"Ferdi lihat kesini! Aku cantik kan pakai gaun hadiah dari kamu!"ucapku sumringah sambil mengibaskan rok gaun ku.
Ferdi pacarku, hanya menatap layar handphone nya tanpa peduli ucapanku. Senyumku langsung memudar.
"Eh, kamu tadi ngomong apa yang?"tanya Ferdi yang baru tersadar.
"Enggak jadi!"kataku tersenyum paksa.
Aku duduk di sofa bersebelahan dengan Ferdi.
"Lihat nih, cantik-cantik kan? Pada langsing semua!"Ferdi menyodorkan handphone nya ke arahku.
Jujur saja aku sakit hati, namun aku tetap mengulas senyuman kepada Ferdi.
Aku pamit kebelakang untuk membuat teh. Aku siapkan cangkir, teh kantong, air panas dan juga gula. Aku menyatukan semuanya sehingga jadilah teh hangat.
"Yang, di minum dulu teh nya!"aku menyodorkan teh itu ke Ferdi.
"Ok, makasih yang!"Ferdi kemudian menyeruput teh itu.
Hari semakin larut, Ferdi pun sudah tertidur pulas. Sepertinya Ferdi menginap malam ini. Aku juga sudah memindahkan Ferdi ke kamar.
Aku tahu Ferdi selama ini bermain di belakangku, tidak sengaja waktu itu aku melihat dia selingkuh di cafe bersama sahabatku, Rina. Hatiku hancur berkeping-keping.
Aku mengundang Rina untuk minum teh bersamaku, dia juga tertidur pulas hingga larut malam, sama seperti Ferdi. Aku juga memindahkan Rina ke kamar. Kasihan banyak nyamuk kalau tidur di kursi.
Oh iya, aku lupa?! Aku salah memasukkan sesuatu ke dalam teh. Itu sianida, pantas saja mereka tidurnya pulas sekali. Tidur mereka pun nyenyak, maklum saja mereka tidur di dalam tanah. Pastinya nyamuk tidak ada. Hehehe..