai saat itulah tempat itu dibuat menjadi kuburan. Bahkan ada kabar kalau kuburan itu angker karena seperti ada orang menatap orang yang lewat sana saat malam hari, bahkan sampai ada suara tangisan."
"Innalilahi, semoga mereka tenang di sana."
"Amin."
Setelah cerita itu selesai, aku mengucapkan terima kasih dan membayar pesananku.
"Terima kasih atas makanan dan ceritanya, ini uangnya."
"Sama-sama, hati-hati saat lewat sana."
"Ya."
Aku pun segera pulang ke rumah dan saat aku lewat kuburan aku mengucapkan ayat kursi agar tidak diganggu oleh makhluk halus dan berdoa agar orang yang mati di sana tenang di alam sana.